Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Bertanding


__ADS_3

"KALAU GUE TERTARIK DENGAN ISTRI LO GIMANA?" Teriak mahasiswa C sambil membalikkan badannya menatap kearah Aldi dan Loli yang kini menghentikan langkahnya masih dengan posisi yang sama bergandengan tangan.


Aldi melepaskan pegangan pada tangan Lolita. Laki laki itu kemudian membalikkan badannya menatap kearah tiga laki laki yang sedang menatapnya dengan takut kecuali seseorang yang mengenakan kemeja kotak kotak.


Lolita ikut membalikkan badannya, gadis itu kemudian menggenggam tangan Aldi erat erat. Bukan apa apa, Lolita hanya takut kalau mereka bertengkar. Lolita takut jika nanti Aldi kenapa napa dan berkahir terbaring di ranjang rumah sakit.


Lolita menoleh kearah Lolita. "Semua akan baik baik saja" Ujar Aldi. Mendengar itu Lolita seketika melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Aldi berjalan mendekati tiga orang laki laki yang tadi sempat membicarakannya.


"Lantas apa yang Ingin kau lakukan?" Tanya Aldi. Laki laki itu kini berdiri tepat dihadapan laki laki yang menantangnya. Mereka berdua sama sama saling menatap tajam satu sama lain.


"Kita tanding basket bersama, jika lo kalah maka lo harus meminta istri lo untuk berkencan dengan gue" Ucap laki laki itu dengan nada menantang.


"Tapi, jika lo yang menang gue engga akan menggangu Istri lo lagi" Imbuh laki laki itu.


Mendengar itu Aldi merasa sangat geram. Ia mengepalkan tangannya. Giginya bergemelatuk menahan amarah. Tetapi Aldi adalah tipe laki laki yang sangat pintar dalam mengendalikan emosi.


"Lo adalah salah satu laki laki yang tidak bisa menghargai perempuan, menjadikan perempuan sebagai bahan pertahun itu sungguh tidak bisa dikatakan sebagai laki laki yang jantan" Ucap Aldi dengan tenang meskipun sebenarnya ia merasa sangat marah.


"Jangan banyak bicara, mending sekarang kita bertanding saja" Ucap laki laki itu.


"Oke, gue tunggu lo dilapangkan basket tiga jam dari sekarang" Ucap Aldi. Laki laki itu kemudian membalikkan tubuhnya. Menggenggam tangan Lolita dan mengajak wanita itu melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya. Sebenarnya Aldi hanya sekedar mengantarkan Lolita karena hari ini ia tidak ada jam.


"Heh lo gila nantangin dia" Ucap temannya ketika Aldi dan Lolita sudah tidak nampak di penglihatan matanya.


"Tentu saja gue masih sehat" Jawab laki laki itu sambil berjalan meninggalkan kedua temannya.


>●︶●<


Aldi dan Lolita kini sudah berdiri di lapangan basket indoor yang ada di kampus tersebut.


Aldi segera melepaskan tas yang dibawanya dan diberikan kepada Lolita. Lolita pun menerima dan membawakan tas milik suaminya itu.


Ia berjalan menuju ketengah tengah lapangan menyusul mahasiswa yang menantangnya tadi sudah tiba terlebih dahulu.


Melihat kedatangan Aldi, laki laki itu melemparkan bola yang dibawanya, dan Aldi dengan sigap menangkapnya.


Pertandingan pun dimulai, banyak mahasiswi yang menyaksikan pertandingan basket tersebut.

__ADS_1


Semua orang bersorak histeris melihat Aldi yang dengan cekatan memainkan bola basketnya. Berkali kali Aldi memasukan bola tersebut kedalam ring. Dan sorakan kagum pun terdengar begitu riuh.


"Kalian tahu, katanya mereka bertanding karena memperebutkan perempuan yang memakai gaun merah itu" Ujar salah seorang mahasiswi yang berdiri tidak jauh dari tempat Lolita berdiri.


Teman yang diajak mengobrol itupun menoleh kearah gadis yang mengenakan dress berwarna merah. "Bukankah dia adalah istrinya?" Tanya gadis itu ketika sudah melihat Lolita.


"Benarkah? Kenapa gue engga mengetahui soal itu?" Tanya mahasiswi yang pertama kali membuka suara.


"Semua orang tahu kalau mereka adalah suami istri, karena mereka baru saja melakukan pesta anniversary dengan besar besaran dan mengundang hampir seluruh mahasiswi di kampus kita" Jelas mahasiswi itu.


Lolita yang mendengar itu hanya tersenyum samar. Ia mengabaikan obrolan orang orang tersebut dan tetap fokus akan pertandingan Aldi dan mahasiswa C yang diketahui dari fakultas bahasa.


Seseorang tiba tiba berdiri disebelah Lolita. "Oh jadi Aldi bertanding basket itu semua karena lo?" Seru orang itu sambil melipat tangannya didepan dada.


Lolita menoleh kearah samping, terlihat Rere yang berdiri sambil menatap kearah Aldi dengan kedua tangannya yang dilipat didepan dada hingga memperlihatkan kesan angkuhnya.


Rere ikut menoleh kearah Lolita hingga membuat mereka berdua saling beradu pandang. "Apa bagusnya sih sampai direbutkan oleh dua orang laki laki" Ucap Rere lagi.


Mendengar itu Lolita mengangkat salah satu sudut bibirnya hingga membentuk senyum miring. "Yang jelas gue ngga pernah merebut milik orang lain dan memfitnah sahabat sendiri dengan berita yang menjijikkan demi sebuah popularitas" Ucap Lolita sambil mengalihkan tatapannya kearah Aldi yang sekarang masih tetap fokus dengan permainannya.


"Oh ralat, mantan sahabat" Ucap Lolita meralat ucapannya.


"Bahkan berfikir untuk merebut orang lain, itu sungguh perbuatan rendahan" Ucap Lolita lagi.


Mendengar itu Rere menjadi sangat kesal. Ia menatap Lolita tajam dengan kedua tangan yang terkepal.


Permainan pun berkahir dengan Aldi yang menadapatkan poin tertinggi. "Gue harap lo tidak akan menggangu istri gue lagi" Ucap Aldi menekankan kata Istri.


Setelah mengatakan kalimat itu, Aldi melemparkan bola yang dibawanya kepada kepada lawan mainnya. Ia kemudian berjalan mengampiri Lolita yang kini menatapnya sambil tersenyum manis.


Lolita memberikan air mineral kepada Aldi. Aldi pun menerimanya, membuka penutup botolnya dan meneguk air tersebut hingga tersisa setengah.


Lolita mengambil sebuah handuk kecil dari dalam tasnya, ia membantu mengelap keringat yang bercucuran di dahi hingga leher Aldi. Aldi pun tersenyum menikmati kegiatan yang sedang dilakukan oleh istrinya.


Tentu saja kegiatan mesra itu disaksikan oleh banyak orang tak terkecuali lawan main Aldi dan juga Rere yang kini merasa semakin panas.


Matanya seakan Ingin terlepas melihat Lolita dan Aldi yang dengan terang terangan mengumbar kemesraan didepannya.

__ADS_1


Dengan perasaan yang kesal bercampur dengan cemburu atau lebih tepatnya iri, Rere menghentakkan kakinya kemudian pergi meninggalkan area lapangan tersebut.


Aldi mengambil alih handuk kecil yang digunakan Lolita untuk membantu mengelap keringatnya. "Biar ku keringkan sendiri" Ucap Aldi. Lolita pun mengangguk dan memberikan handuk itu. Ia mengambil alih botol air mineral dari tangan Aldi.


"Ayo temani aku ganti!" Pinta Aldi. Lolita pun mengangguk. Mereka berdua berjalan beriringan menuju keruang ganti untuk menukar pakaian olahraganya dengan kemeja yang ia kenakan semula.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Aldi mengajak Lolita untuk keluar dari kampus sekaligus pergi untuk mencari makan siang.


Mereka berjalan dengan di iringi oleh perbincangan dan sesekali mereka berdua tertawa.


"Dia sungguh menggelikan" Ucap Lolita sambil tertawa. Mendengar itu Aldi pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Silahkan masuk tuan putri!" ucap Aldi mempersilahkan Lolita masuk kedalam mobil yang sudah ia bukakan pintunya.


"Terimakasih pengawal" Ucap Lolita sambil tertawa kecil. Namun saat Lolita hendak masuk kedalam mobil seseorang memanggil namanya.


Lolita pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil, ia menoleh kebelakang untuk melihat siapa sosok yang memanggil namanya itu.


"Kenapa?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Kalau kalian suka dengan novel ini, kalian harus tetap memberi dukungan dengan cara vote dan like agar author tetap semangat menulis oke. Terimakasih


__ADS_2