
"Em, jika Lolita tidak bisa mengurus diri lo dengan baik, maka gue bisa mengurus lo dengan jauh lebih baik" Imbuh Rere sembari memasang senyum manis yang menurut Aldi sangat menggelikan.
"Apakah lo enggak malu mengatakan kalimat rendahan seperti itu?" Aldi sejenak menjeda kalimatnya. "Terimakasih karena dengan senang hati mau menguruskl gue. Tapi Gue engga perlu di urus oleh perempuan seperti lo, karena istri gue sudah sangat baik dalam mengurusi semua kebutuhan gue" Aldi kembali menjeda kalimatnya, ia menatap tajam Rere. "Selagi Lolita mau bertahan di sisi gue, tidak hanya berbelanja di supermarket saja yang bakal gue lakuin, bahkan terjun ke pasar sekalipun" Ucap Aldi penuh penekanan. Setelah itu ia pun berjalan menuju meja kasir yang kebetulan sudah sepi. Ia mengambil dompet dari dalam saku jasnya kemudian mengambil black card dan memberikan kepada kasir yang sedang menghitung semua belanjaannya.
Setelah selesai membayar Aldi kembali menyimpan black card kedalam dompetnya. Ia mengambil kantung plastik yang berisi barang belanjaannya kemudian berjalan keluar dari dalam supermarket tersebut dan masuk kedalam mobilnya.
*****
"Aldi kenapa belum sampai rumah juga ya, sudah sejam setelah aku menelfonnya, harusnya ia sudah sampai setengah jam yang lalu" Gumam Lolita yang sedari tadi menunggu kepulangan suaminya didepan rumahnya sambil menggedong Aksa.
Terlihat Aksa yang sedang menangis dalam dekapannya, entah apa yang membuat bayi itu menangis, padahal ia baik baik saja dan barannya pun tidak demam.
"Aksa sayang kenapa nangis terus?" Tanya Lolita yang merasa kewalahan menangani anaknya yang tidak kunjung berhenti menangis.
"Aldi belum sampai rumah juga?" Tanya Nita yang baru saja muncul dari dalam rumah.
"Belum ma, mana Aksa sedaritadi rewel terus lagi. Padahal engga biasnya dia nangis kaya gini" Ucap Lolita yang merasa cemas sekaligus pusing.
"Aksa ikut nenek yok" Ucap Nita sembari mengulurkan tangannya untuk mengambil alih Aksa dari gendongan mamanya, tetapi bayi itu malah semakin menangis dengan kencang dan mengeratkan pelukannya pada mamanya.
"Coba kamu hubungi Aldi, tanyakan dia sudah sampai dimana" ujar sang mama.
Lolita pun mengiyakan perintah mamanya, ia mengambil handphone dari dalam saku celananya kemudian mencari kontak Aldi dan hendak menghubungi nomor suaminya tersebut. Tetapi ia mengurungkan niatnya tatkala ponselnya itu tiba tiba menerima sebuah panggilan dan tulisan My Hubby❤️ tertera di layar ponselnya. Lolita pun segera menggeser icon berwarna hijau dan mendekatkan ponselnya kedekat daun telinganya.
"Hallo Aldi, kamu dimana?. Cepatlah pulang!. Aksa sedaritadi terus saja menangis" Ucap Lolita secara beruntun.
"Hallo, Nona apakah anda istri dari pemilik ponsel ini?" Tanya orang diseberang telfon.
"Ah iya, anda siapa dan dimana suami saya, kenapa ponselnya bisa dengan anda?" Tanya Lolita.
__ADS_1
"Suami anda tadi mengalami kecelakaan nona, dan sekarang kita sedang berada di rumah sakit kota" Jelas orang itu. Mendengar itu Lolita begitu syok, cairan bening seketika lolos dari pelupuk matanya.
Kakinya rasanya sangat lemas dan tidak mampu lagi menompang tubuhnya dan Aksa, ponsel yang digenggamnya pun jatuh bersamaan dengan tubuhnya yang luruh kelantai.
Nita yang melihat putrinya ikut menangis pun dibuat heran dan juga khawatir secara bersamaan.
"Loli kamu kenapa?" Tanya Nita yang ikut jongkok disebelah putrinya.
Namun Lolita tetap diam tidak menjawab pertanyaan mamanya. Lidahnya terasa kelu tidak mampu untuk mengeluarkan sepatah kata. Ingatan terlempar kembali akan kejadian beberapa tahun silam dimana Aldi mengalami kecelakaan setelah bertengkar dengannya.
Air mata Lolita semakin mengalir deras ketika mengingat Aldi dulu sempat koma, rasa takut kehilangan menyelinap dihatinya. Mengingat Aldi adalah penderita hemofilia ia takut jika kejadian itu akan terulang kembali.
"Lolita kamu kenapa sih?" Tanya Nita yang merasa kesal karena tidak kunjung mendapat jawaban akan pertanyaannya.
"Aldi" ucap Lolita lirih dengan bibir yang bergetar dan air mata yang semakin membanjiri pipi mulusnya.
"Aldi kecelakaan" Ujar Lolita. Mendengar itu Nita pun tak kalah syok dari Lolita.
"Kamu berdiri dan kita kerumah sakit sekarang" Seru Nita sembari membantu Lolita beranjak berdiri. Tak lupa ia mengambil ponsel Lolita yang tergeletak di lantai dan juga mengambil alih Aksa dan menggendongnya.
Mereka bertiga pun terlebih dahulu masuk kedalam rumah untuk menitipkan Aksa.
Nita pun langsung memanggil salah satu pelayan yang ada dirumah itu.
"Iya Nyonya, Eh Non Loli kenapa nangis?" Tanya Bi Tuti yang datang dengan tergesa gesa dan melihat Lolita yang menangisi sambil berlari menuju lantai dua.
"Saya titip Aksa dulu bi, Aldi mengalami kecelakaan jadi kita akan pergi ke rumah sakit" Jelas Nita. Bi Tuti yang mendengar itu pun tak kalah syok dan terkejutnya. Ia dengan segera mengambil alih Aksa.
"Terus bagaimana dengan keadaan tuan muda nyonya?" Tanya Bi Tuti.
__ADS_1
"Belum tahu bi, bibi jaga rumah dan juga Aksa ya" Ucap Nita. Bi Tuti pun mengiyakan perkataan Lolita. Dan tak lama Lolita pun terlihat turun dengan membawa sebuah kunci mobil di tangannya.
Lolita langsung berlari menuju ke garasi diikuti Nita dibelakangnya. Sesampainya di garasi Lolita memencet alarm yang ada di kunci mobilnya untuk mengetahui kunci mobil mana yang ia ambil, karena tadi ia asal mengambil kunci mobil dan di garasi tersebut terdapat empat mobil dengan model, merk dan warna yang berbeda.
Beruntungnya Lolita mendapatkan mobil yang diparkir paling belakang sehingga ia bisa langsung menggunakan mobil berwarna merah tersebut.
Lolita segera memakai seatbeltnya begitupula dengan mamanya. Ia segera menghidupkan mesin mobilnya dan menancapkan gas mobil tersebut hingga mobil itu kini melaju meninggalkan rumah mewahnya.
Lolita memang bisa mengendarai mobil sendiri karena ia sering mengendarai mobil Yolanda. Sebenarnya orang tua Lolita melarang wanita itu untuk mengendarai mobil sendiri karena itu terlalu berbahaya tetapi Lolita tetap belajar mengemudi bersama Yolanda. Tentu saja tanpa sepengetahuan orang tuanya.
"Pelan pelan Lolita" Tegur Nita. Tetapi Lolita tidak menghiraukannya dan terus menambah laju kecepatan mobilnya. Kini hanya Aldi yang ada dipikiran wanita itu. Ia tidak memikirkan keselamatannya yang juga penting. Hingga kini mobil yang dikendarai Lolita sudah berhenti tepat dilobi rumah sakit.
Lolita segera melepaskan seatbeltnya kemudian berlari menuju meja resepsionis. "Suster dimana ruangan pasien yang baru saja kecelakaan?" Tanya Lolita dengan tidak sabar.
"Sebentar ya mbak biar saya cek terlebih dahulu" ucap suster itu yang kemudian melihat ke arah layar komputernya dengan salah satu tangannya memainkan mouse nya.
"Pasien kecelakaan masih ditangani diruang UGD mbak" Ujar suster itu.
Lolita pun tanpa mengucapkan terimakasih langsung berlari menuju UGD diikuti dengan Nita dibelakangnya.
Terlihat seorang laki laki patuh baya yang berdiri didepan ruang UGD. Lolita pun mempercepat langkahnya dan menghampiri laki laki itu.
"Maaf apa tadi anda yang menelfon saya?" Tanya Lolita.
"Iya nona, tadi saya yang menghubungi anda dan ini handphone suami anda" Ujar laki laki paruh baya itu sembari menyerahkan ponsel milik Aldi kepada Lolita. Lolita pun menerimanya, ia melihat ponsel tersebut dan benar itu milik Aldi suaminya karena terlihat dengan sangat jelas wallpaper fotonya adalah foto mereka bertiga yaitu Aldi, Aksa dan Lolita foto yang di ambil saat pernikahan Satya dan Nara.
"Terimakasih sudah menolong suami saya, tapi bagaimana dengan keadaannya?"
Jangan lupa berikan dukungan kalian berupa like dan vote, Terimakasih.
__ADS_1