Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Gaun


__ADS_3

Hari ini seluruh kampus di gegerkan dengan undangan yang baru disebarkan oleh Aldi. Bukan masalah undangan dari Aldi melainkan undangan yang bagikan secara dadakan oleh Aldi.


Memang bagi rekan bisnis Ayah Aldi undangan itu sudah disebarkan seminggu sebelum acara di mulai, tetapi Aldi sengaja menyebarkan undangan itu sehari sebelum acara dimulai.


"Apakah kau mendapatkan undangan dari Aldi?" Tanya seorang mahasiswi A kepada temannya.


"Iya, aku mendapatkannya" Jawab mahasiswi B.


"Aku juga mendapatkannya, dan sepertinya seluruh mahasiswa maupun mahasiswi di kampus kita ini diundang" Tutur mahasiswi C.


"Sepertinya akan ada acara besar ya, namun kenapa diundangkannya tidak dituliskan nama acaranya biar kita tidak salah kostum" ujar mahasiswi A.


"Entahlah, yang jelas kita harus berdandan yang cantik" Saut Mahasiswi B.


****


"Kau dengar itu, mereka sedang membicarakan tentang pesta yang akan di adakan keluarga Aldi nanti malam" Ujar Rere sambil tersenyum ketika ia tidak sengaja mendengar perbincangan mahasiswi lainnya.


"Ya, mereka pasti akan sangat terkejut" Saut Caca.


"Kalian semua lihat saja nanti, Aku akan memberikan tamparan keras kepada kalian semua bahwa mulai besok malam Aldi hanya akan menjadi milik Rere Jovanka Kusuma, tidak ada seorangpun yang bisa menghalanginya termasuk kekasih Aldi yang sedang di gosipkan akhir akhir ini" Batin Rere sambil tersenyum smirk.


"Aku penasaran seperti apa ekspresi kekasih Aldi jika mengetahui kekasihnya akan bertunangan dengan cewek lain" Seru Caca.


"Kita lihat saja besok" Ujar Rere.


"Gue tidak menyangka Re, kalau ancaman lo untuk mengakhiri hidup ternyata bisa untuk mendapatkan Aldi" Ujar Caca.


"Tentu, karena tidak ada yang tidak bisa Rere dapatkan" Tutur Rere masih dengan seringain di wajahnya.


****


Lolita meletakkan tiga lembar undangan di atas meja, lebih tepatnya dihadapan ketiga temannya.


"Eh undangan apa ini?" Tanya Yolanda sambil mengambil salah satu undangan itu.


"Undangan itu untuk kalian, silahkan kalian menghadiri besok" Ujar Lolita sambil tersenyum dan mendudukkan dirinya disebelah Sisi.


"Besok? Kenapa mendadak sekali?" Tanya Amel yang juga sedang membuka undangan miliknya.


"Bukan mendadak, itu sudah direncakan jauh jauh hari tapi menang baru gue sebar sekarang sama Aldi" Ucap Lolita sambil tersenyum.


"Undangan apaan sih? Kenapa tidak dituliskan dengan detail acaranya?" Tanya Sisi setelah selesai membacanya.


Mendengar itu Lolita semakin melebarkan senyumnya. "Datang nanti malam, dan kalian akan tahu ada acara apa" Ujar Lolita. Gadis itu kemudian beranjak berdiri meninggalkan ketiga sahabatnya hingga membuat sahabatnya begitu heran dengan tingkah Lolita yang tak seperti biasanya.


***


Aldi kini sedang berjalan beriringan dengan kedua sahabatnya. "Bro lama kita tidak berkumpul bersama" Ujar Regan.


"Ah iya, yuk kita nongkrong sekalian basa cewek cewek" Ajak Evan.


"Tidak bisa hari ini" Jawab Aldi. "Kenapa?" Tanya Regan.


Aldi hendak menyahuti, namun dering dari telfonnya membuat Aldi mengurungkan niatnya.


Terlihat nama My Wife tertera di layar ponselnya. Aldi segera menggeser tombol warna hijau dan mendekatkan layar pipih itu dekat dengan daun telinganya.


"Iya sayang?" Saut Aldi ketika telfon itu sudah tersambung.


"Kamu dimana? Aku sedang mencarimu" Ujar Lolita dari sebrang telfon.


Aldi yang tadinya menghadap kesamping sambil bersandar itu menegakkan tubuhnya dan menatap kedepan, ia kemudian terseyum ketika melihat Lolita yang ternyata berdiri dengan jarak lima meter berada di depannya dengan posisi membelakanginya.


Aldi Kemudian melangkahkan kakinya diikuti dengan kedua temannya. "Lihatlah kebelakang" Ucap Aldi sambil tersenyum.


Mendengar suara Aldi, Lolita pun memutar tubuhnya hingga kini ia saling berhadapan dengan Aldi.


Aldi pun segera mematikan sambungan telfonnya begitu juga dengan Lolita. "Kamu sudah selesai?" Tanya Aldi.


"Heem" Jawab Lolita sambil menganggukkan kepalanya.


"Ya udah yuk sekarang kita pergi" Ujar Aldi sambil menggandeng tangan Lolita.


"Biasa ditinggal berdua" Cibir Evan.


"Eh bentar ada sesuatu yang terlupa" Ucap Aldi sambil melepaskan gandengan tangannya pada Lolita.


Ia kemudian membuka tasnya dan mengambil dua buah undangan yang sama seperti yang dibagikan Lolita kepada ketiga temannya.


"Jangan lupa datang" Ucap Aldi sambil menyerahkan dua lembar undangan itu kepada Evan dan Regan.

__ADS_1


"Undangan apa ini?" Tanya Evan.


"Sudah datang saja dan jangan lupa jemput pasangan kalian masing masing atau kalian akan mewek melihat pasangan kalian di gandeng sama cowok lain" Ujar Aldi sambil tersenyum. Ia kemudian kembali menggandeng tangan Lolita dan mengajaknya pergi meninggalkan kedua temannya yang sedang sibuk membaca isi undangannya.


****


"Mari kita pergi untuk membeli sesuatu" Seru Aldi sambil berjalan menuju keparkiran.


"Membeli apa?" Tanya Lolita sambil menatap Aldi.


"Apa saja yang bisa mempercantik istriku ini" Ucap Aldi sambil tersenyum. Mendengar itu Lolita pun ikut tersenyum.


"Tapi kemarin aku sudah membeli banyak sekali gaun" Ujar Lolita.


"Tidak masalah, mari kita beli lagi!" ajak Aldi, ia membukakan pintu mobil untuk Lolita setelah itu ia pun ikut masuk kedalam mobilnya.


Aldi kemudian melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.


"Nanti kita ke baby shop juga, aku mau membelikan beberapa baju dan keperluan lain untuk Aksa, soalnya kemaren aku terlupa" Ujar Lolita.


***


Mobil yang dikendarai Aldi kini sudah berhenti mulus di sebuah boutique yang terkenal di Jakarta.


Lolita terlebih dahulu turun dari mobil, sedangkan Aldi mencari tempat untuk parkir.


Tak butuh waktu lama Aldi pun datang dan mereka berdua pun masuk kedalam boutique itu dengan bergandengan.


Sesampainya didalam boutique mereka langsung disambut dengan ramah oleh salah satu pelayanan di boutique itu.


"Mau mencari apa Tuan, Nona?" Tanya pelayanan itu.


"Bantu carikan gaun untuk dia!" Pinta Aldi sambil menatap kearah Lolita.


"Mari ikut saya nona!" Ujar pelayan itu sambil berjalan terlebih dahulu diikuti Lolita dibelakangnya dan juga Aldi.


"Silahkan tunggu nona, saya akan mengambilkan gaun keluaran terbaru hari ini!" Pinta pelayan itu. Lolita pun mengangguk, sambil menunggu pelayanan itu tiba, Lolita terlebih dahulu melihat gaun gaun yang terpajang.


Sedangkan Aldi mendudukkan dirinya disofa yang sudah disediakan sambil memainkan ponselnya.


"Ini nona silahkan dicoba" Ujar pelayan itu sambil menyerahkan gaun berwarna merah muda.


Lolita menerima gaun itu lalu melihatnya sekilas. "Apa ada yang lain? Saya tidak suka warna dan juga modelnya" Ujar Lolita. Melihat itu Aldi pun beranjak dari duduknya.


"Sayang cobalah yang ini!" ujar Aldi, Lolita pun menoleh kearah Aldi. Ia menerima gaun itu.


"Saya sepertinya lebih suka dengan gaun yang ini dari pada itu" Seru Lolita pada pelayanan boutique itu.


"Tapi maaf nona, gaun itu telah dipesan terlebih dahulu" Ujar pelayan itu. Mendengar itu Lolita sedikit kecewa.


"Oo, ya sudah kalau begitu saya akan memilih gaun yang lain" Balas Lolita sambil menyerahkan gaun itu kepada pelayan toko.


Lolita kembali melihat lihat namun sepertinya ia tidak menemukan gaun yang ia inginkan.


"Sayang kamu Ingin yang mana?" Tanya Aldi yang kini sedang berdiri dibelakang Lolita. Namun Lolita hanya diam tidak menyahuti perkataan Aldi.


Aldi kemudian menghampiri pelayanan yang masih sabar menungguinya dan membisikkan sesuatu kepada pelayan itu.


"Sayang, kamu pilih lah dulu mana yang kamu suka. Aku mau ketoilet sebentar" Seru Aldi. Lolita pun menghentikan aktivitasnya memilih gaun dan membalikkan badannya. "Okey" Jawab Lolita.


"Bisa anda menunjukkan dimana letak toiletnya?" Ujar Aldi pada pelayanan itu.


"Dengan senang hati Tuan" Jawab pelayanan itu lalu berjalan terlebih dahulu diikuti Aldi dan meninggalkan Lolita sendiri.


****


Tok


Tok


Tok


"Masuk!" Pinta seseorang dari dalam.


Pelayanan yang bersama dengan Aldi itu pun membuka pintu bercat coklat yang tertutup dengan rapat.


"Kenapa?" Tanya seseorang yang duduk di kursi kebesarannya. Sepertinya wanita itu adalah pemilik boutique tersebut.


Ya, Aldi berbohong. Ia tidak pergi ke toilet melainkan menemui pemilik boutique tersebut.


"Nyonya, saya menginginkan gaun itu" Ucap Aldi to the point sambil menunjuk gaun yang di bawa oleh seorang pelayan.

__ADS_1


Wanita itu pun mengikuti kemana arah jari Aldi menunjuk. "Maaf Tuan, tapi gaun itu sudah terlebih dahulu dipesan oleh putri keluarga Kusuma" Ujar pemilik boutique itu.


"Keluarga Kusuma" Gumam Aldi dalam hati.


"Berapa harga gaun itu saya akan membayarnya sekarang!" Ujar Aldi.


"Ini bukan masalah harga Tuan, tapi....." ucapan pemilik boutique itu terhenti ketika Aldi menukasnya.


"Tiga kali lipat ini kartu nama saya" Ucap Aldi sambil menyerahkan kartu namanya kepada pemilik boutique itu. Pemilik boutique itu pun membaca kartu nama yang diberikan oleh Aldi.


"Tuan Muda Aldi" Gumam pemilik boutique itu dalam hati.


Mendengar itu pemilik boutique itu pun terdiam sejenak. "Baiklah Tuan" Putus pemilik boutique itu.


"Bungkuskan gaun itu untuknya!" Perintah pemilik boutique itu kepada pelayan yang membawa gaun yang diinginkan Lolita.


"Baik bu" Ucap pelayan itu.


Mereka berdua kemudian keluar dari dalam ruangan pemilik boutique itu.


"Sayang apakah kamu sudah mendapatkannya?" Tanya Aldi pada Lolita yang kini sedang duduk di sofa.


Melihat Aldi datang Lolita langsung beranjak berdiri, ia menggelengkan kepalanya dengan wajah kecewa.


"Tidak apa apa, ayo kita ke kasir dan mengambil gaun yang kamu inginkan" Ucap Aldi sambil tersenyum dan merangkul bahu Lolita.


"Bukankah gaun itu sudah dipesan?" Tanya Lolita sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Orang itu tidak jadi memesannya" Ujar Aldi sambil berjalan menuju ke kasir.


****


Setelah Aldi membayar gaun yang diinginkan oleh Lolita, ia mengajak istrinya itu untuk keluar dari dalam boutique dan pergi ke baby shop.


Bersamaan Lolita dan Aldi keluar, Nona muda Kusuma yang tak lain dan tak bukan ialah Rere itu tiba di boutique itu.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?" Tanya salah satu Pelayanan yang menyambut Rere.


"Saya ingin mengambil gaun pesanan saya" Ucap Rere pada pelayanan itu.


"Atas nama siapa nona?" Tanya pelayan itu.


"Rere Jovanka Kusuma" Ucap Rere.


"Maaf Nona, tapi gaun yang anda pesan sudah terjual. Baru saja" Ucap pelayan itu.


"Apa? Bagai mana mungkin? Saya terlebih dahulu memesan gaun itu" Ucap Rere marah.


"Maaf Nona" Ucap pelayanan itu.


"Siapa yang membeli gaun itu?" Tanya Rere masih diselimuti amarah.


"Tuan Aldi Ferlando Putra" Jawab Pelayan itu.


"Aldi" gumam Rere.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bonus




__ADS_1


Yang lain menyusul, author masih malas untuk mencari Fotonya 😂😂


Yang Yang yang bikin semangat nulis membludak ❤️


__ADS_2