Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Kamulah Alasan Mama Bertahan


__ADS_3

Lolita berjalan dengan gontai memasuki rumahnya, hal pertama yang menyambutnya adalah suara tangisan Aksa yang memekakkan telinga. Perempuan itu mempercepat langkahnya mencari asal suara dan ternyata dihalaman sebelah. Disana sudah ada Bunda Wilna, Mbak Lili dan Aldi yang sedang menggendong Aksa.


"Aksa kenapa nangis sayang?" Seru Lolita berhenti dihadapan Aldi.


"Kamu dari mana aja?" Tanya Aldi dengan nada bicara lumayan tinggi.


"Maaf, tadi ada yang harus aku urus sebentar" Ujar Lolita.


"Apa yang lebih penting dari Aksa?" Seru Aldi.


"Tentu saja dua duanya penting" Lolita ikut meninggikan suaranya.


"Sudah sudah kalian kok malah berantem sih, Lolita mending sekarang kamu gendong Aksa karena sedaritadi saat ia bangun tidur tidak berhenti menangis" Terang Wilna.


"Iya bund" Jawab Lolita. Gadis itu mengambil alih Aksa dari gendongan Aldi.


"Cup sayang, kenapa nangis ini sama mama loh" Ujar Lolita sembari menghapus jejak air mata di pipi Aksa. Wajah laki laki itu terlihat memerah karena terlalu lama menangis.


Tangis Aksa pun seketika reda, bayi berjenis kelamin laki laki itu seperti bisa membedakan mana mamanya dan mana orang lain.


Dengan masih sesenggukan Aksa memberikan isyarat kepada Lolita bahwa ia menginginkan asi.


"Woah, anak mama haus ya, ya udah yuk ke kamar kita minum cucu" Ujar Lolita.


"Ma, Loli keatas dulu" Ujar Lolita yang kemudian berlalu meninggalkan suami, mertua dan juga artnya.


"Aldi kamu tidak seharusnya kasar sama Lolita seperti itu" Ujar Wilna ketika melihat menantu dan cucunya itu sudah masuk kedalam rumah.


"Iya bunda, maaf Aldi kelepasan" Jawab Aldi dengan nada menyesal.


"Ya udah gih kamu susul Lolita!" Pinta Wilna. Aldi pun menurut dan ia langsung masuk kedalam rumah menyusul Lolita dan Aksa.


*****


Aldi menghampiri Lolita yang sedang duduk ditepi ranjang sembari memberikan asi kepada Aksa. Ia ikut mendudukan tubuhnya di sebelah Aksa.


"Maaf" Ujar Aldi.


"Maaf untuk apa?" Ujar Lolita dengan nada bertanya.


"Maaf untuk tadi, aku tidak bermaksud untuk membentakmu seperti tadi, aku hanya merasa kesal karena kamu pergi sangat lama dan meninggalkan Aksa" Terang Aldi.


"Kamu tidak perlu maaf untuk itu, lebih baik kamu simpan maafmu itu untuk luka yang sedang kamu torehkan kepadaku saat ini" Lolita menjeda kaliamatnya. Ia menoleh kearah Aldi yang menatap Aksa.


"Oh iya, kamu kan selalu seperti itu, membuat luka lalu menyesalinya kemudian meminta maaf" Imbuh Lolita.


Aldi mengalihkan perhatiannya kearah Lolita yang sekarang sudah memalingkan wajahnya menjadi menatap Aksa. Ia hanya diam tanpa berniat membuka suara karena apa yang dikatakan Lolita itu sepenuhnya benar.


"Kenapa masih belum berangkat bekerja?" Lolita kembali membuka suara.

__ADS_1


"Aku menunggumu kembali" Jawab Aldi.


"Aku sudah kembali, sekarang mandilah aku akan menyiapkan pakaian kerja untukmu, mungkin sekarang Felisha sedang menunggumu" Ujarnya.


Aldi merasa nyeri didadanya ketika Lolita mengatakan kalimat terakhirnya. Ia tahu jika didalam hati Lolita pasti ingin meneriakinya, tetapi ia lebih memilih memendamnya.


"Baiklah" Lolita memejamkan matanya sejenak mendengar jawaban dari Aldi. Sementara laki laki itu langsung beranjak dan berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aksa melepaskan mulutnya dari pu**** pa******nya. "Sudah sayang minum cucunya?" Tanya Lolita.


Lolita menurunkan Aksa di atas karpet bulu yang ada di kamarnya, tak lupa dirinya memberikan mainan untuk bermain Aksa. Dan bersamaan saat itulah kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Aldi dengan sebuah handuk yang melilit pinggangnya.


"Jagalah Aksa sebentar biar aku ambilkan baju ganti untukmu" Ujar Lolita sembari beranjak berdiri.


"Tidak perlu, aku akan mengambil sendiri" Jawab Aldi yang kemudian berlalu masuk kedalam ruang ganti.


Lolita hanya memperhatikannya kemudian ia kembali mendudukkan dirinya. "Aksa sayang, dukung mama ya agar tetap bisa bertahan dengan keadaan ini dan memperjauangkan keutuhan keluarga kita" Ujar Lolita pada Aksa.


*******


Lolita dan Aldi duduk saling berhadapan di meja makan karena hanya tersisa mereka yang belum sarapan dengan baby Aksa yang didudukan dengan diatas stroller di sebelah Lolita.


Lolita membalikan piringannya hendak mengambilakan nasi untuk Aldi, tetapi suara seseorang membuat niat Lolita terurungkan.


"Hello selamat pagi, pada mau sarapan ya" Ujar Felisha yang tiba tiba muncul.


"Okey, Aldi mau gue ambilikan? Sepertinya Lolita sedang sibuk untuk mengurusi Aksa" Ujar Felisha sembari mendudukan dirinya disebelah Aldi.


"Tidak perlu Felisha, gue masih sanggup untuk mengurus Aldi" Ujar Lolita yang kemudian memberikan piring berisi nasi dan lauk pauknya kepada Aldi. Aldi pun hanya terdiam dan menerimanya.


"Ah baiklah kalau begitu biar aku temani kalian makan" Ujar Felisha sembari menyangga dagunya.


Aldi dan Lolita mulai menyantap makannya masing-masing dan sesekali perempuan itu melirik kearah Aksa yang sibuk dengan permainannya.


"Ehkem" Dehem Felisha dan Lolita hanya meliriknya sembari menguyah makananan dalam mulutnya.


"Kalian kenapa sih kok diem dieman aja?" Tanya Felisha memecah keheningan di ruang makan itu.


Lolita meletakan sendok yang dipegangnya lalu menatap kearah Felisha. "Sepertinya lo lebih tahu daripada aku" Ujar Lolita.


"Oh ya?" Sahut Lolita.


"Kalian bisa diam? Kita ini sedang berada di meja makan, merusak mood saja" Ujar Aldi yang kemudian beranjak berdiri.


"Aldi tunggu" Seru Felisha.


"Iya Fel" Jawab Aldi yang kemudian mengentikan langkahnya.


"Dasi kamu nggak rapi tahu" Ujar Felisha kemudian merapikan dasi yang menggantung di kerah kemeja kerja Aldi tepat di hadapan Lolita.

__ADS_1


Seketika itu Lolita langsung memalingkan pandangannya kesembarang arah, ia tidak mau menyaksikan pemandangan yang cukup menyesakan dan membuat matanya memanas hingga ke hati.


"Aksa ayo kita pergi sayang" Ujar Lolita yang kemudian mengambil alih stroller Aksa.


"Tunggu Lolita" Seru Felisha menghentikan langkah Lolita yang hendak meninggalkan meja makan.


"Kenapa?" Tanya Lolita.


"Kita akan berangkat apa lo nggak mau mencium dan mengucapkan kalimat hati hati kepada Aldi?" Tanya Felisha sembari melesatkan senyuman diwajahnya.


"Aku percaya bahwa Aldi akan baik baik saja, apalagi dijaga oleh ular berbisa disebelahnya" Ujar Lolita.


"Lolita, apa maksudmu?" Seru Aldi.


"Tidak apa apa, hati hati ya semoga selamat sampai tujuan" Lolita langsung membawa Aldi menuju ke kamar, ia langsung mengunci rapat pintu kamarnya dan menyadarkan tubuhnya dibalik pintu.


Air matanya seketika mengalir dengan sendirinya, membasahi pipinya melewati dagu runcingnya. Dadanya terasa sangat sesak seakan tidak ada sedikitpun oksigen yang melingkupi paru parunya. Tubuhnya luruh kelantai dan berguncang hebat, sebisa mungkin ia meredam agar tangisnya tidak mengeluarkan suara.


Ada kalanya sosok yang kuat akan menjadi lemah tatkala sedang sendiri. Dan Lolita mencoba menjadi kuat, ia tidak ingin terlihat lemah namun kenyataanya ia sangatlah rapuh dana lemah.


Ia seperti dedaunan yang kering ketika digenggam terlalu erat akan hancur. Seperti itulah keadaan hati Lolita. Hancur sehancur hancurnya.


"Kuatkan hatimu Lolita, karena setelah ini semuanya akan baik baik saja" Gumamanya dalam hati.


Lolita segera menghapus air matanya. Ia mengambil alih Aksa dari dalam strollernya. "Karena selain cinta, kamulah alasan mama bertahan dan berjuang sayang" Ujar Lolita yang kemudian memberikan ciuman di pipi Aksa yang sedaritadi memperhatikannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Semuanya masih menjadi teka-teki wkwk😂 Aku mo main rahasia rahasian kek Aldi😂

__ADS_1


__ADS_2