Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Aku Pergi


__ADS_3

"Aldi" Panggil Lolita ketika melihat Aldi hendak membalikan badannya tatkala melihat dirinya di balkon kamar.


Aldi seketika menghentikan langkahnya. Tetapi ia tidak kembali membalikan badannya. Ia tetap pada posisinya membelakangi Lolita.


"Aku ingin berbicara kepadamu, kenapa tidak membalikan badan?" Ujar Lolita. Tetapi Aldi tetap diam dan tidak berniat untuk membalikan badannya.


"Sebelum kamu berbicara kepadaku, aku ingin terlebih dahulu untuk membicarakan sesuatu denganmu" Ujar Aldi sembari membalikan badannya.


"Apa ini berhubungan dengan perusahaan? Atau berhubungan dengan kamu dan Felisha?" Tanya Lolita sembari melangkah mendekat.


"Dua duanya" Jawab Aldi.


"Baiklah" Jawab Lolita sudah dihadapan Aldi.


Aldi terdiam sejenak, ia menatap dalam manik mata Lolita yang juga sedang menatapnya. Sedangkan Lolita, ia mencoba menguatkan dirinyalah jika Aldi mengatakan sesuatu yang mungkin tidak terduga.


"Aku ingin kita berpisah" Ucap Aldi.


Duaaarrrrrr


Lolita seperti di sambar petir di tengah malam. Dadanya nyeri mendengar kalimat Aldi. Matanya memanas dan mengalirkan cairan bening.


"Tapi kenapa?" Tanya Lolita dengan yang suara yang berat.


"Karena aku membutuhkan Felisha untuk menyutikan modal" Jawab Aldi dengan tenang.


"Kenapa harus Felisha?" Tanya Lolita.


"Karena hanya dia yang bisa menolong" Jawab Aldi.


"Aku bisa menjadi pemegang saham baru di perusahaan kamu, sekaligus menyuntikan modal, aku akan bilang sama papa sekarang asal kita tidak berpisah" Ujar Lolita.


"Itu tidak perlu, karena perusahaan kita sudah membatalkan semua kerjasama" Jawab Aldi.


"Semudah itukah Al?" Tanya Lolita.


"Maaf, tapi aku mencintai Felisha" Jawab Aldi.


Telinga Lolita seakan panas dan jantungnya seakan meledak hancur berkeping keping.


"Dimana rasa cinta kamu ke aku yang katanya besar dan tidak akan tergantikan?" Tanya Lolita dengan berurai air mata. Tapi Aldi hanya diam.


"Hanya demi sebuah perusahaan kamu meninggal aku dan Aksa?"


"Aldi, kamu dengar aku baik baik, harta itu bisa di cari bersama, tapi keutuhan keluarga, kebahagiaan dan cinta itu susah untuk di dapat"


"Apa kamu tidak bisa bertahan meskipun kamu tidak mencintai aku lagi? Setidaknya bertahanlah demi Aksa"


"Apa kamu mau mempertahankan hubungan yang tidak disadari Dengan cinta?" Ujar Aldi akhirnya.


"Akan sangat menyakitkan jika kamu mempertahankan sesuatu yang tidak ingin kamu pertahanan" Aldi melanjutkan kata katanya.


"Jadi kamu tidak mau aku pertahanan?" Tanya Lolita.


"Ya" Jawab Aldi.

__ADS_1


"ALDI APAKAH KAMU TAHU SEKARANG AKU SEDANG BERJUANG UNTUK MEMPERTAHANKAN RUMAH TANGGA KITA?" Seru Lolita.


"Ya" Jawab Aldi lagi.


"Inikah yang aku dapat?" Tanya Lolita.


"Aku tidak memintamu untuk berjuang" Ujar Aldi.


"Tapi kamu memintaku untuk tetap percaya kepadamu apapun yang terjadi, itu kenapa sampai sekarang aku masih disini, dihadapan kamu dan memperjuangkan cinta kita" Terang Lolita.


Aldi bungkam.


"Kamu berbicara seolah olah kamu adalah orang yang akan selalu membuat aku bahagia, berbicara seolah olah kamu akan memberikan seisi dunia, berbicara seorang olah tidak akan pernah menjadi alasan aku terluka dan berjanji seakan kamu tidak akan pernah mengingkarinya, tapi sekarang mana? Kamu tidak membukatikan itu semua dan kamu menorehkan luka di hatiku untuk yang kesekian kalinya Al" Lolita menjeda kaliamatnya.


"Jangan kamu fikir hidup di dunia ini itu mudah, disaat kita melakukan sebuah kesalahan kita hanya perlu meminta maaf dan meminta kesempatan kedua lantas dikasih" Lolita kembali menjeda ucapannya.


"Setelah di kasih kamu mengulanginya lagi mentang mentang orang yang kamu pintai maaf itu berbaik hati. Tapi kamu jangan salah. Kesempatan ke-tiga itu mungkin akan sulit di dapat atau bahkan tidak ada" Ujar Lolita.


Lolita menatap Aldi yang hanya terdiam tidak berniat untuk membuka suara.


Lolita mengusap air matanya kemudian berkata. "Baik, jika ini yang kamu inginkan maka aku akan pergi, semoga kamu bahagia dengan keputusan mu" Setelah mengatakan itu Lolita pun berlari meninggalkan Aldi, perempatan itu mengambil koper yang tersimpan di dalam almari kemudian langsung mengemasi barang barangnya dan juga barang barang Aksa.


Setelah semuanya dirasa cukup. Lolita mengambil Aksa yang tertidur didalam box bayinya. Perempuan itu langsung membawa menarik kopernya dengan Aksa yang berada di gendongannya.


Lolita membuka pintu kamarnya dan berkata. "Aku harap kamu tidak akan menyesal dengan keputusan kamu, dan berdoalah semoga kamu tidak membuat luka di semua ruang hatiku agar jika kamu datang untuk meminta maaf aku bisa memaafkan mu. Aku sangat sakit hati Al, selama ini aku yang paling tersakiti karena kebodohan kamu, mungkin aku istri Gila, tapi aku nggak bodoh, selamat tinggal" Setelah mengatakan kaliamat itu, Lolita berlalu pergi dan dengan air mata yang masih berderai.


"Loh, Lolita kamu mau kemana?" Tanya Bunda Wilna yang kebetulan lewat dengan ayah Putra.


"Maaf ayah, bunda jika selama ini Loli belum bisa menjadi menantu yang baik untuk ayah dan bunda, tetapi mulai malam ini Loli akan pergi dari rumah ini" Ujar Lolita.


"Karena Aldi sudah tidak ingin aku disini. Loli pergi dulu bunda" Lolita segera menarik kopernya dan keluar dari rumah mertuanya.


"Astaga, masalah apa lagi ini yang terjadi" Ujar Wilna.


"Biar ayah yang ngomong sama Aldi bund" Putra dengan amarah yang meledak ledak menaiki anak tangga menuju ke kamar Aldi.


Laki laki paruh baya itu dengan kasar membuka pintu kamar Aldi. Terlihat Aldi sedang duduk diatas tempat tidurnya dengan keduanya tangannya menyangga jidatnya.


"Aldi" Seru papa putra menggelegar.


Aldi pun segera mengangkat wajahnya m dilihatnya muka papanya yang memerah menahan amarahnya.


"Ayah sabar, jangan sampai papa main tangan" Seru Wilna cemas.


"Ayah, bunda ada apa ini?" Tanya Aldi sembari beranjak berdiri.


"Kamu tanya ada apa?" Seru Putra.


Laki laki paruh baya itu benar benar di buat naik darah hingga akhirnya "bugh" Putra memukul pipi Aldi dengan sangat keras hingga membuat laki laki itu terhuyung dan membuat sudut bibirnya pecah sampai keluar darah.


"ALDI" Teriak Wilna.


"Bunda diam dulu!" Titah Putra.


Aldi menegakan tubuhnya sembari memegang sudut bibirnya yang terus mengeluarkan darah. Seperti yang kalian ketahui Aldi yang mengidap hemofilia.

__ADS_1


"Ayah ini maunya apa sih? Datang datang mukul" Seru Aldi sembari meringis menahan nyeri.


"Masih tidak sadar juga kamu?" Murka Putra.


Bugh


Satu pukulan kembali mendarat di wajah Aldi hingga membuat hidup laki laki itu berdarah.


"SUDAH" Teriak Wilna.


"SETELAH MEMBUAT LOLITA PERGI DARI SINI DAN KAMU MASIH TIDAK MENYADARI?" Geram Putra.


"Terus aku harus apa? Aku lakuin ini semua juga demi perusahaan kita yang sedang collapse" Seru Aldi.


Bugh


Bugh


Bugh


Putra memukul Aldi dengan membabi buta, laki laki itu seakan lupa dengan keadaan anaknya dan seakan buta dengan darah yang terus mengalir dari wajah Aldi. Wilna yang melihat itu tak kuasa menahan tangisnya. Ia segera menengahi anak dan suaminya hingga pukulan terkahir itu mendarat di wajah Wilna.


"AYAH" Seru Aldi.


Putra pun segera menghentikan aksi pukul memukulnya.


"Sayang maaf" Seru Putra sembari memegang pipi Wilna.


"Aku tidak apa apa" Ujar Wilna.


Wilna menatap ke arah Aldi. Laki laki itu terlihat sangat lemas dengan darah yang terus mengalir di wajahnya. "Sayang, kamu tidak apa apa?" Ujar Wilna menangis melihat keadaan Aldi.


"Aldi tidak apa apa ma" Jawab Aldi lemah.


Wilna membuka laci yang ada di kamar Aldi. Perempuan baru baya itu mengambil obat dan air lalu membantu meminumkannya kepada Aldi, dan Putra yang melihat keadaan putranya itu pun merasa menyesal.


.


.


.


.


.


.


.


Kalem ga usah pada baper ini hanya nopel, ini bukan akhir dari segalanya jadi stay aja sampai nanti di part yang kalian tunggu tunggu bentar lagi nongol.


konfliknya berbelit-belit, iya bener kan udah pernah bilang aku kalau konfliknya sedikit panjang dan berbelit-belit.


KESEL BOLEH, NGEHUJAT BOLEH, TAPI SAMA CERITANYA, BUKAN AUTHORNYA OKE!. SELAMAT MENINGGALKAN JEJAK❤️

__ADS_1


__ADS_2