Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Makan Malam


__ADS_3

Maaf Menyela Sebentar.


Sebelumnya author mau bilang sesuatu sebelum ke cerita. Sengaja di taruh di atas supaya bisa di baca terlebih dahulu.


Yang suka sama novel saya, yang ngikuti novel saya dari season 1 sampai sekarang jika menemui kesamaan alur cerita atau nama, tempat atau apalah itu. Itu memang bener bener tidak disengaja.


Ini benar benar karya murni hasil dari saya berimajinasi, hasil dari saya begadang sampai malam.


Apalagi untuk MCW yang pertama, Saya saja begandang sampai jam dua belas malam baru tidur untuk nulis naskah setelah mengerjakan tugas, Pagi sampai sorenya saya sekolah, setelah itu sore sampai habis isya saya tidak pegang HP.


Terus saya dapat waktu dari mana untuk mengcopy paste karya orang lain? saya juga punya hati. Tidak mungkin saya akan mencuri hasil karya orang lain.


Jika memang hampir sama itu benar benar ketidaksengajaan dalam berimajinasi.


Dan Saya minta maaf untuk ketidaknyamanan dengan tutur kata saya yang mungkin kurang sopan, atau saat saya membalas komentar terlalu kasar. Itu semua karena saya kesal.


oke itu saja. Selamat membaca


.


.


.


.


.


Mobil Satya berhenti tepat di sebuah parkiran restauran bintang lima yang ada di Jakarta. Setelah itu sepasang kekasih itu pun keluar dengan bergandengan tangan, memasuki restoran yang akan menjadi tempat ia menyantap makan siang.


"Selamat datang" Sapa seorang pelayan dengan ramah. Satya dan Nara pun mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya untuk mencari tempat duduk untuk mereka.


"Sini aja" Ucap Nara ketika mereka sampai di sebuah meja dengan sofa yang berhadapan tepat berada di pojok sebelah tembok. Satya pun mengangguk dan mendudukkan dirinya bersebelahan dengan Nara.


Tak lama seorang pelayan pun menghampiri mereka dan menyerahkan buku menu, Nara pun menerimanya ia mulai membuka buku menu itu dan memilih makanan yang akan di pesannya.


"Kamu mau apa sayang?" Tanya Nara tanpa mengalihkan pandangannya dari buku menu makanan yang ada di hadapannya.


"Samain aja sama punya kamu" Jawab Satya sambil memainkan ponselnya, sepertinya ia sedang mengecek beberapa email yang dikirimkan oleh sekretaris nya.


"Salmon Scrambled dua, sama air putih dua" Ucap Nara sambil menatap pelayan itu dan menyerahkan buku menunya.


Pelayan itu pun menerima buku menu yang diulurkan Nara, "Baiklah silahkan ditunggu kalau begitu saya permisi" Pamit pelayanan itu yang kemudian pergi meninggalkan meja Satya dan juga Nara.


🌼


Aldi baru saja menyelesaikan kuliahnya, laki laki itu melangkahkan kakinya menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya.


Sesampainya di parkiran, Aldi langsung masuk kedalam mobil. Ia melajukan mobil mewahnya itu meninggalkan gedung tempatnya menimba ilmu.


Dengan kecepatan sedang Aldi membelah jalanan kota yang tidak terlalu ramai, sampai akhirnya mobil yang di kendarai Aldi masuk kedalam halaman rumah mewah yang tak lain ialah rumah milik keluarganya.


Aldi turun dari dalam mobilnya, namu ia disambut Lolita yang kini sedang menggendong Aksa, wanita itu berdiri di halaman depan rumahnya yang terdapat kolam ikan dan juga berbagai jenis bunga.


"Loh, tumben pulang. Katanya pulang telat" ucap Lolita yang kini sudah berdiri dihadapan Aldi.

__ADS_1


"Iya pulang sebentar untuk mengambil berkas yang ketinggalan" Jawan Aldi, pandangan mata laki laki itu kemudian jatuh kepada Aksa yang kini nampak tenang dalam gendongan sang mama.


"Jagoan papa udah mandi ya, udah ganteng" Ucap Aldi sambil mencium gemas putranya. Baby Aksa pun tersenyum senang mendapatkan ciuman dari papanya.


"Ya udah, papa mau masuk dulu ya" Ucap Aldi, Lolita pun mengangguk sambil menatap tubuh Aldi yang berjalan memasuki rumahnya.


"Emm, ditinggal papa lagi" Ucap Lolita pada putra kecilnya itu. "Papanya Aksa kerja dong" Ucap Lolita lagi.


Tak lama Aldi pun keluar, sudah lengkap dengan setelan formalnya, hingga membuat kesan dewasa tersendiri bagi Aldi dimata Lolita.


Aldi berjalan menghampiri Lolita, tak lupa dengan map merah yang ia genggam di tangan kirinya, "aku berangkat ke kantor dulu, kamu baik baik sama Aksa dirumah" Ucap Aldi yang kemudian mencium dahi Lolita dengan sayang. Setelah itu ciumannya turun pada kedua pipi serta dahi tunggal putranya.


"Ya udah hati hati" Tutur Lolita, Aldi menggangguk, Laki laki itu kemudian berjalan menuju mobilnya, masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah mewahnya.


Lolita pun segera masuk kembali kedalam rumah ketika mobil Aldi sudah menghilang di balik pintu gerbang.


🌼


Sesampainya di ruangannya, Aldi langsung membuka jas yang ia kenakan, menggantungkan di tempat yang semestinya.


Tok


Tok


Tok


Pintu yang diketuk serta terbuka secara bersamaan setelah pemilik ruangan itu mempersilhkan. Terlihat seorang yang wanita cantik yang masih terbilang cukup muda.


"Permisi Mas Aldi, tadi Tuan bilang nanti Mas Aldi yang akan menggantikan rapat di Singnatures Restauran saat jam makan malam" Ucap Wanita itu. Wanita itu adalah Devina sekertaris Aldi.


"Tuan Putra katanya ada urusan mendadak dengan perusahaan yang ada di luar kota" Jawab Sekertaris Devina dengan sopan. Meskipun Aldi lebih muda darinya, namun tetap saja Aldi adalah atasannya. Toh Aldi juga sopan kepadanya.


Aldi manggut manggut menanggapi ucapan Sekertarisnya itu, "Ya udah Mas Aldi, kalau udah tidak ada yang di butuhkan saya permisi dulu" Pamit sekertaris Devina sebelum akhirnya wanita itu memutuskan untuk keluar dari ruang kerja Aldi.


Setelah kepergian Sekretarisnya itu, Aldi pun mulai berkutik dengan berkas berkas yang berada di depannya. Laki laki yang berstatus sebagai papa muda itu terlihat lebih tampan dengan dengan gaya bossynya.


Sampai akhirnya jam makan malam pun tiba, Aldi menutup laptop yang ia gunakan untuk bekerja, Laki laki itu mengehela nafas sejenak.


"Huhhhh aku sangat merindukan si kalem" Gumam Aldi, laki laki itu kemudian menatap kearah jam tangannya.


Setelah itu Aldi pun segera membereskan berkas yang ada di depannya. Laki laki itu kemudian berjalan keluar ruangan.


"Perlu saya temani untuk metting mas?" Tanya Sekretaris Devina ketika Melihat Aldi keluar dari dalam ruangannya.


"Tidak usah mbak, setelah ini saya mau langsung pulang saja" balas Aldi, Sekertaris Devina pun mengangguk mengerti.


Kaki jenjang Aldi melangkah, mengajak tubuh tegapnya itu untuk keluar dari gedung pencakar langit yang sekarang ia pijaki.


Aldi segera masuk kedalam mobil sesampainya di basement. Ia langsung menancap gas mobilnya membelah jalanan yang terang karena pencahayaan lampu menuju restauran yang akan ia gunakan untuk metting.


Singnatures Restauran


"Selamat malam ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan yang menyambut kedatangan Aldi.


"Selamat malam, Saya mencari meja atas nama Tuan Hans Kusuma" Ucap Aldi dengan nada dingin dan tegas. Tidak seperti Aldi yang ramah kepada semua orang.

__ADS_1


"Mari ikut saya" Tutur pelayanan itu sambil berjalan mendahului Aldi, Aldi pun mengikuti pelayan itu. Hingga kini langkah mereka berhenti di depan sebuah ruang khusus. Ruang VIP.


"Terimakasih" Ucap Aldi sebelum akhirnya ia masuk kedalam ruangan itu.


"Maaf saya terlambat" Ucap Aldi ketika sudah berada di dalam ruang VIP itu. Aldi berjalan dengan gaya bossy, tak lupa dengan sebelah tangannya yang di masukkan kedalam saku celananya.


"Aldi" Seseorang menyebutkan namanya ketika Aldi sudah sampai di hadapan clientnya itu.


"Apakah kamu mengenal Tuan Aldi?" Tanya laki laki dengan setelan formal yang Aldi ketahui beliau adalah Hans Kusuma.


"Tentu saja papa, Aldi teman satu kampusnya Rere" Ya. Benar sekali gadis itu adalah Rere. "Ehem, apakah saya tidak dipersilahkan untuk duduk?" Tanya Aldi dengan nada dingin.


"Oh iya silahkan duduk Tuan Aldi" Ucap Hans mempersilhkan, Aldi pun mendudukkan dirinya diikuti dengan Rere dan juga papanya.


"Aldi, tadi kamu kuliah siang ya? soalnya Rere nungguin Aldi tapi Aldi ngga kunjung tiba" ucap Rere.


"Maaf Nona Rere, bisakah anda lebih profesional? Saya datang kesini untuk membahas kerjasama bukan membahas kehidupan pribadi anda" ucap Aldi dengan tenang namun penuh penekanan. Rere yang mendengar itu pun seketika diam, Ia tidak berani berkutik melihat perubahan Aldi yang 180°


"Oh iya, ini Tuan, berkasnya bisa dipelajari terlebih dahulu" Hans memberikan sebuah map kepada Aldi, Aldi pun menerimanya. Ia mulai mempelajari berkas yang ada di hadapannya.


Sedangkan Rere, gadis itu terus saja memperhatikan wajah tampan Aldi, Aldi terlihat lebih tampan dengan gaya cool dan bossy, memakai setelan formal, duduk dengan santun layaknya kaum bangsawan, sambil mencermati berkas yang ada di tangannya.


"Aduh, Aldi kalau begini tambah tampan, bisa makin jatuh cinta ini gue. Ngga rela berbagi sama Disa" Gumam Rere sambil tersenyum tipis.


"Saya sudah mempelajari berkas Anda, nanti saya akan membicarakannya dengan Tuan Putra" Ucap Aldi sambil menatap Hans Kusuma dan meletakkan berkas yang ia pegang di atas meja.


"Ah, baiklah Tuan Aldi" Jawab Hans Kusuma sambil tersenyum kearah Aldi.


Beberapa pelayan datang menghampiri mereka, dengan membawa berbagai macam hidangan makan malam. Dengan telaten pelayanan itu meletakkan semua makanan yang dibawanya di atas meja.


"Silahkan dinikmati, jika masih ada yang diperlukan silahkan panggil kami" ucap pelayanan itu dengan sopan, sedikit membungkuk kemudian pergi meninggalkan meja Aldi dan clientnya.


"Silahkan dinikmati makan malamnya Tuan" Ucap Hans, Aldi pun mengangguk lalu menikmati makan malamnya itu dengan tenang.


"Aldi, setelah ini kita jalan yuk" Ucap Rere di sela sela makannya. Aldi menatap Rere dengan tatapan tajam. "Jangan bicara saat sedang makan" Tutur Hans papa Rere. Rere pun mengangguk dan melanjutkan makan malamnya begitu pula Aldi.


Aldi mengelap mulutnya menggunakan serbet yang sudah disediakan, ia kemudian memasukkan berkas yang sempat ia pelajari kedalam tas kerjanya. "Saya sudah selesai, Terimakasih untuk makan malamnya, Tuan Hans" Ucap Aldi sambil beranjak berdiri. Hans dan Rere seketika ikut berdiri.


"Aldi, jangan balik dulu, ayo kita jalan" Rere masih saja mencoba untuk mengajak Aldi pergi. "Maaf Nona Rere tetapi saya sibuk, ada yang menunggu saya dirumah" Jawab Aldi. Laki laki itu kemudian berjalan keluar dari dalam ruang VIP itu.


"Kamu suka sama Aldi ya?" Tanya Hans pada putrinya itu ketika tubuh Aldi sudah menghilang dari balik pintu.


"Sangat suka" Jawab Rere sambil tersenyum. Hans ikut tersenyum, "Anak papa ini, seleranya sungguh bagus" Tutur Hans.


.


.


.


.


.


Author up nya lebih dari satu ini, jangan lupain jejaknya kalau dikasih up double ya😊

__ADS_1


__ADS_2