" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 102 " Bertemu Sofie "


__ADS_3

Akhirnya bus yang di tumpangi Sofie pun tiba di kota S. Bus tersebut berhenti disebuah terminal yang cukup besar.


Sofie perlahan turun dari bus itu. Ia melihat sekelilingnya. Pagi itu suasana terminal sangat ramai sekali.


Sofie tidak tahu harus pergi kemana. Ia sama sekali tidak mempunyai arah tujuan . Ia melihat jam tangannya, sudah pukul 06.00 pagi.


Sebelum melanjutkan perjalanan, terlebih dulu Sofie mencari sarapan. Ia mampir di toko roti dekat terminal itu. Membeli sepotong roti dan sebotol minuman air mineral.


Ia pun berbincang-bincang kepada penjual itu. Menanyakan dimana tempat kos yang dekat dan nyaman.


Setelah mendapatkan informasi, ia mencoba membuka ponselnya. Tapi sayangnya ponsel itu kehabisan batrai.


Bus yang di tumpangi Shane, juga telah tiba di terminal itu. Shane merasa lega, karena perjalanan mereka lancar tidak ada masalah. Selama ia yang mengemudi, para penumpang pun merasa nyaman. Mereka tiba di kota S tepat waktu.


Shane menepikan bus itu sesuai dengan perintah sang supir yang duduk di sebelahnya. Semua penumpang mengucapkan terimakasih karena telah mengemudikan bus itu dengan baik. Penumpang pun turun satu persatu.


Dari dalam bus, Shane mencoba mencari - cari Sofie. Karena merasa tidak menemukannya, ia pun keluar dari dalam bus.


" Hei..anak muda, terimakasih banyak ya !" ucap supir bus itu.


Shane hampir saja melupakan sang supir itu karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan Sofie. Shane tersenyum.


" Seharusnya saya yang berterimakasih pada Bapak, karena uda memberikan ijin pada saya untuk mengemudikan bus nya. !"


" Sebenarnya, kamu ada perlu apa kesini?"


" Saya mencari seseorang, kebetulan dia menaiki bus yang sama. "


" Oh begitu. Baiklah, semoga urusan mu cepat selesai. Oh ya, siapa nama mu, nak !"


" Shane Denaro, Bapak bisa panggil saya Shane."


" Baiklah,"


Shane terus berjalan, ia terus mencari Sofie. Shane mengitari toko - toko yang berada di terminal itu.


Dari kejauhan, akhirnya ia melihat Sofie. Sofie sedang duduk melamun, sesekali ia meneguk air mineral yang di genggamannya.


Perasaan Shane pun lega. Akhirnya ia dapat menemukan Sofie. Buru - buru Shane menghampirinya. Shane mencoba tenang. Perlahan Shane mendekatinya dari arah belakang tubuh Sofie.


" Ada yang ingin pergi, tapi bukan setan ! pengen di peluk, tapi uda ga bisa ! " ucap Shane


Sofie menghentikan minumnya. Ia langsung menoleh ke arah suara yang berbicara padanya.


" Hah? kamu ?"


" Kenapa?"


" Kamu ngapain disini?" tanya Sofie gugup


" Seharusnya saya yang nanya kamu itu ngapain disini !"


Sofie mendadak diam.


" Kamu mau kemana? kenapa pergi?"


Kedua mata Sofie mulai berkaca - kaca.

__ADS_1


" Kamu kecewa karena Dion menikah dengan Agnes?" tanya Shane lagi.


Lagi - lagi Sofie diam.


" Kalau ditanya di jawab dong !"


" Mau kamu apa sih, Shane?"


" Kamu kenapa pergi?"


" Itu bukan urusan mu !"


" Selagi kamu belum belum milik orang lain, saya berhak ngurusin kamu ! "


" Apa? kamu egois banget sih !"


" Terserah !"


" Sekarang kamu pergi dari sini !"


" Ga, saya ga akan pergi. Saya akan bawa kamu pulang !"


Sofie langsung bangkit berdiri, ia mengambil kopernya, lalu pergi. Shane menarik lengan tangan kanannya.


" Kita pulang sekarang !" titah Shane.


" Lepaskan saya Shane, kita itu uda ga ada hubungan apa - apa lagi, biarkan saya pergi !"


" Saya bilang pulang !"


" Mau kamu apa? kamu jangan larang - larang saya !"


" Ga, lepaskan saya Shane !"


" Kamu mau pergi kemana? kamu ga punya siapa - siapa disini ?"


Sofie semakin cepat berjalan, ia tak mau ribut dengan mantan suaminya itu. Sofie juga tidak mau kembali lagi ke kota itu, karena semua itu akan membuat sakit hatinya.


Sofie terus saja berjalan membawa kopernya, Shane pun terus mengikutinya dari belakang. Merasa risih karena terus di ikuti, Sofie mencoba mencari taxi.


Taxi pun datang, Sofie langsung masuk. Tidak di sadari nya, Shane juga ikut masuk dari arah sebelah. Begitu masuk, Sofie terkejut karena Shane ada di dalam.


" Sekarang kamu turun !" titah Sofie


" Pak, lanjut aja !" titah Shane pada supir taxi itu.


" Maaf Pak, kita akan pergi kemana?"


" Ke hotel yang dekat - dekat sini, Pak !" ucap Shane


" Baik Pak, "


Supir taxi pun melajukan mobilnya. Sofie mulai tidak tenang berada di samping Shane. Mereka berdua saling ribut. Supir taxi itu pun sangat heran melihat tingkah Sofie dan Shane.


Taxi itu pun tiba di sebuah hotel, hotel yang bisa dikatakan cukup besar dengan standart hotel bintang lima.


Setelah membayarnya, Shane mengajak Sofie turun. Awalnya Sofie tidak mau, tapi Shane terus memaksanya.

__ADS_1


Supir taxi itu sangat curiga akan sikap Shane pada Sofie. Dengan memberanikan diri, ia pun bertanya pada Shane.


" Tolong Pak jangan paksa wanita itu masuk ke dalam hotel !" pinta supir taxi itu.


" Bapak ga usah ikut campur, dia ini istri saya, dia mau kabur dari rumah !"


Supir taxi pun terdiam dan langsung pergi.


" Apa - apa'an sih kamu Shane ?"


" Kamu ga tahu kan kota ini seperti apa? kamu mau tersesat di sini?"


" Ga, tapi kamu jangan kasar gitu dong !"


" Siapa yang kasar? kalau kamu baik sama saya, saya juga akan baik sama kamu! uda buruan masuk. "


Shane mengambil koper milik Sofie dan ia membawanya masuk ke lobi hotel. Shane langsung memesan kamar. Setelah selesai, ia pun mengajak Sofie menuju kamar mereka.


Merasa sudah lelah, Shane pun tertidur, tanpa mengganti pakaian, tanpa membasuh wajahnya. Shane benar - benar sangat lelah. Ia tak perduli lagi bagaimana Sofie.


Sofie memandangi wajah mantan suaminya itu. Dalam benaknya Tuhan punya rencana apa untuk dirinya dan Shane.


Sofie menangis. Merasa lelah juga, ia pun tertidur.


Malam pun tiba, merasa perut tengahnya kelaparan, Shane pun terbangun dari tidurnya. Shane melihat kalau Sofie tertidur disampingnya. Shane tersenyum, ia mengelus kepala mantan istrinya itu, lalu mencium kening Sofie.


Shane jadi teringat ketika mereka bersama, walaupun tak pernah ada kata romantis dari Shane, tapi sebenarnya pria dingin itu sangat mencintai Sofie, ia tak mau kehilangan wanita yang sudah membuatnya banyak berubah.


Shane langsung menuju ke kamar mandi, mengambil handuk lalu ia bergegas mandi. Shane tersadar, sama sekali ia tak membawa pakaiannya. Alhasil, Shane hanya memakai handuk saja.


Selesai mandi, ia duduk. Ia pun sibuk memainkan ponselnya. Sesekali ia melihat Sofie, apakah sudah bangun atau belum. Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam, karena Sofie juga belum bangun, akhirnya Shane membangunkannya.


" Sofie, bangunlah !" ucap Shane lembut.


Perlahan Sofie membuka kedua matanya. Ia pun terkejut ketika melihat Shane sudah ada di hadapannya.


Sofie pun menjerit. Ia langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


" Kamu kenapa? kamu lihat setan ?"


" Kamu apa - apa'an sih? kenapa ga pakai baju?"


Shane langsung menarik selimut itu.


" Baju saya ga ada, itu semua gara - gara kamu !"


" Kok jadi nyalahin saya?"


" Ya ialah, coba kalau kamu ga pergi, pasti ga bakalan kayak gini !"


" Itu salah mu sendiri, kenapa juga kamu ngikutin saya !"


Shane mendekatkan wajahnya.


" Karena saya ga mau jauh dari kamu, Sofie !" lagi - lagi Shane mendekatkan wajahnya. Sofie pun jadi salah tingkah.


" Kamu mau apa? jangan mendekat !" pinta Sofie.

__ADS_1


Shane tersenyum. Tanpa menunggu lama, Shane langsung mencium bibir milik mantan istrinya itu. ******* demi ******* Shane lakukan. Sofie tidak bisa menolaknya, karena Shane memegang kuat pundak Sofie. Akhirnya balasan ciuman itu pun dilakukan Sofie. Tidak ada rasa canggung lagi di antara mereka. Mereka berdua sama - sama menikmati ciuman hangat itu.


__ADS_2