
Salah satu perusahaan milik keluarga Denaro, akhirnya dapat diambil kembali oleh Shane. Betapa bahagianya ia dapat memilikinya kembali.
Perjuangannya mengambil perusahaan yang bergerak di bidang Migas, yang di dirikan oleh orang tuanya dapat berjalan dengan lancar walaupun awalnya banyak rintangan yang ia hadapi.
Pagi itu, Shane sudah bersiap - siap pergi ke kantor. Kris dan Istri nya, telah menyiapkan segala keperluan untuk Shane.
Ini adalah awal yang baik untuk kehidupan Shane. Kris sangat bahagia sekali, akhirnya Shane dapat meninggalkan embel - embelnya sebagai seorang mafia.
Harapan Kris, Shane dapat memimpin perusahaan nya dengan baik dan ia juga berharap Shane segera menemukan jodohnya.
Pria dingin itu sudah tiba di kantornya. Sebelumnya, perusahaan itu di pimpin oleh orang yang tidak tepat, tidak lain adalah teman Paman Sammy. Perusahaan itu bangkrut dan Shane dengan cepatnya langsung mengambil alih.
Sebagian para pegawai kantor itu, mengundurkan diri, ada pulak yang bertahan di sana untuk bekerja. Seorang sekretaris cantik yang bernama Sonya, dia mencoba meminta pada Shane untuk dapat bekerja disana.
Dengan senang hati, Shane pun menerimanya. Malah, Shane lebih banyak belajar dari Sonya. Shane tidak malu, ia banyak belajar dari sekretarisnya itu.
Kris melihat kedekatan Shane pada sekretarisnya itu. Mereka berdua sangat serasi sekali. Tampan dan cantik. " Semoga saja mereka berdua berjodoh ." gumam Kris.
Kabar terbaru dari Shane, sampai ke telinga Sofie. Sofie mengetahui jika Shane telah menjadi seorang CEO perusahaan Migas. Ia dapat kabar itu dari Kepala Sekolahnya.
Nama Shane kembali ada dalam pikirannya. Ia kembali mengingat pria dingin itu. Ternyata Sofie belum bisa melupakannya begitu saja. Tapi ia sungkan untuk menanyakan pada Kris.
Sofie kembali mengingat, kalau perusahaan yang sekarang di kelola Shane itu hasil kerja keras dia juga. Sofie ikut andil di dalamnya untuk memenangkan perusahaan itu.
Walaupun Shane tidak memberitahukan pada Sofie, kalau perusahaan itu telah berpihak padanya, tapi Sofie sangat senang akhirnya Shane dapat bekerja dengan baik.
Harapannya, perusahaan itu dapat dikelola dengan baik, dan dapat berkembang pesat selama di bawah kepemimpinannya.
Suatu hari, Sofie dan Shane berada di suatu mall yang sama. Sofie sedang mencari - cari keperluan untuk pernikahannya. Sedangkan Shane bersama Sonya.
Sofie mengunjungi sebuah toko sepatu, dan dari kejauhan, Shane melihatnya. Shane mencari - cari dimana Dion, ternyata Sofie datang ke mall itu hanya seorang diri.
Awalnya tidak ada niat untuk membuat Sofie cemburu, tapi ntah mengapa, Shane mengajak Sonya untuk masuk ke toko sepatu itu.
Suara nya tidak begitu asing di telinga Sofie, ia langsung menoleh dan ia melihat jika Shane ada di dalam toko itu bersama seorang wanita cantik. Pakaiannya juga sangat modis.
Sofie merasa gugup ketika bertemu dengan Shane. Apalagi ia menggandeng seorang wanita yang sangat cantik, lebih cantik dari dirinya.
" Hai Sofie...!" sapa Shane.
Sofie tersenyum tipis dan membalas sapaan nya.
__ADS_1
" Hai juga. Apa kabarnya?" tanya Sofie berusaha tegar.
" Baik, kamu lagi apa?"
" Ini lagi lihat - lihat sepatu."
Shane langsung memegang tangan Sonya. Dan Sofie melihat kedekatan mereka. Sofie mencoba memalingkan wajahnya, ia tak mau terlihat cemburu di hadapan mantan suaminya itu.
" Oh ya, ini Sonya, dia ini?" Shane menatap Sonya.
" Saya sekretarisnya Pak Shane Denaro !" Sonya menimpali.
" Sekaligus calon saya, Sofie !" ucap Shane. Dan Sonya pun sangat terkejut akan ucapan pimpinannya itu.
Sofie juga sangat terkejut mendengar ucapan dari Shane. Tapi ia mencoba tersenyum.
" Wah, selamat ya !" ucap Sofie, tetapi kedua matanya sudah mulai berkaca - kaca.
Sofie sangat cemburu melihat kedekatan mereka, karena Sonya begitu cantik. Sofie pun buru - buru pergi.
Shane sangat tahu, kalau Sofie itu tipikal wanita cemburuan. Shane merasa puas membuat Sofie cemburu, ia pun tersenyum. Dalam benak Shane, pastilah Sofie itu menangis.
Tapi Shane ingin mengejarnya, tapi ada rasa gengsi. Ternyata Shane sama saja, belum bisa melupakan masa lalunya.
" Dia mantan istri saya."
" Mantan?"
" Ya, saya ini sudah pernah menikah."
" Oh begitu."
" Maaf ya, kalau tadi saya mengatakan kamu itu calon saya. Jangan di masukin ke hati, buang aja ke tong sampah. " ucap Shane sambil meninggalkan Sonya di toko sepatu itu.
Merasa di abaikan, Sonya pun berlari mengejar bos tampannya itu.
Mendengar kata pernah menikah, Sonya langsung ciut. Padahal ia mulai suka pada pimpinannya itu. Tapi karena melihat ke tampannya, Sonya tidak putus asa, ia akan memberanikan diri nya untuk bisa mencintai pimpinan nya sendiri.
Di halte bus, Sofie duduk melamun. Air matanya berlinang, ia mengingat kalau Sonya itu adalah calonnya. Mereka berdua sangat serasi, apalagi ketika Shane memegang tangan Sonya.
Sofie benar - benar sangat cemburu. Ia kembali mengingat ketika mereka bersama, Shane tidak pernah mau memegang tangannya. Kini, mantannya itu sudah sangat berubah, ia tidak lagi menjadi pria dingin, sekarang ia sudah mulai menunjukkan kalau Shane sudah menjadi pria yang romantis.
__ADS_1
Sofie sadar, mereka berdua memang tidak akan pernah bersatu lagi. Mungkin Tuhan mempertemukan mereka kembali, agar Sofie tahu bahwa Shane telah memiliki calon pendamping hidupnya.
Dan Sofie pun membuang pikirannya jauh - jauh mengenai mantan suaminya itu. Ia tak mau lagi berharap dapat ketemu apalagi dapat mengingat Shane. Semua biarlah menjadi kenangan yang manis buatnya, dan sekarang ia akan menata masa depan dengan Dion.
Malam hari pun tiba. Sofie mengambil ponselnya. Ia menghapus nomor ponsel Shane dan Kris. Ia berjanji tidak akan lagi mengingat mereka.
Sofie mengambil buku untuk keperluan besok, ia mulai membaca buku tersebut karena untuk bahan mengajar. Dan tiba - tiba saja, ponselnya berdering.
Ting...
Ada pesan masuk. Sofie tidak langsung mengambil ponselnya, ia masih mengabaikannya. Ponsel kembali berdering.
Ting....
Pesan baru kembali masuk. Dan Sofie pun mengambil ponsel tersebut. Ia membukanya.
Isi pesan..
" Selamat malam...!"
" Maaf menganggu waktu mu."
Sofie membaca isi pesan tersebut, tapi tidak ada nama si pengirim.
Ia mencoba mengingat nomor ponsel itu, dan nomor itu adalah milik Shane. Sofie sangat terkejut sekali, mengapa Shane mencoba menghubunginya lagi. Sofie bertanya - tanya, apa maksud dari semua ini? bukannya Shane sudah memperkenalkan Sonya pada dirinya?
Sofie tidak membalas pesan tersebut. Kembali Sofie melanjutkan membaca bukunya. Ponsel kembali berdering .
Sofie mencoba membacanya.
" Malam ini saya mau ketemu sama kamu, datanglah ke taman Cendrawasih. Saya tunggu !"
Perasaan Sofie mulai tidak nyaman, ada apa sebenarnya? mengapa Shane ingin mengajak untuk bertemu?
Sofie membalas pesan tersebut.
" Maaf, saya masih banyak kerjaan. "
Pesan terkirim.
Shane membacanya. Dan kembali membalas pesan tersebut.
__ADS_1
" Baiklah."
Pesan terkirim dan Sofie membacanya. Waktu pun berlalu, tidak ada lagi pesan masuk. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 malam. Sofie pun bersiap - siap ingin pergi tidur. Dan tiba - tiba saja, Shane datang menemuinya.