
Shane merasa di abaikan oleh Sofie. Sofie malah lebih tenang berada di samping Dion. Shane pun menjadi geram, padahal yang menimpa istrinya itu bukanlah keinginannya.
Dengan keadaan Sofie seperti ini, Dion malah mengambil kesempatan untuk mendekatkan dirinya kepada Sofie.
Dion selalu memberikan perhatian yang lebih pada Sofie. Sofie pun merespon perhatian dari Dion, karena Sofie sangat kecewa dengan kejadian yang menimpa dirinya.
Shane menjadi cemburu melihat kedekatan Sofie dan Dion. Shane mencoba memberikan penghiburan dan perhatian lebih, tapi tak pernah di respon dan tak pernah di gubris oleh Sofie. Karena Sofie masih dalam keadaan berduka atas kehilangan janinnya.
Ntah kenapa, Sofie jadi membenci Shane, suaminya sendiri. Sofie juga tidak mau jika Shane ada diruangan itu.
Karena Shane merasa jengkel, Shane tak mau lagi datang kerumah sakit untuk melihat Sofie. Ia lebih suka menyendiri dirumah dibandingkan harus kerumah sakit karena melihat kedekatan Dion dan Sofie.
****
Paman Sammy dan Bibi Mary sangat senang sekali dengan kejadian yang menimpa keponakannya itu. Akhirnya Sofie kehilangan calon bayinya. Tapi mereka belum puas, karena Sofie tidak sekalian mati bersama anaknya.
Paman Sammy masih punya rencana jahat untuk menghancurkan Sofie. Karena Sofie adalah penghalang semua rencana Paman Sammy dan Bibi Mary.
Paman Sammy ingin menghasut Sofie agar Sofie meninggalkan Shane untuk selamanya. Dan kalau bisa mereka berdua berpisah.
Tugas ini menjadi tanggung jawab Bibi Mary. Bibi Mary lah yang akan mengurus rencana jahat ini. Urusan hasut menghasut memang sangat dilakoni Bibi Mary. Dulu juga Ibu Kepala Sekolah, Ibu Marsha pernah di hasut oleh Bibi Mary. Bibi Mary mengatakan kalau Sofie itu wanita malam.
Senyum sinisnya membuat Bibi Mary semakin yakin untuk rencana ini. Pasti ia akan berhasil menghasut Sofie agar ia secepatnya pergi meninggalkan Shane.
" Semoga segala rencana mu berjalan dengan lancar, sayang." ucap Paman Sammy
" Ya, saya tahu sifat Sofie itu bagaimana, sayang. Dan dia akan pergi meninggalkan Shane dan kita akan menggenggam semua kekayaannya. Kita harus bisa menjadi malaikat yang baik untuk Shane." sahut Bibi Mary.
" Hahahaha...bener sekali. Kamu tahu kan, Shane itu punya sebuah perusahaan milik orang tuanya dulu, dan itu akan kita ambil secepatnya."
" Tentu. Intinya mereka berdua harus pisah terlebih dahulu. Baiklah sayang, hari ini saya akan pergi ke rumah sakit untuk melihat Sofie."
" Silahkan, semoga berhasil."
__ADS_1
Bibi Mary pun langsung pergi ke Rumah Sakit untuk mengunjungi Sofie. Ia tak lupa juga membawa buah tangan untuknya.
Tibalah ia dirumah sakit dimana Sofie di rawat. Ia pun langsung menemui Sofie. Bibi Mary sudah mengetahui dimana ruangan Sofie, karena Shane memberitahukannya pada Paman Sammy.
Bibi Mary mengetuk pintu ruangan itu. Karena tidak ada jawaban dari dalam, ia pun langsung masuk saja. Disana ia melihat hanya Sofie seorang diri tanpa di temani Shane, suaminya.
Bibi Mary menghampiri Sofie, ia mendekatkan dirinya ke samping bed itu.
" Sofie...!" panggil Bibi Mary.
Sofie yang belum lama tertidur, ia pun langsung terbangun.
" Bibi?"
Bibi Mary tersenyum tipis.
" Bagaimana keadaan mu sekarang? Bibi turut prihatin atas kejadian yang menimpa diri mu. Ini ada sedikit buah tangan untuk diri mu, semoga kamu suka."
Sofie tersenyum.
" Sofie, semua itu uda kehendak Tuhan, jadi tidak ada lagi yang perlu di sesali. Oh ya, kamu sudah tahu siapa pelakunya?"
" Belum, Bi. Bi, gimana kabar Jesi dan Jason? apa mereka baik - baik saja, Bi ?"
" Ya, mereka berdua baik - baik saja. Mereka juga titip salam buat kamu. Oh ya, Shane dimana? kenapa dia ga datang jagain kamu?"
" Shane lagi dirumah, Bi. Paling juga nanti dia kemari."
" Sof, apa kamu ga curiga dengan suami mu, Shane?"
" Kenapa harus curiga, Bi?"
" Kamu tahu kan Shane itu mafia kejam. Bisa aja sih dia menyuruh anak buahnya untuk menculik kamu. Karena dia ingin kamu itu mati. Lagian, kenapa juga kamu dulu nya bisa nikah sama dia."
__ADS_1
" Bi, saya percaya kok sama Shane. Dia tidak akan mau melukai saya."
" Oh ya? kamu yakin? tapi kamu dulu pernah di perkosa sama dia kan?"
" Kok Bibi tahu ceritanya?"
" Ya, tahulah. Shane sendiri yang cerita. Makanya kamu itu uda mau dibodohi Shane. Kamu itu selalu dijelek - jeleki sama dia, Sofie itu ga tahu diri, wanita murahan, hanya numpang hidup sama saya, itulah cerita Shane pada Paman mu."
Sofie mendadak diam. Ia pun bersedih. Hasutan Bibi nya mulai termakan olehnya.
Padahal masalah pemerkosaan itu, keluarga Paman nya tahu karena cerita dari anak buah Shane.
" Bibi yakin, sebenarnya Shane itu membenci mu, tapi dia tidak punya pilihan lain, terpaksa dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya pada mu. Shane itu kejam, Sofie. Dia tidak pernah mengenal arti cinta, kasih sayang. Ya, gimana mau kenal cinta dan kasih sayang ? dari kecil dia uda ditingal orang tuanya dan hanya diasuh oleh pembantunya. Makanya pikiran Shane itu selalu saja ingin melakukan kekerasan. Tidak pernah ada damai dihatinya. "
Sofie menangis.
" Tapi Shane itu mulai berubah kok, Bi. "
" Berubaha dari mana? apa kamu melihatnya? ga Sofie, dia itu ga akan pernah berubah. Mafia ya tetap saja mafia, ga akan bisa seorang mafia berubah menjadi seorang malaikat. Itu mustahil."
Sofie mulai berpikir lebih dalam lagi. Ia mulai termakan hasutan Bibi nya. Hatinya mulai goyah. Mengenai sifat Shane sangat berbeda sekali dengan cerita Bibi Janet. Kalau pendapat Bibi Janet, Shane itu sebenarnya adalah orang baik, asalkan jangan kita mencampuri urusan pekerjaan nya.
Bibi Mary mulai memperhatikan Sofie, sepertinya hasutannya mulai termakan keponakannya itu.
Senyum sinis pun terlontar dari raut wajah Bibi Mary yang tak muda lagi. Sofie terdiam, semakin ia merenungi ucapan Bibi nya itu.
" Baik lah, Bibi pamit pulang dulu ya..! kamu harus banyak istirahat. Kamu pikirkan apa yang Bibi bilang tadi, jangan sampai dia melukai mu lagi. "
" Ia, Bi. Makasih ya Bi. Salam buat Jesi dan Jason ya, Bi. Bibi hati - hati dijalan."
" Ia, Sof. Nanti saya sampaikan salam dari kamu. "
Bibi Mary pun pergi meninggalkan Sofie . Bibi Mary merasa puas, karena sikap Sofie hari ini sangat baik padanya. Ia mau mendengarkan apa yang diucapkannya.
__ADS_1
..." Sofie, kamu tunggu permainan selanjutnya. Saya akan membuat kalian berpisah, berpisah selamanya." gumam Bibi Mary....
Tak henti - hentinya Paman dan Bibi nya ingin melukai hati Sofie.