Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Mencari


__ADS_3

"Erghhh..." Erang Disa gadis itu mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.


"Aduh pusing banget kepala gue" gumam Disa setelah matanya terbuka dengan sempurna sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat berat.


Disa yang awalnya hendak bangun pun mengurungkan niatnya. Ia kembali memejamkan matanya untuk mengurangi rasa peningnya.


Lima menit kemudian Disa mencoba untuk membuka matanya kembali.


"Astaga kepala gue kenapa bisa pusing banget kayak gini sih?" gumamnya sambil merubah posisinya menjadi duduk bersandar pada sandaran ranjang.


Tiba-tiba Disa teringat akan kejadian semalam. Dimana dirinya sedang minum di sebuah klub malam bersama dengan kedua temannya hingga akhirnya ia menabrak seseorang saat ingin pergi ke toilet.


Hanya segitu yang bisa Disa ingat, selebihnya ia lupa.


Disa menatap ke sekitar namun semuanya terlihat asing di matanya


"Dimana gue?" Guman Disa.


Ia kemudian melirik ke atas nakas. terdapat sebuah mangkuk, tiga lembar uang seratus ribu dan sebuah Note.


Tangan Disa bergerak untuk mengambil note yang diselipkan di bawah mangkuk bersama dengan tiga lembar uang tersebut.


Makanlah sup itu untuk meredakan mabukmu, dan ambilah uang itu sebagai Ongko untukmu pulang. Pin pintu 457128.


setelah membaca pesan itu Disa langsung mengambil mangkuk yang berisi sup tersebut. Tanpa banyak bicara Disa langsung memakan sup itu hingga habis.


Setelah menyelesaikan makannya Disa meletakkan kembali mangkuk yang di bawanya itu diatas nakas.


Gadis itu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru, namun tidak ada yang ia temukan di dalam kamar itu.


"Seperti kamar tamu" Gumam Disa.


Disa mengambil tiga lembar uang yang sudah ditinggalkan oleh pemilik apartemen itu. Gadis itu kemudian memutuskan untuk pulang.


.


.


***


.


.


"Woy berduaan mulu" Kaget Amel pada Lolita dan Aldi yang kini berjalan berdua. "Iya dong" Jawab Aldi.


"Tumben Lo sendiri, cowok lo kemana?" tanya Lolita.


"Evan ngga ada kelas pagi ini" Saur Amel. Lolita pun menganggukkan kepalanya.


"Hmm... Ya udah kalau gitu gue duluan ya" pamit Amel. Lolita dan Aldi pun mengangguk dan Amel pun meninggalkan pasutri itu.


Lolita dan Aldi pun melanjutkan perjalanannya. "Pagi Aldi" sapa mahasiswi yang bersimpangan dengan Aldi dan Lolita.


Aldi pun menanggapi dengan senyuman ramahnya. "Halah sok ganteng, tebar pesona mulu" Ucap Lolita dengan gerakan bibir mencibir dan lirikan mata.


"Bukannya sok ganteng, tapi emang dasarnya sudah ganteng" Jawab Aldi dengan percaya dirinya.


"Halah iya in deh, kasian kurang pujian" Ujar Lolita sambil mempercepat langkah kakinya.


"Eh kok aku ditinggal sih" Seru Aldi.


Bukannya menghentikan langkahnya, Lolita malah semakin mempercepat langkahnya.


Hingga akhirnya Lolita melewati segerombolan laki laki.


"Oohh... Ini ya mahasiswi baru itu, cantik juga, bodynya juga oke" Ujar seorang mahasiswa A.


"Hallo, Mooring cantik" Sapa mahasiswa B. Lolita yang mendengar itupun menghentikan langkahnya. Wanita itu kemudian terseyem licik.


"Hallo semua, mooring too" Jawab Lolita. "Boleh kenalan dong?" Tanya mahasiswa C sambil mengulurkan tangannya.


Aldi yang melihat itupun merasa tidak suka.ia kemudian berlari untuk menyusul Lolita.


Lolita baru saja akan menerima uluran tangan cowok yang mengajaknya berkenalan. Namun Aldi terlebih dahulu menerima uluran tangan laki laki itu.


"Aldi, kekasih dia" Ucap Aldi dingin sambil menatap Lolita dengan senyuman penuh artinya.


"Ehmm okey" Jawab laki laki itu sambil melepaskan jabatannya.


Segerombolan laki laki itu pun kemudian memilih untuk meninggalkan Aldi dan Lolita.


"Kamu apa apaan sih centil banget sama cowok cowok itu tadi" Ucap Aldi dengan nada kesal.


"Siapa yang centil coba, orang mereka yang nyapa aku lalu ngajak berkenalan juga" Saut Lolita dengan nada bicara seakan tidak memiliki salah.


"Ya ngga usah direspon lah!" ketus Aldi.

__ADS_1


"Emang aku ada larang kamu buat ngga merespon cewek cewek tadi?" Ucap Lolita dengan nada bertanya.


Skak mat. Aldi terdiam. Beberapa detik kemudian. "Hmm... Cemburu yaaa..." Goda Aldi sambil mencoel pipi Lolita.


"Ngapain cemburu sama cowok songong kayak lo" Ujar Lolita.


"Alah, udah ketahuan cemburu juga masih ngga mau ngaku" Bantah Aldi.


"Idih ngga miror banget, tadi yang cemburu siapa?" Tanya Lolita lalu berjalan terlebih dahulu meninggalkan Aldi sendiri.


.


.


***


.


.


"Aku mau ketempat kak Nara, jadi kamu ngga usah nganterin aku, langsung ke kantor aja, biar aku pakai taxi" Ujar Lolita. Wanita itu kini sedang berjalan beriringan dengan Aldi hendak keluar dari area kampus.


"Biar aku anterin aja" Ucap Aldi. "Ngga usah, ngga apa apa beneran. Aku naik taxi aja" Tolak Lolita lembut.


"Sudah, tidak ada penolakan" Tutur Aldi sambil menggandeng tangan Lolita dan mengajaknya menuju keparkiran.


"Tapi nanti jadi ngerepotin kamu, kan kita tidak searah" Ucap Lolita lagi.


"Ya tidak lah, mana ada suami repot hanya karena mengantarkan istri sendiri. Tidak ada suami yang merasa di repotkan istrinya. Justru aku malah senang jika kamu selalu merepotkan aku. Itu tandanya kamu selalu bergantung dengan aku"


"Lagian aku mana tega membiarkan istri aku yang cantik ini naik taxi, sedangakan disini ada suaminya yang naik mobil pribadi" jelas Aldi sambil mencolek dagu Lolita.


"Iya deh iya suamiku" Ucap Lolita dengan nada meledek sambil tertawa.


Tanpa mereka berdua sadari, bahwa dihadapan mereka sekarang dengan jarak tujuh meter ada Kevin yang sedang berjalan beriringan dengan Ethan.


Mungkin juga Kevin tidak melihat Lolita dan Aldi saking asiknya mereka berdua mengobrol.


"Lo ngga mau mencoba untuk menghubungi dia aja Vin?" Tanya Ethan.


"Apanya yang mau dihubungi, orang kontaknya aja gue udah ngga punya" Jawab Kevin.


"Kenapa tidak minta sama mamanya kemarin bodoh?" Seru Ethan.


"Ya gue lupa, nanti gue mau coba kerumah temennya Lolita" ujar Kevin.


"Emm.. kalau yang lain sih gue tidak tahu, tapi gue tahu kok temen Lolita yang namanya Sisi dan Aldi, mereka pernah satu SMP sama gue dan Lolita. Dan gue dengar, mereka juga kuliah disini. Makannya gue bela belain cari mereka kesini siapa tahu ketemu" Jelas Kevin.


"Eh Vin, ada yang mudah kenapa Lo cari yang susah?" Saut Ethan.


"Apa?" Tanya Kevin.


"Mantan lo" jawab Ethan sambil nyengir kuda.


"Ogan" jawab Kevin malas.


***


Kini jarak antara Lolita, Aldi, Kevin dan Ethan semakin dekat. Tinggal tiga langkah lagi mereka akan berpapasan, tetapi mereka semua belum sadar satu sama lain.


Hingga seseorang lari dari arah belakang Aldi dan tidak sengaja menyenggol bahu Aldi dengan begitu kencangnya.


Aldi yang kehilangan keseimbangan itu pun oleng hingga menyenggol Lolita sehingga terjatuh tepat saat mereka berpapasan.


"Aw" pekik Lolita.


Kevin yang tadinya bodo amat dan sudah 5 langkah dibelakang Lolita itu kemudian menghentikan langkahnya.


"Suara itu, seperti tidak asing" pikir Kevin.


Kevin kemudian membalikkan badannya bersamaan dengan Aldi yang jongkok untuk melihat keadaan Lolita.


Hingga membuat Kevin tidak dapat melihat tubuh Lolita karena tertutupi oleh punggung Aldi.


"Cari siapa sih Vin?" Tanya Ethan yang merasa bingung.


"Tadi gue kayak denger suara Lolita ya" Ucap Kevin. "Alah, halu kali lo, mana ada suara Lolita disini" Jawab Ethan yang memang belum pernah mendengar suara Lolita sama sekali. Ia hanya sekedar melihat foto foto Lolita dari dalam ponsel milik Kevin.


"Tapi bener, gue kayak merasa ada Lolita disekitar sini" Bantah Kevin.


"Alah Vin Vin saking rindunya lo sama Lolita jadi halusinasi kayak gini, udah yok ah pergi" Ajak Ethan sambil merangkul bahu Kevin lalu berjalan melanjutkan langkahnya.


***


"Kamu ngga apa apa kan sayang?" Tanya Aldi cemas.


"Ngga apa apa kok" Jawab Lolita.

__ADS_1


Wanita itu sejenak menoleh kebelakang, tetapi mereka berdua tidak mendapati siapapun. Semuanya sepi.


"Cari apa sih?" Tanya Aldi.


Mendengar pernyataan Aldi, Lolita kembali mengalihkan perhatiannya menjadi menatap kedepan.


"Ngga apa apa kok" Jawab Lolita sambil tersenyum.


"Ya sudah, sini aku bantu berdiri!" Tutur Aldi sambil beranjak berdiri dan mengulurkan tangannya kearah Lolita.


Lolita pun menerima uluran tangan Aldi kemudian beranjak berdiri.


"Ya udah yuk, kita jadi ketempat Kak Nara kan?" Tanya Aldi.


Lolita pun mengangguk, "Iya".


***


Lolita dan Aldi kemudian melanjutkan langkahnya keluar dari area kampus.


Sedangkan Kevin dan Ethan, mereka berdua kini sudah sampai dikelas management bisnis. Namun kelas itu terlihat sepi tak berpenghuni.


"Sepertinya semua orang sudah pulang deh Vin" Ucap Ethan sambil melihat kedalam kelas.


"Iya, sepertinya begitu" Ujar Kevin dengan Nada kecewa.


"Udah tidak usah kecewa, nanti juga ketemu kok" Ucap Ethan memberi semangat.


"Iya, masalahnya waktunya ngga lama lagi. Belum lagi nanti ngeluluhin hatinya Lolita, susah man" Seru Kevin.


"Ya itu sih salah lo, salah sendiri Lo sakiti dia. Udah tahu wanita itu sosok yang lembut, seharusnya diperlakukan dengan baik, dicintai dengan sepenuh hati, bukan malah ditinggal pergi dengan teman sendiri bwahahaha" Ucap Ethan yang diakhiri dengan tawa meledek.


"Hmm... Jomblo aja pakai nasehatin orang caranya memperlakukan wanita" Cibir Kevin.


"Lah justru gue jomblo, kagak pernah nyakitin dan disakitin" Balas Ethan dengan bangganya.


"Iya in deh" Jawab Kevin dengan malas.


Ethan itu sebenarnya tampan, ia juga anak sultan meski tidak sesultan papa Aldi. Tapi entah kenapa laki laki itu malah milih untuk menjomblo dari pada mempunyai kekasih.


"Eh mbak, mau nanya dong" Ucap Kevin menghentikan langkahnya seorang mahasiswi yang baru saja lewat didepannya.


"Kenapa?" Jawab mahasiswi itu. "Kelas ini kenapa sudah kosong ya?" Tanya Kevin.


"Kosong ya berarti tidak ada penghuni kek hati gue lah bambank awkwkwk" Jawab Ethan ngebucin.


"Diem Lo Sarno, udah jomblo budak cinta lagi" Ketus Kevin.


Jleb, sungguh menusuk perkataanmu nak. Untung Ethan sabar. Kalau ngga sabar gas baku hantam yo!


"Untuk jam ini semua sudah pulang karena tidak ada kelas" Jawab mahasiswi itu.


"Oohh... Ya udah, terimakasih ya" ucap Kevin sebelum akhirnya gadis itu pergi dari hadapannya.


"Dah lah gue mau pulang" seru Kevin.


"Eh bentar Vin, Sarno siapa? Kembaran Lo?" Tanya Ethan dengan muka polosnya.


"Kembaran Lo tuh Sarno di kebun binatang" Jawab Kevin lalu berjalan terlebih dahulu meninggalkan Ethan.


Sedangkan Ethan malah berdiri bengong sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal seperti orang ****.


"Ya kocheng malah ninggal" Teriak Ethan lalu berlari untuk mengejar Kevin yang melangkah semakin menjauh.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa jejak ❤️


Tandai Typo bebs, karena sekarang sudah tengah malam pukul 23.49 WIB jadi revisinya besok, author mau istirahat dulu see you👋👋


yang suka minta up sehari 2-3 ini sudah Dikasih up 3000+ kata ya, sama dengan 3 eps biasnya author up. cuma dijadikan 2 eps.


ini Part 27 author nyusun dari jam 4 sore sampai sekarang baru selesai loh hehehehe


Sudah direvisi, jika masih ada typo mohon maaf.

__ADS_1


__ADS_2