" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 10 " Basah Kuyub "


__ADS_3

" Shane, anterin saya pulang dong? " Pinta Agnes.


" Bukannya kamu tadi bawa mobil ya?" Tanya Shane.


" Ehhmmmm....ga. Saya tadi naik taxi kok." Agnes berbohong, agar ia bisa diantar oleh Shane.


" Oh gitu. Ya da, saya anterin kamu pulang." Jawab Shane.


Sofie hanya diam berdiri dibelakang mereka. Sofie tertinggal di parkiran itu.


" Hey, saya gimana? " Tanya Sofie.


Tak berapa lama mobil Kevin masuk ke parkiran itu. Ia keluar dari mobil bersama seorang wanita cantik.


" Kevin ?" Sapa Sofie.


" Sofie? kamu ngapain disini?" Tanya Kevin.


" Saya tadi lagi sama Shane. Ini siapa Vin?" Tanya Sofie.


" Ini Cindi, calon istri saya." Jawab Kevin sambil memegang tangan Cindi.


" Oh gitu. Wah selamat ya Vin, jangan lupa undang saya ya, hehehe..."


" Ia. Nanti saya kasih undangannya ke kamu, tapi kamu harus datang ya?" Kata Kevin.


" Beres, Vin. Hai...nama saya Sofie..." Sofie menjabat tangan Cindi. Tapi Cindi menolak jabatan tangan Sofie.


Shane memperhatikan mereka.


" Maaf, tangan kamu kotor." Kata Cindi.


" Oh ya, maaf ya kalau tangan saya kotor." Jawab Sofie.


Kevin dan Cindi pun pergi meninggalkan Sofie.


Sofie tersenyum tipis. Ia kembali menemui Shane.


" Shane, saya gimana ?"


" Kamu budek ya? Shane kan uda bilang kamu pulang sendiri....!" Sahut Agnes menimpali.


" Ya da deh..!" Jawab Sofie dengan sedikit kesal.


Shane dan Agnes pun pergi meninggalkan Sofie. Sofie sekarang hanya sendirian di parkiran itu.


Ia berjalan keluar membawa koper dan biolanya yang rusak.


Ia berdiri dipinggir jalan. Dengan wajah yang kusam, pakaian yang lusuh.


Sofie menangis. Ia tak tahu harus pergi kemana. Ia duduk di trotoar jalanan itu.


Setelah mengantar Agnes, Shane kembali menemui Sofie. Ia melihat Sofie duduk sambil menangis.


Shane mendekatinya.


" Nangis terus. Kapan sih kamu itu ga nangis?" Tanya Shane.


Sofie terkejut mendengar suara Shane. Sofie langsung mengusap air matanya.


" Ngapain kamu kesini?" Tanya Sofie.


" Kamu yakin mau tidur dijalanan?"


" Saya bisa kok cari uang. Kamu sepele sama saya?"


Shane langsung menarik tangan Sofie. Dan memasukkannya ke dalam mobil.

__ADS_1


" Kamu kasar banget sih? tangan saya sakit, tau.."


" Kamu diam. Atau kamu mau saya buang ke hutan?"


" Coba aja kalau berani."


" Kamu jangan nantangin saya. Saya bisa aja lakuin itu ke kamu. Kamu pikir saya takut?"


" Dasar manusia aneh kamu. Saya mau turun."


" Masuk. Jangan turun. Kalau saya bilang masuk ya masuk."


" Ga. Saya ga mau dibawa sama kamu. Kamu itu jahat."


" Masuk saya bilang."


" Ga. Tolong..tolong...tolong...saya mau diculik sama pria ini..tolong....!" Sofie berteriak - teriak minta tolong.


Orang - orang pun berdatangan ingin menolong Sofie.


" Hey....mau kemana kamu bawa wanita ini, lepaskan dia..!" Ucap salah satu orang yang lewat.


" Kalian ga usah ikut campur. Ini urusan saya." Jawab Shane.


" Kamu mau kami laporkan ke Polisi?" Ucap salah satu orang yang datang.


" Laporkan aja kalau berani.'' Ucap Shane .


" Kamu jangan main - main ya..! dia itu wanita. Masa kamu beraninya sama wanita?".


" Dia ini istri saya. Kalian ngerti ?"


" Bilang dong dari tadi kalau dia itu istri mu. Dasar....!!"


" Saya bukan istrinya. Tolong saya."


" Selamatkan sendiri dirimu. Wanita ga jelas." Ucap pria yang menghampiri Shane.


" Uda diam. Kamu masuk."


Shane langsung menghidupkan mesin mobilnya dan pergi membawa Sofie.


Ditengah perjalanan, mobil Shane mogok. Shane kesal dan marah.


Shane pun turun dari mobilnya dan memeriksa mesin mobilnya.


" Ahh payah..mobil mahal kok pake mogok sih ?" Ledek Sofie.


Sofie turun dari mobil itu.


" Mobil kamu ini kan mobil mahal, kenapa bisa mogok?" Tanya Sofie sambil menendang ban mobil Shane.


Shane masih diam dengan ocehan Sofie.


" Sepertinya mau datang hujan. Gimana ini? mobil kamu payah, ternyata mobil mahal itu bisa juga mogok ya,hahahaha....!" Sofie tertawa mengejek mobil milik Shane.


" Kamu bisa diam ga sih? sekarang kamu coba starter mobilnya."


" Starter? dimana?"


Shane pun mengajarinya.


" Ohh..begitu. Baiklah....!"


Tiba - tiba hujan turun. Sofie bukan menjalankan perintah yang disuru Shane, Sofie malah main hujan - hujanan.


" Ayo starter Sofie...! Sofie? kamu dengar saya ga sih? starter mobilnya.. biar kita pulang. Sofie? kok Sofie malah diam sih? kamu ngerti ga sih yang mana mau di starter? sofieeeee.....!!!"

__ADS_1


Shane pun menghampirinya, dan ternyata Sofie tidak ada didalam mobil.


" Sofie kemana? sofieee.... kamu dimana?" Tanya Shane sambil mencari - cari Sofie.


" Saya disini." Jawab Sofie.


" Astaga? Sofie?"


Sofie bermain air hujan. Ia senang sekali dapat menikmati air hujan yang turun sangat deras itu.


Sofie berlari sambil memercikan air ke wajah Shane.


" Ayo kita bermain hujan. Jarang - Jarang kita bisa seperti ini." Kata Sofie .


" Kamu ga lihat mobil lagi mogok? kamu mau bermalam dijalan ini?"


" Maaf. Tapi kamu aja deh yang perbaikinya, saya mau main hujan."


Sofie melanjutkan bermain air hujan. Sofie berlari - lari seperti anak kecil, ia sangat kegirangan bermain air hujan.


Shane sudah basah kuyup. Mobil yang ia perbaiki pun selesai. Mobil tersebut pun bisa hidup kembali.


" Sofie, kamu mau pulang ga? atau kamu tinggal disini?" Tanya Shane.


Sofie tidak mengindahkan ajakan Shane. Ia hanya diam. Ia terus bermain dan berlari seperti anak kecil.


Shane terus melihat tingkah Sofie.


" Sofie..?? kamu dengar saya ga sih? kita pulang. Sofieeee??"


lagi lagi Sofie tidak mendengarkan Shane. Shane langsung menghampiri Sofie dan menarik tangan Sofie. Sofie tergelincir hingga ia jatuh ke pelukan Shane.


Shane dan Sofie saling menatap, wajah mereka saling bertemu. Detak jantung Sofie semakin kencang begitu Shane terus menatap wajah Sofie. Mereka berdua terdiam, hanya suara air hujan yang membasahi wajah mereka yang terdengar.


Shane mendekatkan wajahnya ke wajah Sofie. Dan Shane mencoba mencium bibir milik Sofie. Sofie hanya diam. Tak ada perlawanan dari Sofie. Ia hanya pasrah bibirnya di sentuh pria tampan seperti Shane.


Shane terus menciumi bibirnya Hingga suara truk yang lewat menghentikan aksi Shane. Sofie sangat terkejut sekali. Ia menunduk malu. Shane menarik tangan Sofie dan mereka pun pergi meninggalkan tempat itu


Diperjalanan Sofie hanya diam begitu juga dengan Shane.


Sesekali Shane melihat Sofie.


" Makanya jangan coba main hujan, baju kamu basah kan?"


Sofie hanya mengangguk. Ia melihat wajah tampan Shane. Kalau tidak marah, wajah tampan Shane sangat berkharisma.


Tibalah mereka di rumah Shane.


" Kamu langsung mandi. Nanti saya suruh Bibi Janet antar pakaian kamu."


" Ia. Makasih ya...!"


" Turunlah. Segera mandi."


Sofie tersenyum.


" Kenapa senyum - senyum ? ada yang lucu?"


" Ga. Kamu itu sebenarnya orangnya baik, tampan lagi." Puji Sofie.


" Saya ga suka dipuji."


" Ya uda kalau ga suka.


Dasar manusia aneh."


Sofie turun dan masuk kedalam rumah. Shane memperhatikan Sofie. Shane pun tersenyum melihat tingkah laku Sofie.

__ADS_1


..." Sofie..kamu itu juga cantik tapi bawel...Ahh kok jadi muji dia sih?"...


Shane kembali tersenyum.


__ADS_2