
Hari berganti hari, Sofie semakin bertingkah aneh. Ia sama sekali tak mau keluar rumah. Ia selalu mengurung diri di dalam kamar. Menangis, tertawa, marah dan sesekali ia termenung meratapi kisah hidupnya.
Karena sikap Sofie yang tak kunjung membaik, Shane pun tidak bisa pergi kemana - mana. Padahal rencana Shane ingin membalaskan dendamnya.
Shane tidak tega meninggalkan istrinya itu. Bibi Janet juga tidak mampu mengurusnya seorang diri. Shane merasa serba salah. Ia tak bisa berbuat apa - apa.
Dokter Pram lah yang selalu menangani Sofie, segala terapi pun dilakukan di dalam kamar itu. Ntah sampai kapan Sofie akan membaik seperti dulu kala.
Pagi ini, Shane tidak bersemangat. Ia pun tidak menyentuh sarapannya sama sekali. Rumah itu benar - benar lain, sepi dan seperti ada rasa ketakutan yang menghampiri.
****
Jason, anak sulung Paman Sammy ingin sekali bertemu Sofie. Hari ini, Jason bolos dari sekolahnya. Ia pun menemui Sofie ke sekolah dimana ia mengajar.
Namun, ketika ia tiba di sekolah itu, Kepala Sekolah mengatakan kalau Sofie sudah seminggu tidak mengajar. Jason pun menanyakan mengapa Tantenya itu tidak masuk untuk mengajar. Kepala Sekolah itu hanya mengatakan kalau Sofie dalam keadaan sakit.
Jason pun sangat terkejut sekali. Jason meminta alamat Tante kesayangannya itu. Kepala Sekolah itu pun memberikan alamat yang lengkap pada anak itu.
Dengan uang yang pas - pas'an, Jason memberanikan dirinya pergi menemui wanita cantik itu.
Jason sudah pernah mengunjungi rumah Tante Sofie, tapi ia tidak ingat sama sekali jalan menuju rumah Tante nya itu. Ia pun mencari taxi dan menanyakan pada supir taxi yang membawa Jason. Jason memberikan alamat yang tertulis di secarik kertas itu.
Supir taxi itu pun mengantarkan Jason ke alamat yang di tuju. Dan mereka pun tiba di depan rumah yang besar dan mewah itu.
" Nak, kita uda sampai. Apakah benar ini rumahnya?" tanya supir taxi itu.
" Ya, Pak. Ini adalah rumahnya."
Jason pun memberikan uangnya dan ia pun langsung turun dari mobil itu. Jason perlahan melangkah. Ia pun menekan bell rumah itu.
Jason kembali menekan bell rumah itu lagi. Dan tak berapa lama, Bibi Janet pun keluar menghampirinya.
" Jason ?"
" Hai, Bi. Apa kabarnya?"
" Jason, siapa teman mu, nak?"
" Ga ada, Bi. Saya hanya sendiri. "
"Astaga, Jason?"
" Saya merindukan Tante Sofie, Bi !"
" Tante Sofie?"
" Ya, apakah Tante Sofie ada?"
" Ya, Tante Sofie mu ada didalam kamar."
" Apakah Tante Sofie sehat, Bi?"
" Ya, dia sehat." Bibi Janet terpaksa berbohong.
Mereka pun masuk kedalam rumah itu.
" Sebentar ya, Bibi akan panggil Tante Sofie !"
__ADS_1
Perlahan Bibi Janet pun menaiki anak tangga itu.
" Tuan, dibawah ada Jason !"
" Jason? anak Paman Sammy? mau ngapain dia, Bi?"
" Ntahlah. Dia juga masih pakai pakaian sekolah , Tuan !"
Shane langsung menghampiri Jason. Ia melihat kalau Jason datang seorang diri.
" Jason?"
" Hai, Paman Shane !"
" Kamu ngapain? kenapa masih pakai pakaian sekolah?"
" Jason kangen banget sama Tante Sofie. "
" Kangen ? kenapa masih pakai pakaian sekolah? kamu bolos sekolah ya? karena ini masih pagi, Jason !"
" Maaf, Paman. Saya emang bolos sekolah. Saya kangen banget sama Tante Sofie !"
Jason mulai sedih, matanya mulai berkaca - kaca.
" Jason, tapi Paman minta maaf. Tante Sofie sedang sakit."
" Sakit? sakit apa Tante Sofie?"
" Ntahlah. Kamu mau melihat Tante Sofie?"
Shane membawa Jason ke kamar mereka. Jason pun melihat kalau Tante kesayangannya itu seperti orang depresi. Tatapannya begitu kosong.
Jason langsung memeluk Tante nya itu. Sontak saja Sofie terkejut.
" Jason?"
" Tante, Jason kangen banget. Tante Sofie baik - baik aja kan?"
Sofie menangis. Ia langsung memeluk anak kecil itu. Shane melihat ke akraban antara mereka berdua. Shane jadi tahu apa yang harus ia perbuat untuk membahagiakan Sofie.
" Jason, kamu bolos ya?"
Jason terdiam. Ia menangis di pelukan Tante kesayangannya itu.
" Jason , kamu kenapa ?"
" Maafkan saya, Tante. Saya begitu khawatir pada Tante Sofie."
" Oh begitu. Kamu anak yang baik, sayang !" ucap Sofie sambil mencium pipi Jason.
Sofie berulang - ulang memeluk Jason. Mata mereka seperti mata yang saling perduli. Benar - benar Sofie merasakan kebahagian karena kehadiran Jason.
" Tante, saya mau bicara sesuatu pada Tante."
Shane langsung menarik tangan kanan Jason.
" Jason, kamu ikut Paman ya !"
__ADS_1
Jason hanya menganggukkan kepalanya.
" Jason, kamu mau bicara apa sama Tante Sofie?" tanya Shane
" Paman, saya muak dengan sikap Papa dan Mama. Papa dan Mama selalu aja membahas masalah Tante Sofie."
" Oh ya, Paman ada sesuatu untuk mu. Kamu mau ga?"
" Apa itu, Paman?"
" Kita pergi ke dapur ya, disana ada makanan yang lezat dan enak."
" Ya, Paman. "
Shane berbisik pada Jason, agar tidak menceritakan apa yang telah Jason dengar dari kedua orang tuanya.
" Jason, Paman minta sama kamu, tolong jangan bicara apa pun pada Tante Sofie ya !"
" Emang kenapa, Paman?"
" Tante mu sekarang kurang sehat, dia sakit. "
" Tante Sofie sakit apa?
" Nanti kamu juga akan tahu, nak !"
" Ya Paman. Paman tahu apa yang telah terjadi pada orang tua Tante Sofie?"
" Ya, Paman uda tahu. Waktu itu Paman mendengarkannya dari ponsel milik Tante mu. Kamu lah yang mengirimkan rekaman itu. Benarkan ?"
" Ya, Paman. Papa dan Mama sangat tega sekali Paman."
" Jason, tolong rahasia ini hanya kita berdua aja dulu yang tahu, jangan sampai Tante mu Sofie tahu tentang ini."
" Ya, Paman. Saya akan janji, saya akan menutup masalah ini. "
Jason dan Shane sedang asyik berbicara di dapur. Sementara itu, Sofie tertidur. Ia begitu lelah.
****
Hari semakin siang. Bibi Marry pun menjemput anak - anaknya ke sekolah.
Tapi sayangnya , anak sulungnya tidak masuk sekolah hari ini. Guru wali kelas ya mengatakan kalau Jason bolos dari sekolah.
Bibi Marry marah dan sangat cemas akan keberadaan Jason. Ia tak tahu jika anaknya itu bolos dan ntah pergi kemana. Tak seorang pun tahu.
Bibi Marry langsung menghubungi suaminya itu. Mendengar Jason hari ini bolos sekolah, Paman Sammy pun sangat marah besar.
Paman Sammy langsung datang ke sekolah itu. Ia pun marah - marah pada pihak sekolah.
Terjadilah pertengkaran antara guru wali kelas Jason dan Paman Sammy. Paman Sammy tidak terima, mengapa disaat sudah pulang sekolah, pihak sekolah baru memberitahukannya.
Bibi Marry hanya bisa menangis. Ia sangat takut sekali terjadi apa - apa pada anak sulungnya itu.
Anak buahnya pun dikerahkan untuk mencari anaknya yang hilang itu. Paman Sammy juga sangat takut kehilangan anaknya yang bijak dan pintar itu.
Hingga sore hari pun tiba, Jason belum juga pulang kerumahnya. Ia masih berada di rumah Paman Shane.
__ADS_1