
Malam hari pun tiba. Shane makan malam dekat taman dan kolam. Suasana malam membuat Shane harus mengingat akan kedua orang tuanya. Lamunan Shane terganggu ketika Sofie berteriak memanggil Bibi Janet.
..." Anak itu lagi.....ada masalah apa lagi sih dia?"...
...Ucap Shane...
" Bibi Janet....Bibi Janet...Bibi Janet..." Teriak Sofie dari depan pintu kamarnya.
" Kamu bisa diam ga sih?" Tanya Shane.
" Maaf. Saya mau pinjam jarum dan benangnya lagi."
" Untuk apa lagi?"
" Baju saya belum semua saya perbaiki. Ini mau saya perbaiki lagi.''
Shane melihat penampilan Sofie yang hanya mengenakan rok model lama dan sedikit kusam. Shane menggaruk kepalanya.
" Kamu ga bisa beli baju yang baru ? kenapa harus dijahit?"
Sofie terdiam. Wajahnya sedikit murung. Ia malu mengatakan jika ia tak punya uang lagi.
" Saya ?" Sofie membalikan tubuhnya.
" Saya ngomong sama kamu. Kalau saya ngomong didengar. Jangan terus bilang saya, saya, saya...bosen dengarnya."
Sofie langsung pergi masuk kedalam. Ia menangis.
" Sofieeee......!!! kalau saya ngomong di dengar dong, jangan langsung kabur gitu aja. "
Shane pun mengejar Sofie kekamarnya. Ia melihat Sofie menangis.
" Kamu bisa ga sih dalam sehari itu ga ada nangis? emang ga capek ya nangis terus?"
Sofie merapikan baju - bajunya yang koyak itu.
" Ikut saya keatas. "
" Ga..."
" Kamu ga bisa dibilangi ya? kalau saya suruh ikut, ya ikut..!!!"
Sofie pun mengikuti langkah Shane. Shane membawa Sofie ke sebuah kamar. Kamar yang cukup luas dan mewah. Shane membuka sebuah lemari pakaian.
" Ini semua pakaian Mama, kamu bisa pakai yang mana kamu suka."
" Wahhh...bagus - bagus sekali pakaiannya.." Sofie terkagum - kagum dengan semua pakaian milik alm Mama Shane.
" Pakaian ini kelak akan saya berikan kepada istri saya."
" Hahahaha, emang ada wanita yang mau sama kamu?" Sofie menertawakan Shane.
" Kamu jangan sepele dengan orang ya, kamu uda keterlaluan ngerendahin orang seperti itu."
" Ya, maaf. Kamu itu kan orangnya dingin banget, sombong , angkuh, trusss apa lagi ya??? " Sofie mikir.
" Sekarang keluar dari kamar Mama saya."
" Ya uda...ga jadi saya pakai juga ga papa."
" Kamu buat kesel aja ya?"
Sofie memonyongkan bibirnya. Shane langsung menarik tubuh Sofie. Dan menjatuhkannya ke kasur milik Mamanya.
" Kamu tahukan apa akibatnya, kalau kamu melawan saya?"
Sofie terdiam. Matanya sudah berkaca - kaca. Shane mendekatkan wajahnya ke wajah Sofie.
" Kamu mau apa?" Jantung Sofie berdetak kencang. Shane semakin mendekatkan wajahnya ke bibir Sofie.
Shane pun menciumi bibir Sofie. Sofie mencoba menolaknya dan menghindar.
" Jangan pernah menolaknya. Kamu akan tahu akibatnya." Ancam Shane.
Sofie pun hanya bisa pasrah melihat pria yang ia benci itu melucuti bibir mungilnya.
Selesai menciumi bibir Sofie, Shane mengeluarkan beberapa pakaian dari dalam lemari itu.
__ADS_1
" Kamu bisa pilih mana yang kamu suka. Besok pergilah membeli pakaian mu."
" Tapi saya?"
" Saya tahu. Kamu ga ada uang kan?"
Sofie menganggukan kepalanya.
" Sekarang ganti pakaian mu. Jangan pernah lagi kenakan pakaian itu. Saya ga suka. "
Sofie pun keluar dari kamar itu. Shane terduduk di atas kasur itu.
..." Apa yang uda saya lakukan ke anak itu? saya menciumnya. Oh tidak...bodoh sekali saya. Perasaan apa ini?"...
...Ucap Shane......
Sofie memberhentikan langkahnya ketika mau masuk ke kamarnya.
..." Kenapa saya jadi kepikiran sama dia ya? tatapan matanya begitu dalam. Jarang - jarang saya begini, perasaan saya kok jadi ga enak ya. Apa jangan - jangan saya? saya menyukainya? ohh ..no..no..no...saya ga boleh suka sama pria sombong itu. Idih amit - amit."...
...Ucap Sofie....
****
Pagi hari, seperti biasa setiap pagi Shane selalu melakukan renang.
Bibi Janet telah menyediakan sarapan. Dan ia kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Bi, maaf ya saya telat bangun."
" Nona cantik, ga papa sayang. Sarapanlah."
" Oh ya Bi, Shane ada dimana ya?"
" Oh dia setiap pagi selalu renang. Dia ada di belakang. Pergilah lihat atau mau ikutan renang juga boleh, hehehehe..."
" Saya ga pintar renang, Bi."
Sofie pergi kebelakang dan ia melihat Shane sedang berenang. Sofie memperhatikan Shane. Sofie mulai tersenyum melihat pria sombong itu.
..." Ternyata Shane tampan juga. Sebenarnya dia perhatian, tapi kadang - kadang juga sih. Ntar kalau saya puji dia terus, yang ada naik kupingnya...
Ternyata Shane mengetahui kalau Sofie sedang mengintip ia berenang. Sofie senyum - senyum melihat Shane.
..." Itu anak kenapa lagi sih? pake senyum - senyum segala."...
Shane memanggil Sofie...
" Tolong ambilkan sarapan saya..!" Titah Shane.
" Ahh ketahuan...oh tidak..lari..lari..lari.."
" Jangan lari. Bawakan sarapan saya kesini." Titah Shane lagi.
Sofie pun keluar dari persembunyiannya.
" Kamu ngapain berdiri disana? mau ngintip?" Tanya Shane
" Ga..ga..saya mau lihat awan. Awannya cerah hari ini."
"Awan? awan cerah? Ahh sudahlah..bawakan sarapan saya kesini."
" Dibawakan kemana?"
" Kesini."
"Kekolam maksudnya?"
" Ia, cepatan."
" Ia..ia..ia..tunggu ya.."
Aduhh saya kan ga bisa renang. Kolam ini pasti dalam..
" Cepetan.....!"
" Ia..ia..sabar."
__ADS_1
Sofie memasuki kolam itu. Wajahnya sudah sangat pucat. Jantungnya berdetak cukup kencang.
" Sofie kamu baik -baik aja?"
" Ia, saya baik - baik aja."
" Ayo masuk."
" Kolamnya dalam ya?"
" Ga."
Sofie pun masuk Kekolam itu sambil membawa sarapan Shane. Perasaan Sofie mulai ga enak.
" Kenapa harus sarapannya di tengah kolam?"
" Suka - suka saya dong."
" Ia..baiklah..."
Sofie mulai panik. Dan akhirnya...tampan yang ia pegang pun jatuh. Alhasil sarapan Shane juga ikut terjatuh.
........Aaawwwwww......
Sofie mencoba berenang, tapi ia tak tahu caranya.
" Kamu gimana sih, bawa itu aja ga bisa ?"
Sofie mulai susah bernafas. Ia melambaikan tangannya. Awalnya Shane menganggap itu hanya lelucon. Ia pun melanjutkan renangnya lagi, ia membiarkan Sofie begitu saja.
Semakin lama Sofie mulai tenggelam. Ia mencoba minta pertolongan , tapi Shane menghiraukannya. Bibi Janet keluar dan mendekati kolam.
" Tuan....Tuan..tolong Sofie...Sofie tenggelam..!"
Shane menoleh dan melihat Sofie sudah pingsan.
" Sofie...Sofie..Sofieeeee......!"
Shane pun mendekati Sofie dan menaikkannya ke tepi kolam.
" Sofie...Sofie..Sofie..bangunlah."
" Tuan, kasih nafas buatan biar Sofie sadar."
..." Aduchh gimana ngasih nafas buatan, kalau Bibi Janet ada disitu? saya malu..."...
...Gumam Shane......
" Bi, Bibi masak apa? kok bau gosong?"
" Masak? Bibi ga ada masak."
" Coba lihat lagi, nanti Bibi lupa."
" Ia ya..ya dah Bibi masuk dulu."
Shane pun langsung memberikan nafas buatan pada Sofie. Dan Sofie pun sadarkan diri.
.......Uhuk...uhuk...uhuk..uhuk.....
Sofie pun sadarkan diri.
" Syukurlah kamu uda sadar. Kamu ga bisa renang ya?"
Sofie menggelengkan kepalanya.
" Kenapa ga bilang kalau kamu ga bisa renang? saya kan ga akan nyuruh kamu."
" Maaf."
" Sekarang gantilah pakaian mu."
" Ia, makasih ya..."
Sofie pun pergi...
..." Sofie..Sofie...Sofie...selain keras kepala, kamu juga manusia aneh. Uda tahu ga bisa renang, pake dipaksain lagi...."...
__ADS_1
...Ucap Shane........