" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 54 " Kris Sembuh "


__ADS_3

Sofie masih saja menangis, ia begitu ketakutan dengan kejadian yang baru saja terjadi. Sofie pun menjadi trauma .


" Nona, berhentilah menangis. Apakah pria itu tadi pacar mu?" tanya salah satu Polisi di mobil itu.


" Ga, Pak. Dia bukan pacar saya."


" Bukan pacar, tapi kenapa kalian berdua ada ditengah hutan itu?" tanya Polisi yang lain.


Sofie terdiam. Sungguh sulit ia akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ingin rasanya ia bertanya mengenai Shane, tapi ia takut melewati batas. Akhirnya ia pun diam, dan tak ingin menanyakan tentang keberadaan suaminya itu.


" Kami salah jalan, Pak !"


" Salah jalan? mengapa bodoh sekali pria itu? apakah dia ga tahu kalau itu adalah hutan yang dilindungi ?"


" Ya, Pak, dia ga tahu itu. Hhmm dan saya juga ga tahu, makanya kami salah jalan, Pak."


" Terserah anda Nona, benar atau tidaknya, andalah yang tahu !"


Lagi - lagi Sofie menangis.


" Baiklah Nona, sepertinya kamu sedang lagi ada masalah. Tenangkan hati dan pikiran mu, hentikan tangisan mu itu. "


" Oh ya, rumah mu disebelah mana? kami akan mengantarkan mu pulang."


" Di Jalan Merak, Pak. Nanti belok kanan."


" Jalan Merak? benar rumah mu disana?"


" Ia Pak, rumah saya ada disana. " Air mata Sofie pun mengalir kembali.


" Nona, jangan lagi menangis. Kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa menghubungi kami. Kami siap membantu."


Sofie hanya bisa mengangguk. Dan para Polisi itu pun mengantarkan Sofie pulang kerumah.


Dan akhirnya tibalah mereka di rumah ber- cat putih, mewah dan besar itu. Sontak saja salah satu Polisi itu langsung terkejut akan rumah mewah itu. Karena ia tahu itu adalah rumah Shane, sang mafia yang sangat kaya.


" Nona, apakah kamu tinggal dirumah ini?"


" Ia, Pak."


" Kamu siapa pemilik rumah ini?"

__ADS_1


Sofie ingin berbohong, tapi ia takut karena yang ada dihadapannya itu adalah para Polisi.


" Sa..saya..saya adalah istrinya, istri Shane Denaro, Pak." dengan gugup Sofie menjawab.


" Istri Shane Denaro? apakah Shane sudah menikah? kenapa tidak ada kabarnya?" Polisi yang sedang menyetir itu menanyakan pada salah satu temannya.


" Anda istrinya?" Polisi itu menanyakannya lagi seperti tak percaya.


" Ia benar, Pak. Bapak kenal dengan suami saya?"


Para Polisi itu tersenyum


" Ya, semua orang mengetahui siapa itu Shane Denaro."


" Oh begitu. Baiklah Pak, saya permisi dulu, terimakasih untuk bantuannya." perasaan Sofie pun agak tenang sedikit.


" Ya, Nona. Lain kali hati - hatilah jika bepergian. Salam buat suami mu !" ucap salah satu Polisi itu.


Sofie pun terkejut mendengar ucapan salah satu Polisi itu. " Salam buat suami mu !"


..." Mengapa Polisi - Polisi itu tidak menanyakan keberadaan Shane? mengapa mereka malah menitipkan salam? apa yang sebenarnya terjadi? katanya Shane buronan?"...


...ucap Sofie sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu....


Seperti tak percaya. Apa sebenarnya yang telah disembunyikan dari Shane. Ia pun mengingat tentang video yang diberikan Mark itu. Sofie pun tambah kebingungan.


Perlahan ia melangkah masuk. Ia masih saja memikirkan tentang kejadian yang baru saja di alaminya. Bibi Janet mengetahui kepulangan Sofie.


" Sofie ? kamu kenapa, nak?"


" Bi, saya ga menemukan Shane disana. Shane ga ada, Bi !"


" Apa? Shane tidak ada disana? jadi kemana dia pergi, nak?"


" Ntahlah, Bi. Saya juga ga tahu dimana dia sekarang. Saya takut Bi, saya takut terjadi sesuatu pada Shane. "


" Nak, kamu sabar ya !"


" Gimana saya mau sabar, Bi ! saya ga tenang. "


Sofie kembali lagi menangis. Ia juga menceritakan apa yang baru saja dialaminya ketika mencari Shane.

__ADS_1


Bibi Janet pun sangat terkejut mendengarkan cerita Sofie .Bibi Janet langsung memeluknya. Mereka berdua sama - sama menangis.


Setelah kejadian itu, Sofie semakin takut untuk keluar rumah. Ia takut jika Mark mengikutinya lagi.


Ujian semester anak sekolah pun telah selesai. Dan Sofie bisa berdiam diri di rumah. Bayang - bayang Mark, membuat Sofie ketakutan ditambah lagi masalah Shane yang tidak tahu dimana keberadaannya.


Ingin rasanya ia menceritakan semua keluh kesahnya pada Dion. Tapi Bibi Janet melarangnya. Karena ini masalah rumah tangganya.


Bibi Janet melarang Sofie untuk tidak mengikutkan orang ketiga dalam setiap masalah rumah tangganya. Dan Sofie pun menuruti perintah Bibi Janet.


Sofie hanya bisa berdiam diri di dalam rumah. Ia pun tak selera untuk makan, ia selalu kepikiran Shane.Dan akhirnya Sofie pun jatuh sakit.


Lambungnya kembali bermasalah. Ia pun tak mau pergi ke rumah sakit untuk berobat. Bibi Janet hanya bisa merasa sedih melihat istri majikannya itu.


Bibi Janet membujuk agar Sofie berobat, tapi Sofie tetap saja menolak. Sofie hanya bisa menangis dan menangis.


Wajahnya semakin pucat. Bibi Janet tidak tahu lagi harus berbuat apa. Ia pun tak tahu harus kemana mencari Shane.


Bibi Janet mencoba menelpon Jack, Jack pun tak dapat menemukan Shane.


Begitulah hari - hari Sofie, ia hanya bisa berdiam diri di dalam kamar, antara percaya dan tidak mengenai suaminya itu.


Sofie selalu bermimpi buruk. Ia selalu memanggil nama suaminya itu.


****


Waktu pun berlalu, akhirnya Kris sudah sembuh dan ia pun sadar dari komanya, ia pun bisa kembali pulang.


Tapi sayangnya, Kris belum begitu lancar untuk berbicara. Masih terbata - bata jika di ajak berbicara. Tapi walaupun demikian, Shane sangat senang karena Kris bisa melewati masa komanya yang hampir satu bulan penuh.


Shane langsung memberi kabar bahagia ini pada keluarganya. Tapi Shane meminta pada istrinya untuk merahasiakan kejadian ini.


Dan ternyata Shane telah membelikan sebuah rumah untuk ditempati Kris dan keluarganya. Shane harus melindungi Kris dari orang - orangnya.


Karena jika tahu Kris masih hidup dan sudah sembuh, pastilah akan ada orang yang ingin menyakitinya kembali, karena Kris adalah saksi dari penculikan Sofie.


Shane pun mengurus segala keperluan untuk kepulangan mereka ke Indonesia. Pesawat serta dokumen - dokumen penting pun telah siap.


Akhirnya Kris bisa kembali melihat Shane. Ia pun tersenyum pada Bos nya itu. Tapi ia belum kuat untuk berbicara.


Shane memakluminya, ia akan tetap sabar mengurus Kris. Shane juga berterima kasih pada seluruh Dokter dan staf medis yang menangani Kris.

__ADS_1


Tanpa bantuan mereka, mungkin Kris masih tergeletak lemah tak berdaya. Shane pria yang sangat pemberani, ia berani mengambil langkah yang menurut semua orang itu tidak mungkin dan sangat berbahaya.


Sekilas ia mengingat Sofie, istrinya itu. Shane mulai merindukan sosok wanita itu, wanita yang selalu ribut dengannya. Ia pun tersenyum ketika mengingat nama itu. Sejenak ia lupa akan tuduhan Sofie terhadapnya.


__ADS_2