
..." Aduhh saya lupa, berkas - berkas saya kan masih dirumah itu. Ohh my God. Saya harus berurusan lagi dengan manusia aneh itu."...
...Ucap Sofie......
Sofie pun terpaksa pergi kerumah Shane. Lelah pasti, karena Sofie harus berjalan kaki. Ia tak punya uang sepeser pun.
Tibalah ia dirumah Shane. Ia melihat mobil yang dipakai Shane terparkir disudut rumah itu.
Ia mencoba mengetuk pintu rumah itu. Bibi Janet pun membukanya.
" Bibi....?" Sofie menangis.
" Sofie, kamu kenapa lagi nak?" Tanya bibi Janet.
Sofie terus menangis.
" Masuklah, kita bicara didalam." Pinta Bibi Janet.
Sofie pun masuk. Sofie menceritakan bagaimana kejadiannya. Bibi Janet pun hanya tersenyum saja.
" Minta maaflah pada Tuan Shane, dia baik kok."
" Tidak, Bi."
" Jangan keras kepala. Bagaimana mungkin kamu bisa bertahan hidup diluar sana? kamu ga punya uang. Ayoklah Sofie, minta maaflah padanya."
" Ga, Bi. Saya ga akan pernah minta maaf padanya. Saya akan cari kerja, Bi. "
" Ya uda terserah kamu aja."
" Ia Bi. Saya ambil barang - barang dulu ya..!"
Bibi Janet hanya menganggukkan kepalanya.
Sofie pergi ke kamarnya dan mengambil semua barang - barangnya. Tak berapa lama Shane pun turun.
" Tadi saya dengar seperti ada suara Sofie, Bi."
" Ia Tuan. Sofie ada dikamarnya."
" Ngapain dia datang lagi? "
" Katanya mau ngambil barang - barangnya."
" Oh begitu. "
Shane pergi meninggalkan Bibi Janet. Ia langsung keluar rumah. Ia keluar melihat - lihat halaman luar. Ternyata ia merindukan suasana luar rumahnya. Ia melihat banyak bunga - bunga sedang bermekaran.
Akhirnya Sofie pun keluar dari kamarnya dan membawa semua barang miliknya. Ia melihat Shane ada ditaman depan.
Sofie enggan menyapanya. Shane hanya diam. Ia pun tak mau menyapanya juga. Seperti tidak saling kenal, mereka pun saling diam. Sofie pun pergi meninggalkan Shane dan rumah itu.
Shane hanya menghela nafas. Ternyata Sofie begitu membencinya. Malam ini Sofie tidak tahu harus tidur dimana. Ia tak punya uang sama sekali. Keras kepala Sofie membuat ia harus tidur dijalanan lagi.
****
Malam hari pun tiba. Ia sudah lelah berkeliling dengan koper kecilnya. Haus dan lapar itulah yang terjadi pada dirinya.
Malam ini Shane pergi keluar. Ia ingin makan malam diluar. Rasanya sudah lama ia tak pergi ke salah satu restaurant favoritenya.
Lagu hanya rindu dari Andmes menemani perjalanan Shane malam ini. Shane mengemudikan mobilnya sangat cepat sekali. Shane melamun sehingga ia tak melihat ada yang sedang menyebrang jalan. Dan tiba - tiba.....
..."""'' Braakkkk..."""""...
Shane menabrak sesuatu.
Shane langsung menghentikan laju mobilnya dan ia pun langsung turun dan melihat apa yang terjadi.
" Sofie ???"
" Aduhhhh...kamu gimana sih, jalan ga pake mata ya?"
" Kamu ga papa?"
" Shane? kamu lagi...kamu lagi...Ahh dasar manusia aneh..."
" Kamu ga papa?" Tanya Shane mengulangi pertanyaannya.
" Koper saya yang rusak."
" Syukurlah hanya koper. Kirain kamu yang celaka."
__ADS_1
" Koper saya rusak jadinya, kamu tanggung jawab dong."
" Ya elah, koper doang."
" Haa???....biola saya juga rusak....hiks..hiks..hiks...hiks..."
" Biola kamu juga rusak ?"
" Kamu jahat, kenapa sih saya harus nemu orang kayak kamu?"
" Ya da nanti saya ganti dengan yang baru. Gitu aja sampai nangis."
" Ya nangislah ini barang berharga saya."
" Ia..ia..maaf. Kamu mau kemana?"
" Kemana aja. Bukan urusan mu."
" Ini uda malam, emang ga takut?"
" Saya pemberani kok. Ga ada yang perlu ditakuti."
......krukk..krukk..krukk..kruk......
" Itu perut kamu ya?"
Sofie hanya diam. Dari tadi memang ia sama sekali belum makan.
" Kebetulan saya mau cari makan juga. Kamu mau ikutan ga?"
Masalah yang satu ini ga bisa di biarkan, mau tak mau Sofie pun tidak menolak ajakan Shane. Ia pun mengiyakan ajakan Shane.
" Ikut ga???ditanya malah diam."
"Ia."
" Ya da naik gihh..."
" Ini koper saya dan biola saya gimana?"
" Buang aja."
" Apa ?? dibuang??"
Sofie cemberut. Ia pun memasukkan barang - barangnya yang rusak itu.
" Kamu bau. Uda berapa hari ga mandi?" Ledek Shane.
" Kamu bawel banget sih...!"
Mereka pun meninggalkan tempat itu dan mencari tempat makan.
Shane membawa Sofie makan di restaurant favoritenya.
" Kita makan disini?" Tanya Sofie.
" Emang kenapa?"
" Ga, saya malu."
" Kamu disini aja ntar saya bungkusin. gimana?"
Sofie terdiam.
" Ya uda ga papa." Jawab Sofie ketus
" Ya da buruan turun."
" Saya malu."
" Kamu mau sendiri disini?"
" Ya da deh saya ikutan turun."
Shane dan Sofie pun masuk kedalam restaurant itu.
Dan tiba - tiba saja ada seseoranf yang memanggil Shane.
" Shane....!"
Seorang wanita cantik memanggil Shane. Shane pun menoleh. Dan ia bingung mengapa ada seorang wanita cantik bisa mengenalnya.
__ADS_1
" Hai Shane? kamu Shane Denaro kan?"
Shane menatap wanita itu.
" Kamu siapa?" Tanya Shane
" Saya Agnes. Kamu lupa ya? saya teman kamu waktu di SMA dulu."
" Oh ya? saya lupa."
" Kamu itu ya dari dulu cuek banget. Saya anak Pak Sastra, kamu masih ingatkan?"
" Ya ampun...kamu anak Om Sastra. Hahaha saya hampir lupa lho. Wajah kamu berubah. Kamu makin cantik."
Shane melirik Sofie. Sofie hanya diam.
" Oh ya gimana kalau kita makan bareng. Kamu mau?"
" Boleh. Dengan senang hati."
" Ya da yuk...." Ajak Shane.
Sofie mengikuti langkah mereka berdua.
" Kamu mau pesan apa?" Tanya Shane pada Agnes.
" Ini aja deh...!" Jawab Agnes.
Shane sama sekali tidak menawarkan menu makanan itu pada Sofie. Sofie tetap tenang menghadapi Shane.
" Oh ya, mbak yang satu lagi mau pesan apa?" Tanya petugas restaurant itu.
Sofie hanya diam.
" Sofie? kamu mau pesan apa?" tanya Shane.
" Hhmm saya? saya pesan ? yang ini aja." Ucap Sofie.
" Oke. Ditunggu ya..!" Ucap pelayan itu.
Pelayan itu pergi meninggalkan mereka. Shane dan Agnes saling bercerita. Sofie hanya diam mendengarkan mereka berdua.
" Oh ya Shane, ini siapa?"
" Ini Sofie. Calon asisten rumah tangga saya. Dia baru datang dari desanya. Benar begitu kan Sofie?" Sambil melihat kearah Sofie.
Agnes tersenyum.
" Oh asisten rumah tangga. Kamu baik banget ya, jarang - jarang ada lho majikan yang perduli sama art nya."
Sofie merasa terkejut dengan ucapan Shane. Sofie tetap tenang. Ingin rasanya ia pergi meninggalkan mereka. Tapi demi perut sejengkalnya ia rela harus di bully Shane.
" Oh ya saya ke toilet dulu ya...! Ucap Shane
" Hati - hati ya.." Sahut Agnes
Shane pergi meninggalkan mereka berdua.
" Nama kamu Sofie ya? beruntung banget ya Shane dapat art seperti kamu. Tapi ingat lho, kamu jangan buat macem - macem sama Shane. Kamu tahukan batasan kamu sebagai art?"
Sofie ga perduli Agnes ngomong apa, ia menatap langit - langit restaurant itu.
" Sofie, saya ngomong sama kamu. Dasar art ga ada etika."
" Kamu yang ga ada etika." Sahut Sofie.
" Kamu melawan saya ya?"
" Saya ga melawan kamu."
" Trus itu apa artinya? nyolot aja."
" Kamu yang nyolot. Kamu tanya Shane, saya ini siapa."
" La kamu budek ya? bukannya Shane tadi uda bilang kamu art nya?"
" Sepertinya kita kenalan aja dulu biar kamu tahu saya siapa." Tantang Sofie pada Agnes.
Shane pun tiba dari toilet.
" Serius amat wajahnya, ada masalah ya?" Tanya Shane
__ADS_1
" Ga ada Shane." Jawab Agnes.
Tak berapa lama makanan mereka pun datang dan mereka menikmati makan malamnya.