
Aldi mengirimkan balasan pesannya, tak lama Lolita pun membacanya.
Entahlah, aku juga bingung. Mama sudah memiliki semuanya, tetapi sepertinya paket perhiasan bagus ~ Lolita.
Papa sudah memberikan hadiah perhiasan ~ Aldi.
Lolita hanya membaca balasan pesan dari Aldi tanpa berniat untuk membalasnya, ia segera melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan Aksa.
"Eh, Non Loli udah pulang" Ucap Mbak Lili yang tiba tiba datang dengan Aksa yang kini berada di gendongannya.
"Iya mbak" Jawab Lolita, "Apakah mbak Lili hari ini sibuk?" Tanya Lolita.
"Seperti biasanya sih non" Jawab Mbak Lili.
"Mbak Lili tolong jagain Aksa sebentar ya, Loli ada sesuatu yang harus di lakukan" Ujar Lolita.
"Iya Nona, Saya Akan menjaga Den Aksa dengan baik" Ucap mbak Lili.
"Iya, Loli percaya sama mbak Lili, makasih ya mbak Loli pergi dulu" Ucap Lolita yang kemudian segera keluar dari rumahnya dan masuk kedalam mobil menahannya.
*******
Sementara Lolita pergi dengan mobil mewahnya, Aldi kini baru saja keluar dari dalam sebuah toko perhiasan langganan mamanya untuk mengambil perhiasan yang sudah dipesan papanya.
Ia hendak masuk kedalam mobilnya tetapi kini pandangannya tidak sengaja menangkap sebuah toko tas yang letaknya bersebelahan dengan toko perhiasan.
Aldi menyimpan paper bag yang berisi perhiasan mamanya itu didalam jok mobilnya, setelah itu ia pun melangkahkan kakinya masuk kedalam toko tas tersebut.
"Selama sore Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?" Sapa salah satu pelayan toko tersebut ketika melihat kedatangan.
"Bisa kalian tunjukkan kepada saya beberapa model tas terbaru di toko kalian!" pinta Aldi.
"Mari ikut saya Tuan, saya akan menunjukkan beberapa model tas terbaru bulan ini dengan kualitas Ekspor" Ujar pelayan itu sembari berjalan terlebih dahulu membimbing Aldi hingga kini langkah keduanya terhenti tepat di depan almari kaca yang menyimpan banyak sekali tas tas bermerek.
"Oke terimakasih biar saya melihat lihat dulu" Ucap Aldi. Mata lelaki itu mulai menyusuri setiap inchi tas yang terpajang disana, hingga kini matanya menangkap salah satu tas yang terbuat dari bahan kulit buaya dengan talinya yang memiliki 10 karat berlian putih.
"Bisa tolong ambilkan tas itu untuk saya?" Ujar Aldi sembari menunjuk tas yang menjadi pilihannya.
"Baik Tuan" Ucap pelayanan itu sembari mengambilkan tas yang di tunjuk oleh Aldi.
"Selera anda sangat bagus Tuan, Tas ini baru saja dikirimkan, terinsipirasi dari aktris Prancis Jane Birkin dengan kualitas dan hiasan yang bisa anda lihat sendiri, dan tentunya memiliki harga yang sangat fantastis yaitu US$ 120.000 dan dini hanya ada satu. Pasti dia sangat beruntung yang mendapat hadiah dari anda" Terang pelayan toko itu.
"Bungkuskan itu untuk saya!" Ucap Aldi yang kemudian berjalan terlebih dahulu menuju ke meja kasir.
__ADS_1
"Baik Tuan" Jawab pelayan itu yang kemudian mengikuti Aldi berjalan menuju ke kasir.
******
Sementara ditempat Lolita sekarang, ia langsung turun dari mobilnya setelah ia memperkirakan mobilnya itu ditempat yang sudah disediakan.
Ia dengan langkah panjang masuk kedalam sebuah toko keramik yang sekarang ia pijaki.
Matanya mulai menyapu benda benda yang terpanjang di dalam sana, mulai dari vas bunga hingga lain lainnya.
Ia terus menyusuri tempat tersebut hingga kini matanya menangkap sebuah cangkir yang menarik perhatiannya.
Ia pun berjalan mendekatinya cangkir tersebut dan melihatnya lebih detail. "Cantik sekali" Gumam Lolita.
Seorang penjaga toko pun menghampiri Lolita dan menyapanya, "Apakah nona tertarik dengan cangkir ini?" Tanya penjaga toko itu.
"Iya Tuan, ini sangat cantik dan saya sangat menyukainya, pasti bunda juga akan suka" Ujarnya sembari melebarkan senyumnya.
"Tentu saja Nona, ini adalah Uchii Ceramic Japan Sake Botlle cup, siapapun pasti akan jatuh cinta saat melihatnya, ini asli dikirim langsung dari Jepang dengan harga Sepuluh Juta" Ujarnya.
"Sepuluh juta?" Tanya Lolita tidak percaya
Hanya cangkir seperti itu hanya harganya sampai sepuluh juta, pikirannya.
"Iya Nona, ini edisi terbatas" Jawab penjaga toko itu.
"Saya tidak berbohong nona, ini memang sepuluh juta" Ujar penjaga toko itu yang kemudian menjeda kalimatan, ia memperhatikan penampilan Lolita yang modis, dan ia bisa menebak pakaian dan tas yang dikenakan semua barang barang dengan harga mahal. "Penampilannya saja keren, tapi tidak mampu membeli satu set cangkir saja" Gumamnya pelan. Tetapi Lolita masih bisa mendengarnya meskipun hanya samar samar.
"Saya akan membelinya, anda fikir saya tidak punya uang, saya akan membayarnya dua kali lipat" Ucap Lolita dengan songongnya. Sepertinya jiwa songong Aldi kini sudah menurun kepada sang istri.
"Baiklah Nona" Ucap penjaga toko itu, dengan segera ia membungkus cangkir yang diinginkan oleh Lolita, dan sesuai perkataanya, Lolita membayar cangkir itu dengan harga dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Setelah membayar cangkir itu, ia kembali masuk kedalam mobilnya. "Hanya cangkir itu saja aku menghabiskan dua puluh juta" Ujarnya. "Tapi tidak apa apa untuk bunda" Imbuhnya lagi.
******
Lolita masuk ke halaman rumahnya setelah satpam membukakan gerbang untuknya. Matanya mengeryit tatkala matanya menangkap mobil suaminya itu sudah terparkir mulus di dalan garasi yang pintunya terbuka.
"Tumben pulang cepat banget" Gumam Lolita. Ia segera menginjak rem mobilnya ketika mobil mewahnya kini sudah memasuki kandangnya hingga mobil yang Lolita tumpangi kini berhenti dengan mulus bersebelahan dengan mobil Aldi.
Aldi yang kebetulan baru saja keluar dari dalam mobil dan hendak berjalan masuk kedalam rumah itu mengurungkan niatnya tatkala ia melihat mobil istrinya yang baru saja tiba.
Lolita pun segera turun dari dalam mobilnya dengan menentang sebuah paper bag ditangannya.
__ADS_1
"Darimana? Katanya tadi sudah sampai rumah" Seru Aldi.
Lolita mengehentikan langkahnya tepat disebelah Aldi. "Iya, tadi aku pergi lagi untuk membeli sesuatu" Jawab Lolita.
"Kamu sendiri tumben cepet banget pulangnya" Ujar Lolita.
"Kita bicara di kamar saja" Ucap Aldi. Lolita pun mengiyakan dan mereka berjalan beriringan masuk kedalam rumahnya.
******
Didalam kamar, Lolita mendudukan dirinya di sebelah Aldi bersama Aksa yang berada di pangkuannya karena tadi ia terlebih dahulu mengambil Aksa dari mbak Lili.
"Ini kenapa ada dua paper bag?" Lolita melirik paper bag yang disimpan Aldi di atas meja riasnya.
"Yang satu perhiasan punya ayah, tadi ayah minta tolong untuk aku mengambil pesanan perhiasan di toko langganan Bunda, yang satu tas hadiah dari aku buat mama" Terang Aldi.
Lolita pun menganggukkan kepalanya paham "Kamu sendiri beli apa?" Tanya Aldi sembari melirik paper bag yang juga ada di atas meja Rias.
"Satu set cangkir" Jawab Lolita. Aldi pun menganggukkan kepalanya.
"Asal kamu tahu engga, aku dapat cangkir itu perlu adu argumentasi dulu tuh sama penjaga toko" Ujar Lolita lagi.
"Kamu apa sih yang engga diperdebatkan dulu" Ucap Aldi sembari mengacak-acak rambut Lolita gemas. Lolita pun mengerucutkan bibirnya kesal karena Aldi merusak rambutnya.
"Masa iya, aku dibilang engga bisa bayar, kesel lah jadi aku bayar dua kali lipat" Terangnya.
"Dasar" Aldi pun terseyem sembari mencubit gemas hidung Lolita.
"Aksa sayang, kamu sama papa dulu ya, mama mau ke dapur bantu bibi buat makan malam nanti" Ujar Lolita.
"Ya udah, kamu main sama Aksa, aku akan membantu yang lain di dapur" Ujar Lolita sembari menyerahkan Aksa kepada Aldi kemudian berjalan keluar dari dalam kamarnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa berikan dukungan kalian terus yaaaa berupa Vote dan Like, Terimakasih