
"Ada apa ini?" Tanya seorang laki laki paruh baya yang baru saja bergabung bersama dengan beberapa orang yang mengikutinya.
"Kak Nara"
"Nara"
Seru seseorang yang baru saja tiba secara bersamaaan. Orang itu ialah Aldi, Lolita, Putra dan Wilna.
Nara pun mengangkat wajahnya hingga kini matanya dapat menatap Lolita, Aldi, Putra dan Wilna yang sedang berdiri diantara dirinya bersama keributan.
"Loli, Aldi, ayah, bunda" Seru Nara dan Satya secara bersamaan.
"Kalian kok bisa ada disini? Terus itu kenapa bajunya kok bisa basah?" Tanya Wilna yang merasa heran ketika melihat anak dan calon menantu besannya itu berada di tempat yang sama dengannya.
"Iya bunda, Nara menemani Satya di pesta pernikahan temannya. Dan tadi Nara tidak sengaja menabrak seseorang hingga membuat baju Nara menjadi basah karena terkena tumpahan air" Jelas Nara.
"Bunda sendiri kenapa bisa berada di sini?" Tanya Satya sambil menatap mertua adiknya itu secara bergantian.
"Kita satu keluarga menadapa undangan dari rekan bisnis ayah" Jawab Wilna.
"Ini ada apa sih sebenarnya?" Tanya Lolita yang masih tidak bisa memahami situasi yang sedang terjadi sekarang.
"Mending kita pulang aja yuk Satya" Ucap Nara sambil memegang kemeja Satya.
"Ya udah yuk kita pulang" Ucap Satya, ia kemudian mencium kening Nara sekilas agar membuat gadis itu lebih tenang. Sedangkan si mempelai pria hanya memperhatikan itu dalam diam.
"Bagus kalau lo sadar diri, karena memang tempat Lo itu bukan disini dan gue engga ngundang lo" Ujar si pengantin wanita dengan begitu ketus.
"Anda tenang saja nona Milka, saya akan membawa kekasih saya pergi dari pesta Anda. Tuan Hinata, Jo terimakasih atas undangannya" Ucap Satya dengan dingin bahkan menggunakan bahasa yang formal.
"Loli, Aldi, Ayah, Bunda. Satya dan Nara duluan, permisi" Pamit Satya kepada adik dan mertua adiknya. Setelah itu ia pun keluar dari dalam ballroom tersebut dengan merangkul pinggang Nara.
"Semuanya bisa melanjutkan pestanya, maaf atas ketidaknyamanannya" Ujar laki laki paruh baya yang dikenal dengan nama Hinata.
"Tuan Hinata, saya berharap anda lebih bisa mengajari putri anda bagaimana cara menghormati tamu dengan baik" Ucap Putra kepada Tuan Rumah yang memiliki acara tersebut.
"Maaf Tuan Putra, saya pastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali" Ujar Hinata dengan sopan.
"Aldi, Loli ayo kita pulang!" Ajak Putra kepada anak dan menantunya itu.
__ADS_1
****
Aldi memutar knop pintu kamarnya hingga pintu kayu bercat coklat itu terbuka dengan sempurna. Lolita terlebih dahulu masuk kedalam kamarnya diikuti dengan Aldi dibelakangnya.
"Mbak Lili apakah Aksa sudah tertidur?" Tanya Lolita pada Art dirumahnya yang sudah ia tugaskan untuk menjaga Aksa ketikan ia ikut menghadiri pesta bersama suami dan mertuanya.
"Eh Nona dan Tuan Muda sudah balik, sudah Non, den Aksa baru saja tertidur dan baru saya pindahan ke dalam box bayinya" Ujar mbak Lili dengan sopan.
"Ya sudah, terimakasih ya mbak, sekarang mbak Lili bisa langsung istirahat" Ujar Lolita.
"Baik non, selamat malam Nona, Tuan" Ujar mbak Lili sembari pergi meninggalkan kamar Tuan dan Nona mudanya itu.
Lolita menghampiri Aksa yang sudah terlelap dalam box bayinya. "Maafkan mama sayang karena tidak bisa selalu bersama menemanimu" Gumam Lolita kemudian mencium kening Aksa dengan sayang.
Setelah melihat Aksa, Lolita masuk kedalam ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, tak lupa ia mengambilkan setelan rumahan buat Aldi.
Aldi menerima stelan baju rumahan yang diambilkan oleh Lolita, ia kemudian membawanya masuk kedalam kamar mandi dan mengenakan.
Sedangkan Lolita, ia memunguti jas dan sepatu Aldi yang tergeletak ditempat yang berbeda, ia menyimpan jas dan sepatu milik suaminya itu ketempat yang semestinya.
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok Aldi yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi menggunakan stelan rumahan yang sudah dipilihkan oleh Lolita.
"Engga kenapa napa, aku cuma khawatir aja sama Kak Nara, mau menghubunginya" Jawab Lolita sambil menatap kearah Aldi.
"Mending kamu menghubungi kak Nara besok saja, biarkan dia menenangakan dirinya sekarang" Saut Aldi, Lolita sejenak terdiam mencoba mencerna perkataan Aldi sampai akhirnya wanita itu mengganggukkan kepalanya.
****
Pagi harinya,
Lolita mengerjapkan matanya akan biasan sinar matahari yang menyelinap masuk melewati jendela yang hanya tertutup oleh tirai berwarna putih menerawang yang berada di kamarnya.
Lolita membuka matanya tetapi sudah tidak mendapati Aldi disebelahnya, "Kemana Aldi?" Gumam Lolita sambil merubah posisinya menjadi duduk.
Ia sejenak terdiam sambil mengumpulkan nyawanya, kemudian ia beranjak untuk turun dari tempat tidurnya. Dilihatnya Aksa yang sudah tidak ada di dalam box bayinya.
Masih dengan baju tidurnya Lolita berjalan keluar dari dalam kamarnya, dilihatnya mbak Lili dan bi Tuti yang sedang sibuk berkutik didapur membuat sarapan. "Bi Tuti Lihat Aldi sama Aksa?" Tanya Lolita pada salah satu satu Artnya.
"Tuan muda tadi pergi joging nona, sedangakan Den Aksa sedang berjemur dihalaman belakang sama yang lain" Jelas Bi Tuti.
__ADS_1
Lolita pun menganggukkan kepalanya, ia kemudian mengambil buah apel yang ada diatas meja dan memakannya sambil berjalan menuju halaman belakang.
"Mama, Kak Nara" seru Lolita ketika melihat mama dan calon kakak iparnya itu sedang mengobrol bersama dengan ibu mertuanya.
Lolita pun berjalan semakin mendekat kearah tiga wanita yang ia datangi itu. "Hallo anak mama" Sapa Lolita pada baby Aksa yang terdiam diatas strollernya.
"Mama sama kak Nara kapan kesini?" Tanya Lolita sambil mendudukkan dirinya di kursi yang masih kosong.
"Setengah jam yang lalu" Jawab mama Lolita.
Lolita pun menganggukkan kepalanya kemudian menggigit kembali apel yang ada ditangannya. "Eh kak Nara pagi sekali sudah sama mama aja" Seru Lolita sambil menatap kearah Nara.
"Iya, semalam kakak nginep di rumah mama" Ujar Nara membalas perkataan Lolita.
"Ooo, emang yang tadi malam itu siapanya kak Nara sih?" Tanya Lolita yang memang merasa penasaran dengan orang yang tampaknya tidak menyukai calon kakak iparnya itu.
"Bukan siapa siapa kok, cuma salah paham doang" Jawan Nara sambil tersenyum.
Tetapi bukan Lolita namanya jika percaya begitu saja. "Kak Nara ikut Loli bentar yuk!" ajak Lolita sambil beranjak berdiri.
"Kemana?" Tanya Nara yang masih setia dengan posisi duduknya.
"Sudah ikut saja" Jawab Lolita sambil menarik tangan Nara hingga membuat gadis itu merubah posisinya menjadi berdiri.
"Mama, bunda Loli nitip Aksa ya" Ucap Lolita yang kemudian pergi meninggalkan mama dan bundanya beserta Aksa masuk kedalam rumah.
"Mau kemana sih?" Tanya Nara ketika ia sudah melewati area dapur dan menuju kearah ruang keluarga.
"Kamar Loli" Jawab Lolita tanpa menoleh kearah Nara ataupun mengehentikan langkahnya.
"Mau ngapain?" Tanya Nara.
"Mau denger cerita kak Nara" Jawab Lolita.
Nara yang mengerti akan sifat calon adik iparnya yang keras kepala dan tidak bisa di lawan itu pun akhirnya diam dan mengikuti saja sampai akhirnya mereka sampai disebuah kamar mewah yang besarnya berkali kali lipat dari kamarnya.
Lolita mempersilahkan Nara untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya. "Sekarang kak Nara bisa menceritakan semuanya" Ujar Lolita.
Jadi kalian harus vote dan komen dulu baru bercerita okey
__ADS_1