
Dion tidak bisa tidur karena dia selalu memikirkan mengapa Agnes bisa membohonginya.
Ia mencoba bertanya pada Agnes satu harian dari mana saja, Agnes malah mengatakan dia sibuk meeting dengan klien.
Dion tidak mau memberitahukan pada kakaknya masalah ini. Karena selama ini, Dion selalu membela dan membanggakan Agnes di depan mereka.
Ada rasa malu. Ya, Dion merasa malu karena selama ini Agnes selalu ia banggakan pada keluarga besarnya.
Ia pun jadi teringat akan Sofie. Ucapannya telah membuat hati Sofie sakit hati.
Dion tidak tinggal diam. Ia ingin menyelesaikan secepatnya masalah ini.
****
Honey Moon yang ditunggu - tunggu pun telah tiba waktunya.
Shane sudah mempersiapkan segala sesuatunya.
Shane juga meminta pada Sofie supaya membawa keperluan untuk honey moon.
Kali ini Shane membelikan lingerie yang super - super seksi.
Ntahlah apakah lingerie itu diberikan pada Sofie atau pada Agnes.
Karena honey moon kali ini, Shane membawa dua wanita sekaligus. Sofie dan Agnes.
Tanpa sepengetahuan Sofie, Shane mengajak Agnes pergi honey moon.
Honey moon kali ini mereka akan mengunjungi kota paling romantis untuk pasangan yang baru saja menikah.
Italia, negara yang terkenal dengan dengan kisah percintaan romantis pasangan Romeo dan Juliet.
Ya, di negara inilah tempat honey moon kali ini. Tempat honey moon paling romantis di dunia.
Kota ini adalah pilihan Agnes sendiri. Karena ia ingin sekali mengunjungi kota yang terkenal dengan kota romantis itu. Dan Shane pun menuruti keinginannya.
Mau tidak mau Sofie pun terpaksa ikut. Selama ia honeymoon, ia harus minta cuti pada Kepala Sekolah
Sofie hanya berharap Shane bisa lebih baik padanya. Dan mereka pun pergi ke negara yang dituju.
Shane duduk disebelah Sofie. Tapi ternyata Agnes sudah lebih dulu didalam pesawat. Ia duduk di depan mereka.
Malang sekali nasib Sofie, ia selalu dipermainkan Shane. Sungguh sangat kejam hati Shane.
Sofie hanya diam. Ia merasa tidak nyaman pergi bersama Shane.
" Kamu kenapa?" Tanya Shane.
" Ga papa, saya baik - baik aja kok."
" Tapi kenapa wajah kamu tegang sekali, belum pernah naik pesawat ya?" Ledek Shane sambil tersenyum.
" Ia. Shane, kamu ga menyembunyikan sesuatu dari saya kan?"
" Maksudnya?"
__ADS_1
" Perasaan saya ga enak. Sepertinya kepergian kita ini, sedikit ada masalah. Saya ga tenang."
" Perasaan kamu aja kali. Yakinlah pesawat dan pilotnya pasti baik - baik aja. Kamu tidur aja dulu nanti kalau uda sampai, saya akan banguni kamu."
Sofie hanya menganggukkan kepalanya.
Agnes mendengar percakapan mereka. Wajah cantiknya yang licik itu tersenyum tipis ketika mendengar suara Sofie yang sedang ketakutan itu.
..." Dasar wanita kampung...."...
...Gumam Agnes....
Tibalah mereka di Bandar Udara Internasional Leonardo da Vinci.
Sofie menuruni anak tangga pesawat itu. Ada rasa kagum akan suasana kota romantis itu.
Ya, Sofie baru pertama kalinya pergi ke Luar Negeri. Ada rasa berterimakasih juga untuk Shane karena dialah, Sofie bisa ketempat ini.
Kalau mengharapkan uang sakunya, Sofie tak akan pernah bisa pergi kemana pun. Hanya untuk makan saja sudah sangat bersyukur.
" Semoga kamu suka dengan kota ini." Kata Shane pada istrinya itu.
" Ya, pasti saya suka. Terimakasih banyak ya, uda mau membawa saya ke sini. Kalau bukan karena kamu, mungkin saya ga akan pernah bisa kesini. "
" Ya, sama - sama. "
Agnes melihat kedekatan mereka berdua. Ada rasa cemburu. Agnes memesan taxi yang berbeda.
Mereka pun meninggalkan bandara itu dan pergi menuju hotel.
Hotel mewah dan terbaik dikota itu La Casies Mountain Living Hotel adalah pilihan Shane.
Tibalah mereka di hotel itu. Sofie sangat kagum sekali dengan bangunan hotel itu. Begitu mewah dan besar.
Shane memesan kamar. Shane memesan dua kamar. Sontak saja Sofie kaget. Mengapa Shane memesan dua kamar.
" Shane? kenapa kamu pesan dua kamar? untuk siapa lagi? kan hanya kita berdua aja."
Shane tersenyum.
" Untuk kamu dan untuk saya." Jawab Shane singkat.
" Apa? untuk saya dan kamu?"
" Ya. Saya ngajakin kamu kesini bukan berarti kita bisa tidur bareng. Saya mau kasih liburan buat kamu, karena kamu selama ini uda baik sama saya."
" Apa?" Sofie sangat kaget dengan ucapan Shane.
Sofie pikir ia dan Shane akan menikmati honeymoon bersama. Ternyata zonk. Sofie dan Shane menikmati liburannya masing - masing.
" Jadi gimana? kalau kamu ga mau, kamu bisa pulang sekarang." Kata Shane sambil mengambil cardlock dari resepsionis.
Mau tak mau Sofie pun mengikuti permainan Shane.
Shane mengantarkan Sofie ke kamarnya.
__ADS_1
" Ini kamar kamu." Shane membukakan kamar tersebut.
" Kamar saya ada dibawah. Kalau ada apa - apa, kamu bisa call saya." ucap Shane lagi.
Sofie hanya terdiam. Merasa di kecewakan. Ia sangat sedih. Ternyata, Shane belum bisa menganggap Sofie sebagai istrinya.
" Istirahatlah." Titah Shane.
Shane pergi meninggalkan Sofie.
Sofie masih berdiri mematung di depan kamarnya. Shane pun berlalu pergi.
Sofie melihat keadaan kamar. Kamar yang besar, mewah. Tak ada arti baginya.
..." Sampai kapan Shane menggantung diri ku. Kenapa dia lakukan ini pada ku? apa sebenarnya yang dia inginkan?"...
...Ucap Sofie sambil menghapus air matanya....
Sofie merapikan kopernya dan mengeluarkan pakaiannya dan menyusunnya di lemari hotel itu.
Sofie kembali menangis. Ia jadi teringat akan kehidupannya tinggal bersama Paman dan Bibinya.
Hidupnya hanya ada kesedihan dan air mata. Ntah sampai kapan air mata ini terus mengalir.
Seketika, Sofie mengingat anak Paman dan Bibinya.
Jesi dan Jason, anak - anak yang baik dan lucu. Sofie jadi rindu pada kedua anak itu.
Sofie mengambil buku diary nya. Ia menulis beberapa kalimat.
..." Walaupun rasa sakit hati ini tidak kunjung sembuh, semua itu saya syukuri. Dan hari ini saya bisa datang ke kota ini, bukan karena kebetulan. Tapi saya yakin, ini adalah jalan dari Tuhan....
...Cerita cinta yang saya lalui tidak begitu indah seperti orang - orang. Apapun yang terjadi pada saya, saya tetap akan tersenyum....
...Saya berharap, tangisan ini akan menjadi kebahagiaan. Saya yakin cinta dan kasih sayang akan berpihak pada saya...!"...
Selesai menulis, Sofie menyimpan diarynya. Ia mengambil handuk lalu membersihkan tubuhnya.
Shane menjemput Agnes ke lobi hotel. Agnes tersenyum begitu melihat kedatangan Shane.
" Hai...sayang, lama nunggunya ya?" Ucap Shane.
" Yup. Kamu lama banget sih..!"
" Ia, saya ngantarin Sofie dulu."
" Kenapa sih harus ikut wanita itu?"
" Hhhmmm...saya? saya uda keburu janji sama Sofie. Kan ga enak kalau saya ga tepati janji saya. Ya da kita otw ke kamar kita." Ajak Shane sambil memegang tangan Agnes.
Salah satu petugas hotel itu melihat Shane. Ia sangat heran, tadi ia melihat dengan wanita yang berbeda.
..." Apakah ia membawa dua wanita sekaligus?"...
...Itulah dalam benak petugas hotel itu....
__ADS_1