
Waktu pun berlalu, Shane dan Sofie akhirnya kembali rujuk lagi. Mereka berdua pun telah sah menjadi suami istri. Shane sangat bahagia sekali akhirnya ia dan Sofie bisa bersatu lagi.
Sangkin bahagianya, Shane tak henti - hentinya memeluk Sofie dan mengucapkan terimakasih . Ibarat pengantin baru, Shane sangat menantikan momen - momen bahagia ini.
Kabar bahagia, Shane dan Sofie kembali rujuk pun di ketahui oleh semua orang terlebih Dion dan Agnes. Dengan rujuknya kembali mereka, lantas membuat Dion tidak terima. Padahal dulu Dion lah yang ingin menyatukan mereka, tapi nyatanya Dion merasa cemburu.
" Terimakasih untuk bisa menerima saya kembali, saya harap kamu bisa lebih mengerti tentang saya !" ucap Shane
" Ya, sama - sama !"
" Oh ya, saya punya sesuatu buat kamu!" ucap Shane
" Apa itu?"
" Nanti juga kamu akan tahu !"
Shane pun membawa Sofie pergi ke suatu tempat. Dimana tempat itu adalah hunian baru untuk mereka berdua. Shane baru saja membeli sebuah mansion yang sangat besar, lengkap dengan semua fasilitas mewahnya.
Shane tidak mau kembali lagi ke rumah lamanya, karena ia tak mau membuat Sofie merasa sedih. Banyak kenangan suka duka di sana. Ia takut Sofie akan mengingat itu semua.
Sebelum mereka memasuki mansion baru nya, Shane menutup kedua mata Sofie.
" Ini namanya surprise, jadi kamu harus tutup kedua mata mu !" pinta Shane.
" Hahah, harus ya !"
" Ia, karena ini saya berikan buat kamu. Kamu tahu kenapa? karena saya semakin cinta sama kamu !"
Mendengar ucapan Shane, Sofie menjadi sedih. Air matanya pun mengalir membasahi kedua pipinya.
" Kamu berlebihan sekali !" ucap Sofie
" Ia, saya memang berlebihan, maaf kalau sekarang saya terlalu bucin !"
" Hahaha, kayak anak ABG aja !" ledek Sofie
" Kalau kamu tertawa seperti ini, kamu semakin cantik !"
" Uda ah, ga usah gombal."
" Saya serius. "
" Shane, sebenarnya saya lah yang takut. Apalagi sekarang kamu uda jadi pimpinan di perusahaan kamu,"
" Kamu takut saya jatuh cinta pada orang lain?"
Sofie menganggukan kepalanya.
" Doakan saya selalu, saya bisa dijalan yang lurus. "
Sofie kembali menangis. Shane langsung memeluknya.
" Jangan pernah tinggalkan saya, Sofie !"
Lagi - lagi Sofie hanya bisa mengangguk sambil menahan tangisnya.
" Ya uda, sekarang tutup kedua mata mu. " titah Shane
__ADS_1
Shane pun menutup kedua mata Sofie menggunakan sapu tangan. Shane kembali menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan perlahan .
Tibalah mereka di depan hunian baru yang baru saja di beli Shane. The Jasmine Boulevard Cluster The Mansion.
Shane membuka penutup mata Sofie.
" Sekarang lihat lah !" ucap Shane
Sofie membuka kedua matanya perlahan - lahan.
" Wahhhh? apa ini Shane ? ini punya siapa?" tanya Sofie penasaran .
" Ini punya kita !"
" Kenapa besar sekali ?"
" Karena saya akan punya banyak anak, jadi saya membelinya sebesar ini. Agar anak - anak kita nanti mendapatkan fasilitas yang cukup. "
" Tapi ini kan mahal ? lihatlah rumah ini besar sekali !"
Shane tersenyum tipis.
" Ini namanya mansion, beda dengan rumah biasa. Ini belum seberapa, dibandingkan besarnya cinta ini sama kamu !"
" Semenjak uda jadi pimpinan Migas, sekarang kok agak romantisan ya?" ucap Sofie, melirik ke arah Shane.
" Belajar dari waktu, sayang !"
Sofie pun tertawa. Mereka pun memasuki kawasan mansion itu. Sofie sangat terpukau sekali akan kemewahan mansion itu. Terdapat 12 kamar dan 3 dapur, ada kolam renang yang sangat luas, ruang gym, bilyard, bioskop dan ruang bermain anak dan lain - lain.
Shane hanya tersenyum.
" Ini semua buat kamu, semoga kamu suka ya !"
" Tapi ini terlalu besar !"
" Kamu ga usah takut, nanti ada kok ART yang akan membersihkannya, semua akan mendapatkan tugasnya masing - masing !"
" Ga usah repot - repot, Shane !"
" Saya ga mau lihat kamu kecape'an, karena kita akan fokus punya momongan."
Sofie hanya bisa tersenyum.
" Silahkan , lihat - lihat lagi !" titah Shane.
****
Keadaan Paman Sammy
" Sayang, saya selalu memikirkan Sofie, saya selalu dihantui ketakutan. Sebaiknya kita minta maaf saja !'' ucap Paman Sammy
" Apa? minta maaf? ga segampang itu, saya ga mau !"
" Kenapa kamu ga mau? kamu lihat Sofie, dia uda melupakan semua ini, sampai sekarang dia ga ada balas dendam sama kita. Pasti dia sudah melupakan semua kejadian yang menimpa nya !"
" Kamu yakin dia lupa? saya ga akan pernah minta maaf pada anak itu. Sampai kapan pun saya akan tetap membencinya. Saya ga sudi menerima dia sebagai sodara saya, ngerti kamu !"
__ADS_1
" Kamu terlalu egois, sampai kapan kita punya rasa dendam seperti ini?"
" Sampai Sofie benar - benar mati !"
" Keterlaluan kamu !"
" Terserah, tapi saya akan tetap membalaskan dendam saya padanya. "
" Sudah cukup kita menyakiti orang tuanya, jangan bawa - bawa lagi Sofie, dia uda banyak menderita karena kita."
" Karena itu lah, saya ingin membuat dia selalu menderita, dia ga akan pernah bahagia sampai kapan pun."
" Sayang, bertobatlah !"
" Jangan paksa saya untuk melakukan itu."
" Baiklah, kalau kamu ga mau minta maaf, saya lah yang akan meminta pada Sofie, saya menyesali semua perbuatan saya, saya akan menemuinya."
" Terserah."
" Ya, dalam minggu ini saya akan pulang ke Indonesia , saya akan menyelesaikan semua masalah saya !"
Paman Sammy pergi meninggalkan Bibi Marry. Paman Sammy mulai menyadari akan perbuatannya yang salah.
Didalam kamar, ia mencoba menghubungi Sofie. Telpon pun tersambung .
" Hallo, Sofie !" sapa Paman Sammy
" Paman? Paman Sammy?"
" Ia, Sofie. Syukurlah kamu masih ingat sama Paman !"
" Bagaimana saya bisa lupa sama Paman saya sendiri. Paman apa kabarnya ?"
" Baik Sofie. Sofie, Paman hanya mau bilang, Paman mau minta maaf sama kamu, Paman menyesal atas semua perbuatan Paman sama kamu! kamu mau maafkan Paman?"
Sofie terdiam dan ia pun menangis. Shane melihat kalau istrinya itu sedang menangis. Shane menghampiri Sofie.
" Paman, sebelum Paman minta maaf, terlebih dulu saya uda maafin Paman. Memang ga bisa melupakan begitu saja semua yang telah Paman lakukan, tapi saya juga manusia, saya berhak memaafkan. Saya hanya minta sama Paman, jangan pernah mengulangi perbuatan itu lagi." ucap Sofie sambil menangis.
" Ia Sofie, Paman salah, Paman dibutakan karena uang. Uang lah yang uda membuat Paman hancur."
" Jadi, yang membunuh orang tua Sofie, benaran Paman kan?"
" Ya Sofie, Paman dan Bibi mu lah yang telah melakukan itu. Itu semua karena warisan,kami berdua uda tamak akan uang, harta. Maafkan Paman mu ini, Sofie !"
Sofie pun menangis.
" Sofie, Paman akan melakukan apa saja untuk kamu, asal kamu benaran maafin Paman,"
" Ga perlu Paman, yang penting Paman uda ikhlas minta maaf dan mengakui semua kesalahan Paman, itu aja uda cukup, "
Sofie pun langsung menutup ponselnya. Ia kembali menangis. Shane melihatnya, dan langsung memeluknya.
" Kamu yang sabar, yang penting Paman mu uda mengakui semua kesalahannya ,"
Shane kembali memeluknya.
__ADS_1