
Regan menginjak rem mobil yang ia kendarai itu hingga membuat mobil berwarna putih itu berhenti dengan sempurna di parkiran mobil belakang Villa.
Karena saat ditengah perjalanan Evan dan Regan bertukar posisi, itu sebabnya sekarang ia yang mengemudi.
Aldi menepuk pipi Lolita dengan agar wanita yang sedang menyandar di bahunya itu membuka matanya sembari mengatakan "Bangun sayang kita sudah sampai".
Lolita tertidur selama diperjalanan supaya nanti ia tidak merasa lelah saat sudah sampai di Villa jadi ia bisa mengurus Aksa sementara yang lain istirahat.
Lolita mulai membuka matanya, dan mengangkat kepalanya dari bahu Aldi. Ia terlihat memperhatikan sekitar yang nampak tidak asing di matanya.
Setelah nyawanya benar benar terkumpul ia baru menyadari kalau Villa yang akan ia gunakan untuk menginap ini adalah Villa milik keluarga Rere. Jelas Lolita tahu karena dulu ia sering di ajak Rere berlibur bersama keluarganya di Villa miliknya.
"Kita menginap di Villa ini?" Tanya Aldi Lolita sembari menatap menoleh ke arah Aldi yang masih duduk disebelahnya.
"Iya, kita akan menginap disini karena ini adalah Villa paling dekat dengan pantai" Jelas Aldi.
Lolita hanya diam tidak menyahuti perkataan Aldi. "Kenapa?" Tanya Aldi.
"Engga" Jawab Lolita sembari menggelengkan kepalanya dan menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman.
"Ya udah ayo turun, apa kalian semua mau tidur di mobil?" Ketus Regan sembari menoleh kearah Aldi dan Lolita yang masih tak beranjak dari posisinya.
"Lo aja yang tidur di mobil" Seru Lolita, ia segera mengambil tas yang berisikan susu dan makanan Aldi kemudian membuka pintu mobil tersebut. Ia turun terlebih dahulu diikuti Aldi yang menggendong Aksa dan yang lainnya.
"Selamat datang Tuan dan Nona" Sapa para penjaga Villa itu setelah Aldi dan rekan rekannya turun dari mobil.
"Sini biar aku yang menggendong Aksa, kamu bawalah barang barang kita" Ujar Lolita.
"Perlu saya bantu Nona?" Tanya seorang pelayan yang terlihat masih muda.
"Tolong bawakan dua tas saya yang berukuran sedang itu Tuan!" pinta Aldi. Pelayan itu pun mengangguk dan mengambil tas milik Aldi dari dalam bagasi.
"Dan anda bisakah membantu saya membawa stroller putra saya" Pinta Aldi kepada pelayan yang satunya lagi.
"Tentu Tuan" Ujar pelayan itu sembari mengambil Stroller milik Aksa.
Sedangakan barang barang milik Yolanda dan Amel dibawakan oleh pasangan mereka masing masing.
Aldi terlebih dahulu berjalan mendahului teman temannya diikuti dengan Lolita yang membututi dibelakangnya, begitu pula dengan pelayan yang membawakan barang barangnya dan teman temannya.
Langkah mereka semua terhenti didepan pintu yang menampilkan seorang penjaga. "Berikan saya tiga kunci kamar yang terletak di lantai satu" Pinta Aldi.
Penjaga itu langsung memberikan tiga kunci kamar kepada Aldi, dan Aldi pun menerimanya ia melemparkan dua kunci lagi yang dibawanya kepada Evan dan Regan untuk diberikan kepada Yolanda dan Amel salah satunya.
"Terimakasih" Ucap Aldi yang kemudian melanjutkan langkahnya masuk kedalam Villa yang memiliki ruangan sangat luas.
__ADS_1
Villa milik keluarga Rere memanglah masuk kategori Villa Raksasa setelah Villa milik Aldi yang berada di Lombok, Villa milik Evan yang ada di Bandung dan Villa milik Regan yang ada di Bali.
Mereka mulai mencari kamar yang memiliki nomor yang sama seperti nomor yang tertera di kunci yang berada di genggaman mereka masing masing.
"Kita kayaknya yang pertama datang, gue dapat nomor 1" Ujar Regan sembari memandangi kunci yang dipegangnya.
"Gue dapat nomor 2" Saut Yolanda.
"Kamar kita bersebelahan beb" Ujar Regan senang.
"Lo nomor berapa Al?" Tanya Regan kepada Aldi.
"3" Jawab Aldi tanpa.
Langkah mereka terhenti tepat didepan pintu berwarna coklat yang tertera angka sesuai yang ada di kunci mereka masing masing.
Mereka langsung memasukan kunci tersebut kepada lubangnya dan memutarnya dua kali kemudian memutar knop pintu tersebut hingga pintu yang berwarna coklat itu terbuka dengan sempurna.
Aldi terlebih dahulu masuk kedalam diikuti dengan Lolita dan kedua pelayan yang membantunya membawa barang barang.
"Letakkan semua itu di situ" Ujar setelah meletakkan Aksa yang masih terlelap itu di atas tempat tidur.
Pelayanan itu pun meletakan tas tersebut diatas tempat tidur sesuai yang ditunjuk oleh Aldi.
"Terimakasih" Ucap Aldi dan Lolita secara bersamaan.
"Istirahatlah, kamu pasti lelah kan" Ujar Lolita sembari mengalihkan perhatiannya kearah Aldi.
"Aku akan keluar untuk menunggu yang lain, kamu rapikan dulu semua itu sebelum Aksa terbangun" Ujar Aldi.
Lolita menganggukkan kepalanya kemudian berkata "baiklah".
Aldi segera keluar dari kamarnya, sedangkan Lolita ia mulai menata barang barangnya di dalam almari dalam bentuk laci.
"Mau kemana?" Tanya Evan yang kebetulan juga hendak keluar.
"Kedepan nunggu yang lain" Jawab Aldi yang kini sudah mengehentikan langkahnya tepat dihadapan Aldi.
"O ya udah ayo gue juga" Evan menutup pintu kamarnya, mereka kemudian berjalan beriringan menuju ruang depan untuk menunggu teman temannya yang lain.
*****
Rere terlihat sedang memindahkan baju bajunya kedalam sebuah ransel, karena terburu buru ia sampai tidak menyadari kalau ada sebuah obat yang jatuh saat bersamaan dengan ia menarik bahunya.
"Lo mau kemana Re? Pulang?" Tanya Caca yang tiba tiba masuk kedalam kamar dan mendapati Rere yang sedang mengemasi baju bajunya.
__ADS_1
"Hari ini gue mau kerumah sepupu gue" Jawab Rere sembari menutup tasnya dan menggendongnya.
"Gue buru buru, bye" Ucap Rere yang kemudian berlari keluar menerobos tubuh Caca.
Caca hendak mengikuti Rere keluar tetapi mata gadis itu tidak sengaja menangkap bungkus obat di depan almarinya.
Levonorgestrel
Caca melangkahkan kakinya mendekati almari, ia mencondongkan tubuhnya untuk memungut tablet tersebut.
Ia pun membolak balikkan tablet tersebut. "Levonorgestrel obat apa ini" Gumam Caca.
"Perasaan gue engga pernah beli obat seperti ini, apa jangan jangan" Caca tidak melanjutkan perkataannya, ia Mengambil Handphonnya dari dalam saku celananya dan membuka google untuk mencari tahu tentang obat itu.
Caca membaca artikel tersebut dengan seksama tanpa ada satupun kata yang terlewatkan. "Obat pencegah kehamilan" Gumam Caca, raut muka terkejut terlihat sangat kentara di wajahnya, terbukti dari bola matanya yang membulat dengan sempurna.
******
Suara keramaian dari luar itu membuat Lolita ingin melihatnya, kebetulan Aksa juga sudah terbangun sejak setengah jam yang lalu.
Lolita mengajak putranya itu untuk melihat keramaian tersebut.
"Sisi" Teriak Yolanda dan Amel secara bersamaan, kedua gadis itu langsung menghamburkan tubuhnya untuk memeluk tubuh sahabatnya itu.
"Lepasin engap woy" Seru Sisi sembari meronta meminta dilepaskan dari pelukan kedua sahabatnya itu.
"Kalian semua udah tiba" Ucap Lolita yang baru saja muncul bersama dengan Aksa di gendongannya.
Yolanda dan Amel pun segera melepaskannya pelukannya dari dari Sisi dan menoleh kearah Lolita.
"Banyak juga ya, kalian kok bisa datang barengan kaya gini sih" Ucap Yolanda sembari mengedarkan pandangan. Kurang lebih lima puluh orang berdiri dihadapannya.
"Gila, engga kebayang kek gimana tadi deretan mobil kalian" Saut Regan sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
"Udah dapat kunci kamar semua?" Tanya Aldi.
"Sudah" Jawab mereka.
"Gue sekamar sama siapa? Lolita udah sama Aldi kan?" Tanya Sisi.
"Sama aku aja" Ucap dua orang secara bersamaan.
Sudah hari Senin, kits ketemu lagi terimakasih semua yang sudah selalu mengikuti kisah Aldi dan Loli🤗
follow juga ig Indri ya @indriantika26 karena kedepannya Indri akan membuat pengumuman di ig soal novel yang akan dilanjutkan updet berikutnya
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan kalian berupa vote dan like. Terimakasih