
Waktu pun berlalu, akhirnya surat perceraian antara Shane dan Sofie pun sudah dikeluarkan pihak pengadilan agama. Sofie dapat bernafas lega. Akhirnya ia dapat mengakhiri hubungannya dengan Shane, sang mafia yang tidak pernah mau berubah itu.
Dengan keluarnya surat itu, Dion pun semakin bahagia dan ia memantapkan langkahnya untuk segera menikahi Sofie.
Sofie pun menerima cinta Dion, pria yang selama ini sabar menunggu cinta dari nya.
Surat itu pun sampai ke tangan Shane. Dengan hati yang berat, ia pun terpaksa menerimanya. Shane kembali membaca surat itu dan ia pun menandatanganinya.
Sofie benar - benar tidak mau kembali lagi padanya. Sofie benar - benar meninggalkannya. Rumah tangganya kini hancur sudah.
Air matanya berlinang. Semua yang dekat dengannya pergi meninggalkannya, hanya Kris lah yang dapat bertahan.
Shane menerima semua masalah ini dengan lapang dada, ia pun menyadari kalau ini adalah semua salahnya. Ia tak bisa menjadi pria yang baik untuk Sofie.
Shane meminta pada Sofie untuk bertemu terakhir kalinya, tapi Sofie menolak permintaannya. Sofie benar - benar tidak ingin lagi bertemu dengan mantan suaminya itu.
Shane juga mendengar kabar, kalau Sofie akan menikah dengan Dion. Hati nya benar - benar hancur. Begitu cepatnya Sofie bisa melupakannya.
Hidupnya hancur. Shane jadi sering mabuk dan pergi ke club malam. Disanalah ia selalu menghabiskan waktunya.
Kris tidak bisa membiarkan bosnya berlarut - larut dalam kesedihan, ia pun mengajak anak istri nya untuk tinggal di rumah bos nya itu.
Pagi itu, Kris anak dan istrinya sudah datang kerumah itu, mereka membawa perlengkapan mereka.
Shane sangat heran, mengapa Kris membawa keluarganya tinggal dirumahnya.
" Apa yang kamu lakukan, Kris ?"
" Maafkan saya bos, tapi ini saya lakukan karena kami prihatin dengan keadaan bos. Bos jangan berprasangka buruk , kami tidak ada niat untuk berbuat jahat pada bos. Ini kami lakukan agar bos tidak lagi mabuk - mabukan, pergi ke club malam. Maafkan saya bos kalau saya sudah sangat ceroboh dalam hal ini. Mungkin dengan kehadiran anak - anak saya dirumah ini, itu bisa membuat bos menjadi lebih baik lagi. Saya tahu, bos itu kesepian, perasaan bos sekarang hancur. Untuk itu ijinkanlah kami tinggal disini."
Shane pun merasa sedih. Ia benar - benar tidak menyangka kalau Kris benar - benar membantunya.
" Paman tampan, kami tidak akan membuat Paman marah, kami akan menjadi anak - anak yang baik dan patuh. Kami janji kami akan membantu Ibu untuk membersihkan istana Paman ini."
Shane pun tertawa melihat kelucuan anak - anak Kris itu.
" Hey, kalian itu masih sekolah. Kalian tidak boleh capek. Paman akan mencarikan seorang pekerja dirumah ini, agar kita semua bisa lebih tenang, dan tidak repot. Paman senang sekali, kalian ada disini. Paman berharap kalian betah tinggal disini."
" Ia Paman, kami berjanji. "
" Gitu dong..oh ya Kris, di atas ada juga kamar yang kosong, kalau kalian mau, kalian bisa menempatinya."
__ADS_1
" Tidak bos, biarlah kami di bawah saja. Lagian biar anak - anak dan istri saya bisa lebih cepat untuk menyajikan sesuatu."
Shane tersenyum dan ia pun kembali naik ke atas.
Istri Kris langsung memasak makanan, karena jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang.
****
Sofie tinggal disebuah rumah kontrakan yang tidak jauh dari sekolah tempatnya mengajar. Siang itu, Sofie merapikan seluruh isi kamarnya.
Semua pakaian di keluarkan dari dalam lemari. Ketika ia mengambil pakaian dari lemari atas, sesuatu jatuh dari dalam lemari itu.
Sofie kaget. Sebuah fhoto. Ya, fhoto dirinya bersama mantan suaminya. Ia mengambil fhoto itu. Dulu fhoto itu sangat berarti baginya, fhoto dimana ketika mereka honeymoon di Paris.
Sofie menangis ketika mengingat semua kisah itu. Ia mengingat dari awal mereka bertemu. Sofie tak kuasa menahan air matanya.
Ternyata Sofie merindukan suasana itu. Ia pun jadi merindukan pria usil yang selalu membuatnya marah.
Ia memeluk fhoto itu. Air matanya membasahi fhoto itu. Di dalam fhoto itu, tawa mantan suaminya begitu bahagia.
Sofie juga mengambil beberapa fhoto dari dalam kopernya. Ternyata banyak fhoto mereka berdua ketika mereka di Paris. Karena hanya di Paris lah mereka bisa berfoto bersama, tertawa bersama, jalan bersama. Beda halnya ketika mereka di Italia, Shane hanya menghabiskan waktunya dengan Agnes.
Sofie terus menangis. Ternyata ia tidak bisa melupakan begitu saja kenangan bersama Shane. Apalagi ia akan segera menikah dengan Dion. Ntah bisa atau tidak Sofie melupakan wajah mantan suaminya itu.
Siang itu Sofie benar - benar merindukannya. Ia pun mencari - cari nomor teman atau kerabatnya yang dekat dengan Shane.
Akhirnya ia menemukan nomor Kris. Dengan memberanikan diri, Sofie mencoba menghubungi Kris.
Telpon pun terhubung, Kris mengangkatnya.
" Hallo..!" sapa Kris dari sebrang.
" Kris?"
" Ya, ini saya Kris. Maaf, ini dengan siapa ya?"
" Kris, ini saya Sofie."
Mendengar nama Sofie, Kris terkejut.
" Sofie? kok kamu tahu nomor saya? ada apa ya? kenapa kamu menghubungi saya?"
__ADS_1
" Kris, saya minta maaf. Nomor kamu saya save. Oh ya, gimana kabar kamu?"
" Hmmm..saya baik - baik aja."
" Shane apa kabarnya?"
" Kenapa kamu menanyakan kabar Shane?"
" Hhmm..ga, saya hanya ingin tahu aja kabarnya. Emang ga boleh ya?"
" Maaf Sofie, bukannya ga boleh, tapi kan kamu uda punya pasangan baru. "
" Maaf Kris. Oh ya, saya boleh ga minta nomor ponsel milik Shane !"
" Nomor ponselnya? kenapa kamu memintanya pada saya? emang nomor ponsel Shane ga ada sama kamu ?"
" Ya dulunya ada sih, tapi ponsel saya sempat rusak, Kris. "
Mendengarkan ucapan Sofie, Kris tahu kalau Sofie itu berbohong.
" Nanti saya kirimkan. Oh ya, apakah kamu sibuk? saya ingin bertemu dengan mu. Ada hal yang saya ingin bicarakan."
" Hhmm..apa itu?"
" Ga etis kalau saya bicara disini."
" Oh begitu. Baiklah, kamu atur tempat dan waktunya, saya akan usahakan datang. "
" Baiklah, nanti saya akan kabari kamu. Oh ya, masalah nomor ponsel Shane, nanti saya akan kirimkan."
" Makasih banyak ya Kris."
" Sama - sama."
Percakapan pun terputus. Sofie dapat bernafas lega. Ia pun dengan sabarnya menunggu nomor milik mantan suaminya itu.
Tidak berapa lama, Kris mengirimkan nomor ponsel bos nya itu. Ia tahu kalau Sofie belum bisa melupakan Shane.
Ia juga tahu, kalau Sofie merindukan mantan suaminya itu.
Tapi tidak dengan Shane, Shane memang benar - benar sudah melupakan Sofie. Selama tinggal dengan Shane, ia tak pernah melihat kalau Shane itu galau atau bersedih.
__ADS_1
Shane selalu semangat dalam menjalani hidupnya. Walaupun banyak masalah yang dihadapinya.