" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 51 " Menghilangnya Shane"


__ADS_3

Hari pun semakin malam, Shane belum juga kembali. Sofie mulai cemas memikirkan suaminya itu.


Sofie menantikan suaminya diluar. Ia mencoba menghubunginya, tapi tak ada jawabannya. Sofie semakin takut, ia takut terjadi sesuatu pada suaminya itu. Bibi Janet melihat kegelisahan Sofie.


" Nak, apakah Shane bisa dihubungi?"


Sofie hanya menggelengkan kepalanya. Kesedihan semakin tampak di raut wajah cantiknya itu.


" Saya takut, Bi. Saya takut terjadi sesuatu pada Shane."


" Kita bawa dalam doa aja, nak. Yakinlah Shane akan baik - baik aja."


" Ini semua salah saya, Bi. Shane marah dan ia pergi. Sampai sekarang dia belum pulang. "


" Oh ya, bagaimana kalau kita mencarinya ke taman dimana ia pernah minum. Mungkin disana kita bisa bertemu dengan Jack. Kita minta bantuan padanya, Jack pasti tahu dimana Shane. "


" Jack? Bibi yakin Jack tahu keberadaan Shane?"


Bibi Janet menganggukkan kepalanya.


" Ya uda Bi, sekarang kita pergi kesana. Saya akan cari taxi, Bi."


Sofie menghubungi taxi online, dan tak berapa lama, taxi itu pun tiba. Mereka pun pergi ke taman dimana Shane pernah minum.


Tibalah mereka disebuah taman. Taman yang sangat luas. Orang - orang mulai tampak sepi. Penjual makanan keliling pun sudah tak mangkal lagi disana.


Bibi Janet dan Sofie mencari - cari dimana Shane berada. Sesekali mereka juga memanggil Jack. Mereka berharap dapat bertemu dengan Jack.


Dewi Fortuna berpihak pada mereka, Bibi Janet melihat keberadaan Jack. Bibi Janet pun memanggilnya.


" Jack !"


Jack menoleh kearah datangnya suara. Dan ia sangat terkejut Bibi Janet berada di taman itu malam hari.


" Bibi Janet? Bibi ngapain di taman malam - malam gini?"


" Nak, kami mencari Shane, Tuan yang pernah kamu tolong sewaktu dia mabuk. Apakah kamu melihatnya?"


" Tuan Shane?"

__ADS_1


" Ia, Tuan Shane. Ini istrinya. Kami sangat cemas, nak. Pagi tadi dia pergi, tapi sampai sekarang dia belum kembali juga. Kami sangat khawatir, nak."


" Astaga ! hhmm..baiklah Bi, saya akan membantu kalian. Saya akan mencarinya."


" Jack, makasih banyak ya !'' ucap Sofie


" Sama - sama Nyonya."


Mereka pun berpencar mencari Shane. Sofie kembali menghubungi ponselnya, lagi - lagi tak ada jawaban. Sofie semakin takut. Ia sangat menyesali perbuatannya karena telah membuat sakit hati suaminya itu.


Pencarian mereka malam itu tak membuahkan hasil. Mereka sama sekali tidak tahu dimana keberadaan Shane. Sofie menangis histeris. Perasaannya pun semakin tak enak. Bibi Janet dan Jack menenangkannya.


" Nak, kamu tenang dulu, kita akan menemukan Shane. "


" Bagaimana bisa saya tenang, Bi. Shane pergi dari rumah dalam keadaan marah dan emosi. Saya menyesal Bi telah melukai hatinya."


" Begitulah kalau berkeluarga, nak. Selalu ada kerikil dalam rumah tangga. Kamu tenang ya!"


" Nyonya, besok pagi saya akan mencari Tuan Shane. Saya tahu dimana arah mobilnya pergi. Saya sering melihat Tuan Shane jika di lampu merah. Ia selalu pergi ke arah selatan. Saya tidak tahu nama tempatnya, tapi saya selalu memperhatikan mobil mewahnya."


" Pergi ke arah selatan?"


Sofie menggelengkan kepalanya.


" Sofie, bagaimana kalau kita lapor polisi aja!"


" Menurut saya jangan dulu Bi, siapa tahu aja Tuan Shane memiliki tempat tinggal selain rumah yang Bibi dan Nyonya tempati."


" Ia juga ya, Jack. Kamu benar." ucap Bibi Janet.


" Sebaiknya Bibi dan Nyonya pulanglah, ini sudah semakin larut malam, esok saya akan mencari kembali. Nyonya Sofie jangan menangis lagi, saya janji saya akan mencari Tuan Shane."


" Jack, makasih banyak ya !"


" Sama - sama Nyonya."


Sofie dan Bibi Janet pun kembali pulang. Sofie tak bisa berhenti menangis. Sepanjang jalan ia selalu menangis.


****

__ADS_1


Tak satu pun ada yang tahu keberadaan Shane dimana. Karena merasa sakit hati atas tuduhan Sofie, Shane pun memindahkan Kris ke rumah sakit di salah satu kota di Amerika Serikat.


Shane memindahkan Kris, karena Kris sama sekali tak ada perubahan. Sudah hampir sebulan ia koma. Biar gimana pun Kris adalah tanggung jawab Shane, karena Kris adalah anak buahnya sekaligus kepercayaan Shane.


Shane pun meminta ijin pada Dokter yang menangani Kris, agar di perbolehkan membawa Kris. Dengan hati yang berat Dokter itu pun memberikan ijin padanya. Dengan catatan, tidak bertanggung jawab dengan keadaan Kris apabila terjadi sesuatu padanya.


Dengan yakin, Shane membawanya. Ia percaya, Kris akan sembuh. Karena hanya Kris lah satu - satunya orang yang menjadi saksi atas penculikan Sofie. Shane melakukan ini semua karena Shane merasa di tuduh dan Shane juga merasa sedih atas kehilangan calon anaknya.


Shane ingin tahu siapa sebenarnya musuh terdekatnya, mengapa ada orang yang ingin menghancurkannya. Shane masih menebak - nebak tentang Paman Sammy, tapi Shane tidak mempunyai bukti menuduh begitu saja. Maka dari itu, ia membawa Kris pergi ke AS.


Shane telah menghubungi pimpinan Rumah Sakit AS, dimana Kris akan mendapatkan perawatan intensif. Mereka pun menyetujui kerja sama ini. Shane meminta agar semua team medis bersiap untuk menangani kasus Kris.


Apa yang diharapkan Shane pun terwujud, pihak Rumah Sakit yang akan di kunjungi Shane pun telah menyediakan apa yang diminta Shane. Semua telah siap menunggu kedatangan Shane dan Kris.


Malam itu mereka pun berangkat. Ternyata Shane telah mengurus semua dokumen - dokumen untuk dibawa ke AS.


Semua keperluan Kris juga telah dibawanya. Dan Shane juga sudah mendapatkan ijin dari istrinya. Walaupun awalnya istri Kris tidak memberikan ijin, karena melihat kondisi Kris yang koma, sama sekali tidak berdaya.


Shane tidak mau melihat kesedihan yang mendalam di keluarga Kris. Kris mempunyai 2 anak, Shane tidak mau anak - anak itu kehilangan Ayah yang mereka cintai. Shane lah yang akan bertanggung jawab sampai Kris sembuh total.


Shane pun menyewa sebuah pesawat untuk membawa Kris ke AS. Ada beberapa Dokter yang membantu Shane dalam perjalanan kali ini. Menempuh perjalanan 25 jam 45 menit, dengan transit selama 3 jam 5 menit. Shane tetap bersabar dan tetap berdoa untuk kesembuhan Kris.


Shane sangat berharap, masalah ini cepat selesai. Dan ia berjanji suatu saat ia akan meninggalkan pekerjaan ini. Tapi Shane belum tahu apakah ia bisa atau tidak. Hanya waktulah yang bisa menjawab.


****


Sofie tidak bisa juga tidur. Ia semakin gelisah. Ia tak tahu harus menghubungi siapa.Ia tak tahu sama sekali rekan - rekan Shane. Insting seorang istri itu sangat kuat. Sofie merasakan jika Shane dalam keadaan tidak baik - baik saja.


Sofie pun berniat menghubungi Paman dan Bibinya. Sofie yakin pasti mereka tahu dimana Shane.


Karena ini sudah malam, Sofie mengurungkan niatnya, ia menuggu hingga esok pagi.


Sofie mengambil fhoto pernikahan mereka. Ia menangis melihat fhoto itu.


..." Sayang kamu dimana? Tuhan, tolong lindungi Shane dimana pun dia berada !"...


...ucap Sofie dalam doanya...


Sofie mencium fhoto itu dan meletakkannya kembali.

__ADS_1


__ADS_2