
Ditengah perjalanan Shane menghentikan mobilnya. Ia mencoba menghubungi Sofie.
" Ada apa? saya masih mengajar !" ucap Sofie dari sebrang.
" Kamu pulang jam berapa?"
" Kira - kira jam 2, emang kenapa?"
" Ya uda, biar saya jemput. Ini saya mau otw kesana."
" Tumben !"
" Ia, ya uda lanjut ngajarnya."
Shane mematikan ponselnya. Shane kembali melajukan mobilnya. Ia semakin menambah kecepatan laju mobil BMW itu.
Tak berapa lama, ia pun sudah tiba di depan sekolah bertaraf Internasional itu.
Shane mengirimkan pesan..
..." Saya uda di area parkiran sekolah. Kalau sudah selesai mengajar, segeralah turun !"...
Pesan terkirim.
Ting...
Pesan masuk. Dan Sofie pun membacanya, ia segera membalasnya.
" Oke suami ku...!"
Pesan terkirim..
Ting....
Shane membacanya, ia tersenyum.
..." Ternyata Sofie bisa juga romantis. Hhmm..apakah ini termasuk kata romantis? Ahh...sudahlah. "...
...ucap Shane...
Shane turun dari mobilnya. Ia melihat - lihat sekeliling sekolah tersebut.
..." Sekolah ini semakin banyak perubahannya. Saya jadi ingat, ketika Papa dan Mama mendaftarkan saya di sekolah ini. Sekolah yang penuh kenangan....
...ucap Shane sambil menyeka air matanya....
Jam mengajar Sofie pun selesai. Ia langsung turun dan menuju ke lokasi area parkir.
" Shane....!" Sofie melambaikan kedua tangannya.
" Shane menoleh dan tersenyum pada wanita cantiknya itu.
" Gimana ngajarnya? lancar ?"
" Ia, lancar. Kok tumben kamu baik !"
" Jadi saya ga boleh baik sama kamu? kamu mau, saya jahat terus? saya kangen sama kamu !" ucap Shane sambil mencubit hidung milik Sofie.
" Aduh...aduh...aduh...sakit, tau !"
__ADS_1
" Kamu uda lapar kan?"
" Ya, lapar sekali, hehehe..!"
" Ya, da kita cari makan, masuklah !"
" Ga dibukain gitu ?kayak film - film Korea itu lho !"
" Ini ni...kalau uda kecanduan Drakor."
Sofie tertawa lepas. Shane pun membukakan pintu mobil itu dan mempersilahkan Sofie masuk. Mereka pun langsung pergi.
" Kamu dari mana? kok rapi sekali ?, wangi lagi !" tanya Sofie sambil memegang pundak suaminya itu.
" Hhmm..tadi saya lagi ada urusan."
" Selalu ada urusan, setiap ditanya mau kemana, dari mana, pasti jawabnya ada urusan."
" Memang ada urusan kan? kamu ga usah takut, saya ga akan mencari wanita lain, wanita saya itu cuma kamu. Makanya kamu itu harus bisa jaga diri, jaga hati."
" Hahaha..kamu aneh !"
" Kenapa aneh? emang salah ya?"
" Ga sih !"
" Kamu mau makan apa?"
" Terserah."
" Sofie, kamu pernah mikir ga sih, kita menikah uda hampir setahun, tapi kita ga pernah jalan bareng, makan bareng, yang ada kita selalu ribut. Kamu bosan ga sih dengan keadaan seperti itu?"
" Hei..kok ditanya diam sih? kamu nangis ya?"
" Ga, saya ga nangis. Kamu tahu ga, hari ini saya senang. Karena mulai dari tadi malam, kamu itu beda banget. Dengan kamu kasih perhatian aja sama saya, itu uda lebih dari cukup kok. Saya yakin, kamu itu bisa jadi suami yang baik, panutan."
Shane menghentikan laju mobilnya.
Ciiiittttt...
" Kenapa berhenti?" tanya Sofie
Shane tersenyum. Ia mencium kening istrinya itu.
" Sofie, jangan pernah menyesal telah menikah dengan saya. Kalau balas dendam saya sudah terbalaskan, saya janji, saya akan mengelola perusahaan milik Papa, saya akan meninggalkan bisnis haram ini. Saya janji. Support saya, kamu mau kan? "
" Shane, kenapa harus membalaskan dendam ? serahkan sama Tuhan, biar tangan Tuhan yang bekerja. Kejahatan jangan dibalas dengan kejahatan."
" Maaf Sofie, tapi ini semua sudah terlanjur. Kamu akan tahu kenapa saya melakukan ini, itu semua karena kamu. Saya benar - benar mulai jatuh cinta sama kamu, walaupun kamu mau melaporkan saya."
" Ga Shane, saya ga akan melaporkan mu. Itu sama aja, saya menenggelamkan kapal saya. Kamu itu suami saya. Saya ga akan melakukan itu. Saya sempat termakan hasutan Bibi Mary, tapi saya sadar, Bibi Mary itu seperti apa."
" Kamu serius ?"
" Ya, saya serius. Bahkan ketika kamu menghilang, saya selalu mencari kamu, saya khawatir sama kamu. Shane, saya juga sangat mencintai mu." air mata Sofie pun mengalir membasahi kedua pipinya.
" Jangan menangis !" Shane menghapus air mata itu dan ia memeluk Sofie.
" Jangan pernah kecewakan saya, Shane ! saya ga punya siapa - siapa lagi di dunia ini, saya cuma punya kamu."
__ADS_1
Mendengar ucapan Sofie, air mata Shane pun ikut mengalir. Ia semakin memeluk erat tubuh istrinya itu.
" Ya uda, kita cari makan. Nangisnya ntar aja disambung lagi, hehehehe !" ledek Shane.
Shane pun kembali melajukan mobil itu. Ia semakin menambah kecepatannya. Dan tibalah mereka di sebuah resto, dimana resto tersebut adalah tempat favorite keluarga Denaro.
Shane mengajak Sofie makan disana. Hari itu kedua pasangan ini seperti mabuk asmara, saling bergandengan tangan, saling romantis. Kita lihat aja, apakah masih ada keributan lagi? ga seru kalau ga ribut, hehehe..!
****
Keadaan Kris.
Kris telah menjalani terapi. Kesabaran dan semangat Kris untuk sembuh sangatlah besar. Ia semakin menunjukkan perubahan yang lebih baik lagi.
Kris sudah mulai bisa berjalan. Ia juga mulai bisa makan sendiri. Berbicara pun sudah mulai jelas.
Istri dan anak - anak Kris sangat bahagia sekali. Mereka tak menyangka kuasa Tuhan bekerja penuh atas kesembuhan Kris.
" Ibu, bagaimana kalau kesembuhan Ayah, kita beritahukan pada Paman tampan itu?"
" Ya, nak. Ibu akan memberitahukannya."
" Istri ku, undanglah mereka untuk makan malam dirumah ini. Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk membalas kebaikan Shane dan Istrinya. "
" Makan malam?"
" Ya, makan malam. Tak perlu mewah yang penting kita ikhlas memberikannya. Dan kamu juga perlu kenalan dengan Sofie."
" Sofie? ya, kita akan mengundang mereka untuk makan malam dirumah kita. Dan kamu Tio, kamu bisa bantu Ibu pergi ke pasar untuk berbelanja."
" Kamu harus menghubungi mereka dulu. Apakah mereka bisa atau ga. Kalau katanya bisa, kalian bisa pergi."
" Bu, Lili ingin sekali datang kerumah Paman tampan."
" Lili, kita bisa pergi kesana, disana ada kolam renangnya. Tapi kamu harus minta ijin dulu sama Paman tampan."
" Ia Ayah, saya akan minta ijin pada Paman tampan."
" Istri ku, sebaiknya langsung kabari Shane, katakan niat baik kita ini !"
" Ya, saya akan menghubungi Tuan Shane."
****
" Pa, Ma, kami sangat merindukan Tante Sofie, apakah kami bisa menjenguknya?" tanya Jason.
" Apa? kalian merindukan Sofie?"
" Papa tahu ga, nilai ulangan saya selalu jelek, Mama ga pernah ngajari kita. Di tempat les juga, Miss nya ngebosanin. Beda dengan Tante Sofie, Tante Sofie baik."
" Ya sudah, terus saja bela Tante mu itu !"
" Papa dan Mama itu ga pernah perduli sama kita !"
" Jason, asal kamu tahu, Papa itu cari uang supaya kalian bisa sekolah !"
" Trus kantor Papa ada dimana? teman - teman Jason selalu nanya, kantor Papa Jason ada dimana? di Jalan apa? Jason ga tahu, Jason hanya diam, Pa !"
" Sayang, bawa mereka masuk ke kamarnya. Bisa - bisa stres saya ngadapi mereka, hufff...!"
__ADS_1