" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 25 " Kecewa "


__ADS_3

Sepulangnya ke Indonesia , Agnes langsung menemui Shane. Kebetulan Shane sedang berada dirumah.


Sofie sendiri tidak mengetahui kedatangan Agnes kerumah mereka, karena Sofie sedang mengajar.


Agnes mencoba menelpon Shane tapi ponselnya tidak aktif. Shane masih sedih dengan kejadian yang menimpanya.


Ia masih belum bisa melupakan semua tentang hubungan mereka. Dan Sofie pun sudah 2 hari ini tidak pulang kerumah Shane, karena Sofie merasa Shane sangat cuek dan tidak perduli padanya.


Agnes mencoba mengetuk pintu rumah itu. Dan bibi Janet langsung membukanya.


Bibi Janet sangat membencinya karena Agnes adalah penipu.


" Bi, ada Shane ga?"


" Tuan Shane ?ada perlu apa kamu ketemu dengan Tuan Shane? bukannya kamu uda buat Tuan Shane malu?"


" Pliss dehh Bi, ga usah ikut campur urusan saya dengan Shane."


" Saya perlu juga ikut campur Nona Agnes....! Karena kamu sudah buat malu keluarga Denaro. Kamu pergi dengan pria lain. Kamu tahukan betapa sedih dan sakitnya hati Tuan Shane?"


" Uda deh, sekarang panggilin Shane saya mau ketemu. "


" Kalau kamu mau ketemu, kamu harus minta ijin dulu sama Sofie."


" Sofieeeee???? astajim...hellowww Bibi Janetttt yang terhormat, kenapa saya harus minta ijin sama wanita miskin itu? emangnya dia siapa?"


" Kamu tanya aja Tuan Shane, Sofie itu sekarang siapanya Tuan Shane. Makanya, kamu jangan jadi wanita pembohong."


" Tunggu...tunggu..tunggu..maksud Bibi? Sofie sekarang ???"


" Saya ga perlu menjelaskan pada kamu, kamu tanyakan aja pada Tuan Shane atau kamu keruang tamu, disana ada buktinya. Silahkan Nona Agnes....!"


Agnes pun langsung masuk kerumah itu. Dan ia melihat sebuah fhoto pernikahan yang berukuran besar. Didalam fhoto itu ada Shane dan Sofie. Ya..sebuah fhoto pernikahan mereka. Tampak senyum bahagia di wajah mereka.


" Apa? Shane menikahi Sofie?"


" Ia. Kamu menyesalkan? Tuan Shane memang pantas menikah dengan Sofie, karena Sofie adalah anak yang baik, tulus. Tidak seperti kamu."


" Bibi apa'an sih? emang saya gimana?"


" Kamu tanya aja pada diri mu sendiri."


Bibi Janet langsung pergi meninggalkan Agnes. Bibi Janet langsung menelpon Sofie, ia memberitahukan kalau Agnes datang kerumah.


Mendengar itu Sofie pun menjadi geram. Ia tak mau dalam keluarga kecilnya di ganggu orang ketiga.

__ADS_1


Sofie pun berniat akan kembali kerumah itu. Dan tiba - tiba saja Shane memberikan pesan padanya.


Isi pesannya adalah ...


..." Pulang lah kerumah ini, ada yang merindukan mu."...


Dan Sofie pun membalas pesan tersebut.


..." Siapa gerangan yang merindukan saya ya...?'''...


Pesan pun tersampaikan..


Shane pun membalasnya lagi..


..." Ga usah banyak tanya, pulanglah segera."...


Pesan tersampaikan kepada Sofie. Dan Sofie pun sangat senang sekali membaca pesan tersebut.


****


Agnes langsung menuju kamar Shane. Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk ke kamarnya.


" Hai.....!" Sapa Agnes


Shane kaget melihat kedatangan Agnes.


" Sayang, maafkan saya ya, saya sibuk. Makanya...?" Goda Agnes.


" Ga usah banyak alasan dengan mengatakan sibuk. Sekarang kamu pergi dari sini, saya ga mau lihat wajah kamu lagi."


" Jadi kamu marah ya?"


" Pergi sekarang....!" Bentak Shane.


" Ya, saya akan pergi. Tapi kamu jujur sama saya, kenapa bisa kamu menikahi wanita miskin itu? kenapa Shane???"


" Wanita miskin? Sofie kamu bilang wanita miskin?"


" Ya, dia memang miskin, gembel. Kenapa kamu nikahi dia?"


" Agnes, kamu tahu rencana kita kan? saya uda persiapkan semuanya, dan kamu menyetujuinya. Berkali - kali saya nanya kamu kan, kamu ga ada pacar selain saya? trus kamu jawab, ga. Ga ada Shane. Tapi kenapa sekarang ketika saya sudah mempersiapkannya kamu menghilang? kamu pergi dengan laki - laki lain? apa maksud kamu? kamu mau buat malu saya?? hahhh...????" Bentak Shane dengan suara yang sangat kuat.


Agnes pura - pura menangis.


" Kamu tahu, sebelum hari H, saya menghubungi kamu, tapi ponsel kamu tidak aktif. Saya masih sabar, saya pikir kamu sibuk karena kamu bilang kamu banyak meeting dengan klien. Oke...saya maklumi. Tapi kenapa sampai di hari pernikahan kamu sama sekali ga hadir. Kamu menghilang. Dan kamu tahu, saya mendapatkan kabar kamu pergi tunangan ke Paris dengan pria lain. Dimana hati kamu? kamu uda buat saya kecewa, Nes. Kamu jahat, kamu pembohong."

__ADS_1


" Sayang maafkan saya. Saya bisa jelaskan semuanya. Kamu tahu, Papa saya punya banyak hutang. Supaya hutang Papa saya lunas, saya disuruh menikah dengan pilihan Papa. Saya itu masih cinta sama kamu, saya sayangnya sama kamu.''


" Ga, saya ga percaya lagi sama kamu. Sekarang jangan pernah muncul dihadapan saya. Jangan pernah hubungi saya lagi. Ngerti?"


Ketika Agnes dan Shane saling ribut, Sofie datang. Dan ia pun langsung menuju kamar mereka.


Setibanya dikamar itu, Sofie sangat terkejut melihat mereka berdua ada didalam kamar. Sofie melihat dan mendengarkan percakapan mereka.


Agnes mengetahui kedatangan Sofie. Ia tahu jika Sofie melihat mereka. Dan Agnes pun membuat Sofie cemburu.


Disaat Shane marah - marah, Agnes langsung memeluk Shane dari belakang.


" Maafkan saya sayang, saya janji saya akan meninggalkan pria itu. Saya akan bersedia menikah dengan kamu. Saya janji. Saya minta sama kamu, tinggalkan Sofie."


Shane hanya terdiam.


" Saya tahu kamu masih cinta dan sayang sama saya kan? untuk apa kamu menikah dengan wanita yang ga kamu cintai? itu akan membuat hati kamu sakit. Sayang....percayalah sama saya, saya janji akan mengakhiri hubungan saya dengan pria pilihan Papa, saya akan menikah dengan kamu. Kita akan memulai hidup yang baru, kita akan bahagia. Saya yakin, kamu ga akan pernah bahagia dengan Sofie. Kamu ga malu menikahi wanita yang ga selevel dengan kamu?"


Lagi - lagi Shane pun terdiam...


" Agnes??"


" Kenapa? kamu pikir saya bercanda? saya serius. Tinggalkan Sofie dan menikahlah dengan saya. Kita akan hidup bahagia."


Shane menggelengkan kepalanya.


" Itu tidak mungkin." Ucap Shane.


Agnes tersenyum dan langsung mencium bibir milik Shane. Dan Shane pun langsung membalas ciuman Agnes. Ia tidak bisa menolak jika Agnes menggodanya.


Sofie melihat adegan mesra kejadian itu dan ia pun langsung menangis. Ia langsung turun dan pergi ke dapur.


Bibi Janet melihat Sofie menangis.


" Nak, kenapa kamu menangis? ada apa?"


" Bi? Shane dan Agnes, Bi. Mereka masih saling mencintai."


" Apa? tidak mungkin, nak. Itu tidak benar. Shane uda benci melihat Agnes. "


" Ga, Bi. Mereka saling berpelukan. Mereka saling mencintai, Bi.


" Bibi yakin nak, suatu saat Shane akan mencintai mu, nak. Pertahankan rumah tangga mu. Jangan biarkan Agnes mengambil Shane dari mu."


" Mana mungkin bisa saya pertahanin Bi, Agnes lebih cantik, dia wanita yang berkelas, dia begitu sempurna, Bi. Sedangkan saya? saya hanya wanita miskin , hanya sebagai guru, saya tidak cantik seperti Agnes. Yang ada Shane malu punya istri seperti saya, Bi."

__ADS_1


" Tidak, nak. Justru kamu lah wanita tercantik yang pernah Bibi lihat nak. Hati mu ini, inilah yang membuat kamu begitu sempurna, nak. Kamu jauh lebih cantik dari Agnes. Yakinlah suatu saat, Shane akan melihat kecantikan kamu yang sebenarnya."


__ADS_2