Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Siapa Yang Sakit?


__ADS_3

Lolita mendudukkan dirinya dikursi yang ada disebelah brankar Aksa, ia serasa tidak tega melihat buah hatinya yang kini sedang terlelap dengan jarum infus ditangannya. Pasti itu sangat menyakitkan pikirnya.


"Cepat sembuh sayang" Ucap Lolita sembari mencium punggung tangan Aksa yang terbebas dari selang infus.


Suara pintu yang terbuka itu sama sekali tidak membuat perhatian Lolita teralihkan untuk melihat siapa yang datang menghampirinya sepagi ini.


"Sayang ini aku belikan kamu makanan, kamu makan dulu ya" Ujar Aldi sembari berjalan menuju kearah sofa yang terletak di ujung ruang inap Aksa dan meletakkan kantung plastik yang dibawanya.


"Aku tidak lapar, kamu makanlah terlebih dahulu" Ujar Lolita yang kini perhatiannya tetap terfokuskan pada Aksa.


Aldi menghela nafasnya, ia mengambil makanannya dan membawanya kepada Lolita, beruntungnya terdapat dua kursi disana sehingga Aldi bisa ikut mendudukkan dirinya.


Aldi menyedokkan nasi dan juga lauk pauk dari dalam kotak makanan yang di bawanya kemudian menyodorkan dihadapan Lolita. Tetapi wanita itu tidak berniat membuka mulutnya. "Makanlah biar aku suapi" Ujar Aldi, tetapi Lolita menggelengkan kepalanya.


"Sayang kalau kamu tidak makan nanti siapa yang akan menjaga Aksa?" Bujuk Aldi. Lolita pun menoleh kearah Aldi, ia membenarkan ucapan suaminya itu. Ia akhirnya membuka mulutnya dan menerima suapan dari suaminya dan mengunyahnya dengan tidak berselera.


Dengan telaten Aldi terus menyuapi Lolita hingga nasi dari dalam kotak tersebut habis tak tersisa. "Minumlah terlebih dahulu" Ucap Aldi sembari memberikan satu gelas air putih. Lolita pun menerimanya kemudian meneguknya hingga tandas. Setelah itu ia meletakkan gelas bekas air minumnya diatas nakas.


Setelah menyuapi Lolita, Aldi kemudian memakan sarapannya dan tak butuh waktu lama Aldi pun selesai makan, ia segera membereskan bekas sarapannya itu.


Suara pintu yang terbuka membuat perhatian Aldi tersita, tetapi tidak dengan Lolita. Ia masih setia menggenang tangan mungil Aksa dan menatapnya.


"Mama, papa" Ucap Aldi kepada Nita dan Doni yang baru saja tiba.


"Kenapa kalian tidak membangunkan mama dan papa semalam?" Tanya Nita sembari melihat keadaan Aksa.


"Kita buru buru ma semalam" Jawab Aldi.


"Ini mama bawakan baju ganti untuk kalian, bisa bisanya masih pakai baju tidur" Ujar Nita sembari menyerahkan paper bag kepada Aldi.


"Iya ma terimakasih" Jawab Aldi.


"Sayang, kamu mandilah terlebih dahulu" Ujar Aldi sembari menghampiri Lolita.


"Iya kamu mandi saja dulu, biar Aksa kita yang jagain" Imbuh sang papa.


Lolita pun akhirnya beranjak untuk berdiri. Ia mengambil alih paper bag yang di bawa Aldi lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi yang ada di ruangan itu.


"Apa kata dokter?" Tanya papa Doni kepada Aldi.


"Aksa terkenal tifus pa, demamnya tinggi banget dan beruntungnya kita cepat membawanya kesini sehingga dapat menghindari terjadinya kejang" Jelas Aldi.


"Syukurlah, itu memang memang sangat rentan panas di sertai kejang" Ujar sang papa.


******


Sore harinya,


Mama, papa Lolita terlihat masih setia disana menemani anak dan cucunya.


"Lolita" panggil Nita.

__ADS_1


Lolita pun menolehkan atensinya kearah mamanya yang kini sudah berdiri di sebelahnya.


"Mama akan pulang terlebih dahulu, besok mama akan kembali lagi kesini, kamu tidak apa apa kan sama Aldi?" Ujar Nita.


"Iya, Loli tidak apa apa ma" Ucap Lolita.


Nita pun menganggukkan kepalanya, ia kemudian berjalan menghampiri Aksa yang terlelap kemudian mencium kening bayi itu. "Cucu nenek lekas sembuh sayang" Ujar Nita.


"Ya udah kalau gitu mama pulang dulu" Pamit Nita.


"Papa sama mama hati hati" Seru Aldi yang berdiri bersebelahan dengan Doni.


"Iya" Jawab Doni yang kemudian berjalan keluar dari ruang rawat Aksa dengan Nita.


"Aldi" Panggil Lolita.


"Iya, kenapa sayang?" Tanya Aldi sembari menghampiri Lolita.


"Besok sudah mulai masuk kuliah, aku ingin kamu mengijinkan aku karena aku ingin menjaga Aksa selama dia dirawat dirumah sakit" Ujar Lolita.


"Iya, kamu tenang saja semuanya sudah aku urus" Ucap Aldi.


Pintu ruangan Aksa tiba tiba kembali terbuka dan menampilkan Putra, Wilna dan juga Aldo yang berada di gendongan papanya.


"Ayah, bunda kapan pulang?" Tanya Lolita menyambut mertuanya.


"Baru saja sayang, tadi Bunda pulang kerumah tapi kata Bi Tuti kalian sedang berada di rumah sakit karena Aksa sakit, jadi kita langsung kerumah sakit" Terang Wilna.


"Ayah sama Bunda pasti lelah kenapa engga istirahat saja dirumah" Seru Lolita.


"Bunda khawatir sama Aksa, jadi bunda nengok Aksa dulu" Ujar Wilna.


"Aksa sudah tidak kenapa kenapa kok bund, mungkin lusa sudah boleh pulang" Jelas Lolita.


"Syukurlah kalau begitu" Ucap Wilna dengan lega.


"Ayah sama bunda istirahat aja dulu di sofa, atau mau minum sesuatu biar Aldi belikan?" ujar Lolita lagi.


"Bunda engga deh, ayah mau minum apa biar Aldi belikan?" Tanya Wilna pada Putra.


"Ayah juga engga" Jawan Putra.


"Aldo mau jus strawberry" Saut Aldo.


"Pergilah bersama dengan kakakmu" Ujar sang papa sembari menurunkan Aldo dari gendongannya.


"Ya sudah kalau gitu Aldi sama Aldo pergi dulu" Ujar Aldi. "Oiya sayang, apa kamu juga menginginkan sesuatu?" Tanya Aldi kepada Lolita. Tetapi Lolita menanggapi dengan gelengan kepala.


"Ya udah" Setelah mengatakan itu Aldi mengajak Aldo sang adik untuk membeli minuman yang diinginkan oleh anak.


Dengan menggenggam tangan mungil Aldo mereka berdua berjalan beriringan hingga akhirnya keduanya kini sampai di kantin rumah sakit yang lumayan besar.

__ADS_1


"Jus strawberry dua sama teh hangat dua" Ucap Aldi kepada penjaga kantin tersebut.


Penjaga kantin tersebut pun mengiyakan dan ia pun mengajak Aldo untuk duduk sembari menunggu pesanannya siap.


"Kak Aldi" Panggil Aldo.


Aldi yang sedang memainkan ponselnya pun mengalihkan atensinya untuk menatap adiknya. "Kenapa?" Tanya Aldi.


"Aldo ingin ke toilet" Ucap Aldo.


Mendengar itu Aldi menyimpan ponselnya kedalam saku celananya. Ia melihat sekitar untuk mencari toilet yang sekiranya dekat dengan kantin. Pandangan mata laki laki itu pun tertuju kearah pojok kantin.


"Biar kakak antarkan" Ucap Aldi sembari beranjak berdiri. Aldo pun menganggukkan kepalanya dan ikut berdiri, mereka berjalan menuju pojok kantin yang disana terdapat toilet.


Aldo masuk kedalam toilet sedangkan Aldi menunggu didepan pintu.


Pintu toilet terbuka, Aldi berfikir itu adalah Aldo, tetapi ternyata bukan. Itu adalah seorang perempuan yang sangat tidak asing di penglihatannya.


"Aldi" Sapa perempuan itu. Tetapi Aldi hanya diam dan tidak menanggapi.


"Lo ngapain disini?" Tanya perempuan itu. Tetapi Aldi masih tidak berniat untuk membalas pertanyaan perempuan yang ada dihadapannya.


Pintu toilet terlihat terbuka menampilkan sosok anak kecil yang memiliki rupa hampir sama dengan Aldi.


"Kak Aldi, ayo kita kembali" Ujar laki laki kecil yang tidak lain ialah Aldo.


"Iya" Aldi menjawab sekilas. Ia kemudian Kembali menatap kearah perempuan yang berada dihadapannya. "Sedang apa gue disini itu bukan urusan lo" Setelah mengatakan kalimat itu Aldi kembali menggenggam tangan Aldo dan membawanya kembali ke kantin untuk mengambil pesanannya.


"Ini tuan" Ucap pelayan kantin tersebut.


Aldi pun menerimanya, ia mengambil dompet dari saku celananya dan mengambil selembar uang seratus ribu dan menyerahkan kepada pelayan Kantin tersebut. "Terimakasih, kembaliannya ambil saja." Ucap Aldi sembari menerima kantung plastik yang berisikan dua teh hangat dan dua jus strawberry.


"Terimakasih tuan" Ucap pelayanan itu senang.


******


Aldi masuk kedalam sebuah ruangan dengan pintu bercat putih dengan angka 12 tertera didepan pintu tersebut. Seorang perempuan yang hendak membuka handle pintu yang berada disebelahnya itu pun mengurungkan niatnya tatkala melihat Aldi masuk kedalam situ.


"Siapa yang sakit?" Gumam gadis itu.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungan berupa vote dan likenya, Terimakasih 🤗

__ADS_1


Buat kalian yang tanya² cerita Sisi, aku post alasannya di ig ya, jadi jangan lupa follow @indriantika26


__ADS_2