Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Siapa?


__ADS_3

Bandar Udara Soekarno Hatta


Seorang perempuan cantik kini sedang sedang berjalan sembari menyeret sebuah koper berwarna biru muda. Cara berjalan sangat anggun, penampilan modis rambut panjang ikal di bagian bawah, serta kacamata hitam yang membalut kedua kelopak matanya itu menambahkan kesan elegan baginya.


"Silahkan masuk nona!" Ujar seorang lelaki muda dengan stelan jas dan juga kacamata yang membalut kedua matanya.


Perempuan itu pun segera masuk kedalam mobilnya, diikuti dengan seorang lelaki yang tadi membukakan pintu untuknya setelah menyimpan koper bawaanya.


"Nona, anda ingin pulang ke rumah utama atau ke apartemen?" Tanya pengawal itu.


"Saya akan pulang ke rumah utama" Jawab perempuan itu.


"Baik Nona" Jawab supir itu.


"Aldi, aku kembali" Gumam perempuan itu sembari mengulas senyum manis di wajahnya.


*******


"Kalian berdua hati hati di jalan" Ucap Wilna, wanita itu mengantarkan anak dan menantunya sampai di depan pintu rumah dengan Aksa yang berada di gendongannya.


"Iya bunda, kalau begitu kita berangkat dulu" Ucap Lolita sembari mengalami tangan Wilna bergantian dengan Aldi.


"Aksa sayang jangan nakal ya sama Oma, mama berangkat dulu" Ucap Lolita yang kemudian mencium sayang dan kedua pipi Aksa. Pun dengan Aldi.


"Ayo kita berangkat" Ujar Aldi. Lolita pun menganggukkan kepalanya.


Aldi segera menggenggam tangan Lolita dan membawanya ke mobilnya. Hari ini Lolita tidak membawa mobil sendiri, tentu saja itu permintaan dari Aldi dengan alasan ia merindukan masa masa satu mobil berdua. Dan Lolita pun iya iya saja.


Aldi dengan segera melajukan mobil mewahnya itu meninggalkan rumah besarnya. Membelah jalanan pagi yang tidak bisa dibilang lenggang.


"Ikutlah denganku nanti ke perusahaan" Ucap Aldi sembari menatap kearah Lolita sekilas.


"Kenapa?" Tanya Lolita seraya mengalihkan perhatiannya kepada Aldi.


"Menemani aku bekerja" Jawabnya.


"Baiklah baiklah Tuan Aldi yang manja, Nyonya mu ini akan menemanimu bekerja" Jawab Lolita sembari mengangguk anggukkan kepalanya.


Mobil Aldi pun memasuki area kampus, ia mengurangi kecepatannya sampai akhirnya berhenti tepat di parkiran yang biasanya.


Aldi terlebih dahulu turun dari dalam mobilnya kemudian membantu Lolita untuk membukakan pintu. "Silahkan Nyonya" Ujarnya sembari tersenyum.


Lolita pun iku tersenyum kemudian segera turun dari mobil.


******


"Bagaimana, apa kalian sudah mendapatkan informasi tentangnya?" Tanya seorang perempuan yang kini sedang duduk di atas sofa dengan salah satu kakinya di atas paha dan tangannya membawa sebuah gelas yang berisi air berwarna orange.


"Aldi Ferlando Putra, Mahasiswa Fakultas Management dan bisnis di universitas Jakarta Baru, hari ini dia ada jadwal kuliah pagi dan setelah itu dia akan pergi ke perusahaan ayahnya karena sekarang Tuan Muda Aldi sudah mulai terjun ke dunia bisnis" Terang lelaki bertubuh tegap itu.


"Oke, sekarang kamu boleh pergi, dan jangan lupa siapkan mobil untuk dua jam lagi" Pintanya.


"Baik Nona" Jawab lelaki itu sembari sedikit membungkukkan badannya memberikan hormat.


"Baiklah Aldi, kamu tunggu saja kejutan dariku" Ujar perempuan itu kemudian kembali meneguk jus jeruk miliknya.


******


Dua jam kemudian,


"Permisi Nona ada yang bisa saya bantu?" Ujar seorang receptionist.


"Bisakah kalian tunjukkan dimana ruang kerja Tuan Aldi?" Tanya perempuan itu.


"Apakah Nona sudah membuat janji dengan Tuan Aldi sebelumnya?" Tanyanya sopan.

__ADS_1


"Saya sudah menelfonnya dan membuat janji secara pribadi dengannya, jadi anda mengatakan dimana ruang kerja tuan Aldi sekarang?" jelasnya.


"Baiklah Nona, ruangan tuan Aldi berada di lantai tujuh, tetapi saat ini beliau belum tiba mungkin satu jam lagi nona, nona bisa menunggunya di ruang tunggu" Jelas receptionist itu.


"Baiklah Terimakasih, saya akan menunggunya di atas saja" Ucap perempuan itu yang kemudian berjalan meninggalkan meja resepsionis dan masuk kedalam lift.


"Kalau dilihat dia seperti keturunan bangsawan, cara berbicara dan berjalannya sangat anggun" Ujar receptionist itu kepada temannya.


"Iya sepertinya" Jawab temannya.


******


"LOLITA" Panggi seseorang.


Lolita yang sedang berjalan beriringan dengan Aldi itu pun menghentikan langkahnya kemudian memutar tubuhnya untuk menatap sosok yang memanggilnya. Terlihat Yolanda dan Amel yang kini sedang berjalan dengan cepat kearahnya.


"Kenapa?" Tanya Lolita setelah kedua sahabatnya itu berhenti tepat didepannya.


"Lo udah selesai kan jam kuliahnya?" Tanya Yolanda.


"Sudah" Jawab Lolita.


"Oke kalau begitu lo ikut kita sekarang" Ajak Yolanda sembari memegang pergelangan tangan Lolita.


"Ikut kalian? Kemana?" Tanya Lolita sembari mengangkat salah satu alisnya.


"Berbelanja, kita sudah sangat lama tidak pergi untuk berbelanja bersama" Seru Yolanda.


"Tidak bisa" Jawab Lolita secepatnya.


"Kenapa? Hari ini ada diskon gede gedean, apa lo mau sia siakan kesempatan seperti ini?" Seru Amel.


"Aku tidak tertarik dengan berbelanja seperti kalian, ada ataupun tidak ada diskon" Jelas Lolita.


"Lain kali saja, gue tentu akan membayar barang yang di beli oleh istriku meskipun tidak mendapatkan diskon" Aldi pun akhirnya iku membuka suara.


"Ah kalian anak sultan tidak seru" Ucap Yolanda sembari mencebikkan bibirnya.


"Ya udah, kalau gue duluan oke bye" Jawab Lolita sembari melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkan Amel dan Yolanda.


"Dasar" Cibir Amel.


"Ya udah yuk Mel, mending kita berangkat berdua" Ajak Yolanda.


******


"Kamu serius engga mau ikut mereka berbekanja?" Tanya Aldi kepada Lolita sebelum ia membukakan pintu mobil untuk istrinya itu.


"Bukankah Tuan Muda Putra sendiri tadi yang bilang ada tidak adanya diskon akan tetap membayar belanjaan istrinya?" Seru Lolita.


"Ya, tentu saja kalau begitu silahkan masuk Nona Muda Putra" Seru Aldi sembari membukakan pintu mobil.


"Terimakasih" Ucap Lolita yang kemudian masuk kedalam mobil, Aldi segera menutup pintunya, mengitari mobilnya dan ikut masuk kedalamnya.


Aldi segera melajukan mobilnya itu menuju perusahaannya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang lenggan.


"Bisakah kita berhenti di supermarket terlebih dahulu" Seru Lolita sembari mengalihkan perhatiannya kearah Aldi.


"Untuk apa?" Aldi bertanya tanpa mengalihkan perhatiannya, tatapannya masih lurus dan fokus akan jalanan dan juga kemudinya.


"Membeli beberapa camilan untuk menemani suamiku ini bekerja" Seru Lolita.


Mendengar itu Aldi pun menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang sangat manis. Sedangakan Lolita yang melihat itu menatap dengan malas.


"Kau ini sudah seperti Aksa, bekerja saja minta di temani, seperti Aksa yang harus bermain dengan ditemani orang tua" Serunya lagi dengan menatap kesal Aldi.

__ADS_1


"Tentu saja, bukan Aksa terus yang harus di temani, papanya pun sama butuh di temani juga" Seru Aldi.


Tak lama mobil yang dikendarainya pun berhenti di sebuah supermarket yang dilintasinya, Lolita segera membuka seatbeltnya dan keluar terlebih dahulu, pun Aldi, ia juga keluar mengikuti istrinya.


Keduanya berjalan beriringan menuju rak yang berisi deretan makanan ringan, Lolita pun segera memasukkan beberapa camilan dan keripik kedalam keranjang belanjaan yang sebelumnya sudah ia ambil, tak lupa pula ia membeli beberapa macam minuman.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, keduanya menuju kasir hendak membayar, tetapi mata Lolita menangkap buah yang cukup menarik moodnya. "Peganglah sebentar" Serunya kepada Aldi sembari memberikan keranjang belanja bawaanya itu kepada suaminya.


Aldi pun menerimanya tanpa banyak bertanya, ekor matanya mengikuti Lolita yang kini mulai melangkah menjauhinya, hingga kini langkah berhenti di tempat buah buahan tersimpan dengan rapi.


Tangan perempuan itu pun terulur untuk mengambil beberapa bungkus buah strawberry dan buah kiwi yang sedari tadi menggodanya, setelahnya ia kembali menghampiri Aldi dan membayar semua barang belanjaannya dan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan.


*****


Aldi dan Lolita berjalan beriringan, melewati para karyawan yang sibuk dengan pekerjaan di depan komputer di kubikel masing masing, ada pula yang kini sedang berjalan mondar mandir dengan sebuah berkas di genggamannya.


Sapaan pun mengiringi perjalanan Aldi dan Lolita menuju ruang kerja Aldi berada.


Sekretaris Viona yang melihat kedatangan atasannya itu segera menghentikan aktivitasnya mengetiknya dan menyambut kedatangan bosnya.


"Selamat pagi mas Aldi, selamat pagi mbak Loli" Sapanya dengan senyuman hangat.


"Selamat pagi sekretaris Viona" Ujar Lolita juga dengan senyuman manisnya.


"Mas Aldi, ada seseorang yang ingin menemui anda, dan kini beliau sedang menunggu diruangan anda" Seru sekretaris Viona.


Mendengar itu, Aldi mengangkat sebelah alisnya, seingatnya ia tidak memiliki janji untuk bertemu dengan siapa siapa hari ini kecuali rapat setelah ini.


"Baiklah, terimakasih Mbak Viona" Seru Aldi yang kemudian berjalan menuju ruang kerjanya.


Tangan Aldi terulur untuk membuka pintu ruangannya, Lolita pun masuk terlebih dahulu diikuti Aldi yang juga ikut masuk.


Keduanya sama sana menghentikan langkahnya ketika melihat sosok wanita dengan dress berwarna pastel tanpa lengan dengan tinggi sepuluh centi meter di atas lutut serta menampilkan lekuk tubuhnya dan juga rambut pirang yang tergerai bergelombang kini sedang berdiri membelakanginya dengan menatap pemandangan kotak.


"Siapa?" Seru Aldi dengan nada dingin.


Perempuan itu pun seketika membalikan badannya, mengulas senyum manisnya dan menurunkan tangannya yang semula terlipat didepan dada.


"Aldi...."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Wkwkwk authornya oleng jadi salah salin episode di catatan😂😂😂


mohon di maklumi ya guys😂


Jangan lupa berikan dukungan disini🤗

__ADS_1


__ADS_2