" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 119 " Damai Itu Indah "


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba. Mereka semua pergi ke pulau kecil itu. Selama ini Shane dan Sofie tidak tahu dimana letak posisi makam kedua orang tuanya, yang mereka tahu makam itu hanya ada di pulau kecil itu.


Tibalah mereka di pulau itu, Paman Sammy langsung menuju ke sebuah pohon besar. Ternyata dibawah pohon itu lah kedua orang tua Sofie di makam kan. Paman Sammy tersungkur menangis.


" Kakak, saya ga pantas di sebut adik mu, saya uda menjadi adik durhaka, saya ga bisa jadi Paman yang baik buat Sofie. Waktu kita kecil dulu, kita begitu akrab, kita tertawa bersama. Kakak selalu menjaga saya, kakak selalu melindungi saya. Kakak selalu ada buat saya. Tapi, setelah saya punya kehidupan yang baru, semua hancur kak, saya lebih mementingkan kehidupan pribadi saya, saya menjadi adik yang jahat. Saya tamak akan uang, saya benar - benar hancur karena uang. Kakak, disini kami datang menemui kalian berdua, saya ingin minta maaf kak, saya sangat menyesal telah membunuh kakak, saya juga sangat menyesal telah menyakiti Sofie, anak mu. Kakak, semoga kakak mendengarkannya dari surga, maafkan saya kak,..hiks..hiks..hiks..!"


Sofie tidak dapat menahan air matanya, ia juga ikut tersungkur dan menangis.


" Ayah - Ibu, saya juga minta maaf pada kalian berdua, selama ini saya ga tahu dimana keberadaan kalian. Ayah - Ibu, maafkanlah Paman Sammy, Paman Sammy sudah mengakui semua kesalahannya. Semoga kalian bisa bahagia di sana, kami akan selalu merindukan Ayah dan Ibu, hiks..hiks..hiks..!"


Shane juga turut bersedih, air matanya juga berlinang. Ia dapat merasakan kesedihan yang dialami oleh Sofie, karena Shane juga tidak mempunyai kedua orang tua, orang tua mereka sama - sama korban pembunuhan. Dan diam - diam dari belakang , Bibi Marry datang menghampiri mereka.


" Ini semua karna saya, ini semua karena ide gila saya, saya lah dalang semua ini, Sofie ! hukum saya Sofie, bunuh saya sekarang juga, hiks...hiks...hiks..hiks..!'


Semua menjadi hening. Paman, Shane dan Sofie langsung menoleh ke belakang.


" Bibi Marry ?" Sofie langsung berlari dan memeluknya.


" Bunuh saya Sofie, ini semua salah saya !"


" Bibi ga boleh ngomong gitu, ini semua uda kehendak Tuhan, Bi !"


" Ga Sofie, ini karena ketamakan Bibi. Bibi lah penghancur semuanya. Kamu bisa menghukum Bibi mu ini !"


Sofie terus memeluk Bibi Marry, ia terus merangkulnya. Mereka berdua sama - sama menangis.


" Bi, Sofie sayang sama Bibi, Bibi lah pengganti Ibu saya, "

__ADS_1


" Kamu mau maafkan Bibi?"


Sofe menganggukan kepalanya. Sofie kembali memeluk Bibinya.


" Terimakasih Sofie,"


" Saya bangga sama kamu, kamu itu benar - benar wanita berhati malaikat, tidak salah saya memilih kamu, tetaplah menjadi Sofie seperti ini, sampai kita menua nanti !" puji Shane.


Mereka pun membersihkan makam itu. Mereka juga membangun batu nisan untuk makam kedua orang tua Sofie agar ada sebagai pengingat bahwa disanalah makam kedua orang tuanya.


Sofie sangat bahagia akhirnya mereka bisa kembali bersatu, tidak ada dendam, yang ada hanya suka cita, penuh damai dan cinta.


Karena suda sah menjadi kewarganegaraan Aussie, Paman Sammy dan Bibi Mary tidak bisa lagi tinggal di kota J. Kepulangan mereka ke Aussie membuat Sofie sangat bersedih. Apalagi ia harus kembali jauh dari Jesi dan Jason.


****


Mereka juga membangun panti asuhan , panti jompo disetiap kota, bahkan di setiap daerah.


Rejeki mereka selalu mengalir. Itu semua berkat doa Sofie yang tak henti - hentinya untuk suami tercinta.


Karena basic Sofie seorang guru, Shane meminta pada istrinya itu untuk mengajari anak - anak panti asuhan.


Dengan senang hati, Sofie pun menerima tawaran itu. Betapa bahagianya Sofie dapat mengajari anak - anak yang kurang mampu itu. Dengan sabarnya ia selalu mengajari anak - anak itu, bahkan Sofie juga mengajari mereka cara bermain musik. Di panti asuhan itu, Sofie juga membuat sebuah sanggar tari, ia mengajari menari untuk anak - anak perempuan. Tidak hanya itu saja, Sofie juga mengajari anak - anak itu belajar vocal, sementara untuk di panti jompo, Sofie selalu memberikan penghiburan dan menguatkan mereka para manula. Melihat itu semua, Shane sangat kagum akan kesabaran istri nya itu.


Dibalik kesuksesan Shane dan Sofie, ada orang - orang yang tidak menyukainya, yaitu Dion dan Agnes. Dion belum saja bisa melupakan Sofie, rasa cinta itu pun masih ada untuknya. Sementara Agnes, Agnes adalah wanita yang tidak bisa tersaingi. Merasa Sofie lebih mapan, Agnes tak henti - hentinya menghina Sofie.


Suatu hari Dion menemui Sofie. Ia mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


" Kamu uda gila, Dion !"


" Ia, saya memang gila. Saya uda tergila - gila sama kamu, sampai saat ini saya belum bisa jauh dari mu !"


" Jangan Dion, itu ga baik. Lihatlah Agnes, dia butuh kamu, sebentar lagi kamu akan jadi Ayah !"


" Saya ga perduli !"


" Dion, kita masih bisa berteman kok, kita itu uda punya kehidupan masing - masing, kita jalani aja apa yang ada sama kita, saya percaya sama kamu, kamu itu adalah suami yang baik, suatu saat pasti kamu akan bisa menerima Agnes !"


" Sampai segitunya kamu cinta sama Shane ! "


" Shane itu jodoh saya, kalau dulu kami berdua pernah pisah, tapi Tuhan mempersatukan kami kembali, ya itu karena kami berjodoh, Dion !"


Dion menghela nafasnya.


" Saya tahu kenapa kamu lebih memilih Shane, Shane sekarang banyak perubahannya, dia lebih mapan, "


" Bukan karena mapan atau tidaknya, Dion ! kamu ingat Shane itu siapa dulunya. Hanya karena dia seorang mafia, saya selalu menjadi bahan omongan semua orang. Saya sempat down, saya berada di titik terlemah karena sikapnya, tapi Tuhan berkata lain, saya harus kembali kepada Shane, Shane itu bagian hidup saya, separuh nafas ini, Dion ! kami berdua sama - sama saling mencintai, "


" Ia saya tahu, tapi saya ga salahkan punya perasaan sama kamu?"


" Salah, salah besar Dion. Kamu ga boleh punya perasaan sama saya, kembalilah pada Agnes, jadilah suami yang baik buat dia. Dia butuh kamu, anak mu juga nanti butuh kamu, jadi jangan pernah datang lagi ke kehidupan saya, Dion. "


" Kamu tega Sofie, "


" Ia, saya memang tega, karena saya juga ga bisa jauh dari Shane, Shane segalanya buat saya ! kembalilah pada Agnes, Agnes itu sayang sama kamu !"

__ADS_1


Dion merasa sedih, dengan hati yang berat, terpaksa Dion harus kembali kepada Agnes, ia harus bisa mencintai Agnes.


__ADS_2