" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 19 " Awal Bertemu Dengan Dion "


__ADS_3

Sarah memberikan alamat rumahnya kepada Miss Sofie. Sarah meminta Miss Sofie agar datang kerumahnya.


Sofie pun dengan senang hati, karena ia bisa kembali mengajar les lagi. Kedatang Sofie disambut baik oleh Papi dan Mami nya Sarah.


" Baiklah kamu mulai hari ini bisa mengajar anak saya, saya minta sama kamu , jangan pernah telat datang dan saya minta juga kamu latih anak saya sampai dia benar - benar bisa. Kamu setuju ? " Pinta Papi nya Sarah.


" Baik, Pak. Saya setuju." Jawab Sofie dengan mantapnya.


" Baiklah, kalian bisa memulainya. "


Sofie pun mulai mengajarkan musik kepada Sarah. Musik kali ini adalah piano. Sofie mengajari Sarah dengan perlahan - lahan.


Tiba - tiba saja, Dion datang kerumah itu. Dion adalah Paman Sarah, adik dari Maminya.


Dion adalah seorang pemuda tampan dan seorang pengusaha juga. Kedatangan Dion kerumah Sarah adalah untuk meminta restu pada kedua orang tua Sarah, bahwasannya Dion akan mempersunting Agnes menjadi istrinya.


Dion melihat kelihaian Sofie dalam bermain musik. Dion sangat kagum padanya, karena Sofie sangat pintar sekali.


" Apakah dia guru baru Sarah?" Tanya Dion pada Maminya Sarah.


" Ya, dia guru les nya Sarah. Namanya Sofie. Baru hari ini dia ngajar Sarah. Semoga saja Sarah cepat pintar bermain musik. Saya lihat gurunya itu asyik juga sih.... suaranya juga sangat merdu sekali. "


" Oh begitu....! Kak, kedatangan saya kesini, saya mau minta restu dari Kakak, saya mau melamar Agnes. "


Sontak saja Sofie kaget mendengar nama Agnes.


" Kamu yakin dengan Agnes ?"


" Yakinlah Kak, kita kan uda lama pacaran."


" Tapi Kakak ga suka dengan sifatnya. Kakak tahu, dia cantik, pekerjaannya juga oke, tapi sifatnya sedikit jutek sih, kamu mau?"


" Hahahaha...Kakak ini gimana sih? wajarlah wanita itu jutek Kak, bukan wanita namanya kalau ga cerewet, jutek trus apa lagi ya ?" sembari mengingat - ingat , Mami Sarah pun tersenyum melihat adiknya itu.


" Terserah kamu, kamu yang akan jalani rumah tangga mu. Kakak cuma mau kasih wejangan aja, mana yang baik buat kamu."


" Ia Kak, saya tahu. Ini saya uda beli ticket, saya akan lamar Agnes ketika kita liburan."


" Liburan ? kalian mau pergi kemana?


" Eropa. Eropa kak, kita akan kesana. Saya uda ambil cuti. Agnes juga katanya sih uda ambil cuti juga."


" Oh begitu..."


Seperti disambar petir disiang bolong, Sofie sangat terkejut sekali, mendengar nama Agnes. Dalam benaknya mungkin Agnes lain. Bukan Agnes yang ia kenal bersama Shane.


Sofie pun menanyakan siapa Agnes pada Sarah. Dan ternyata benar, Agnes yang diceritakan itu adalah Agnes kekasih Shane.


Ternyata Agnes selingkuh dari Dion. Apa artinya ini semua? mengapa Agnes melakukannya ? Sofie tak habis pikir. Ia pun menjadi kasihan pada Shane, karena sebenarnya Agnes dan Dion akan menikah.


Jam les pun sudah habis, Sofie permisi pulang. Mami Sarah pun memberi ijin.


Dion melihat wanita yang ada dihadapannya, guru les keponakannya itu sangatlah cantik, lebih cantik dari Agnes. Wajah yang teduh membuat Dion terpukau.

__ADS_1


Dion tersadar ketika Sarah memukul pundak Pamannya itu.


" Lihat apa' an ? " Tanya Sarah.


" Ehhmm..ga..Paman ga lihat apa- apa. Kamu uda siap les nya?"


" Uda. Nih Miss Sofie mau pamitan pulang. Mamiiii....ini Miss Sofie mau pulang lho..!"


" Oh ya, gimana Sarah les hari ini, kamu suka?" Tanya Maminya


" Banget, Mi. Sarah suka sekali. Miss Sofie baik sekali, Mi...!'


" Hehehe Sarah bisa aja." Goda Sofie.


" Ya da, makasih banyak ya, oh ya ini uang les Sarah untuk bulan ini ya. Terimakasih banyak ya Sofie."


" Ia Bu, sama - sama. Sarah banyak berlatih lagi ya, Miss permisi ya...!"


" Oke Miss cantik..." Sahut Sarah.


Sofie tersenyum dan pergi meninggalkan rumah itu. Sofie masih selalu bertanya masalah nama Agnes yang diperbincangkan Dion dan Mami nya Sarah.


Sofie sangat penasaran, ia ingin sekali memberitahukan ini pada Shane. Ia melihat arloji dipergelangan tangannya, masih banyak waktu untuk bertemu dengan Shane.


Ia juga sudah rindu ingin bertemu dengan Bibi Janet. Ia pun berniat pergi kerumah Shane.


Di tengah perjalanan, Shane melihat Sofie. Shane langsung menepikan mobilnya.


Rasa rindu akhirnya pun terobati. Shane langsung memanggil Sofie.


Sofie pun menoleh kearah datangnya suara. Sofie sangat senang sekali akhirnya ia dapat bertemu dengan Shane.


Sofie memberikan senyum manisnya untuk Shane, pria yang ia cintai. Sofie langsung merapikan rambutnya yang panjang.


" Shane...? kamu mau kemana?" Tanya Sofie.


" Ada urusan sebentar. Kamu mau kemana? gimana kabar kamu?" Tanya Shane.


" Saya baik - baik aja. Kamu sendiri gimana?"


" Baik.." Jawab Shane datar.


" Bibi Janet gimana? apa Bibi baik - baik aja?"


Shane menggelengkan kepalanya.


" Bibi kenapa? ayo jawab?"


" Bibi sakit. Sudah hampir seminggu ini, Bibi ga bisa kerja, ga mau makan, dia trus panggilin kamu."


" Ya Tuhan, Bibi...!" Sofie pun menangis.


" Saya boleh datang kerumah?" tanya Sofie

__ADS_1


Shane menganggukan kepalanya.


" Buruan naik, biar saya antar. " Tawar Shane.


" Ia, mksih ya...!"


Shane dan Sofie pun pergi. Diperjalanan Sofie selalu saja menangisi Bibi Janet. Ia sangat kasihan pada wanita tua itu.


Tibalah mereka dirumah, Sofie langsung masuk kedalam tanpa harus permisi pada Shane.


" Bibi ???" Sofie langsung memeluk Bibi Janet yang terbaring lemah ditempat tidurnya .


" Sofie?" Bibi Janet pun langsung menangis.


" Bibi, Sofie sangat merindukan Bibi. Maafkan Sofie ya , Bi. Sofie belum bisa melihat Bibi."


" Ia nak. Bibi ngerti. Gimana kabar kamu?"


" Saya baik, Bi. Saya uda bekerja Bi, makanya saya sibuk."


Shane melihat keakraban diantara mereka. Beda dengan Agnes, Sofie begitu sayang sekali pada Bibi Janet.


Shane merasa senang akhirnya Bibi Janet bisa tersenyum lagi. Shane pun ingin, Sofie tinggal dirumah itu lagi agar dapat merawat Bibi Janet.


Pernikahan Shane dan Agnes akan dilaksanakan, mau tidak mau Shane harus membantu Agnes juga.


" Sofie.....!" Panggil Shane


" Bi, saya pamit sebentar ya, Shane memanggil saya. Nanti saya kesini lagi."


Bibi Janet menganggukkan kepalanya .


" Ya..'' Jawab Sofie


" Saya mau minta sesuatu dari kamu, apakah kamu mau?"


" Minta apa?"


" Saya dan Agnes akan segera menikah. Bibi Janet sekarang sakit. Apakah kamu mau merawat Bibi?"


Tanpa menunggu lama, Sofie langsung menjawab '' Ya, saya mau."


Hati Shane pun sedikit lega.


" Saya boleh bawa Bibi Janet ke kontrakan saya?"


" Apa? kamu mau bawa Bibi ? ke kontrakan kamu?"


" Ia. Saya sekarang uda kerja kok. Ga mungkinkan saya harus bolak balik dari kontrakan ke sekolah trus ke rumah kamu."


" Kamu ga mau tinggal disini?"


Sofie menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Saya akan bawa Bibi tinggal bersama saya. "


Mendengar ucapan Sofie, Shane memalingkan wajahnya. Ia tak mau pisah dari wanita yang sudah mengurusnya dari kecil. Bagi Shane Bibi Janet lebih dari segalanya.


__ADS_2