Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Tidak Hadir


__ADS_3

Jika ia datang hanya sekedar membuat nyaman tanpa adanya kepastian akan kebersamaan, tolong jangan biarkan hati ini terlalu larut dalam harapan yang mungkin menyakitkan


*******


"Bagaimana apa kamu jadi datang?" Tanya Aldi pada Lolita yang sedang mendudukkan dirinya didepan meja rias.


Lolita menggembungkan pipinya sembari memutar tubuhnya menatap kearah Aldi yang duduk di tepi ranjang.


"Engga, lagian Aksa kasian seharian udah engga ketemu sama mamanya masa iya malamnya mau ditinggal lagi" Ujar Lolita sembari beranjak dan mengambil alih Aksa dari dalam box bayinya. Saat Lolita mengambil Aksa, bayi itu terlihat sangat senang.


"Hallo anak kalem mama" Ujar Lolita pada baby Aksa. Mendengar itu Aksa pun tersenyum senang sambil menggerak gerakkan tangannya keatas memukul udara.


"Comelnya" Seru Lolita sambil menggesek gesekkan hidungnya dengan hidung Aksa. Bayi berusia tiga bulan itu pun semakin melebarkan tawanya karena geli.


Melihat itu Aldi kemudian beranjak berdiri, ia mendekati Lolita dan Aksa yang sedang bermain main.


"Baiklah kalau kamu tidak mau datang, aku juga tidak akan memaksa istriku ini untuk datang ketempat dimana orang orang sudah menyakitinya" Ujar Aldi sambil merangkul tubuh Lolita dari samping dan ikut bermain main bersama dengan Aksa.


Aksa terlihat berceloteh, diatas dekapan hangat papa dan mamanya. Aldi mencolek hidung Aksa gemas. "Papa mau kerja dulu, kamu main sama mama ya" Ujar Aldi sambil beranjak untuk mengambil laptopnya.


Ia memilih mengerjakan pekerjaannya itu diatas meja belajarnya dari pada meja kerjanya yang berada di ruang kerja yang terpisah dari kamarnya.


Sedangkan Lolita, ia meletakkan Aksa diatas tempat tidur, dan ia pun ikut naik keatas tempat tidur. Ia tidur tengkurap disebelah Aksa sambil mengajak main anak itu.


*****


Restoran Delima 20.35 pm.


Caca, Rere, Ethan dan Kevin kini sedang berada disebuah salah satu cafe yang ada di Jakarta. Mereka berencana untuk melakukan makan malam bersama seperti yang sudah Caca rencanakan.


Namun sampai sekarang mereka belum memulai acara makan malamnya tersebut, entah apa yang sedang mereka tunggu.


"Ini kapan kita makannya sih, gue udah lapar nih" Ucap Rere kesal. "Ca, kita masih nunggu siapa lagi sih? Ini kan sudah berempat" Imbuh Rere lagi.


Caca melirik kearah jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya. "Sudah jam segini, apakah Loli tidak datang" Gumam Caca dalam hati. Ia kemudian menatap kearah teman temannya.


"Ya udah kalau gitu ayo kita memulai makan malam" Ujar Caca, gadis itu kemudian memanggil seorang pelayan untuk menyajikan menu makan malam yang sudah dipesan terlebih dahulu.


Beberapa pelayan pun menyajikan makanan yang sudah dipesan itu diatas meja dengan rapi. "Silahkan menikmati, kalau butuh apa apa kalian bisa memanggil kami" Tutur pelayan itu sopan.


"Terimakasih" Ucap Kevin, Ethan, dan Caca tetapi tidak dengan Rere. Gadis itu langsung saja menikmati makanan yang sudah dihidangkan.


****


"Btw kata Ethan lo mau lanjut kuliah di London ya Vin?" Tanya Caca berbosa basi memecahkan keheningan dimeja makan tersebut.


"Hm" Kevin hanya membalas dengan gumaman kemudian memasukkan kembali makanan kedalam mulutnya.


Caca sejenak diam, ia mengambil gelas yang berisi cairan berwarna merah muda yang sepertinya adalah jus strawberry. Caca meminumnya sedikit kemudian kembali meletakkan gelas itu keatas meja.


"Kenapa, kok mendadak sekali?" Tanya Caca lagi.

__ADS_1


Namun Kevin hanya diam sambil menikmati makan malamnya. Begitu juga dengan Rere yang sesekali melirik kearah Kevin.


Melihat Kevin tidak berniat untuk menjawab, Ethan pun berdehem untuk memecahkan atmosfer yang mencengkram itu.


"Patah hati gara gara gebetannya udah nikah" Jawab Ethan. Mendengar pernyataan dari Ethan, Rere seketika tersedak.


Caca segera menyodorkan minuman yang sudah Rere pesan, Rere pun menerimanya dan meminumnya.


"Kenapa lo Re?" Tanya Ethan dengan wajah seakan tidak tahu apa apa.


"Lolita yang Lo maksud?" Bukannya menjawab pertanyaan Ethan, Rere malah balik bertanya. Mendengar itu Kevin meletakkan garpu dan pisau yang sedang ia pegang dan menatap kearah Rere dengan tatapan tajam.


Melihat tatapan tajam Kevin, Rere pun mendelik takut namun berusaha menutupinya.


"Gue mau balik, udah selesai" Seru Kevin sembari beranjak berdiri. Melihat Kevin berdiri, Ethan, Caca dan Rere pun ikut berdiri.


"Kenapa buru buru Vin? baru jam sembilan kurang lima belas menit juga" Ujar Ethan sambil melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Gue mau packing" Jawab Kevin datar.


"Eh tunggu" Ucap Rere sambil memegang pergelangan tangan Kevin.


Kevin pun melirik tangannya yang dipegang oleh Rere. "Lepasin tangan gue dari tangan kotor lo itu!" Titah Kevin dingin.


Mendengar itu Rere pun segera melepaskannya. "Em semoga lo sukses ya disana" Ujar Rere berbosa basi sebelum berbicara inti.


"Thanks" Jawab Kevin masih tetap dengan nada dan wajah yang sama. Dingin dan menatap lurus ke depan.


Melihat itu, Ethan dan Caca saling melirik satu sama lain.


"Gue engga ada waktu untuk meladeni omong kosong lo" Ucap Kevin dingin sembari menepis tangan Rere dan berlalu dari tempat itu.


"Eh, gue duluan ya" Ujar Ethan yang kemudian berlari mengejar Kevin yang berjalan semakin menjauh.


Mendapat penolakan dari Kevin, Rere merasa sangat kesal. "Siapa dia berani menolakku" Ujar Rere dengan Kesal. "Kalau saja bukan karena fasilitas dari papa sedang di cabut, ga sudi gue minta balikan" Imbuh Rere.


"Ya udah lah, ayo pulang" Ajak Caca, ia mengambil tas slempangnya dan mengenakannya. Begitu juga dengan Rere. Mereka berdua kemudian keluar dari cafe tersebut.


*****


Lolita baru saja memindahkan Aksa yang sudah tertidur kedalam box bayinya. Ia kemudian berjalan menghampiri Aldi yang masih berkutat dengan laptopnya.


"Masih banyak?" Tanya Lolita sambil berdiri dibelakang Aldi dan melihat apa yang sedang suaminya kerjakan itu.


"Bentar lagi selesai kok" Jawab Aldi tanpa menoleh kearah Lolita. Aldi memegang lehernya yang terasa kaku.


Melihat itu, Lolita berinisiatif memijat bahu Aldi. "Kalau capek istirahat aja dulu, atau mau aku buatin teh hangat?" Tanya Lolita tanpa menghentikan gerakan tangannya di bahu Aldi.


"Nanggung sayang" Ucap Aldi.


"Ya udah kalau gitu aku buatin teh hangat dulu ya" Ucap Lolita. Aldi pun menoleh kearah Lolita sambil tersenyum, ia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Lolita menurunkan tangannya, ia kemudian berjalan keluar dari kamarnya untuk membuatkan kan teh untuk suaminya itu.


Tak lama Lolita pun kembali kedalam kamar dengan membawa sebuah cangkir yang berisi air berwarna hijau kecoklatan yang masih mengeluarkan uap panas itu.


Lolita meletakkan cangkir tersebut diatas meja hadapan Aldi. "Minum dulu" Seru Lolita. Aldi pun menghentikan aktifitasnya, ia mengambil cairan tersebut dan meneguk minuman yang sudah dibuatkan oleh istrinya tersebut.


"Makasih sayang" Ucap Aldi sambil meletakkan cangkir tersebut ketempat semula.


Lolita hendak beranjak untuk ketempat tidurnya, tetapi Aldi buru buru mencekal pergelangan tangannya. "Kenapa?" Tanya Lolita sambil membalikkan badannya untuk menatap kearah Aldi.


Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Aldi malah menarik tangan Lolita hingga membuat tubuh Lolita jatuh diatas pangkuannya.


Aldi mengunci tubuh Lolita hingga membuat wanita itu tidak bisa memberontak turun.


"Lepasin!" Ucap Lolita dengan kesal.


"Seperti ini aja dulu, temani aku" Bisik Aldi. Setelah itu ia kembali berkutik dengan laptop yang ada dihadapannya. Lolita pun akhirnya menurut, ia tetap diam dalam pangkuan Aldi sambil memainkan jari jemarinya didada bidang milik suaminya.


Kurang lebih sepuluh menit akhirnya Aldi menyelesaikan pekerjaannya, ia menutup laptopnya.


"Sudah selesai?" Tanya Lolita sambil menodongkan wajahnya menatap wajah Aldi.


"Belum" Jawab Aldi sambil menunduk untuk menatap wajah Lolita.


"Apa lagi?" Tanya Lolita dengan nada malas.


Bukannya menjawab pertanyaan Lolita, Aldi malah mendekatkan wajahnya ke wajah Lolita.


Ia menempelkan bibirnya dengan bibir Lolita kemudian **********. Lolita mengalungkan lengannya di leher Aldi dan perlahan pun membalasnya.


Aldi mengangkat tubuhnya sambil menggendong Lolita dan memindahkan istrinya itu keatas tempat tidur.


Mereka sejenak saling melepaskan ciumannya dan saling memandang satu sama lain. "Ini yang belum selesai" Ucap Aldi sambil tersenyum. Mendengar itu Lolita pun ikut tersenyum dan Aldi kembali ******* bibir Lolita sambil melepaskan satu persatu kaitan kacing baju tidur yang dikenakan oleh Lolita.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungan vote dan likenya.

__ADS_1


__ADS_2