Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Felisha


__ADS_3

"Aldi" Seru perempuan itu, Aldi yang melihat itu pun terkejut bukan main, alisnya terangkat bersamaan dengan matanya yang membulat, pun Lolita.


Tanpa aba aba, perempuan itu langsung berlari dan memeluk tubuh tinggi Aldi yang masih berdiri dengan tegang dan juga penuh masih di penuhi dengan keterkejutan.


Lolita yang melihat itu pun tak kalah terkejutnya dengan Aldi, ia mencoba mencerna apa yang sedang terjadi, seorang wanita cantik yang kini sedang memeluk suaminya didepan matanya.


"Gue kangen banget sama lo Al" Seru gadis itu sembari mempererat pelukannya, memejamkan matanya, menghirup dalam dalam aroma tubuh Aldi dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Aldi.


Tidak ada pembalasan dari Aldi, namun tidak ada penolakan pula, ia memutar lehernya menatap Lolita yang kini sedang menatapnya dengan tatapan penuh tanya dan keterkejutan hingga akhirnya perempuan itu pun melepaskan pelukannya dan mencekal kedua lengan Aldi.


"Aldi, kok lo diem aja, apa lo engga kangen sama gue" Ujar perempuan itu. Tetapi Aldi masih tak bergeming, tatapan matanya menatap wajah perempuan dihadapannya.


"Jangan bilang lo lupain gue, ini gue Felisha, sahabat kecil lo yang bilang nanti kalau kita sudah besar kita bakal terus bersama, inget kan?" Ujarnya lagi sembari menegaskan salah satu jari telunjuknya.


Deg


Jantung Lolita seakan terhenti tatkala telinganya menangkap kalimat yang mampu membuat hatinya dan otaknya tidak singkron.


"Feli...sha" Ucap Aldi terbata.


"Iya ini gue" Seru Felisha senang.


"Astaga, moncil lo akhirnya balik juga" Seru Aldi senang sembari menarik tubuh mungil Felisha kedalam pelukannya.


"Lo kenapa sekarang jadi cantik banget" Pujinya sembari melepaskan pelukannya dan bergantian menegang kedua bahu Felisha.


"Ah lo bisa aja" Seru Felisha.


Aldi seakan melupakan kehadiran Lolita yang kini sedang menahan sesak luar biasa, "Ekhemmm" Dehem Lolita mencoba menetralisir sesak dihatinya.


"Oh iya, Sayang kenalin, ini Felisha temen kecil aku, dam Feli, ini Lolita istri aku" Seru Aldi memperkenalkan Lolita dan juga Felisha.


Mendengar kata istri, senyum Felisha diwajah Felisha seketika memudar dengan sendirinya. "Istri?" Tangannya memastikan.


"Iya" Jawab Aldi.


"Lo udah nikah?" Tanya Felisha lagi.


"Iya, kita juga sudah mempunyai anak, cowok" Jelasnya.


Deg


Layaknya Lolita, Felisha juga terkejut akan kebenaran yang baru diketahuinya. Ia menoleh kearah Lolita, menatap lekat lekat wajah Lolita yang juga menatapnya dengan senyum di wajahmu.


"Lolita" Seru Lolita sembari mengulurkan tangannya.


Felisha sejenak diam, sampai akhirnya ia pun membalas jabatan tangan Lolita dan mengatakan "Felisha".


"Senang berkenalan dengan anda nona Felisha" Ujar Lolita sembari melepaskan jabatan tangannya.


"Iya, senang berkenalan dengan Anda Nona Lolita" Jawab Felisha dengan senyum yang terkesan dipaksa.


"Udah udah, kalau begitu kalian berdua duduk aja dulu di sofa, aku ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan sekarang, kalian berdua mengobrolah terlebih dahulu, sesama perempuan siapa tahu cocok" Ujar Aldi.


"Iya" Jawan Lolita dan Felisha, setelah itu Aldi pun memilih untuk menuju meja kerjanya, sedangkan Lolita ia berjalan menuju sofa dan meletakkan barang bawaannya itu diatas meja.

__ADS_1


"Silahkan duduk nona Felisha, biar saya ambilkan minum terlebih dahulu" Ujar Lolita mempersilahkan tamu suaminya itu untuk duduk.


"Iya, Terimakasih Nona Lolita" Jawab Felisha. Setelah itu, Lolita pun berlalu dari ruang kerja suaminya dan berjalan menuju pantry yang ada di sana.


*****


Felisha masih berdiri dan termenung ditempat yang sama, sampai akhirnya suara Aldi membuyarkan lamunannya.


"Lo mau jadi patung berdiri disitu?" Seru Aldi setelah mendudukan dirinya.


"Ah" Felisha menoleh ke arah Aldi dengan refleks.


"Al, lo beneran sudah menikah? Lo engga lagi bercanda kan? Bercanda lo engga lucu tahu engga buat nyambut kedatangan gue" Ujarnya.


"Gue engga bercanda, gue emang sudah menikah" Jawab Aldi.


Felisha melangkahkan kakinya, berjalan mendekati meja kerja Aldi lalu mendudukan dirinya tepat di kursi yang berada di depan Aldi.


"Mana buktinya kalau lo udah nikah?" Tanya Felisha setelah tubuhnya mendarat di kursi dengan sempurna.


Tangan Aldi terulur untuk mengambil sebuah figura yang ia letakkan di atas meja kerjanya kemudian menyerahkan figura yang berisikan fotonya, Lolita dan Aksa yang terlihat sangat bahagia.


Felisha pun menerimanya, dan melihatnya dengan seksama. "Lo kapan menikah?" Tanyanya sembari mengalihkan perhatiannya menatap Aldi.


"2 setengah tahun yang lalu" Jawab Aldi sembari menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya.


Tubuh Felisha pun membeku di tempat duduknya, dengan tangan yang masih menggenggam figura. "Jadi Aldi menikah muda" Gumamanya sembari menatap Aldi dengan tatapan mata yang berkilat kilat.


"Oke, gue mau ganti baju dulu karena gue ada meeting" Seru Aldi sembari beranjak berdiri dan berjalan menuju ruangan kecil yang menyatu dengan ruang kerjanya.


*****


"Nona Felisha" Seru Lolita.


Felisha refleks memutar tubuhnya, "Oh Nona Lolita" Ujarnya. Ia segera meletakkan figura itu di tempatnya yang semula kemudian menyusul Lolita yang kini berjalan menuju sofa.


Felisha segera mendudukan dirinya, pun Lolita, ia segera meletakkan cangkir teh tersebut dihadapan Felisha. "Silahkan diminum Nona Felisha" Ujarnya mempersilahkan.


"Iya, Terimakasih Nona Lolita sudah merepotkan" Ujar Felisha sembari meraih cangkir itu dan meminumnya sedikit kemudian kembali meletakkan cangkir tersebut di tempatnya semula.


Lolita tidak menanggapi perkataan Felisha, ia sibuk mengedarkan pandangan mencari sosok Aldi disana, namun ia tidak menemukannya.


"Aldi tadi sedang mengganti pakaiannya karena akan meeting Nona" Ujar Felisha.


Lolita hanya menatap Felisha sekilas, tak lama pintu ruangan pribadi Aldi pun terbuka dan menampilkan sosoknya dengan setelah jas berwarna hijau army.


Aldi berjalan menghampiri Lolita dan Felisha yang duduk bersebelahan di sofa. Lolita segera beranjak berdiri dan menyusul Lolita dan seperti biasa, Lolita akan membantu Aldi untuk memakai dasinya.


Dengan cekatan, Lolita memasang dasi di kerah kemeja kerja yang dikenakan suaminya, tak lupa pula merapikan kemejanya. "Oke sudah rapi" Ujarnya sembari memasang senyumnya.


"Aku buatin kamu teh hijau tadi, kamu minum dulu ya" Seru Lolita. Ia kemudian mengambil cangkir yang berisi air berwarna coklat kehijauan itu dan memberikan kepada Aldi.


Aldi pun menerimanya dan meneguknya hingga tandas. "Ya udah kalau gitu aku meeting dulu ya, kamu disini dulu sama Felisha" Serunya.


"Heem" Lolita pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Cup


Aldi mencium kening Lolita dengan sayang.


"Aldi" Lolita pun memukul dada Aldi dengan wajah yang sudah merah merona, bagimana tidak, Aldi menciumnya dihadapan Felisha yang sedari tadi memperhatikannya.


Sedangkan Aldi hanya memasang senyum menyebalkannya lalu berjalan menuju meja kerjanya, mengambil berkas yang akan ia gunakan untuk meeting.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu bersamaan dengan pintu yang terbuka itu mengalihkan perhatian semuanya.


"Mas Aldi, sudah di tunggu sama yang lain di ruang meeting" Ujar sekretaris Viona.


"Iya mbak Viona, ini sudah mau kesana" Jawab Aldi sembari menyambar ponselnya dan memasukan kedalam saku jasnya kemudian berjalan meninggalkan Lolita dan Felisha mendahului sekretaris Viona.


"Mari mbak Loli, Nona Feli" Ujar sekretaris Viona sembari sedikit menundukkan bahunya kemudian berjalan keluar mengikuti Aldi atasnya hingga kini tinggal dua perempuan di dalam ruangannya.


.


.


.


.


.


.


.


Buat kalian para Reader yang komen "***** muncul lagi jadi bosen baca kaya engga ada ide lain aja buat masalah rumah tangga" Ya kurang lebih seperti itu.


Kalau kalian bosen engga mau baca lagi ya engga papa engga usah di baca, kan saya engga pernah memaksa kalian buat terus baca, kalau suka ya silahkan ikuti sampai selesai, kalau engga suka ya berhenti di tengah jalan engga papa.


Kalau masalah konflik dalam rumah tangga lain itu sudah saya tentukan, tapi nanti di konflik yang bakal muncul sesungguhnya, lagian Rere ada di luar negri kan? dan masalalu Lolita belum terkuak sepenuhnya, dan kita juga bakal menguak sedikit mengenai Aldi, dan setelah itu kalian bakal tahu sendiri jalan cerita selanjutnya setelah saya up episode berikutnya, kalian kan hanya menebak, kalian tidak tahu jalan pikiran saya kan?


Saya hanya menulis untuk mengisi waktu luang dan mengisi kegabutan, jadi saya mungkin bisa berhenti nulis kapan saja tanpa memberikan ending yang memuaskan, sama seperti kalian, kalian emosi dan gemes karena isinya pelakor dan engga ada cobaan rumah tangga lain, padahal kalian belum tahu nanti kelanjutannya dan kalian jadi bosen dan malas baca, pun dengan saya, saya juga bisa emosi dan gemes baca komen komennya, bukannya saya engga bisa ambil positifnya, perlu di mengerti, mood saya naik turun seiring dengan pertumbuhan saya dari remaja menuju dewasa, dan itu membuat saya menjadi 2× lipat lebih kesal saat membaca komentarnya yang kurang mengenakkan.


Kalau kalian minta lanjutan Sisi, Amel dan yang lainnya nanti melenceng dari deskripsinya, disini Amel, Sisi, dan Yolanda hanya tokoh pembantunya, tentu saja kelanjutan kehidupan mereka sudah ku atur di novel sebelah.


Kalian selalu ingin jalan cerita seperti yang kalian inginkan, tentu saja susah karena pemikiran saya engga bisa satu pemikiran dengan kalian.


Dan saya sudah memikirkan alur kedepannya nanti sampai ending, jadi engga mungkin saya ubah lagi, ini udah keberapa kali saya mengingatkan mengenai hal ini?


Jadi intinya buat kalian yang suka sama cerita ini, silahkan dengan sabar mengikuti ini sampai nanti dapat ending, dan kalian lihat aja nanti konflik konfliknya seperti apa.


Buat kalian yang udah bosan boleh engga lanjut di baca, dan ini juga engga lama lagi bakalan sampai di part yang kalian tunggu tunggu dan tamat.


Asala kalian tahu, saya muter otak di sela sela waktu belajar saya untuk menyusun skenarionya buat dapat jalan cerita dan juga ending yang bagus, jika itu masih tidak sesuai dengan harapan kalian, saya memohon maaf sebesar-besarnya karena belum bisa memenuhi apa yang kalian kalian harapkan. Terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2