
"Jagoan papa kenapa nangis?" Tanya Aldi. Namun Aksa tidak menjawab, ia menyandarkan kepalanya dengan nyaman di pundak papanya.
Aldi pun tersenyum dan mengelus puncak kepala Aksa dengan sayang hingga membuat anak itu tertidur karena kelelahan menangis.
"Pa, Aldi pinjam handphone papa sebentar, soalnya hp Aldi hilang" Ujar Aldi pada Doni.
Doni mengambil handphonenya daru dalan saku jasnya kemudian mengarahkan kepada menantunya.
"Terimakasih pa" Ucap Aldi sembari menerima handphone dari papa mertuanya itu, sedangkan Doni hanya mengangguk menganggapi.
Aldi segera menghubungi Lolita agar istrinya itu tidak mengkhawatirkannya.
"Hallo pa?" Saut Lolita dari sebrang telfon.
"Ini aku sayang, Aldi" Balas Aldi.
"Aldi?" Ucap Lolita. Ia seketika menginjak rem mobil yang dikendarainya hingga mobil itu kini berhenti dengan sempurna di tengah jalan, beruntungnya jalanan sekarang sedang sepi jadi ia tidak mendapat tlakosnan.
"Iya Aldi, suami kamu siapa lagi?" Jawab Aldi.
"Kamu dimana? Apakah kamu baik baik saja? Kenapa handphone kamu bisa bersama dengan orang lain?" Tanya Lolita beruntun.
Aldi yang mendengar itu pun tersenyum. "Tenanglah aku baik baik saja, dan aku sekarang berada di rumah" Jawab Aldi.
Mendengar jawaban Aldi, Lolita langsung mematikan sambungan telfonnya dengan sepihak. Ia kembali menancap gas mobilnya menuju kerumah.
"Ini pa" Ucap Aldi sembari menyerahkan kembali handphone milik papanya.
"Pa, Aldi titip Aksa sebentar. Aldi mau ke atas untuk mengambil stroller serta mengganti baju sebentar" Ujar Aldi. Doni pun mengangguk dan mengambil alih cucunya. Sedangkan Aldi ia masuk kedalam rumah terlebih dahulu.
Aldi menaiki anak tangga menuju kamarnya, ua kemudian melepaskan jas dan juga dasinya. Setelah itu ia masuk kedalam ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan kaos rumahan yang lebih santai.
Aldi mengambil stroller milik Aksa dan membawanya turun kebawah.
Kenapa Aldi tidak menaruh Aksa di kamar saja? Itu karena Aldi berfikir terlalu berbahaya jika meninggalkan Aksa sendiri dikamar. Apalagi kamarnya terletak di lantai dua, itu akan sangat berbahaya.
Aldi menuruni anak tangga, ia berjalan menghampiri papa mertuanya yang duduk di sofa sembari memangku Aksa.
Tetapi pintu yang dibuka dengan sangat kasar hingga membentur tembok dengan sangat keras sehingga menimbulkan suara berisik itu membuat Aldi dan papanya mengalihkan perhatiannya kearah pintu.
__ADS_1
Terlihat Lolita yang baru saja masuk kedalam rumah diikuti dengan Nita. Lolita langsung berlari dan mengaburkan dirinya dalam pelukan Aldi yang kini sudah berdiri dibawah.
"Kau membuatku khawatir, bagaimana bisa dokter itu mengatakan kamu meninggal padahal kamu disini baik baik saja" Ucap Lolita dengan suara yang tidak begitu jelas karena bercampur dengan isak tangis yang teredam di dadanya.
"Kalau kau memelukku terus seperti ini aku akan benar benar meninggal karena kehabisan nafas bodoh" ucap Aldi. Mendengar itu Lolita segera melepaskan pelukannya kemudian mendongakan wajahnya untuk menatap wajah Aldi.
Lolita kemudian memukul dada Aldi. "Tutup mulut mu, kamu tahu aku hampir gila, kamu sudah membuatku takut" Ucap Lolita masih memukul mukul dada Aldi.
Aldi langsung mencekal tangan Lolita, ia kemudian menarik wanita itu kedalam pelukannya. "Aku tidak apa apa, aku baik baik saja" Ucap Aldi sembari mengelus puncak kepala Lolita.
"Kamu memang harus baik baik saja" Ucap Lolita kemudian melepaskan pelukan.
"Sekarang mana yoghurt ku?" Tanya Lolita sembari menyodorkan tangannya dihadapan Aldi.
Ctakkkk
Aldi pun menyentil kening Lolita.
"Aw" pekik Lolita sembari mengusap usap dahinya.
"Dasar bodoh, dibelakang lihat saja" Seru Aldi.
Lolita pun tersenyum kemudian berjalan menuju dapur. Orang tua Lolita yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya.
"Oh iya pa, sini Aksa biar Aldi taruh di stroller" Ujar Aldi. Doni menyerahkan Aksa kepada Aldi, dan Aldi pun menerimanya kemudian memindahkan Aksa kedalam stroller.
*****
Lolita dan Aldi kini sedang berada di kamar, sedangkan orang tuanya sudah pulang satu jam yang lalu setelah makan malam.
"Kamu berhutang penjelasan kepadaku" Ucap Lolita sembari merangkak keatas tempat tidur menyusul Aldi yang sedang duduk beselonjoran sambil memainkan komputer lipatnya.
"Penjelasan apa?" Tanya Aldi tanpa mengalihkan perhatiannya dari komputer lipatnya.
"Penjelasan kenapa bisa handphone kamu ada sama orang yang menelfonku" Ujar Lolita yang kini sudah duduk bersebelahan dengan Aldi, sedangakan Aksa anak itu masih terlelap dalam box bayinya.
"Hp aku di copet dan mungkin yang nenyopet hp aku yang kecelakaan" Jawab Aldi, ia masih tetap fokus dengan laptop yang ada di pangkuannya.
Flashback on
__ADS_1
Setelah membayar semua barang belanjaannya Aldi langsung masuk kedalam mobilnya kemudian melajukan mobilnya pelajaran pulang.
Tetapi di tengah jalan yang kebetulan sekali sepi mobil Aldi tiba tiba mogok sehingga mengharuskan dirinya untuk turun dari mobil.
Aldi membuka kap mobilnya dan ternyata mobilnya itu kehabisan air accu ia lupa tidak mengservicekan mobilnya.
Aldi mengambil ponselnya yang disimpan dalam dashboard mobil, ia segera menghubungi Evan untuk membawakan air accu untuknya, dan saat ia sedang menelfon tiba tiba ada seseorang yang mengambil paksa handphonenya. Karena orang itu membawa motor Aldi pun tidak dapat mengejarnya.
Beruntungnya Aldi sudah mengatakan lokasinya kepada Evan, jadi dua jam kemudian Evan pun sampai di lokasi tempat mobilnya mogok.
Aldi merasa sangat kesal karena Evan datang sangat lama, ia merasa sangat bosan.
"Lo lama banget sih datangnya" Ucap Aldi kesal sambil menyahut botol yang berisi air accu dari tangan Evan.
"Gue tadi dari rumah Regan, jelas lama orang harus melewati kantor lo lagi dan jalanan dari rumah Regan sampai sini kagak mulus, macetnya minta ampun dan harus lewat tol juga" Ujar Evan. Tetapi Aldi hanya diam tidak menyahuti dan tetap mengisikan air accu kedalam tangkai accunya.
"Lagian lo kenapa bisa kehabisan air accu sih?" Tanya Evan.
"Lupa gue belum service mobil" Jelas Aldi. Evan pun mengangguk anggukan kepalanya mengerti.
"Terus telfon lo tadi kenapa langsung mati mendadak?" Tanya Evan lagi.
"Di copet" Jawab Aldi sambil melempar botol yang sudah kosong kesembarang arah karena disitu tidak disediakan tempat sampah.
"Lah, kok bisa?" Tanya Evan.
"Banyak tanya lo, ya bisa lah buktinya sekarang hp gue engga ada" Seru Aldi sembari menunjukkan tangan kosongnya di hadapan Evan.
Aldi mengangkat pergelangan tangannya untuk melihat jam berapa sekarang. "Shit" Umpat Aldi ketikan melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, dua setengah jam sudah ia molor dari waktu yang seharusnya.
"Kenapa sih?" Tanya Evan yang tidak biasa mendengar Aldi mengumpat, karena laki laki itu jarang bahkan tidak pernah mengeluarkan kata kasar dari mulutnya.
"Lolita pasti khawatir banget nunggu gue pulang, mana gue engga ngasih kabar lagi" Jawab Aldi, ia kemudian masuk kedalam mobilnya.
"Gue duluan" Ucap Aldi yang kemudian melajukan mobilnya, meninggal Evan yang masih berdiri menyadar dibadan mobilnya menatap kepergiannya.
Evan menggelengkan kepalanya. "Asal lo tahu Al, gue dulu sempat menaruh hati sama istri lo" Gumam Evan, setelah itu ia masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya pulang.
Flashback off
__ADS_1
Gimana syok ga? hehehe oiya harusnya author engga up karena kemarin author abis kecelakaan disrempet sama mobil, tapi beruntung udah ditulis naskahnya jadi tinggal salin, jadi mohon dimaklumi kalau ada typo.
Jangan lupa dukung terus Loli dan Aldi melalui like dan vote kalian