
Pagi itu Sofie pun harus ikut ke kantor. Semua para pegawai tertawa melihat Sofie, tapi Sofie tidak perduli.
Karena merasa bosan, Sofie pun meminta pada Shane agar ia dapat membantu pekerjaan suaminya itu. Awalnya Shane tidak mengijinkannya, tapi Sofie selalu mendesak.
Shane pun memberikan pekerjaan pada istrinya itu. Ternyata Sofie sangat pintar, pekerjaan Shane pun selesai dengan cepat. Shane sangat kagum akan kecerdasan dan keuletan istrinya itu.
" Gimana kalau saya, jadi pegawai mu aja ?" pinta Sofie sambil tersenyum manis pada suaminya itu.
" Jadi pegawai saya?"
" Ia. Kamu kan ga kasih ijin buat saya ngajar lagi, dari pada saya bengong, mending saya bantu kerjaan kamu. Ga usah di gaji juga ga papa, toh juga saya kan kerja untuk suami saya sendiri !"
"Tapi kamu nanti capek !"
" Lebih capek duduk, menghayal, trus tidur disini. Lama - lama saya bosan !"
" Kamu serius?"
" Serius lah !"
" Baiklah, kalau begitu kamu akan kerja disini !"
Sofie sangat senang sekali karena mendapatkan ijin dari suaminya. Akhirnya ia pun mempunyai kegiatan.
****
Malam yang dinantikan pun tiba. Shane sudah bersiap - siap akan pergi ke acara wedding anniversary Pak Bryan. Tapi sayangnya, Sofie tidak ikut, karena lagi PMS. Terpaksa Shane harus pergi sendirian.
Shane pun tiba dirumah salah satu klien nya itu. Semua tampak membawa pasangannya masing - masing, hanya Shane yang datang seorang diri.
Dan ternyata disana ada juga Kevin. Kevin teman mengajar Sofie, ketika di Sekolah Dasar. Kevin juga melihat Shane.
'' Hai Shane, gimana kabarnya?'' tanya Kevin.
" Baik, kamu sendiri gimana?"
" Seperti yang kamu lihat !"
" Oh ya, saya dengar kamu uda menikah dengan Sofie, trus Sofie nya mana?"
" Ia, saya uda nikah dengan Sofie, Sofie teman kamu itu. Dia ga ikut, lagi kurang sehat !"
" Oh begitu...!"
" Oh ya, kamu kenal Pak Bryan dari mana?"
" Beliau adalah Paman istri saya,"
" Hmmm..begitu !"
Shane dan Kevin pun sedang asyik bercerita, Pak Bryan melihat kedekatan mereka.
" Wah..sepertinya kalian uda saling kenal ya?" tanya Pak Bryan.
" Ia Om, Shane ini suaminya teman saya , "ucap Kevin
__ADS_1
" Trus istri kamu mana Shane?"
" Dia ga ikut Pak, lagi kurang sehat !"
" Wahh..sayang sekali ya, padahal kita semua pengen banget lho kenal sama orang rumah kamu !"
" Maaf ya Pak, lain waktu pasti bisa bertemu dengan istri saya !"
" Ia Shane. Baiklah, kalau begitu sekarang kita akan mulai acaranya !"
Semua pun berkumpul dan acara pun dimulai.
****
Pagi ini ada meeting penting. Meeting kali ini mengenai kerja sama antara perusahaan - perusahaan Migas.
Seharusnya bahan materi untuk meeting kali ini di persiapkan oleh Sonya, tapi sayangnya Shane memberikan tugas itu pada Sofie, istrinya sendiri.
Shane ingin melihat apakah Sofie dapat mempersiapkannya dan mempersentasikan di hadapan para klien nya.
Semua para pemimpin perusahaan Migas telah tiba di kantor Shane. Semua sudah memasuki ruangan meeting, tak terkecuali Pak Bryan pun sudah ada disana.
" Selamat pagi semua, saya akan membuka pertemuan meeting kita pagi ini. Dan untuk bahan materi kita pagi ini, kita akan membahasnya secara rinci, dan akan di persentasikan oleh salah satu pegawai saya !"
Sofie pun segera masuk kedalam ruangan itu dengan membawa semua bahan yang untuk di persentasikan. Ia melepaskan maskernya. Senyum manisnya sangat menggoda para pimpinan migas itu.
Semua para pimpinan migas itu sangat terkagum - kagum akan kecantikan Sofie. Pak Bryan sangat heran mengapa Sofie ada dikantor itu. Ia juga bertanya - tanya, bukannya Sofie mempunyai latar balakang seorang guru ? Pak Bryan semakin penasaran akan kepribadian Sofie, mantan guru les privat anaknya itu.
Karena semua peserta memakai masker, Sofie tidak mengenali Pak Bryan. Sofie pun memulai persentasinya. Terlebih dahulu ia memperkenalkan diri. Tapi ia tidak memberitahukan kalau ia adalah istri Shane Denaro, salah satu pimpinan migas di kota itu.
Sofie menjelaskan semua bahan materi meeting pagi itu. Sofie begitu sangat pintar, sangat detail cara menjelaskannya.
Meeting pun selesai. Semua peserta meeting memberikan selamat dan bertepuk tangan. Pak Bryan semakin menggila pada Sofie, selain cantik ia juga sangat pintar. Pantasan aja semua orang mengatakan kalau Sofie itu anak yang pintar, cantik dan masuk dalam kata sempurna.
" Wahhh..Ibu Sofie begitu hebat, penyampaiannya begitu sangat jelas sekali !" ucap salah satu peserta meeting .
Sofie hanya tersenyum dan ia melirik sang suami, yang duduk disampingnya.
" Baiklah, demikian meeting kita pagi ini ! sekian dan terimakasih !" ucap Shane.
Semua para peserta meeting menjabat tangan Sofie, semua menebarkan senyumannya. Shane pun merasa cemburu. Sofie tahu kalau suaminya tidak menginginkan jabatan tangan itu. Sofie langsung keluar.
" Shane , kamu dapat dari mana pegawai secantik Sofie ?"
Shane tersenyum
" Kenapa, Pak ?"
" Saya sangat tertarik padanya !"
Shane pun terdiam.
" Tertarik gimana?"
" Kamu tahu kan kalau saya itu dengan istri gimana?"
__ADS_1
" Trus, maksud Bapak?"
" Saya mau Sofie , saya mau nikahi dia !"
Mendengar ucapan Pak Bryan, Shane pun menjadi geram.
" Bapak menginginkan Sofie?"
" Ya, saya bisa buat dia bahagia. Saya akan berikan segalanya untuk dia, dan kamu bisa kan bantu saya untuk mendapatkannya?"
" Jadi Bapak suka sama istri saya?"
Pak Bryan pun heran dengan ucapan Shane.
" Istri? Sofie itu istri kamu? ga usah keterlaluan becandanya Shane !"
" Siapa yang becanda, Pak ?"
" Bilang aja kamu menginginkan dia kan? kamu kan uda punya istri?"
" Pak, tapi Sofie itu istri saya,"
" Istri kamu? jadi istri kamu selama ini yang ngajar privat anak saya?"
" Maksud Bapak apa?"
" Selama ini anak saya itu les privat sama Sofie, makanya saya juga tadi heran, kenapa Sofie ada disini, bukannya basicnya seorang guru?"
" Jadi selama ini Sofie ngajar les anak Bapak ?"
" Ya,"
" Jadi selama ini Bapak cerita sama saya, kalau Bapak itu jatuh cinta pada guru les anak Bapak, dan ternyata itu Sofie?"
" Yes, that's right !"
" Apa yang sudah Bapak lakukan sama Sofie !"
" Ga ada,"
"Jangan bohong sama saya !"
" Saya ga bohong , "
" Kalau suatu saat saya tahu Bapak ingin mencelakai Sofie, hubungan kerja sama kita putus !"
" Oke, kamu bisa tanyakan itu pada istri mu ! permisi."
Pak Bryan pun meninggalkan Shane seorang diri di ruang meeting itu. Shane sangat geram. Ingin rasanya menimpuk pria hidung belang itu.
Shane langsung menemui Sofie diruangannya. Dengan kasarnya Shane membuka pintu ruangannya. Dan membantingnya sangat kuat sekali. Sofie yang sedang istirahat di sofa, langsung terbangun karena hentakan pintu itu.
" Shane ?"
Wajah suaminya itu tampak marah.
__ADS_1
" Kamu kenapa?"
Shane tidak menjawab pertanyaan istrinya itu. Kedua tangannya dikepal, ia sangat benci pada Pak Bryan.