Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Nara Sakit


__ADS_3

Aldi memperhatikan wajah Lolita yang terlihat sangat polos ketika sedang tertidur.


Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 tetapi pasutri tersebut belum juga berpindah posisi dari tempat tidurnya.


Lolita mengerjapkan matanya dan tak lama mata wanita itu pun terbuka. Dengan penglihatan yang samar samar Lolita menangkap sosok Aldi yang pertama kali ia lihat saat membuka mata.


"Morning sayang, kiss dong" Ucap Aldi sambil tersenyum dan menyingkirkan sebagian rambut yang menutupi wajah cantik Lolita.


Cup


Tanpa banyak berbicara Lolita langsung saja mencium bibir Aldi. Hanya ciuman tidak lebih.


Posisi tidur yang saling memeluk itu membuat keduanya semakin malas untuk beranjak dari tempat tidur.


"Aksa sudah bangun?" Tanya Lolita dengan suara khas bangun tidur.


"Sudah dari tadi" Balas Aldi. Lolita mengangguk. Ia melepaskan pelukan Aldi, namun Aldi malah semakin mengeratkannya.


"Lepasin, mau ambil Aksa" Ucap Lolita sambil mencoba untuk mengurai pelukan Aldi yang semakin kuat.


"Aksa lagi sama mama" Ucap Aldi sambil menyembunyikan wajahnya dalam dada Lolita.


"Mama disini?" Tanya Lolita. Aldi mengangguk tanpa merubah posisinya. Lolita melirik ke arah jam yang ada di atas nakas.


"Sudah jam 06.49 aku mau keluar ini udah kesiangan" Tutur Lolita sambil mencoba untuk melepaskan pelukan Aldi. Namun bukannya terlepas pelukannya malah semakin erat.


"Seperti ini aja dulu" Balas Aldi dengan posisi yang masih sama. "Tapi kan...." Belum selesai Lolita mengucapkan kalimatnya, Aldi sudah menukasnya "Sebentar saja" Balas Aldi. Lolita menghela nafas, "Ya udah" Putus Lolita akhirnya.


🌼


"Lolita sama Aldi belum turun juga ya?" Tanya Nita, semua orang baru saja menyelesaikan sarapannya dan kini sedang duduk di ruang keluarga.


"Iya belum, mungkin mereka kelelahan" Balas Wilna yang baru saja kembali dari mengantarkan Putra dan Aldo.


"Kecapekan kenapa?" Tanya Satya. "Habis kuliah Lolita sama Aldi pergi jalan, katanya mau menghabiskan waktu berdua" Balas Wilna yang kini sudah duduk di sebelah Nita yang sedang menggendong Aksa.


"Aku kira habis nge ena ena" Ucap Satya sambil terkekeh. "Mungkin juga, kamu makannya buruan nikah, biar bisa ena ena" Goda Wilna.

__ADS_1


"Siap Bun, bentar lagi juga halal, malam pertama pokoknya ngga kasih kendor, mau buat Nara tepar tak berdaya hahaha" Balas Satya yang di akhiri dengan gelak tawa.


"Hus ada bocah" Saut Nita sambil menatap Satya. "Yaelah si mama, bocil gitu mana paham sama omongan orang gede" Balas Satya.


"Haa.. Haa... Huu.." Celetoh Aksa. (Anggap aja itu suara anak 2 bulan ya wkwkwk, ga tau soalnya kek gimana nulisnya).


"Nah kan Aksa nyahut" Ucap Nita sambil menatap Aksa yang sedari tadi berceletoh. "Bocil hasil cintanya Aldi sama Lolita ya gitu. Masih bocil aja gitu gimana gedenya nanti" Cibir Satya.


Ponsel Satya tiba tiba berdering menandakan ada sebuah telfon masuk.


Nama Nara dengan emoticon Love terlihat muncul dalam layar ponselnya.


"Ma, Bun Satya permisi, calon istri nelpon" Ucap Satya sambil nyengir dan beranjak berdiri.


"Iya" Balas Wilna. Satya kemudian berjalan keluar. Sesampainya diluar ia segera menggeser tombol hijau dan meletakkan ponselnya di telinganya.


"Iya sayang" Ucap Satya ketika telfon sudah tersambung.


"....." Balas seseorang diseberang telfon.


"Iya saya akan segera kesana" Balas Satya dengan panik. Satya segera mematikan telfonnya dan menyimpannya ke dalam saku celananya.


"Kenapa Sat?" Tanya Nita ketika melihat Satya kembali dengan wajah paniknya.


"Nara sakit, Satya harus pergi sekarang" Ucap Satya yang langsung menyahut tangan Nita dan Wilna untuk ia cium secara bergantian.


"Ya udah kamu hati hati ya" Ucap Nita, Satya mengangguk. Ia pun segera keluar dari rumah keluarga Aldi.


"Bang Satya kenapa ma, panik banget?" Tanya Lolita yang baru saja turun dari kamarnya bersama dengan Aldi.


"Tadi abang kamu dapat telfon, katanya Nara sakit" Balas Nita sambil menatap Lolita.


"Oo, kasihan banget ya kak Nara" Ucap Lolita. "Ya udah mending kalian berdua sarapan dulu gih" Tutur Wilna. Lolita mengangguk dan mengajak Aldi kemeja makan untuk menyantap sarapan mereka berdua.


🌼


Mobil Satya berhenti tepat di depan toko kue dengan pintu yang hanya terbuka separo.

__ADS_1


Begitu keluar dari dalan mobil, Satya langsung saja menerobos masuk ke dalam toko kue milik Nara.


Dengan langkah tergesa gesa dan wajah yang begitu panik Satya menaiki tangga untuk sampai dirumah atas milik Nara.


"Indah gimana keadaan Nara?" Tanya Satya sesampainya di rumah minimalis milik kekasihnya tersebut.


"Demamnya tinggi banget mas, mbak Nara masih di kamarnya ngga mau di bawa kerumah sakit juga" Balas Indah yang juga ikut cemas.


Tanpa menjawab ucapan Indah, Satya membuka pintu kamar Nara, terlihat Nara yang sedang tidur dengan di balut selimut, wajah pucat serta badan yang menggigil membuat Satya yang melihatnya menjadi tidak tega.


Satya mendudukkan dirinya di sebelah Nara, tangan laki laki itu bergerak untuk menyentuh dahi Nara, "Panas banget" Gumam Satya.


"Mama jangan tinggalin Nara" Gumam Nara dalam tidurnya, air mata dan keringat yang terus menggucur itu menandakan bahwa Nara kini sedang mengalami mimpi buruk.


"Sayang bangun" Ucap Satya lembut. "Mama, Nara minta maaf, mama jangan tinggalin Nara" Nara terus saja bergumam.


"Sayang, hey kamu mimpi buruk ya?" Satya masih tetap berusaha untuk membangunkan Nara dengan menepuk pelan pipi gadis itu.


Tak lama mata Nara yang terpejam pun terbuka, dan seseorang yang pertama kali ia lihat adalah Satya.


"Satya" Ucap Nara lirih. "Sayang kamu sakit, kita kerumah sakit aja yuk" Ajak Satya.


Nara menggelengkan kepalanya, "Aku ngga mau, ini hanya demam biasa nanti juga akan sembuh" Tolak Nara.


"Hey demam biasa kamu bilang, bada panas, wajah pucat dan tubuh menggigil ini kamu bilang demam biasa?" Ucap Satya tak percaya bercampur dengan rasa khawatir.


"Udah, kamu ngga usah khawatir, besok juga pasti akan sembuh" Ucap Nara sambil tersenyum.


"Nggak, pokoknya aku akan bawa kamu kerumah sakit, aku itu bener bener khawatir sama kamu sayang" Ucap Satya, Laki laki itu kemudian mengambil alih Nara dari atas tempat tidur, menggendong ala bridal dan membawanya turun dari rumah atap minimalisnya.


Nara rasanya ingin memberontak, namun tubuhnya tak mampu untuk diajak memberontak, ia sangat lemah hingga akhirnya ia memilih untuk diam saat Satya membawanya ke rumah sakit.


"Ndah tolong bukakan pintu mobil!" Pinta Satya sesampainya mereka diluar. Tanpa banyak tanya Indah langsung membukakan pintu jok belakang dan Satya langsung mendudukkan Nara di jok belakang.


"Mas Satya, Indah ikut ya?" Pinta Indah, ia juga merasa cemas akan keadaan Nara yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.


"Iya, tapi kamu tutup dulu pintu toko!" Titah Satya, Indah mengangguk, ia langsung menutup pintu toko tak lupa pula menguncinya.

__ADS_1


Satya masuk kedalam mobil diikuti dengan Indah.


Laki laki itu pun langsung melakukan mobilnya meninggalkan toko kue milih Nara.


__ADS_2