Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Penolakan dan Pengakuan Lolita


__ADS_3

Kevin sejenak terdiam sembari setelah mendengar cerita dari Lolita yang ternyata menyimpan rasa terhadapnya Revan.


"Jadi gimana Vin? Gue suka sama Revan tapi gue nggak mau persahabatan gue sama Rere rusak cuma gara gara cowok" Ujar Lolita ketika tak kunjung mendapat jawaban juga dari Kevin.


Kedua orang itu kini sedang duduk bersebelahan di bangku taman tepatnya dibawah pohon. Sangatlah teduh dan menenangkan, tetapi tidak mampu meneduhkan dan menenangkan perasaan Lolita yang sedang gundah.


"Lo mau nggak jadi pacar gue?" Ucap Kevin tiba tiba.


Mendengar itu Lolita seketika terdiam sembari menatap Kevin datar. Ia terkejut tapi juga bingung kenapa jawaban Kevin malah seperti itu, pikirnya.


"Lo nembak gue Vin?" Tanya Lolita sembari menuju dirinya sendiri.


"Iya" Jawab Kevin. Wajah laki laki itu terlihat sangat serius.


"Kok malah jadi Lo nembak gue sih Vin, kan Lo tahu gue sukanya sama Revan" Ujar Lolita.


"Mungkin dengan cara lo sama gue, lo bisa melupakan Revan dan membantu Rere dekat dengan Revan" Ujar Kevin.


Lolita sejenak terdiam. Ia mencoba memikirkan baik baik perkataan Kevin hingga akhirnya jam pulang sekolah pun tiba.


Lolita terlihat sedang berdiri di sembari menyadarkan dirinya di tembok depan toilet. Perempuan itu sedang menunggu Rere yang katanya hendak membuang air kecil.


"Lolita" Seru seseorang.


Lolita yang asik melamun itu menoleh kearah sumber suara, dan ternyata Revan kini sedang berjalan sembari memasang senyum manis diwajahnya.


"Gue mau ngomong sama lo" Ujar Revan setelah berhenti tepat di depan Lolita.


"Ngomong aja" Jawab Lolita.


Revan terlihat sedang menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa suasana sekarang sudah sepi. "Lo kenapa akhir akhir ini ngejauhin gue" Ujar Revan.


"Nggak, perasaan Lo aja kali Van" Jawab Lolita.


"Lolita, gue suka sama lo sejak pertama kali kita bertemu" Seru Revan.


Deg.


Jantung Lolita seketika seperti berhenti berdetak untuk sebentar sebelum akhirnya kembali berdetak dengan sangat kencang dan cepat.


Tanpa keduanya ketahui, ada Rere yang kini sedang berada dibalik pintu kamar mandi. Tentu saja perempuan itu mendengar percakapan Lolita dan Revan.


"Jadi Revan suka sama Lolita" Gumam Rere kecewa.


Sedangkan Lolita. Perempuan itu langsung menarik pergelangan tangan Revan dan mengajaknya menuju ke halaman belakang. "Lo nggak serius kan Van dengan apa yang Lo katakan barusan?" Tanya Lolita setelah keduanya saling berdiri berhadapan.

__ADS_1


"Gue serius Lol, gue cinta sana lo, lo mau nggak jadi pacar gue?" Ujar Revan.


Lolita terkesiap. Ia tidak percaya bahwa Revan ternyata juga menyukainya, maka cintanya kini terbalaskan dan tidak bertepuk sebelah tangan. Tetapi gadis itu tiba tiba teringat dengan Rere sahabatnya. Apa jadinya jika dia menerima pernyataan cinta Revan? Pasti hubungan mereka akan berantakan. Lolita merasa dilema, disatu sisi ia mencintai Revan, tapi di sisi lain dirinya juga sayang sama Rere sahabatnya. Lolita tidak ingin mengorbankan persahabatannya hanya demi percintaannya hingga akhirnya Lolita menarik nafasnya panjang sebelum akhirnya ia kembali membuka suara. "Maaf Van, tapi gue nggak bisa menerima cinta lo, gue harap lo nggak akan benci gue setelah hari ini" Lolita menjeda kalimatnya.


"Ada seseorang yang lebih pantas buat lo, dan itu bukan gue" Lanjutnya. Suara Lolita terdengar berat dan matanya juga memanas tapi ia menahannya.


"Siapa?" Tanya Revan.


"Rere, dia cinta sama lo, cinta banget malah" Jawab Lolita.


"Tapi kenapa?" Tanya Revan.


"Kenapa apanya?" Jawab Lolita dengan nada bertanya.


"Kenapa Lo nggak bisa menerima gue? Apa karena Rere?" Tanya Revan.


Lolita memalingkan mukanya, dan saat itulah dirinya melihat Kevin yang sedang berdiri mematung melihatnya.


"Karena gue dan Kevin sekarang sudah berpacaran" Jawab Lolita yang kemudian berjalan menghampiri Kevin. Perempuan itu menautkan tangannya dengan tangan besar Kevin. Revan yang melihat itu merasa hancur tapi tidak ada yang bisa ia lakukan selain menerima kenyataan dan keadaan.


"Revan" Panggil Lolita.


"Gue harap Lo bisa menerima Rere, bisa mencintai Rere layaknya Lo mencintai gue, dia adalah gadis yang baik, jangan kecewakan dia" Ujar Lolita sebelum akhirnya ia memilih mengajak pergi Kevin dari tempatnya.


******


Sejak kejadian penolakan itu, Revan dan Lolita tidak sedekat dulu. Meskipun mereka tetaplah teman dekat, dan Lolita akhirnya benar benar berpacaran dengan Kevin, tetapi masih menjadi rahasia, mereka berpacaran diam diam.


Sedangkan Revan? Laki laki itu juga semakin dekat dengan Rere, rupanya setelah kejadian penolakan itu Revan mencoba untuk menerima Rere di dalam kehidupannya terutama didalam hatinya. Tetapi yang Rere ketahui adalah Revan yang Masih menyimpan rasa terhadap Lolita.


"Re, gue malam ini mau nembak seseorang" Ujar Revan. Rere yang mendengar itu tentu saja terkejut dan merasa kecewa.


"Siapa?" Tanya Rere dengan suara lirih namun sebisa mungkin dibuat biasa saja.


"Seseorang, nantu juga lo tahu" Jawab Revan dengan senyum manisnya.


"Doain ya Re semoga gue diterima, dan juga lo jangan lupa datang juga nanti ada yang lain juga di Taman Bugenvil" Ujar Revan.


"Baiklah, nanti gue usahain untuk datang" Ujar Rere dengan senyum paksanya.


******


Malam harinya, Rere sudah bersiap untuk pergi ke taman yang sudah diberitahukan oleh Revan sebelumnya. Dirinya bersabda dengan sangat cantik seakan akan dirinyalah yang akan di tembak malam ini, tapi kenyataan pahit menghantam dirinya kalau kenyatannya Revan tidak mencintainya. Rere mengentikan langkanya di pinggir jalan, ia memperhatikan penampilannya yang dibalut dengan gaun berwarna baby pink. "Buat apa gue dandan, toh ini semua bukan buat gue" Gumam Rere dengan tersenyum getir.


Rere mendongakan wajahnya, tanpa sengaja mantanya menangkap sosok Revan yang kini sedang membukakan pintu mobil untuk Lolita. Hati Rere melihat itu sakit, matanya pun berkaca-kaca lantas dirinya memilih untuk pergi daripada harus terluka.

__ADS_1


Rere yang sedang kalut itu berlalu tanpa melihat ke kanan maupun ke kiri hingga sebuah truk melaju dengan kencang ke arahnya. Sepertinya Rem truk tersebut putus. Berkali kali truk tersebut menghidupkan klaksonnya agar Rere segera menghindar. Tetapi Rere malah berdiri dengan tubuh yang memegang, kakinya seakan berat untuk digunakan melangkahkan. Dan Lolita yang tidak sengaja melihat itu langsung berteriak "RERE AWAS" Dan tanpa pikir panjang Lolita langsung berlari hendak menyelamatkan Rere. Namun Revan yang melihat itu segera mengikutinya sehingga, Lolita segera mendorong tubuh Rere sedangkan Revan mendorong tubuh Lolita hingga naasnya tubuh Revan terpental dengan sangat jauh dengan darah disekujur tubuhnya karena truk itu menabrak Regan yang tidak sempat berlari.


Lolita yang melihat itu segera bangun dan berlari menghampiri Lolita. "REVAN" teriaknya.


Tubuh Lolita seketika membeku melihat tubuh Revan yang berlumuran darah. Ia ingin menangis tapi tidak bisa, rasanya terlalui sesak hingga akhirnya tubuhnya pun ambruk dengan posisi memeluk tubuh Revan dan tangkisnya pun seketika pecah.


Sedangakan Rere, perempuan itu malah jatuh dengan posisi yang tidak pas karena saat Lolita mendorongnya malah ada sebuah motor yang hendak menyalip. Perempuan itu terserempet, meskipun darahnya tidak sebanyak Revan tetapi kondisinya juga cukup memperihatinkan.


Dan truk yang hilang kendali itu pun menabrak sebuah pohon yang cukup besar.


Tak lama semua orang pun datang dan berkerumun melihat Revan yang tergeletak dengan tidak berdaya.


"Revan Lo pasti kuat" Ujar Lolita dengan menangis tersedu sedu.


Revan yang masih setengah sadar itu membuka suara. "Lolita, apakah lo pernah mencintai gue?" Tanya Revan dengan suara yang lemah.


"Iya, iya gue pernah mencintai lo dan sampai sekarang gue juga masih mencintai lo, gue mohon bertahanlah" Ujar Lolita.


Mendengar itu Revan tersenyum dan berkata "Terimakasih karena setidaknya gue pernah berada dalam ruang di hati lo, dan sekarang gue nggak bisa lagi untuk memperjuangkan lo, katakan juga kepada Rere bahwa Revan juga pernah mencintainya" Ujarnya sebelum akhirnya dirinya menutup mata.


Lolita yang melihat itu langsung menangis sejadi jadinya. "REVAN, GUE YAKIN LO KUAT, LO GA AKAN NINGGALIN GUE, GUE MOHON JIKA BUKAN BUAT GUE MAKA SETIDAKNYA BERTAHANLAH BUAT RERE" Seru Lolita, tetapi tidak mendapatkan balasan dari Revan yang sudah memejamkan mata.


"AMBULAN TOLONG" Teriak Lolita kepada orang orang yang malah asik memperhatikannya.


Dan tak lama beberapa ambulans pun datang untuk menjemput korban kecelakaan maut itu.


.


.


.


.


.


masalalunya sedikit di skip ya ya ga sedetail mungkin


Nih babang Aldi, gada yang pakein dasi wkwk



Lolita yang keknya mulai berubah jadi galak wkwk


__ADS_1


__ADS_2