
Malam hari pun tiba. Selesai makan makan malam, Shane pergi keluar. Shane ingin memastikan Kris dalam keadaan baik - baik saja.
" Kamu mau kemana? ini sudah malam !"
" Ada urusan."
" Apa boleh saya ikut?"
Shane menghentikan langkahnya. Ia memandang Sofie dengan tatapan tajam. Sofie pun jadi salah tingkah.
" Biasa aja ngeliatnya, emang saya setan harus di pelototi gitu?" tanya Sofie sambil memainkan bola matanya.
Shane mendekatinya.
" Cuci muka, cuci tangan, cuci kaki dan sikat gigi, lalu pergi lah tidur. Paham !''
Sofie mencibirkan bibirnya.
" Ini sudah malam, Shane. Emang kamu ga ada gitu, kangennya sama saya? kita bercinta kek, atau apalah."
Shane tersenyum mendengar ucapan istrinya itu. Permintaan yang konyol menurut Shane, tidak tepat.
" Kamu ga budek kan? saya ada urusan, penting sekali. Bercintanya lain kali aja, kalau kamu uda normal."
" Normal? maksud kamu apa bilang saya normal?"
" Cari tahu aja. Uda ya, saya mau pergi. Oh ya, rumahnya dikunci, saya da bawa kunci cadangan kok!"
" Kamu jangan mabuk lagi ya ! kalau kamu mabuk, kamu tidur di luar. Paham ?"
" Ia, Miss Sofie, eh salah..uda Mam ya..!" Shane tersenyum.
" Hati - hati dijalan ya !"
Shane tidak mendengarkan ucapan Sofie lagi, ia malah pergi. Mobil BMW hitam pekat itu pun berlalu meninggalkan rumah.
" Uhh..payah, manusia aneh."
Bibi Janet mendengarkan keluh kesah Sofie.
"Sofie !"
" Ehh..Bibi."
" Nak, kamu harus sabar ya melihat sikap suami mu itu. Seperti itulah Shane, keras kepala. Tapi Bibi yakin, hatinya pasti luluh kalau kamu itu selalu sabar menghadapinya."
" Ia Bi, saya paham. Walaupun kita selalu ribut, tapi saya semakin sayang padanya."
Bibi Janet pun tersenyum.
" Gitu dong, baru namanya Sofie !"
Mereka berdua pun tertawa bersama - sama.
Bibi Janet dan Sofie pun masuk ke kamar masing - masing.
****
Shane pun tiba di rumah Kris. Istri Kris menyambutnya.
" Gimana dengan keadaan Kris?"
" Kris sudah mulai bisa bicara sedikit demi sedikit, Tuan !"
__ADS_1
" Baguslah. Oh ya, besok dia akan terapi, saya uda nyuruh Dokter untuk melakukan terapinya."
" Tuan Shane, kami sangat berterima kasih sekali, Tuan begitu baik pada kami. "
" Sudah seharusnya saya melakukan ini pada Kris. Kris juga dulu banyak membantu saya. Walaupun dia uda melakukan kesalahan, bukan berarti saya melepaskan dia begitu saja. Tuhan aja bisa memaafkan, kenapa saya ga bisa ?"
Mendengar ucapan Shane, Kris menangis. Sayangnya Kris belum begitu lancar untuk berbicara. Ya, itu semua disebabkan peluru yang bersarang di dadanya dan benturan dikepalanya.
" Kris, saya percaya sama kamu. Kamu melakukan ini semua karena ada sebabnya. Saya janji ga akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Saya tahu langkah apa selanjutnya yang akan saya ambil."
Istri Kris menangis.
"Maafkan suami saya, Tuan !"
" Ia, saya sudah memaafkannya. "
" Tuan, sekarang bagaimana keadaan Sofie?"
" Sofie baik - baik aja, walaupun dia kehilangan calon anaknya."
" Apa? Sofie kehilangan calon anaknya?" Istri Kris sangat terkejut mendengar penjelasan dari Shane.
" Ya, tapi sekarang dia uda bisa melupakannya."
****
Sofie belum juga tidur. Ia masih sibuk mengerjai beberapa tugas. Sudah pukul 22.00 tapi Shane belum juga kembali.
..." Besok sudah masuk sekolah, ga bisa lagi santai dirumah. Apa kabar Jesi dan Jason ya? kenapa saya rindu sekali pada anak - anak itu?" ...
...gumam Sofie. ...
Sofie terus saja melamun. Hingga lamunannya membuat ia menangis. Tiba - tiba saja Shane datang.
" Kenapa menangis?"
" Kamu sudah pulang? "
" Ya, kenapa? kamu ga suka kalau saya pulang?"
" Bukan gitu. Kamu buat kaget orang aja."
" Makanya jangan melamun. Nihh..ada sesuatu buat mu, ambilah !"
" Apa ini?"
" Buka aja sendiri, saya mau mandi, gerah !"
Sofie membuka bungkusan itu dan ternyata pembalut wanita.
" Astaga ! Shaneeee...!"
Shane pun selesai mandi.
" Itu yang kamu butuhkan, bukan?"
Wajah Sofie mendadak merah merona.
"Kamu kok tahu?"
" Ia, tadi saya lihat stok kamu itu habis, sementara kamu lagi datang tamu. "
Sofie tersenyum malu.
__ADS_1
" Makasih ya, kamu perhatian banget !"
" Hhmmm...! kamu lagi ngapain ?"
" Ini ada sedikit kerjaan, besok kan uda masuk sekolah."
" Oh gitu, perlu dibantu ga?"
" Ga usah, sekarang kamu istirahatlah !"
" Saya belum ngantuk. Oh ya, buatin kopi dong !"
" Kamu mau kopi? ya uda tunggu ya !"
" Semua lampu uda pada padam, kamu ga takut kan?"
" Ga, saya ga takut."
" Baguslah !"
Sofie pun pergi ke dapur untuk membuatkan kopi. Benar saja semua lampu di ruang bawah sudah pada padam. Sofie pun memberanikan dirinya ke dapur, sambil bernyanyi agar ia tak takut.
Malam ini, Shane menemani Sofie untuk lembur. Ia menonton TV sambil bercerita pada Sofie.
Malam itu Sofie sangat terhibur sekali, karena Shane mau menemaninya. Malam itu, malam yang sangat damai bagi pasangan ini, tidak ada keributan sama sekali.
Sofie sangat berharap, Shane bisa menjadi suami yang bisa ia banggakan.
****
Pagi hari pun tiba. Sebelum pergi mengajar, Sofie sudah sangat sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan.
Pagi ini Sofie yang turun tangan. Sarapan pun selesai. Shane belum bangun dari tidurnya, jadi ia tak melihat jika istrinya itu pergi bekerja. Sofie pun berpamitan pada Bibi Janet.
Sofie tak mau merepotkan orang lain. Ia tak pernah mau meminta pada Shane agar mengantarnya ke sekolah. Sofie selalu hidup mandiri.
Dengan menaiki taxi online, ia pun tiba di sekolah dengan tepat waktu.
Sofie sudah sangat merindukan suasana sekolah. Libur semester membuatnya kangen akan kegiatan - kegiatan di sekolah, terlebih jika anak - anak itu praktek untuk bermain musik.
Kali ini, Sofie harus masuk ke SMA, karena guru musik mereka tidak bisa datang. Satu hari ini jam mengajar Sofie sangatlah padat.
****
Shane bangun dari tidurnya. Ia tak melihat lagi ada Sofie disampingnya. Ia pun langsung bergegas mandi dan langsung turun ke bawah untuk sarapan.
Seperti biasa, Shane selalu meminta bantuan Bibi Janet untuk menyediakan sarapannya.
" Jam berapa Sofie pergi, Bi?"
" Jam 06.30, Tuan. Katanya hari ini sangat padat jadwal mengajarnya."
" Anak itu payah, uda disuru berhenti kerja, ga mau juga !"
" Biarin aja, Tuan. Karena itu bidangnya, kalau dia ga kerja, kasihan nak Sofienya, pasti dia galau."
" Hahah, Bibi Janet bahasanya uda seperti anak muda sekarang ya ! pake galau. " ledek Shane.
" Ah..Tuan, bisa aja, hehehe..!"
Shane pun menghabiskan sarapannya. Lalu ia pergi. Hari ini ia mau menemui Paman Sammy, sudah lama ia tak bertemu dengan pria itu.
Pertemuannya kali ini hanyalah basa basi. Ia ingin melihat bagaimana sikap Paman Sammy setelah bertemu dengannya.
__ADS_1
Sebelum ia pergi, ponselnya berdering. Ada pesan masuk. Shane melihat pesan tersebut. Beberapa fhoto Sofie dan Mark. Mark mendekap tubuh Sofie.
Shane tidak langsung panas dengan fhoto - fhoto itu, karena Sofie juga sudah terlebih dahulu menceritakan apa yang dialaminya ketika bertemu dengan Mark.