" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 48 " Merasa Tersakiti "


__ADS_3

Petugas kasir itu pun selesai menghitung semua biaya perincian rawat inap Sofie.


" Pak, ini total keseluruhan biaya rawatan Ibu Sofia." kata petugas kasir.


Shane menerima kwitansi pembayaran rawat inap istrinya itu. Shane pun langsung membayarnya semua.


" Makasih ya..!" jawab Shane.


Setelah selesai membayar tagihan rumah sakit, Shane langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu.


Tampak di raut wajahnya kesedihan. Shane mulai mencintai Sofie, tapi karena masalah yang menimpanya Sofie mulai membencinya.


Shane harus ikhlas menerima semua ini, ia tak mau memaksakan. Tuduhan yang di lontarkan kepadanya membuat Shane terpukul.


Shane hanya bisa berharap, Kris bisa secepatnya pulih karena hanya dia lah saksi dari semua ini.


Shane tidak bisa fokus mengemudikan mobilnya. Ia masih tak percaya, siapa yang telah berani menghasut Sofie, sehingga membuat Sofie menuduh suaminya sendiri.


Ditengah perjalanan, Shane berputar balik arah. Ia kembali ke rumah sakit. Ia ingin melihat kondisi Kris. Sudah lama juga, ia tak melihat Kris.


Shane mengemudikan mobilnya begitu kencang sekali, ia ingin segera melihat keadaan Kris. Shane ingin secepatnya menyelesaikan masalah ini.


Tibalah ia dirumah sakit itu. Shane langsung memarkirkan mobilnya. Tak sengaja, ia melihat Sofie dan Dion memasuki kawasan area parkir.


Dion memegang tangan Sofie. Dion lah yang akan mengantarkan Sofie pulang. Shane merasa risih melihat sikap mereka berdua.

__ADS_1


Shane tak mau mengganggu mereka berdua, yang ada nanti akan terjadi percekcokan. Shane hanya diam.


Sofie mulai pulih, kembali ia mulai tersenyum. Dion merasa senang sekali bisa selalu berdekatan dengan wanita cantik itu.


Sepertinya Sofie nyaman berada disamping Dion. Dion lebih perhatian pada Sofie.


Tanpa di sengaja juga, Dion melihat mobil milik Shane. Dion sengaja memancing emosi Shane. Dion semakin menggenggam erat tangan Sofie, ia merangkul Sofie . Tapi sayangnya Shane bisa menahan amarahnya melihat tingkah mereka berdua.


Akhirnya Dion dan Sofie pun berlalu, mereka berdua pergi meninggalkan area parkiran tersebut.


Shane langsung keluar dari mobilnya dan langsung menuju kamar dimana Kris dirawat.


Shane merasa kasihan dengan keadaan yang menimpa Kris, tapi di satu sisi, ia juga sangat kesal mengapa ia ikut dalam kejadian itu.


Shane berusaha mengingat siapa yang sudah menikamnya dari belakang, tapi semua nya tak membuahkan hasil.


Shane meminta ijin pada perawat yang menjaga Kris. Shane pun dipersilahkan masuk ke ruang ICU itu.


Sebelum menemui Kris, terlebih dulu Shane mensterilkan tubuhnya dengan mengganti pakaiannya.


Perlahan ia mendekati bed dimana Kris terbaring. Wajah yang sangat pucat, lemah tak berdaya. Hanya suara monitor yang terdengar.


Shane duduk dikursi yang telah disediakan perawat itu. Ia menangis. Dalam hati yang paling dalam, Shane melontarkan doa - doa yang dipanjatkan nya untuk kesembuhan Kris.


" Kris, semoga kamu mendengarkan saya. Saya ga pernah ngecewain kamu, kamu adalah orang satu - satunya kepercayaan saya, semua rahasia, semua tentang saya, itu kamu sangat tahu. Saya ga pernah bermasalah sama kamu, saya ga pernah ga menolong kamu. Apa yang kamu minta, saya selalu turuti, tentang keluarga mu, mereka butuh uang, saya selalu bantu. Saya mencukupkan keperluan anak - anak mu. Sampai hari ulang tahun anak - anak mu pun, saya tahu. Kamu tahu kenapa itu semua saya ingat? karena saya perduli sama kamu, perduli sama keluarga mu.Tapi ntah kenapa, kamu menikam saya dari belakang. Kamu ikut andil dalam masalah ini. Kris, keselamatan saya hanya ada pada mu. Kamu lah satu - satunya orang yang tahu masalah ini. Kamu tahu? Sofie, ingin membawa masalah ini ke ranah hukum. Sofie uda nuduh saya, kalau saya yang uda membuatnya harus kehilangan calon anaknya. Kris, saya ga tahu harus gimana lagi, saya hanya bisa minta sama kamu, tolong saya Kris. Semua orang - orang saya pergi meninggalkan saya, saya hanya punya kamu. Kamu lah yang tahu tentang ini semua. Kris, saya mohon tolong saya. Kamu ga usah takut, saya uda maafin kamu. Saya ga akan pernah dendam sama kamu. Kris, semoga kamu lekas pulih. Saya harap kamu mendengarkan semua keluhan saya ini."

__ADS_1


Shane menangis. Ia sangat terpukul dengan semua kejadian ini. Semua orang pergi meninggalkannya, termasuk istrinya sendiri, Sofie.


Sudah ada 30 menit Shane berada di ruangan itu, tapi Kris belum juga sadar.


" Suster, sampai kapan Kris akan seperti ini?"


"Maaf Pak, karena kondisi pasien sangat kritis, kita hanya bisa berdoa Pak. Semoga pasien cepat kembali sadar, Pak."


Shane menghapus air matanya. Pria tegar, pemberani itu nyatanya tak bisa menahan tangisnya, karena ini masalah hati, hati yang tersakiti.


Shane benar - benar dalam situasi yang sangat sulit. Benar - benar berada di titik terendah.


Shane baru menyadarinya, bahwa tak selamanya hidup itu bahagia, mulus. Sekarang baru ia rasakan, dulu ia mempunyai banyak anak buah dan sekarang mereka telah pergi meninggalkan Shane begitu saja.


Disaat ia mulai mencintai Sofie, di situ pula Sofie harus membencinya. Shane benar - benar hancur. Ia hanya mengingat Paman Sammy, teman bisnisnya.


Ntah mengapa, Paman yang sekaligus sudah dianggap keluarga itu tak pernah lagi menghubunginya. Menanyakan kabarnya pun tak pernah lagi.


Terlalu mudah percaya pada orang lain, membuat Shane tersadar, siapa teman dan siapa lawan.


Hari pun sudah mulai sore. Shane kembali pulang. Sebelum pulang, ia mampir di makam kedua orang tua nya.


Shane membeli beberapa ikat bunga. Ia memasuki kawasan makam itu. Air mata pemuda tampan itu pun mengalir. Ia membersihkan kedua makam itu, dan ia meletakkan bunga yang dibawanya itu di atas makam kedua orang tuanya. Ia duduk bersujud di hadapan makam kedua orang tuanya itu.


"Pa, Ma...maafkan saya. Saya belum bisa membahagiakan kalian berdua. Sekarang banyak masalah yang saya hadapi. Saya ga tahu saya mau bercerita pada siapa, saya ga punya teman untuk berbagi masalah. Kenapa kalian berdua pergi begitu cepat? kenapa kalian meninggalkan saya seorang diri?saya pikir punya segalanya akan selalu bahagia, tapi nyatanya tidak demikian. Semua telah pergi meninggalkan saya. Bahkan istri saya sendiri Pa, dia juga membenci saya. Saya kehilangan anak saya, calon cucu kalian. Pa - Ma, Sofie begitu membenci saya, dia uda menuduh saya melakukan ini semua, saya ga punya bukti untuk membela diri. Saya benar - benar bingung, Pa - Ma."

__ADS_1


Shane kembali menangis meratapi masalah yang ia hadapi. Waktu pun berlalu, ia pun pergi meninggalkan makam itu. Ia kembali pulang. Rasa lega dalam hatinya karena ia telah cerita pada kedua orang tuanya.


__ADS_2