" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 100 " Pernikahan "


__ADS_3

Hari yang ditunggu - tunggu pun tiba, Dion dan Agnes pun melangsungkan pernikahannya. Pernikahan yang begitu mewah.


Tapi sayangnya, Dion dan Agnes tidak mengundang Sofie sama sekali. Agnes melarang calon suaminya itu untuk mengundang Sofie, karena Agnes takut kalau terjadi sesuatu pada pesta pernikahan mereka.


Sebelum acara dimulai, Dion mencoba menghubungi Sofie. Telpon pun tersambung.


" Hallo Sofie, kamu ada dimana?" tanya Dion.


" Ga usah kamu tanya keberadaan saya ada dimana. Oh ya, selamat ya, semoga kamu dan Agnes bisa hidup bahagia."


" Sofie, kamu ga mau datang ke pernikahan saya?"


" Untuk apa? emangnya kamu ngundang saya? ga kan?"


" Maaf, tapi ini semua bukan kemauan saya, saya mohon datanglah !"


" Ga Dion, tanpa kehadiran saya, pesta kamu akan berjalan dengan baik kok,"


" Sofie, saya mohon dengan sangat, datanglah!"


" Maaf, tapi saya ga bisa. Kamu tenang aja, saya uda ikhlasin kamu dengan Agnes, ga papa kok, kamu ga usah takut !"


" Bukan itu masalahnya."


" Apa?"


" Saya mau kamu dan Shane bisa kembali bersatu lagi. Hari ini Shane akan datang. "


" Ga Dion, saya ga mungkin bersatu kembali, saya tahu diri."


" Kamu mau Shane diambil Sonya?"


Mendengar nama Sonya, Sofie mendadak diam. Hati nya seperti tersayat silet tajam. Air matanya pun mengalir membasahi kedua pipinya.


" Sonya?"


" Ya, Sonya. Sekretaris dikantornya. Kamu mau mereka hidup bersama?"


" Dion, Shane itu berhak mendapatkan kebahagiaan. Saya akan mengikhlaskan semuanya."


" Saya ga rela, kalau kamu bersedih terus. Perjuangkan cinta mu, Sofie !"


" Ga ada lagi yang harus diperjuangkan, kalau mereka ditakdirkan harus bersatu, biarkanlah. Oh ya salam buat Agnes, semoga kalian bahagia selalu ya !"


Sofie menutup ponselnya. Berusaha tegar, tapi nyatanya tidak bisa. Ia pun menangis. Sofie sudah rela harus melihat semua orang yang pernah dekat dengannya hidup bahagia.


Sofie mengambil semua pakaiannya dari dalam lemari nya. Ia menyusun ke dalam sebuah koper besar. Sofie berniat akan pergi meninggalkan kota yang begitu banyak menyimpan kenangan.

__ADS_1


Satu persatu, pakaiannya di susun rapi. Sofie menemukan sebuah fhoto, ketika dirinya bersama Shane. Ia pergi ke dapur dan membakar fhoto itu. Ia tak mau menyimpan fhoto Shane, karena itu akan membuat sakit hatinya.


Air matanya selalu mengalir membasahi kedua pipinya. Ia pun teringat akan kedua orang tuanya. Sebelum pergi meninggalkan kota itu, Sofie berniat ingin pergi ke makam orang tuanya.


Sofie tidak tahu harus kemana ia pergi. Ia sama sekali tidak mempunyai tujuan. Ia juga bingung. Semua barang telah tersusun rapi.


****


Suasana Pesta Pernikahan


Semua tampak bahagia karena di moment pernikahan itu. Di pesta itu, tampak lah kehadiran Shane dan Sonya. Benar saja Sonya semakin menyukai pria dingin itu yang tak lain adalah Bos nya sendiri.


Shane dan Sonya, hari itu tampaklah sangat serasi. Agnes yang masih belum bisa memaafkan Sofie, sengaja mengambil fhoto Shane dan Sonya.


Shane sedang sibuk mencari Sofie. Ia pun menanyakan pada Dion mengapa Sofie tidak tampak dalam acara pesta itu.


" Kenapa Sofie ga ada?" tanya Shane


" Awalnya Agnes melarang saya untuk tidak mengundang Sofie. Tapi, tadi tanpa sepengetahuan Agnes, saya menghubunginya. Saya memintanya agar dia datang. Tapi dia malah ga mau !"


" Jadi gimana rencana kita?"


" Ntahlah, Shane. Kacau semuanya. Trus kenapa kamu datang bersama sekretaris mu itu?"


" Sonya?"


" Agnes yang mengundang dia. Trus dia nebeng ikutan sama saya, saya ga ada ngajak dia. Sebenarnya saya juga mau ngajak Sofie, tapi dari kemarin ponselnya padam terus."


" Shane, perasaan saya ga enak. Sepertinya Sofie dalam keadaan tidak baik - baik aja."


" Saya akan pergi melihatnya."


" Sykurlah. Selesai acara pemberkatan, pergi lah, temui Sofie. Katakan niat baik mu sebenarnya. "


" Ya, saya akan menemuinya. Karena saya ga bisa jauh dari nya."


" Saya yakin, kalian berdua akan hidup bahagia. "


" Makasih Dion, doa yang sama buat mu, semoga kamu juga bisa hidup bahagia dengan Agnes."


Acara pemberkatan pun dimulai. Semua tampak hening mengikuti acara sakral itu. Agnes begitu tampak cantik dengan balutan busana pengantin putih dengan berlian mewah dan super mahal.


Selesai acara pemberkatan, Shane langsung pergi untuk menemui Sofie. Tapi sayangnya Sofie telah pergi. Tibalah Shane dirumah kontrakan itu. Pintu dan jendela tertutup rapi. Shane memanggil - manggil Sofie. Tapi sayangnya tidak ada jawaban sama sekali.


" Tuan, apakah Tuan mencari Sofie?"


" Ya. Dari tadi saya panggilin tapi Sofie nya ga ada. Apakah Ibu tahu kemana Sofie pergi?"

__ADS_1


" Sofie sudah pergi, dia tidak tinggal disini lagi !"


" Sofie pergi? pergi kemana?"


" Saya tidak tahu, Tuan !"


Pemilik kontrakan itu pun pergi meninggalkan Shane seorang diri. Shane mulai panik. Ia mencoba menghubungi Sofie. Tapi sayangnya ponselnya tidak bisa dihubungi sama sekali.


" Sofie, kamu pergi kemana?" gumam Shane cemas.


Shane pergi mengambil mobilnya, lalu ia pergi mencari Sofie. Di sepanjang jalan, ia terus melihat apakah Sofie ada di sekitaran jalanan itu.


Shane begitu cemas. Ia sangat khawatir kemana dia pergi. Tidak ada yang bisa ditanyakan kemana Sofie pergi.


****


Kepergian Sofie tidak diketahui oleh orang lain. Sofie sendiri tidak tahu harus pergi kemana. Ia mencoba pergi ke pulau kecil dimana makam kedua orang tuanya. Tapi disana tidak ada lagi Speedboat yang digunakan untuk ke pulau kecil itu.


Sofie sangat kecewa, karena ia tidak bisa lagi pergi ke pulau kecil itu untuk berziarah. Sofie menangis. Kerinduannya untuk melihat kedua orang tua nya pupus sudah.


Ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Sofie langsung menuju ke sebuah terminal bus. Dan kali ini, ia akan pergi ke kota S. Ya, Sofie akan mencoba mencari kehidupan di kota itu.


Tanpa teman atau saudara, ia memberanikan diri untuk mencoba pergi ke sana. Sofie membeli sebuah tiket. Setelah membayarnya, ia pun langsung masuk ke dalam bus itu.


Ia duduk melamun. Sofie bersedih karena ia harus meninggalkan kota itu. Kota dimana ia dibesarkan.


Tanpa tahu tujuan yang pasti, Sofie terus mengucapkan doa agar kiranya selalu dalam lindungan Tuhan.


Jack berada di terminal bus itu. Ia sedang menjajahkan makanan dan minuman. Jack masuk ke dalam bus dimana Sofie juga berada di dalamnya. Jack melihat jika Sofie duduk melamun sambil menangis.


" Nyonya Sofie?" tanya Jack.


Sofie pun langsung buru - buru menghapus air matanya. Ia pun menoleh ke arah Jack.


" Jack? kamu Jack kan?"


" Ya, saya Jack, Nyonya. Oh ya, Nyonya Sofie mau pergi kemana?"


" Saya mau ke kota S."


" Nyonya sendiri? dimana Tuan Shane? kenapa dia tidak ikut?"


" Ga, dia ga ikut. Dia banyak kerjaan. "


" Oh begitu. Baiklah Nyonya, hati - hatilah dijalan."


" Ya, makasih ya!"

__ADS_1


Jack pun pergi meninggalkan Sofie. Tapi ia masih tidak percaya, mengapa Sofie pergi dengan membawa koper yang cukup besar. Ada apa sebenarnya mereka? gumam Jack.


__ADS_2