
Dion menceritakan kepada kakaknya, semua masalah yang dihadapinya. Merasa di kecewakan, Mama Sarah tidak terima sikap Sofie kepada adiknya.
Tanpa sepengetahuan Dion, Mama Sarah mengajak Sofie untuk bertemu, ia ingin membahas masalah yang mereka hadapi.
Sofie menolak untuk bertemu dengan Mama Sarah, dengan alasan Sofie banyak pekerjaan. Dan akhirnya Mama Sarah menyambanginya ke kediaman Sofie.
Minggu pagi, Sofie tidak pergi kemana - kemana, ia hanya menghabiskan waktunya di rumah. Pagi itu Mama Sarah pun datang menemuinya.
Emosi dengan sikap calon adik iparnya, membuat Mama Sarah tidak bisa menahan amarahnya.
Tok..tok..tok...
Tak berapa lama, Sofie membukakan pintu rumah itu. Ia begitu terkejut ketika melihat Mama Sarah sudah berdiri di hadapannya. Dengan wajah yang sedikit sinis dan bengis.
" Kakak? hhmm..tumben pagi - pagi kesini? ada apa, kak?"
Sofie kelihatan sangat gugup akan kehadiran Mama Sarah, sampai ia pun lupa untuk menawarkannya masuk.
" Hmmm...maaf, mari..mari kak, silahkan masuk !" Sofie semakin gugup dan salah tingkah.
Mama Sarah pun masuk. Ia melihat - lihat keadaan rumah Sofie.
" Jadi ini tempat tinggal kamu?"
" Ya, kak. Oh ya, silahkan duduk, kak !"
" Saya ga mau berlama - lama disini, Sofie. Saya hanya mau nanya sama kamu, kamu itu maunya apa sih?"
" Maksud kakak apa?"
" Dion uda cerita semua, kalau sekarang itu kamu sangat beda. Kamu kenapa? kamu serius ga sih mau nikah sama Dion? kalau ga mau, kamu terus terang dong, jangan gantung kayak gini !"
" Maaf kak, tapi menurut saya, Dion terlalu cepat mengambil keputusan ini."
" Terlalu cepat kamu bilang? kamu mau bawa hubungan kalian ini kemana? pasti ujung - ujungnya nikah kan? ga mungkin lagi kalian itu pacaran, pliss deh Sofie, kamu itu bukan anak ABG lagi, kamu serius dong !"
" Saya belum siap, kak."
__ADS_1
" What? belum siap? kenapa ga dari dulu kamu bilang , kalau kamu itu belum siap? kenapa sekarang kamu mengatakannya ? kamu tahu ga, Dion menolak semua proyek itu demi kamu, demi pernikahan kalian. Kamu tahu, proyek yang dia tolak itu bukan proyek abal - abal. Dion itu menginginkan ini semua, Dion menginginkan pernikahan kalian itu baik, sempurna."
Sofie menangis.
" Sofie, kamu jujur sama saya, kamu cinta ga sih sama adik saya? jawab Sofie."
Sofie hanya terdiam. Ia sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan Mama Sarah.
" Baiklah, mungkin saya ga etis menanyakan itu pada mu, tapi saya minta, kamu itu serius. Jangan buat adik saya sebagai pelarian mu, kalau saya tahu kamu seperti itu, saya ga akan bisa memaafkan mu. Dion itu terlalu cinta sama kamu, dia rela ngelakuin apa pun demi kamu. "
" Maafkan saya kak."
" Saya ga butuh maaf dan air mata kamu, saya hanya butuh kepastian dari kamu. Pikirkanlah. Permisi !"
Dengan emosi nya, Mama Sarah pun pergi meninggalkannya. Sofie masih terlihat menangis.
Karena kesal dengan sikap Sofie, Mama Sarah menghubungi Dion, adiknya.
" Kamu lagi dimana?" tanya Mama Sarah dengan ketusnya.
" Saya lagi dikantor kak."
" Kerja kak, masa tidur. Banyak pekerjaan terkendala, jadi mau ga mau saya harus lembur. Kenapa kak?"
" Baiklah, kakak datang ke kantor kamu sekarang. Kakak otw ya !"
" Ya, hati - hati dijalan."
Percakapan terputus.
****
Sofie menghubungi Kris, ia ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Hanya pada Kris lah sekarang ia bisa curhat. Dulu setiap ada masalah, ia selalu curhat pada Bibi Janet, Bibi Janet lah tempat terbaik untuk mencurahkan isi hatinya. Rasa rindu itu pun muncul, ia sangat merindukan sosok Bibi Janet.
Sekarang Sofie mempercayakan semua curahan hatinya pada Kris. Sofie yakin , Kris dapat membantu setiap permasalahannya. Sofie pun menghubungi Kris.
Kris mendengar semua keluh kesahnya. Ia mencoba menenangkan Sofie. Kris sangat kasihan pada wanita itu.
__ADS_1
Kris meminta pada Sofie, agar mengatakan sejujurnya pada Dion bahwa sebenarnya tidak ada rasa cinta pada pria itu.
Kris sangat menyakinkan, dan ia juga mengingatkan agar tidak takut, karena ini masalah perasaan.
Sepertinya Sofie tidak punya nyali untuk mengatakan itu semua pada Dion. Ntahlah, Sofie yang dulu sangat beda dengan yang sekarang. Dulu ia begitu berani mengungkapkan setiap ada masalah, dan sekarang ia sangat beda, ia semakin takut menghadapinya.
****
Mama Sarah menceritakan bahwa ia baru saja bertemu dengan Sofie. Dion marah pada kakaknya tersebut, karena kakaknya sudah terlalu lancang mencampuri urusannya.
" Kakak ga mau, kalau kamu dikecewakan perempuan lagi, cukuplah Agnes yang buat kamu kecewa, Dion."
" Ia kak, Dion tahu, tapi dengan sikap kakak kayak gini, kakak itu uda keterlaluan. Itu akan membuat hati Sofie sakit. Mungkin Sofie belum bisa melupakan Shane begitu saja. Memang ini salah saya, terlalu cepat mengajak dia untuk menikah. Saya ga bisa kasih ruang untuk dia tenang."
" Jadi kamu mau digantung trus sama si Sofie itu?"
" Kak, saya yakin Sofie itu tidak seperti itu. Dia wanita baik - baik, saya tahu dia. Berat masalah yang dihadapinya kak, dia ga punya keluarga lagi, Paman yang di anggap sebagai orang tua rela ingin menyakitinya. Di tambah lagi mantan suaminya yang ga bisa berubah dengan bisnis haramnya. Sofie benar - benar kalut kak, saya bisa merasakan perasaannya, di satu sisi dia seorang guru, dan punya suami yang seorang mafia, banyak orang menertawakannya, kak !"
" Kenapa juga sih kamu bisa suka sama dia, heran deh kakak !"
" Kak, Sofie itu sebenarnya orang yang baik, jauh sekali dengan Agnes. Sofie itu sabar kak, itu yang ga ada sama wanita lain, apalagi seperti Agnes. "
" Bela aja terus."
" Ga boleh sirik, emang kenyataannya sepeti itu kan? hahahaha..!"
" Jadi rencana kamu gimana?"
" Saya akan ikuti kemauan Sofie, saya akan undur pernikahan ini. Saya akan berikan dia ruang untuk tenang dulu, dan saya akan bicarakan ini baik - baik. "
" Terserah kamu deh."
" Kak, saya ga mau kalau ga ada rasa cinta di antara kami. Untuk apa kami menikah kalau dia ga sayang sama saya, kalau pikirannya sama pria lain? saya akan ikuti kemauannya, dan menurut saya, sampai kapan dia seperti itu? saya yakin, dia pasti berubah dan bisa melupakan masa lalunya. "
" Kita lihat aja Dion, karena kakak ga mau lihat kamu sedih terus. Kakak ingin kamu mendapatkan kebahagian, karna kamu itu tanggung jawab kakak. Kamu tahu kan semenjak orang tua kita ga ada, kakak lah yang harus menggantikan posisi mereka. Jadi kakak ga mau lihat adik kakak satu - satunya, seperti ini terus, galau karena wanita."
" Ia kak, doakan saya, mudah - mudahan saya bisa bahagia seperti yang kakak inginkan."
__ADS_1
Mama Sarah pun tersenyum melihat adiknya itu.