Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Mengajak makan malam


__ADS_3

Pesan singkat itu ternyata bukan menjadikan obat dari rindu untuk menggantikan temu


melainkan memicu timbulnya sebuah rasa


bukan rasa cinta, melainkan rasa benci yang memenuhi ruang dihati.




**Sore Harinya**.



Caca kini sedang berada di sebuah supermarket yang lumayan dekat dari rumahnya untuk membeli beberapa camilan dan keperluan lainnya.



Gadis itu terlihat sendiri tidak ditemani oleh Rere. Caca mencoba mengambil sebuah pembalut yang letaknya berada di rak paling tinggi, tetapi gagal karena tingginya tidak sampai.



"Kenapa tinggi sekali" Gumam Caca yang merasa kesulitan.



Namun seseorang tiba tiba membantu Caca Mengambilkan pembalut tersebut kemudian menyodorkan kearah Caca.



Caca yang tadinya mendongak kini beralih menatap kearah laki laki yang sudah membantunya itu. "Elo" Ucap Caca sambil menunjuk laki laki yang sudah membantunya itu.



"Hallo ketemu lagi" Ucap laki laki itu sambil tersenyum.



"Hm" Gumam Caca. Ia kemudian mengambil pembalut tersebut dan memasukkannya kedalam troli.



"Beli apa Ca?" Tanya laki laki yang tak lain adalah Ethan.



"Lihat aja sendiri" Jawab Caca ketus sambil mendorong trolinya ketempat dimana mie instan diletakkan.



"Jangan ketus ketus" Ujar laki laki itu. Namun Caca hanya diam dan memasukan beberapa mie instan kedalam trolinya.



"Lo beli mie instan banyak banget buat apa?" Tanya Ethan sambil memasukkan barang bawaannya kedalam troli Caca dan mengambil alih troli yang dibawa Caca.



"Ya untuk persediaan aja, kan Rere sekarang lagi nginep di rumah gue" Jawab Caca sambil memasukkan makanan siap jadi yang lain.



"Kenapa tuh bocah tumben mau nginep di rumah lo, biasnya juga lo yang nginep dirumahnya?" Tanya Ethan bingung.



"Dia sedang dihukum sama papanya. Fasilitasnya dicabut gara gara buat ulah kemari dipesta Anniversary teman sekampus yang ditaksir Rere" Jelas Caca, mereka berdua kini berjalan ketempat camilan dengan Ethan yang mendorong troli Caca.



"Pesta Anniversary Aldi dan Lolita maksud Lo?" Tanya Ethan.



Mendengar itu Caca kemudian menghentikan langkahnya mendadak hingga membuat Ethan juga ikut menghentikan langkahnya.



"Lo kok tahu?" Tanya Caca sambil berbalik dan menujuk kearah Ethan.



Mendengar pertanyaan Caca, Ethan tertawa kecil. Ia menurunkan tangan Caca dari hadapannya. "Jelas saja gue tahu, orang gue juga ada di situ" Ujar Ethan.



"Jadi ternyata Rere suka sama Aldi" Ucap Ethan sambil tertawa. "Gila aja ya Ca sama temen lo itu, demen banget ngerebut punya temen sendiri" Imbuh Ethan lagi.



Mendengar ucapan Ethan, Caca seketika menatap tajam kearah laki laki yang ada di hadapannya itu. "Eits jangan marah" Ujar Ethan.



"Tau ah" Ucap Caca kemudian.



"Gue jadi merasa bersalah sama Lolita, kalau aja gue dulu ngga percaya sama omongan Rere mungkin gue juga ga bakal hianatin Lolita" Imbuh Caca dengan nada menyesal.



"Ya udah, kalau lo menyesal ya minta maaf, gampang kan" Ucap Ethan sambil memasukkan beberapa camilan kedalam troli.



"Apa Lolita masih mau maafin gue" Ucap Rere sambil menatap lurus ke depan.



"Coba aja dulu. Eh btw lo ngga mau ketemu sama Kevin buat yang terkahir kali?" Tanya Ethan.



"Terkahir kali? Emang dia mau kemana?" Tanya Caca sambil mengangkat sebelah alisnya.



"Kevin mau lanjutin pendidikan di London, sama halnya dengan Rere, dia patah hati parah parah parah banget waktu tahu kalau ternyata orang yang disukainya sudah punya suami bahkan anak" Jelas Kevin.



"Ooo, nyesel kan dia. Lolita itu emang baik, tapi Kevin aja yang matanya jelalatan, lihat yang cantik dikit langsung di embat, ibarat punya mainan baru yang lama dilupain" Ujar Caca sambil ikut memasukan beberapa camilan.



"Kalau gue tentu tidak dong, gue selalu setia sama lo" Ucap Ethan sambil mencolek dagu Caca.

__ADS_1



"Idih najis" Ucap Caca sambil menepis tangan Ethan.



Tanpa disadari keduanya Lolita sedari tadi mendengarkan percakapan mereka, ia berada di belakang rak yang berada Caca dan Ethan.



"Ooo jadi Kevin mau melanjutkan pendidikan diluar, pantes tadi minta maaf segala" Gumam Lolita. Setelah itu ia mengambil barang yang ia butuhkan kemudian pergi membayar dan menyusul Aldi didalam mobil.



\*\*\*\*



"Kamu kok la banget sih sayang" Ucap Aldi ketika Lolita sudah mendudukkan dirinya di kursi sebelahnya.



Lolita menaruh kantung plastik yang dibawanya dijok belakang. Ia kemudian mengenakan seatbeltnya. "Tadi gue nguping pembicaraan orang bentar" Ucap Lolita sambil terkekeh.



"Dasar" Cibir Aldi, laki laki itu kemudian menancap gasnya dan melajukan mobilnya meninggalkan parkiran supermarket.



\*\*\*\*



"Thansk udah nganterin gue dan bayarin belanjaan gue" Ucap Caca setelah ia sampai dirumahnya.



Iya, Caca tadi dibayarkan oleh Ethan dan juga diantar pulang oleh Ethan. "Iya santai aja" Jawab Ethan.



"Lo mau mampir atau langsung balik?" Tanya Caca.



"Tumben gue disuruh mampir, kerasukan apa?" Tanya Ethan sambil tersenyum.



"Ga mau ya udah" Ucap Caca dengan ketus.



"Hehe bukan gitu, lain kali aja gue mampir. Sekarang gue mau ke rumah Kevin dulu" Ucap Ethan.



"Ya udah kalau gitu" Jawab Caca.



"Gue balik dulu bye" Ucap Ethan. Laki laki itu kemudian masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Caca.




Caca membuka pintu rumahnya, namun rumahnya terlihat sepi seperti biasanya. Ia tidak mendapati Rere.



Caca berjalan menuju ke dapur dan ia menemukan Rere yang sedang duduk dimeja makan sambil membawa bungkus obat.



"Obat apa itu?" Tanya Caca dari belakang Rere.



Mendengar itu Rere dibuat sangat terkejut. "Eh lo udah balik Ca" Seru Rere sambil menyembunyikan obatnya kedalam saku celana.



"Iya udah, obat apa tadi yang Lo minum?" Tanya Caca lagi sambil meletakkan barang belanjaannya diatas meja.



"Bukan obat apa apa kok, kepala gue sedikit pusing aja jadi gue minum obat" Jawab Rere sedikit gugup.



"Ooo" Caca kemudian menyentuh dahi Rere. "Tidak panas" Ujar Caca sambil menatap Rere penuh curiga.



"Iya emang cuma pusing, engga demam" Jawab Rere sambil tersenyum.



"Hm ya udah. Oh iya tadi gue ketemu sama Ethan" Ujar Caca sambil merapikan barang bawaannya ketempat yang semestinya.



"Ethan, kenapa dengan dia?" Tanya Rere sambil mengangkat sebelah alisnya.



"Ngga apa apa, cuma ngasih tau kalau hari ini adalah hari terkahir Kevin di Indo, dia bakal melanjutkan pendidikannya di London" Jelas Caca.



"Ooo" Rere membulatkan bibirnya membentuk huruf O.



"Lo ngga ma ketemu sama dia?" Tanya Caca Setelah selesai menyimpan semua barang belanjaannya.



"Ngapain?" Tanya Rere.



"Ya kumpul aja mumpung Kevin masih disini, lagian kita juga sudah lama engga ketemu. Terakhir beberapa Minggu yang lalu" Ujar Caca.


__ADS_1


"Terserah lo aja deh, gue mau mandi" Ucap Rere, gadis itu kemudian beranjak berdiri sambil membawa peralatan mandi baru yang dibelikan Caca.



\*\*\*\*



Melihat Rere yang sudah masuk kedalam kamar mandi, ia segera mengambil ponsel dari dalam saku celananya.



Jarinya menggulir layar mencari kontak Ethan dan menghubungi laki laki itu.



"Halo Ethan" Ucap Caca ketika telfon sudah tersambung.



"......"



"Nanti malam bisa kita ketemu di Restoran Delima?" Tanya Caca



"......"



"Udah lo ajak aja si Kevin, ntar gue ajak si Rere" Ujar Caca.



"....."



Setelah mendapat jawaban dari Ethan, Caca segera mematikan telfonnya dengan sepihak.



Ia kemudian membuka kembali aplikasi WhatsAppnya dan mencari kontak Lolita. Ya selama ini memang Caca masih menyimpan kontak Lolita. Berbeda dengan Rere yang sudah menghapusnya.



"Semoga masih aktif" Gumam Caca.



Ia kemudian membuka Room Chatnya dengan Lolita, ia melihat kapan terkahir Lolita online. Dan ternyata gadis itu sedang online.



"Kebetulan" Gumam Caca.



Ia kemudian mengetikkan sesuatu di ponselnya.



~*Lolita ini gue Caca, apakah lo bisa makan malam bersama kita nanti malam? Anggap saja kita sedang Reoni bersama dengan teman SMP. Ku mohon datanglah di Restoran Delima jam delapan malam*~ Caca.



Setelah mengetikkan kaliamat itu Caca mengirim pesan itu kepada Lolita.



\*\*\*\*\*



Ting



Sebuah pesan masuk kedalam ponsel yang kini sedang dimainkan oleh Lolita.



"Nomor tidak dikenal" Gumam Lolita.



"Kenapa sayang?" Tanya Aldi tanpa menoleh kearah Lolita. Ia tetap fokus dengan mengemudinya.



"Ini ada pesan dari nomor yang tidak dikenal" Jawab Lolita sambil membuka pesan tersebut.



Setelah membaca pesan tersebut raut wajah Lolita berubah menjadi kusut. Ia meletakkan ponselnya di sembarang tempat.



"Kenapa?" Tanya Aldi sambil melirik Lolita sekilas.



"Dari Caca ngajak makan malam bareng nanti malam" Ucap Lolita dengan malas.



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya berupa like dan vote


__ADS_2