
"Jadi gimana? Lo udah ngomong sama om Hans soal Villa dia yang bakal lo sewa buat acara reoni?" Tanya Evan.
Ya, Evan kini sedang berkunjung ke kantor Aldi untuk membicarakan masalah reoni.
"Sudah, dia juga sudah memberi ijin tinggal kita tentukan waktunya" Seru Aldi. Tangannya bergerak untuk mengambil minuman yang ada di depannya kemudian meneguknya.
"Kita masih punya waktu empat hari, setelah itu kita akan kembali kuliah jadi bagiamana kalau lusa kita melaksanakan acara reoninya?" Saran Evan, ia pun melakukan hal yang sama dengan Aldi.
"Jadi Jum'at kita dari Jakarta, dan Sabtunya kita pulang, jadi minggunya bisa Lo gunakan untuk istirahat" Imbuh Evan lagi.
"Oke, lo atur aja undangannya" Ucap Aldi yang kemudian beranjak berdiri.
"Mau kemana lo?" Tanya Evan.
"Pulang" Jawab Aldi tangan mengehentikan langkahnya.
"Etdah buset ni anak mentang mentang ada yang nunggu dirumah" Seru Evan sambil beranjak berdiri dan mengikuti Aldi yang sudah terlebih dahulu keluar dari ruang kerjanya.
"Ya makannya lo nikah biar ada yang nunggu di rumah" Jawab Aldi sambil melepaskan kancing jasnya.
"Nanti aja lah, gue belum siap kalau harus jadi papa muda" Seru Evan sambil tersenyum.
"Nikah muda itu enak, ya ada susahnya juga karena kita engga bisa sebebas seperti dulu, tetapi enaknya kita bisa melakukan itu tanpa ada yang ngelarang apalagi sampai di grebek orang" Jelas Aldi sambil masuk kedalam lift yang pintunya sudah terbuka.
"Gila aja lo, padahal Lo dulu engga pernah tertarik buat ngomongin yang seperti itu" Ucap Evan sambil menekan angka satu setelah pintu lift tertutup.
"Emang yang kaya gituan itu engga perlu di omongin, tapi cukup di praktekan dan dirasakan" Seru Aldi.
Pletak
"Aduh sakit bege" Pekik Aldi ketika Evan menjitak kepalanya itu dengan sangat kasar.
"Lo sekarang jadi lebih parah dari pada si Regan" Seru Evan.
"Iya lah gue udah pernah coba kalau si Regan cuma nonton doang hahaha" Jawab Aldi sambil tertawa. Lift pun berhenti dan pintu terbuka, mereka berdua pun keluar bersama.
__ADS_1
"Lo sih udah bukan coba coba lagi, setiap malam Lo praktekkan" Ujar Evan. "Bagi bagi dong" Imbuh Evan.
"Lo coba aja sendiri, tapi jangan ketagihan dosa" Ucap Aldi.
"Dosa lo suka"
"Ya beda, kan gue udah halal" Ucap Aldi sambari mengehentikan langkahnya ketika ia sudah sampai di parkiran mobilnya.
"Iya in deh, ya udah hati hati Lo di jalan" Ucap Evan. Aldi pun mengangguk kemudian masuk kedalam mobilnya diikuti Evan yang juga masuk kedalam mobilnya.
Mereka berdua kemudian melajukan mobilnya masing masing meninggalkan gedung pencakar lagi tersebut dan berpisah di gerbang karena Evan akan pergi ke rumah Regan yang memang memiliki arah berlawanan.
*****
Aldi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan sore yang lumayan rame.
Telfon Aldi tiba tiba berbunyi tetapi tidak membuat laki laki itu menghentikan mobilnya, ia mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, terlihat tulisan My Wife❤️ tertera dilayar ponselnya.
Ia segera memasang head phone ditelinganya kemudian menggeser icon berwarna hijau.
"Hallo Aldi kamu dimana?" Ucap Lolita di sebrang telfon.
"Mampirlah ke supermarket, susu Aksa habis, dan belilah beberapa camilan juga kalau ada beli juga buah mangga karena tadi aku melihat sudah habis" Ucap Lolita.
"Hanya itu saja atau mau yang lain?" Tanya Aldi.
"Sepertinya hanya itu saja" Ucap Lolita.
"Baiklah, kalau gitu aku matikan telfonnya" Ucap Aldi, ia hendak mematikan telfonnya tetapi suara Lolita membuat ia mengurungkan niatnya.
"Kenapa?" Tanya Aldi.
"Belikan aku beberapa Yoghurt, aku seperti ingin meminumnya" Ujar Lolita.
"Baiklah, aku akan membelikan untukmu" Ucap Aldi kemudahan mematikan sambungan telfonnya dan melepaskan headphonenya.
__ADS_1
Aldi meletakan ponselnya di dalam dashboard kemudian kembali fokus dengan jalanan yang ada didepannya.
Tak lama Aldi pun sampai disebuah Supermarket, ia segera mempakirkan mobilnya, melepaskan seatbeltnya kemudian keluar dari dalam mobil.
Kaki jenjangnya yang masih terbalut sepatu fantovel itu mengajak tubuh tegapnya untuk masuk kedalam supermarket yang terlihat tidak terlalu ramai.
Aldi langsung mengambil salah satu keranjang belanja dan membawanya ke deretan susu anak anak, ia mengambil lima bungkus susu formula rasa vanilla kesukaan Aksa dan memasukkannya di dalam keranjang belanja, setelah itu ia pun menuju ke tempe camilan dan membeli banyak camilan dengan bermacam macam varian rasa mengingat istrinya itu sangat suka ngemil apalagi saat sedang menonton drama.
Setelah mengambil camilan, Aldi berjalan menuju ke tempat buah yang letaknya lumayan jauh dari rak camilan. Ia mengambil beberapa pack buah mangga yang sudah matang dan juga beberapa pack buah strawberry mengingat Lolita yang sangat menyukai buah berwarna merah dan memiliki rasa asam tersebut.
Setelah memasukan buah buahan, Aldi berjalan menuju kasir untuk mengambil yoghurt sekaligus membayar belanjaannya karena memang letaknya bersebelahan.
Tangan Aldi terulur untuk membuka pintu lemari pendingin yang berisikan banyak sekali yoghurt. Aldi mengambil beberapa bungkus yoghurt kemudian memasukan kedalam keranjang belanjaannya.
Setelah itu Aldi pun membalikkan badannya hendak menuju kasir tetapi ia tidak sengaja menabrak seseorang, tetapi itu tidak membuat tubuh Aldi berpindah posisinya apalagi sampai terpental karena ia memiliki tubuh yang jauh lebih besar daripada sosok yang ditabraknya.
"Maaf, saya tidak sengaja" Ucap Aldi sambil menundukkan wajahnya melihat perempuan yang ia tabrak baik baik saja.
perempuan yang ditabrak oleh Aldi itupun mengangkat wajahnya untuk melihat siapa sosok yang sudah menabraknya hingga membuat ia sedikit terpental.
"Aldi" ucap perempuan itu setelah melihat dengan jelas wajah Aldi. Perempuan itu ialah Rere.
"Sudah lama kita nggak ketemu dan kebetulan sekali kita bertemu di sini" ucap Rere dengan senyum yang mengembang.
Tetapi Aldi tidak menyahuti perkataan wanita itu. Melihat di yang hanya diam dan menatapnya datar itu membuat senyum Rere seketika memudar. Ia kemudian menundukkan pandangan nya untuk melihat barang belanjaan yang dibawa oleh Aldi.
"Susu untuk bayi, camilan, buah mangga, Strawberry dan yoghurt, lo yang membeli semua ini?" tanya Rere sambil menatap keranjang belanja Aldi kemudian menatap keranjang belanja Aldi.
"Kenapa, ada masalah?" Tanya Aldi yang akhirnya kembali membuka suara setelah permintaan maafnya.
"Ah tentu saja tidak, tetapi ini sungguh tidak cocok dengan lo. Lihatlah penampilan lo, setelah jas lengkap dan sepatu tetapi malah berbelanja di supermarket. Seharusnya ini menjadi tugas seorang istri bukan seorang suami. Apakah istri lo tidak becus merawat suami dan anaknya sehingga menyuruh suaminya untuk pergi berbelanja?" Cerocos Rere panjang lebar.
"Sudah selesai bicaranya?" Tanya Aldi dengan nada dingin.
"Em, jika Lolita tidak bisa mengurus diri lo dengan baik, maka gue bisa mengurus lo dengan jauh lebih baik" Imbuh Rere sembari memasang senyum manis yang menurut Aldi sangat menggelikan.
__ADS_1
"Apakah lo enggak malu mengatakan kalimat rendahan seperti itu?"
Jangan lupa beri dukungan untuk Loli dan Aldi berubah like dan vote