Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Rapat 2


__ADS_3

"Aldi kamu yakin ingin keluar dari rumah sakit sekarang?" Ujar Wilna yang kini sedang merapikan barang barang milik Aldi.


"Iya Bunda, Aldi sudah tidak apa apa" Jawab Aldi sembari merapikan dasinya didepan cermin yang ada di dalam ruang rawatnya.


"Baiklah kalau begitu, kamu hati hati dan semoga semuanya baik baik saja, bunda harap rumah tangga kamu dan Lolita juga bisa diselamatkan dan akan baik baik saja" Ujar Wilna.


Aldi seketika mengentikan aktifitas merapikan dasinya. Ia menatap pantulan tubuh bundanya di balik kaca didepannya.


Wilna mengentikan aktviasinya, perempuan itu memutar tubuhnya menatap ke arah Aldi yang hanya terdiam tidak berniat untuk membuka suara.


Wilna berjalan mendekati Aldi. "Aldi" panggilnya dengan lembut.


Aldi memutar tubuhnya menatap kearah Wilna. "Apa tidak salah untuk melakukan ini?" Tanyanya sembari memegang lengan Aldi.


"Tidak ada yang salah bunda" Jawab Aldi dingin.


"Menurut Bunda ini bukan masalah yang besar, dan kamu juga tidak perlu mempertaruhkan kebahagiaan kamu untuk perusahaan" Imbuh Wilna. Perempuan itu masih bertutur dengan sangat lembut.


"Perusahaan kan masih menjadi tanggung jawab ayah, jadi lebih baik kamu serahkan saja masalah tanggung jawab perusahaan itu kepada ayah, dan kembalilah dengan Lolita"


"Tapi perusahaan ini kelak akan menjadi milik Aldi" Jawab Aldi dingin.


"Apakah Aksa bukan tanggung jawab kamu?" Seru Wilna. Aldi terdiam, ia seakan merasa terpojokkan.


"Apakah kamu tidak merindukan Aksa?" Imbuh Wilna lagi.


Aldi masih diam membisu. Mulutnya bungkam, dirinya sebenarnya sangat merindukan Aksa.


"Tapi Aldi cinta sama Felisha" Jawab Aldi.


"Oh ya? Lebih penting mana cinta kamu sama Felisha dengan cinta kamu sama Aksa?" Aldi lagi lagi merasa terpojokkan. Bundanya itu seakan selalu tahu dengan apa yang harus dilakukan.


"Apa semudah itu cinta kamu untuk Lolita luntur dan tergantikan dengan cinta yang baru?" Aldi masih diam. Laki laki itu mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut bundanya itu dengan penuh sesak didada.


"Felisha bukan cinta baru Bunda, dia adalah sosok yang sudah ada sejak dulu" Aldi akhirnya membuka suara.


"Tapi dia itu sudah menjadi bagian dari masalalu di hati kamu sayang, bukan lagi untuk masa depan, karena sekarang ruang di hati kamu itu sudah berpenghuni" Terang Wilna.


"Bunda Aldi harus berangkat sekarang" Ujar Aldi mengalihkan pembicaraan.


Wilna mengehela nafasnya lelah, sebenarnya apa yang ada didalam otak jenius anaknya itu. "Baiklah, semoga kamu tidak menyesali keputusan kamu" Ujar Wilna.


Aldi hanya diam tidak menanggapi, ia meraih tangan Wilna dan menciumnya lalu segera berlalu pergi.


******


"Jadi apa informasi yang lo dapat?" Tanya seorang gadis di atas rooftop.

__ADS_1


"Setelah gue selidiki, ternyata Rere dan pacarnya itu bekerjasama untuk membuat perusahaan Aldi collapse, dan satu lagi Felisha, cewek itu adalah kekasih dari Rere" Terang sang laki laki.


Si gadis nampak terkejut. "Terus?" Tanyanya kemudian.


"Rere ingin membuat Aldi meninggalkan Lolita agar Lolita bisa merasakan apa yang dulu dia rasakan, dan setelah itu Rere akan meminta Adrian untuk menanamkan saham di perusahaan Aldi" Terang si laki laki.


"Licik sekali dia" Jawab si perempuan.


"Oh iya, dengar dengar hari ini akan ada rapat para pemegang saham di perusahaan Aldi, terus nanti Rere bakal kesana" Ujar si laki laki.


"Gue juga ingin kesana" Ujar si perempuan.


"Ngapain?" Tanyanya si laki laki.


"Aku akan mengatakan yang sebenarnya agar Rere itu sadar dan tidak melakukan hal bodoh lagi untuk menyakiti orang lain, apalagi orang sebaik Lolita" Ujarnya.


*****


Lolita kini sedang berada didalam taxi online yang sudah dipesannya. Wajah gadis itu terlihat sangat kacau dan mukanya juga terlihat sangat pucat.


"Lolita lo harus kuat" Ujarnya menyemangati diri sendiri dalam hati.


Selama diperjalanan Lolita hanya menatap keluar jendela hingga akhirnya mobil yang ditumpanginya itu berhenti dengan sempurna didepan lobi gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dengan tulisan Putra Gruop di atasnya. Ya, Lolita pergi ke perusahaan ayah mertunya dan juga suaminya yang mungkin sebentar lagi ekhem, akan menjadi mantan suaminya.


Dengan langkah mantapnya Lolita berjalan masuk menuju ke lift, sapaan hangat pun didapatinya dan Lolita hanya membalas dengan senyum manisnya.


Langkah Lolita berhenti didepan sebuah lift, dan tak lama pintu lift pun terbuka. Lolita segera masuk setelah lift tersebut kosong. Jarinya menekan angka 9 dan lift itu pun meluncur membawanya menuju ketempat tujuannya.


Suasana yang tadinya rame kini mendadak berubah menjadi hening. Aldi dengan diikuti sekretaris Viona dan juga Felisha itu berjalan menuju meja yang masing masing kursinya sudah diisi oleh para pemegang saham.


Aldi segera mendudukan dirinya di kursinya yang berada di dekat ayah Putra, diikuti oleh Felisha dan juga sekretaris Viona.


"Tuan Muda Aldi sudah datang apakah rapat sudah bisa di mulai?" Ujar pak Darma yang duduk disebelah depan Aldi.


Aldi menatap laki laki paruh baya itu dengan santai lalu berkata "Silahkan".


"Jadi bagaimana, apakah kita sudah mendapatkan orang yang akan menanamkan sahamnya di perusahaan ini?" Seru pak Wira.


"Iya apakah sudah dapat? Jika sampai sekarang belum dapat maka saya akan menarik saham saya dari perusahaan ini" Seru Pak Hendra.


"Iya, saya juga akan menarik saham saya dari perusahaan ini karena kemungkinan besar perusahaan ini akan mengalami jatuh bangkrut" Ujar Pak Darma.


"Kalian semua tenang saja karena saya sudah mendapatkan seseorang yang akan menanamkan sahamnya disini, beliau juga akan memberikan modal tambahan serta membantu membayar semua kerugian di perusahaan cabang" Terang Aldi.


"Siapa? Pasti perusahaan yang sangat besar" Ujar Pak Wira.


Aldi hanya tersenyum tipis, laki laki itu kemudian mengalihkan perhatiannya kearah pintu yang tiba tiba terbuka dan menampilkan sosok Ardian dengan Rere disebelahnya.

__ADS_1


"Selamat pagi semua" Seru Andrian menyapa dengan nada formal dan sopan. Laki laki itu terlihat sangat berkharisma dengan balutan jas berwarna hitam serta celana dan juga sepatu yang senada.


"Selamat siang Tuan" Jawab semuanya serempak.


"Sebelumnya perkenalkan saya Adrianata Arisena pemilik perusahaan Arisena Gruop, saya adalah akan menjadi penanaman saham baru di perusahaan tercinta kalian ini" Terang Adrian.


"Wah benarkah ini pak Adrian dari perusahaan Arisena Group? Ternyata masih sangat muda dan tampan" Puji Pak Darma.


"Senang bisa bekerjasama dengan Pak Adrian" Ujar Putra sembari berjabat tangan dengan Adrian.


"Saya juga merasa senang bisa bekerjasama dengan Anda Tuan" Ujar Adrian.


"Perusahaan ini pasti akan semakin besar jika berkerjasama dengan Arisena Gruop" Seru Pak Wira.


"Iya, secara Putra Gruop adalah perusahaan besar, belum lagi Arisena Gruop, perusahaan terbesar nomor satu", Ujar Pak Hendra.


"Tapi saya tidak akan menanamkan saham disini dengan cuma cuma" Ujar Adrian yang seketika membuat senyum penuh kebanggaan diwajah semua orang itu luntur.


"Maksud anda?" Tanya Putra.


"Seperti kesepakatan yang sudah dibuat oleh Tuan Muda Aldi Ferlando Putra, bahwa dia saya akan menanamkan saham di perusahaannya jika dia menceraikan istrinya dan bertunangan dengan Felisha adik saya" Terang Adrian. Dan seketika itu semua orang pun terkejut bukan main, semuanya mulai berbisik bisik membicarakan Aldi pernikahan Aldi.


Rere yang sedari tadi berdiri disebelah Adrian itu tersenyum dengan sangat puas. "Akhirnya gue bisa membuat Lolita kehilangan juga" Gumamnya dalan hati.


"APA MAKSUDMU?" Seru Ayah Putra.


"Ayah tenanglah" Ujar Aldi.


"APANYA YANG TENANG, KAMU MENGORBANKAN. PERNIKAHAN KALIAN HANYA DENGAN SEBUAH SAHAM?" Bentak ayah Putra.


"Ayah percayalah sama Aldi bahwa semuanya pasti akan baik baik saja" Ujar Aldi.


"Jadi gimana Tuan Putra? Apakah kesepakatan ini masih tetap ingin dilanjutkan?" Ujar Adrian yang tidak ingin melihat drama ayah dan anak itu berlama lama.


Aldi hendak menyahuti tetapi suara seseorang yang terlebih dahulu menyahut dari arah pintu membuat Aldi mengurungkan niatnya.


"Itu tidak perlu karena saya yang akan menjadi penanam saham serta menyutikan modal untuk perusahaan ini"


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Alurnya di cepetin biar ga kelamaan nyesek dan cepet selesai wkwk😂


__ADS_2