Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Teman Kocak


__ADS_3

"Gue sekamar sama siapa? Lolita udah sama Aldi kan?" Tanya Sisi.


"Sama aku aja" Ucap dua orang secara bersamaan.


Semua orang pun menoleh kearah asal suara tersebut tak terkecuali mereka yang mengatakan kalimat sama aku saja juga saling memandang satu sama lain.


"Eh barengan" Ujar salah satu gadis dengan senyum dengan lesung pipinya. "Ya udah Sisi sama Lo aja" Imbuh gadis itu.


"Ah tapi lo gimana?" Tanya gadis yang ada di depannya dengan tidak enak karena ia berfikir ia bukan bagian dari mereka.


"Em gue bisa sama yang lain nanti, lo tenang aja" Jawab gadis itu sembari menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman menandakan bahwa dia tidak apa apa.


"Ya udah Terimakasih" Gadis itu menjeda kalimatnya lalu menoleh kearah Sisi. "Sisi kita satu kamar" Ucap gadis itu dengan senyuman yang menggembang. Sisi pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Primadona SMA sama gue aja" Ujar seorang gadis yang baru saja muncul.


"Stella, Lo datang juga" Ucap Lolita tak percaya.


Masih ingatkah kalian dengan Stella? Siswa kelas sebelah kekasih Dino sang ketua kelas. Tetapi berbeda dengan Stella teman Disa.


"Iya dong, gue datang bareng sama Dino" Terang Stella sembari menoleh kearah Dino yang berdiri disebelah Stella.


"Adino Deo Rama" Teriak Lolita histeris. "Gue kangan sama lo Dinosaurus" Ucap Lolita dengan tawa renyahnya.


Ya, nama lengkap Dino yang kerap disapa Lolita dengan nama Dinosaurus atau Deodorant adalah Adino Deo Rama.


"Tapi gue engga kangen sama lo mercon" Jawan Dino. Mendengar itu Lolita pun mengerucutkan bibirnya kesal.


"Ini anak lo?" Tanya Dino sembari mengalihkan perhatiannya kearah anak kecil yang ada di gendongan Lolita.


"Iya, ini Aksa anak gue sama Aldi" Jawab Lolita.


"Anak lo comel banget" Ujar Stella sembari mencubit gemas pipi Aksa.


"Iya dong, mamanya aja cantik gini" Ujar Lolita menyombongkan dirinya.


"Hilih" Seru Dino. "Semoga nanti kamu engga bar bar seperti mama kamu ya nak" Ucap Dino pada Aksa.


"Ya udah, kalian semua udah dapat kunci kamar masing masing kan? Nah mending sekarang kalian istirahat dan nanti malam kita mulai acaranya" Ujar Aldi yang mendapat persetujuan dari semua teman temannya.


Mereka semua berjalan masuk kedalam Villa dan mulai mencari kamar mereka masing masing.


"Ayo Sal" Ajak Stella pada Salsa, Salsa pun menganggukkan kepalanya dan mereka berjalan beriringan masuk kedalam Villa tersebut.


"Hallo Lolita kita ketemu lagi, maaf kemarin engga bisa datang di acara lo sama Aldi" Sapa seorang gadis yang berdiri bersebelahan dengan Sisi.


"Iya engga apa apa" Jawab Lolita sembari menepiskan senyumnya.

__ADS_1


"Gue juga sorry banget engga bisa datang" Ujar seorang laki laki yang sudah sangat Lolita kenal, ia adalah kekasih Sisi.


"Iya engga apa apa, ya udah buruan gih kalian masuk dan istirahat" Ujar Lolita. Keempat orang itu yang tak lain ialah Sisi, Andra, kekasih Sisi dan kekasih Andra pun menganggukkan kepalanya kemudian berjalan masuk terlebih dahulu meninggalkan Lolita, Aldi dan Aksa yang masih berdiri di luar, Karena tadi Amel, Yolan, Regan dan Evan sudah masuk terlebih dahulu.


Sisi dan yang lainnya pun masuk kedalam dan mencari kamar mereka masing masing.


"Ya udah yuk kita juga masuk" Ajak Aldi pada Lolita, Lolita pun menganggukkan kepalanya dan memutar tubuhnya hendak masuk kedalam Villa, tapi suara berat seseorang berhasil mengurungkan niat mereka yang hendak masuk dan kembali memutar badannya.


"Maaf gue telat datang" Ujar laki laki yang tak lain ialah Kevin.


"Kevin" Lolita sejenak menjeda kalimatnya sebelum ia kembali membuka suaranya. "Lo juga datang?".


Kevin tersenyum menanggapi ucapan Lolita. "Iya, gue juga dapat undangan via email dari Evan".


"Oh gitu, ya udah buruan masuk" Jawab Lolita, Kevin pun mengangguk dan berjalan masuk kedalam Villa mengikuti Aldi dan Lolita yang terlebih dahulu masuk kedalam Villa.


******


Malam harinya di kediaman Caca.


Caca sedang mendudukkan dirinya di tepi tempat tidurnya, obat yang ia temukan masih setia dalam genggamannya. "Apakah benar selama ini Rere mengkonsumi obat ini" gumam Caca sembari memperhatikan kemasan obat yang ada ditangannya.


Caca tiba tiba teringat saat ia pulang dari supermarket, ia memergoki Rere sedang mengkonsumsi obat, dan saat ia bertanya Rere terlihat sangat gugup dan langsung menghindar dan pergi untuk mandi.


"Jadi Rere udah engga perawan lagi, tapi dengan siapa dia melakukan itu" Otak Caca masih dipenuhi dengan pertanyaan pertama tentang Rere dan obat yang ditemukannya.


Tetapi semua pikirannya buyar tatkala telinganya menangkap suara pintu yang di ketuk. Caca segera menyimpan obat tersebut kedalam laci yang berada didalam kamarnya, ia segera keluar dari dalam kamarnya dan membukakan pintu untuk tamunya.


"Kita kesini mencari Rere, apakah Rere ada disini?" Tanya mama Rere dengan lembut.


"Oh, silahkan masuk terlebih dahulu om, tante" Ujar Caca mempersilahkan tamunya itu masuk kedalam rumah sembari membukakan lebar lebar pintu rumahnya.


Mama dan papa Rere pun masuk kedalam rumah minimalis milik Caca, "Silahkan duduk om, tante, biar saya ambilkan minum terlebih dahulu" Seru Caca mempersilahkan duduk tamunya.


"Tidak perlu repot-repot Caca" Ujar mama Rere sembari tersenyum lembut.


"Tidak repot kok tante" Jawan Caca yang kemudian berlalu pergi menuju ke dapur meninggalkan kedua orang tua Rere.


Mama dan papa Rere mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru, melihat setiap sudut rumah Caca tanpa terkecuali.


"Silahkan diminum om, tante" Ujar Caca sembari meletakan dua cangkir berisi teh didepan mama dan papa Caca, setelah itu ia pun ikut mendudukan dirinya.


"Iya terimakasih ya Caca" Ucap mama Rere sembari mengambil cangkir yang berisi air berwarna coklat kehijauan yang masih mengeluarkan uap panas tersebut, begitu pula dengan papa Rere, mereka menyeduh sedikit teh yang dibuatkan oleh Caca, setelah itu ia kembali meletakkan cangkir tersebut diatas meja.


"Gini Caca, Om tahu selama Rere pergi dari rumah Rere tinggal sama kamu, om fikir om sudah terlalu lama menghukum Rere, jadi kedatangan om kesini ingin mengajak Rere kembali pulang, jadi bisakah kamu memanggil Rere?" Ujar papa Rere.


"O begitu ya om, tapi Rere tidak ada disini om, Rere sudah pergi dari sini tadi sore dan membawa semua pakaiannya" Jelas Caca.

__ADS_1


Orang tua Rere yang mendengar itupun terkejut. "Terus dimana Rere sekarang?" Tanya Mama Rere khawatir.


******


Villa milik keluarga Rere kini terlihat sangat rame, sebagian orang orang kini sedang melakukan pesta barbeque di halaman belakang sambil menyanyi dan memainkan gitar, dan sebagian lagi berada di ruang tengah sedang mengobrol sambil menikmati camilan, Lolita, Yolanda, Amel, Sisi, Salsa, Stella, Kekasih Andra, Aldi, Evan, Regan, Dino, Andra, Kevin dan kekasih Sisi tak lupa ada baby Aksa juga yang kini sedang bermain dengan di temani oleh Regan dan Yolanda.


"Engga nyangka kalian langgeng juga pacaran dari SMA" Ujar Lolita kepada Dino dan Stella.


"Iya dong, gue kan tipe cowok setia" Jawab Dino dengan sombong.


"Hilih, bilangnya setia tapi diam diam mendua" Sargah Lolita. Mendengar itu teman temannya pun tertawa.


"Mamamamam" Celetoh Aksa yang berada di pangkuan Regan.


Semua orang pun mengalihkan atensinya kearah Aksa yang sibuk menarik narik rambut Regan, karena posisi Aksa berdiri.


"Ah gila rambut gue bisa ancur kalau kaya gini, dasar anaknya Lolita" Racau Regan yang sedari tadi merasa teraniaya oleh bayi kecil itu.


Mendengar keluhan Regan semua teman temannya pun tertawa. "Eh lo besok juga jadi bapak" Saut Aldi.


"Anak gue pasti kalem, engga bakal kalem tapi tingkahnya kek ayam nyebur kulem kek anak lo" Saut Regan.


Pletak


Regan langsung mendapat hadiah jitakan di kepalanya dari Aldi.


"Nah kan, engga anak engga bapak sama, sama sama hobi nyiksa gue" Racau Regan.


Lolita beranjak berdiri dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Regan. "Engga yakin gue kalau anak lo kalem, orang model lo aja gini kaya monyet tenggelem" Seru Lolita sembari melepaskan cengkraman tangan Aksa dari rambut Regan. "Lepasin sayang, om Regan kesakitan nanti mama kasih Aksa biskuit" Seru Lolita sembari merenggangkan tangan Aksa yang masih menggenggam kuat rambut Regan dan menariknya sesekali anak itu mengeluarkan tawanya yang membuat semua orang yang melihatnya menjadi gemas.


"Apalagi kalau emaknya modelnya kaya Yolanda, seratus persen ga yakin gue kalau anaknya lebih baik dari Aksa" Imbuh Sisi.


"Mana sudi gue nikah sama manusia gaada akhlak seperti dia, yang ada keturunan gue gaada akhlaq semua" Saut Yolanda yang ikut mengainyaya Regan lewat mata kata.


Tawa semua orang pun pecah hingga membuat Regan kesal dan memanyunkan bibirnya sembari mengusap kepalanya yang terasa nyut nyutan akibat cengkeraman tangan Aksa yang kini sudah duduk manis bersama Lolita sembari menikmati biskuit yang ada di genggamannya.


"Au ah, ngambek gue" Ujar Regan yang kemudian beranjak berdiri dan berlalu pergi.


"Yah ngambek" Saut Evan yang masih mencoba meredakan tawanya.


"Ah bebeb bercanda aku tuh jangan ngambek dong" Teriak Yolanda sembari berlari mengejar Regan yang semakin berjalan menjauh dari teman temannya.


"Engga nyangka ya ternyata kalian kocak banget" Saut gadis yang mereka ketahui ialah kekasih Andra.


"Mereka mah udah kocak dari SMA, gue sebagai ketua kelas aja sampai geleng kepala kalau lihat ulah mereka" Timpal Dino.


"Makannya lo jangan suka mojok mulu sama Andra, sesekali gabung sama kita" Ujar Lolita.

__ADS_1


"Hallo semua...."


Semua orang pun menoleh kearah pintu dan orang itu melanjutkan kalimatnya, Hallo semua jangan lupa follow ig authornya @indriantika26 dan berikan balasan kalian dari pertanyaan yang saya buat tadi di instastory dan jangan lupa berikan dukungan kalian berupa like, komen dan subscribe eh maksudnya vote awokakaka😂😂😂


__ADS_2