" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 77 " Sofie Semakin Curiga "


__ADS_3

Paman Sammy mempunyai bisnis baru lagi. Ia mencoba menawarkannya pada Shane. Paman Sammy berharap, Shane mau menerima tawarannya.


" Saya ga yakin, Shane mau bekerja sama dengan kita." ucap Bibi Marry.


" Shane itu ga akan bisa lepas dari bisnis haramnya, sekalipun ia telah menikahi Sofie."


" Sofie memang penghalang segala rencana kita. "


" Ya, anak itu sama seperti orang tuanya, anak yang jujur."


" Puji aja terus si Sofie itu !" ledek Bibi Marry.


" Saya bukannya memuji dia, tapi memang kenyataannya seperti itu."


****


Shane dan Sofie pun tiba dirumah. Setelah merapikan barang - barang bawaannya, Sofie langsung menuju ke dapur, untuk menyiapkan makan siang mereka.


" Sofie, kamu masih capek, nak. Istirahatlah dulu !"


" Ga Bi, ga papa."


" Sofie, gimana keadaan makam kedua orang tua mu, nak ?" tanya Bibi Janet.


Sofie menghentikan pekerjaannya. Matanya mulai berkaca - kaca.


" Ntahlah Bi, saya ga tahu dimana letaknya makam orang tua saya, tapi yang jelasnya di pulau kecil itu makam mereka, Bi."


" Apa Shane ga memberitahukannya pada mu?"


" Ga Bi, dia juga ga tahu dimana pas letaknya makam itu. "


" Sofie, menurut mu, siapa kira - kira yang melakukan itu?"


" Ntahlah Bi, saya juga ga tahu."


Sofie dan Bibi Janet pun melanjutkan pekerjaannya. Makanan pun selesai. Sofie mencoba memanggil suaminya itu. Ia pergi ke atas. Pintu kamar mereka tidaklah tertutup rapat.


Sofie mendengarkan jika Shane sedang berbicara pada orang lain. Shane menyebutkan nama Kris. Sepertinya pembicaraan mereka sangatlah serius. Sofie pun menjadi penasaran dengan pria bernama Kris.


Dalam pembicaraan mereka, Shane juga menyebut nama Paman nya dan barang haram, yaitu obat - obatan terlarang. Sofie pun semakin penasaran dan ia sangat geram, apakah suaminya menjalani bisnis baru lagi. Jika ia bertanya pada Shane, pastilah suaminya itu tidak akan mau memberitahukannya.


Sofie pun mencari akal, ia akan mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi.


Sofie mencoba mengetuk pintu kamar itu. Shane sejenak menghentikan pembicaraannya.


" Shane, makanan uda siap, turunlah !"


Karena kehadiran Sofie, Shane menjadi gugup.


" Ya, saya akan turun. Kamu duluan aja, ntar saya nyusul."

__ADS_1


" Baiklah." Sofie segera turun. Rasa penasarannya semakin besar, ia tahu ada yang di tutupi oleh suaminya itu.


Selesai berbicara pada Kris, Shane pun turun untuk menikmati makan siangnya.


Aroma masakan itu pun membuat perutnya semakin lapar. Shane sangat menikmati makan siangnya.


" Selesai makan, kita pergi ke supermarket ya !" pinta Sofie.


" Ke supermarket ?"


" Ya, stok makanan kita habis."


" Tapi, saya ada pekerjaan sedikit. Gimana, kalau besok aja kita pergi ke supermarket nya?"


" Ga bisa, Shane. Stok makanan uda ga ada lagi."


" Kamu pergi sendiri, bisakan?"


" Kamu kenapa? biasanya kamu mau menemani saya !"


" Saya ada pekerjaan, penting sekali. "


" Baiklah. " ucap Sofie sedikit kecewa.


Selesai makan, Shane langsung buru - buru pergi. Ia akan menemui Kris. Sofie tahu, suaminya itu menyembunyikan sesuatu. Sofie tidak tinggal diam. Ia pun mengikuti suaminya itu.


Sofie memesan sebuah taxi, ia mengikuti suaminya itu pergi ke suatu tempat.


" Pak, ikuti mobil itu, jangan sampai kita kehilangan jejaknya !" pinta Sofie pada supir taxi itu.


Dan Shane pun tiba di sebuah rumah yang tidak begitu besar ukurannya. Shane langsung keluar dari mobilnya. Sofie melihat seorang pria yang lebih muda dari Shane, membukakan pintu rumah itu.


" Pak, saya turun disini aja, ini uang taxinya." ucap Sofie sambil memberikan uang pada supir taxi itu.


" Apa tidak sebaiknya, anda di dalam mobil saja, Nona?"


" Ga Pak, saya harus mengikuti orang itu. Terimakasih Pak !" Sofie langsung keluar dari taxi itu dan ia mengumpat - umpat agar Shane tidak mengetahuinya.


Ia melihat suami nya sudah masuk ke dalam rumah itu. Sofie tidak kenal sama sekali sama orang misterius yang membawa Shane masuk.


Sofie selalu bertanya ada hubungan apa mereka, rahasia apa yang tersembunyi yang selama ini yang ia tak tahu.


Sudah hampir 1 jam Shane berada di dalam rumah itu. Sofie pun mulai bosan menunggunya. Panas terik matahari mulai membuatnya menguras keringat yang mengalir di pelipis wajahnya.


Akhirnya kesabaran Sofie pun terbayarkan. Shane pergi meninggalkan rumah itu. Sofie melihat pria itu menutup kembali rumahnya.


Mobil yang dikendarai suaminya telah berlalu, dan Sofie pun memberanikan dirinya untuk menemui pria asing yang bersama suaminya itu.


Sofie mengetuk pintu rumah itu. Perasaan takut menghantuinya. Ia takut kalau pria yang ditemui suaminya adalah pria yang jahat.


Kris membukakan pintu rumah itu. Dan sontak saja ia sangat terkejut, dihadapannya berdiri wanita yang pernah ia culik, tak lain adalah istri sang mafia, Shane Denaro.

__ADS_1


Kris sangat gugup, tapi ia berusaha lebih baik di depan Sofie.


" Selamat pagi, Tuan !" sapa Sofie


" Ya, hhmmm..selamat pagi juga !"


" Saya Sofie, istri dari Shane Denaro.


Saya minta maaf sebelumnya, tadi saya melihat suami saya datang kerumah ini. Kalau boleh tahu, apa sebenarnya yang terjadi?"


" Hhmm..ga ada Nona. Oh ya, mari silahkan masuk, ga enak kalau bicara di depan pintu. Silahkan, Nona !"


Sofie pun masuk ke dalam rumah itu. Ia melihat keadaan rumah itu. Rumah yang tak begitu besar, bersih dan ada sebuah fhoto keluarga dengan dua anak.


" Silahkan duduk, Nona !" titah Kris.


" Ya, terimakasih."


" Ada yang bisa saya bantu, Nona?"


" Tuan, saya mau nanya. Apakah anda yang bernama Kris?"


" Ya, kenapa dengan saya, Nona?"


Kris menjadi lebih takut. Ia takut kalau Sofie mengetahui pelaku penculikan itu.


" Rahasia apa sebenarnya yang kalian sembunyikan dari saya? tolonglah jawab, karena Shane sepertinya telah menyembunyikan sesuatu dari saya."


" Ga ada rahasia yang disembunyikan, Nona !"


" Kamu tahu tentang pulau kecil itu?"


Jantung Kris mendadak berdetak sangat kencang begitu mendengar nama pulau kecil itu.


" Kenapa dengan pulau kecil itu, Nona?"


" Shane pernah mengajak saya ke sana, dan disanalah katanya makam kedua orang tua saya. Kamu tahu siapa pembunuh kedua orang tua saya ?"


Kris terdiam. Ia menatap tajam mata wanita yang ada di hadapannya . Sofie adalah wanita yang sangat baik. Bagaimana ia harus mengatakan, kalau pembunuh orang tuanya adalah Paman nya sendiri. Berat rasanya ia ingin bicara. Ingin mengatakan yang sejujurnya, tapi ia takut kalau Shane marah padanya.


" Kamu jangan takut, saya tidak akan memberitahukannya pada Shane. Saya uda ikhlas kalau orang tua saya itu pergi karena di bunuh. Tapi saya ingin sekali tahu, siapa pelaku nya, itu aja kok !"


Kris menelan air liurnya. Wajahnya semakin pucat. Keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya. Jari jemarinya sedikit kaku. Ia takut kalau ia harus berkata jujur.


" Kamu ga mau menjawabnya? saya kan uda janji, saya ga akan memberitahukannya pada suami saya. Ini akan menjadi rahasia kita berdua."


" Saya ga tahu, Nona !"


" Kamu yakin ga tahu? oh ya, apakah Shane ikut dalam hal ini?"


" Ga Nona, tapi saya benar ga tahu."

__ADS_1


" Jika kamu berbohong, selamanya kamu ga akan tenang Kris. Saya mohon, bantu saya untuk mengetahui siapa pembunuh orang tua saya !"


Lagi - lagi Kris terdiam. Ibarat makan sibuah malakama. Ia takut kalau Shane marah padanya. Kris tidak yakin kalau istrinya itu nanti bisa menahan amarahnya.


__ADS_2