" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 92 " Dion Sangat Berharap "


__ADS_3

Dion ingin menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi pada calon istrinya itu. Diam - diam, ia selalu mengikuti kemana Sofie pergi.


Suatu hari, begitu Sofie pulang kerja, ia pergi menemui Kris. Mereka bertemu di sebuah resto, Sofie ingin membicarakan niat baiknya untuk bisa kembali rujuk pada Shane, karena sejatinya, Sofie memang benar - benar tidak bisa melupakan Shane begitu saja.


Pertemuan Sofie dengan Kris pun diketahui oleh Dion. Dion mengikuti Sofie ke resto tersebut.


" Siapa orang itu? sepertinya saya ga kenal dengan dia! punya hubungan apa mereka? cuek nya Sofie, apa karena pria itu?" gumam Dion.


Sofie dan Kris memesan makanan, tak lupa juga Dion pun melakukan hal yang sama. Mereka duduk bersebelahan, Sofie tidak mengetahui kalau Dion ada di seberangnya.


Sofie dan Kris asyik bercerita, Dion mendengarkan semua apa yang dikatakan Sofie.


Benar saja dugaan Dion selama ini, bahwa Sofie tidak pernah bisa mencintainya dan ia masih saja memikirkan Shane, mantan suaminya itu.


Dion melihat Sofie menangis. Ia sangat menyesal telah meninggalkan Shane. Sofie tidak bisa melangkah lebih serius untuk menikah dengan Dion.


Mendengar ucapan Sofie, Dion pun merasa sangat kecewa. Disaat Dion mengharapkan cintanya, Sofie menerimanya tapi hanya dalih kepura - puraan saja.


" Jadi bagaimana selanjutnya hubungan mu dengan Dion, calon mu itu?" tanya Kris.


" Saya akan mengatakan sejujurnya pada Dion. Saya ga bisa mencintainya. Sebelum kami menikah, saya akan menyelesaikan ini semua." ucap Sofie


" Jadi kamu berharap, kamu bisa rujuk kembali pada Shane?"


" Ya, saya sangat mengharapkan itu, tapi itu semua tergantung Shane, kalau dia mau hubungan ini kembali lagi, saya ga keberatan. Kris, apakah saya terlalu bodoh? mengharapkan kembali cinta Shane?" tanya Sofie.


" Ntahlah Sofie, saya juga bingung, karena sekarang Shane itu banyak berubah. Kamu tahu, dia memang paling tidak suka jika di hianati. Saya akan coba katakan ini pada nya, semoga saja kalian masih bisa kembali seperti dulu lagi. Tapi seandainya jika dia menolak , kamu harus bisa menerimanya dengan ikhlas, sabar."


Sofie hanya menganggukkan kepalanya. Dion mengirimkan pesan pada Sofie. Sofie melihat ponselnya dan membaca pesan tersebut.


" Dion..!" gumam Sofie.


" Kamu kenapa?" tanya Kris.


" Hhmmm..ga, saya ga papa."


" Ya uda, kalau gitu, saya pulang dulu, nanti saya akan kabari kamu lagi. Ingat, jangan bersedih, kamu harus bisa kuat." ucap Kris meyakinkan Sofie.

__ADS_1


Sofie hanya bisa menganggukan kepalanya. Kris pun pergi meninggalkan nya seorang diri di meja itu.


Sofie masih menangis, sesekali ia mengaduk minumannya. Tiba - tiba saja, Sofie dikagetkan dengan suara Dion dari belakangnya.


" Sofie !" panggil Dion.


Sontak saja, Sofie sangat terkejut mendengar Dion memanggil namanya. Sofie jadi salah tingkah.


" Dion ? kamu? kamu ngapain disini?" tanya Sofie sedikit gugup.


" Lah, seharusnya saya yang nanya sama kamu, kamu itu ngapain disini?"


" Sa..sa..saya, saya tadi habis ketemu dengan teman. Oh ya, silahkan duduk."


Dion tersenyum.


" Kamu punya teman? teman yang mana? kok saya ga tahu?"


" Hhmm..ada, saya punya teman."


" Baguslah, lain kali kamu harus kenalkan sama saya, teman kamu itu."


Dion pun tersenyum melihat ekspresi wajah Sofie.


" Kok kamu senyum - senyum gitu?"


" Ga, lucu aja lihat kamu, kamu itu begitu gugup. Kamu kenapa? ada masalah?" tanya Dion.


Sofie diam seribu bahasa. Ia tidak tahu harus memulainya dari mana untuk mengatakan pada calon suaminya itu bahwa sebenarnya ia tidak menginginkan pernikahan itu.


" Dion, saya?"


" Kamu kenapa? ayo ceritakan."


" Sepertinya saya memang ga pantas buat kamu, saya malu. Kamu tahu masa lalu saya bagaimana. Maafkan saya , kalau saya ingin mengatakan ini semua. Saya ?" Sofie menangis.


" Jangan menangis. Saya tahu apa yang ingin kamu katakan. Sofie, saya itu ga bodoh. Saya tahu mana wanita yang benar - benar serius sama saya, atau tidak. Saya tahu, kamu itu sebenarnya tidak menginginkan pernikahan ini, kenapa? karena kamu masih punya mimpi, harapan, bersama mantan kamu itu. Benarkan? jadi sekarang mau kamu gimana?" tanya Dion.

__ADS_1


" Kita akan akhiri ini. Bisa kan?"


Dion menghela nafasnya.


" Ini jawaban kamu?"


Sofie menganggukkan kepalanya.


" Jadi benar dugaan saya selama ini, kalau kamu itu masih mencintai mantan kamu. Saya mau tanya sama kamu, apakah dia juga masih mencintai kamu?"


" Ntahlah, tapi saya ga bisa bohongi perasan ini. Semua yang saya lakukan kacau, karena perasaan saya ini. "


" Itulah kenapa ketika kita punya masalah jangan pada waktu emosi kita mengambil suatu keputusan, dan akhirnya seperti ini lah yang terjadi. Jadi kamu yakin , ingin kembali pada mantan mu itu?"


Sofie kembali menangis.


" Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan. Silahkan ! saya akan membatalkan semua rencana indah kita. Terimakasih Sofie, karena kamu uda memberikan waktu mu untuk saya, mengisi kekosongan hari - hari saya, mengisi kegelisahan hati ini. Semoga keputusan yang kamu ambil, bermanfaat kedepannya untuk kamu dan kamu ga menyesalinya semua. "


Mendengar ucapan Dion, Sofie semakin menangis. Disatu sisi ia masih mencintai Shane, di satu sisi lagi, ia sangat kasihan pada Dion.


Dion pun pergi meninggalkan Sofie. Ia sangat kecewa padanya. Sofie benar - benar sudah keterlaluan, disaat semuanya sudah dipersiapkan untuk Pernikahan, Sofie malah mengurungkan niatnya.


Masalah itu pun sampai ke telinga Mama Sarah. Dengan emosinya, ia menyuruh Dion untuk meninggalkannya dan melupakannya.


Gagalnya pernikahan antara Dion dan Sofie juga diketahui oleh Shane. Tapi Shane tidak perduli. Ia malah bungkam masalah ini, ia tidak mau ikut campur dengan mantan istrinya itu.


Kris juga sudah membujuk Shane agar bisa kembali lagi pada Sofie, tapi Shane masih pada pendiriannya, ia masih tidak mau kembali lagi pada wanita itu.


Kris sudah kehabisan akal, tidak ada hasilnya membujuk pria dingin itu. Shane tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya. Ia pun mengatakan pada Kris, jika ia di ijin kan lagi untuk menikah, ia akan menikah dengan wanita pilihannya, bukan pada Sofie.


Mendengar penjelasan Shane, Kris tidak bisa berbuat apa - apa. Dan pada akhirnya Kris mengambil langkah mundur untuk masalah ini. Ia menyarankan pada Sofie untuk tetap menikah pada Dion.


Mendengar itu semua, Sofie sangat terpukul. Dion, laki - laki yang sabar, menemukan wanita yang pantas untuknya itu sangatlah susah. Ia tetap memberikan kesempatan pada Sofie untuk memperbaiki ini semua.


Karena merasa perjuangan Dion itu benar - benar menginginkannya, Sofie pun mencoba menerimanya, menerima cinta Dion kembali.


Dion berjanji akan selalu membuat Sofie bisa bahagia. Dion juga tidak bisa melupakan Sofie begitu saja. Besar harapannya, ia bisa hidup bahagia dengan wanita pilihannya itu.

__ADS_1


Karena baginya, Sofie itu wanita tipe penyabar, berhati lembut dan itulah yang diharapkan Dion darinya. Baginya banyak wanita cantik di dunia ini, tapi tidak ada yang bisa secantik hati Sofie, walaupun sekarang statusnya sudah asing di telinganya.


__ADS_2