
Hampir saja Shane melewati batasannya, tapi ia ingat kalau mereka sudah tidak suami istri lagi.
Setelah selesai mereka berciuman, Shane langsung memeluk Sofie. Ia mendekap erat tubuh mantan istrinya itu. Sofie pun menangis. Shane menghapus air matanya.
" Maaf, saya uda berbuat lancang sama kamu ! jujur saya ga bisa melupakan mu begitu aja. Kalau kamu tahu, perasaan ini masih sama seperti yang dulu, masih menginginkan mu !" ucap Shane.
Sofie hanya diam, Shane langsung memeluknya.
" Kamu ga mau kalau kita bisa seperti dulu lagi?" tanya Shane.
" Saya takut !"
" Kamu takut apa?"
" Saya ga bisa buat kamu bahagia !"
" Terbalik kayaknya, seharusnya saya lah yang membuat kamu bahagia, bukan kamu !"
" Tapi kan kamu uda dekat dengan Sonya !"
" Hahaha, Sonya?"
" Kenapa tertawa ?"
" Kalau saya suka sama Sonya, ga mungkinlah saya mau datang jemput kamu, buang - buang waktu aja !"
" Tapi kalian serasi kok !"
" Dulu juga sama Agnes, kamu bilang kita serasi. Trus kalau sama kamu, kita berdua ga serasi ya?"
Sofie menjadi salah tingkah.
" Kamu kalau diajak bicara, matanya fokus ke mata saya, jangan lihat ke arah yang lain." ucap Shane.
Sofie langsung berlari ke kamar mandi.
" Saya tahu, pasti kamu nangis kan? lagu lama !" ledek Shane.
Benar saja, Sofie menangis. Ia tidak bisa menahan perasaannya. Shane menghampiri Sofie.
" Sofie, kamu baik - baik aja kan? buka pintu nya !" titah Shane.
Perlahan Sofie membuka pintu kamar mandi itu.
" Kamu nangis ya? kenapa nangis?"
Karena malu, Sofie mencubit perut Shane.
" Aduhh..sakit !" teriak Shane.
Sofie pun tertawa. Melihat Sofie tertawa, Shane sangat bahagia, ia langsung memeluk Sofie. Shane mencoba mendekatkan wajahnya lagi, tapi Sofie mendorongnya perlahan.
" Kamu menolaknya?" tanya Shane
Sofie tersenyum malu.
" Kamu mau kan kita rujuk lagi?" tanya Shane lagi .
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Sofie pun menganggukkan kepalanya.
" Saya ga mau kalau jawaban kamu hanya anggukan kepala, saya mau kamu bilang " saya mau "." ucap Shane sambil merapikan rambut Sofie.
" Harus gitu ya?"
" Ia, karena kalau hanya anggukan kepala aja, anak kecil juga bisa !"
Lagi - lagi Sofie tertawa.
" Ia , saya mau !" jawab Sofie malu - malu.
" Oke, mulai sekarang kamu harus panggil saya dengan sebutan sayang !"
" Apa? panggil sayang ?"
" Ia, biar kayak drakor - drakor itu, kan kamu pecinta drakor. Sofie, saya ga bisa romantis, saya manusia kaku, untuk itu saya berharap kamu lah yang bisa memberikan rasa itu. Biasanya wanita pecinta drakor itu tipe wanita romantis ,penyayang. Kamu harus bisa memberikan itu pada saya, karena itulah tugas istri."
" Harus balance dong !" pinta Sofie dengan nada manja.
" Kamu tahu sendiri kan, sulit untuk bisa seperti itu, itulah kekurangan saya, jadi mau ga mau, ya kamu lah !"
Sofie tertawa lepas.
" Dari tadi kamu ketawa terus. Trus sampai kapan, saya ga pakai baju? kamu mau saya masuk angin?"
Lagi - lagi Sofie tertawa.
" Ia...ia...saya pesan kan baju kamu!"
Shane kembali memeluk Sofie. Ia mencium keningnya. Pelukan hangat yang sudah dirindukan oleh Sofie.
Dion dan Agnes sudah sah menjadi suami istri. Dion pun membawa Agnes tinggal di rumahnya. Rumah yan g cukup besar dan sangat mewah.
Agnes sangat bahagia akhirnya bisa menjadi Nyonya Dion. Dion pengusaha terkenal itu sangat di kenal semua orang.
" Sayang, jadi kapan dong kita honeymoon ?" tanya Agnes.
" Maaf, untuk sementara tidak ada honeymoon. Saya sangat sibuk di kantor, banyak pekerjaan yang terbengkalai."
" Apa? jadi kamu lebih mementingkan pekerjaan kamu dari pada saya?"
" Nes, kamu ngerti dikit dong, saya itu juga kerja bakalan buat kamu !"
" Saya bukan Agnes yang dulu yang suka mementingkan uang, sekarang saya uda menikah, yang saya mau hanya kebersamaan dengan kamu."
" Tapi honeymoon nya bisa di tunda dulu kan?"
" Ditunda? segampang itu kamu ngomong ditunda."
" Jadi mau kamu apa?" bentak Dion
" Gini ternyata punya suami yang sibuk mikirin kerjaan, ga ada waktunya buat hari specialnya."
" Saya sibuk Nes, kalau kamu ga percaya kamu bisa tanya sekretaris saya dikantor !"
" Ga perluuuuu. Saya ga perlu nanya sekretaris kamu !"
__ADS_1
Agnes pun pergi meninggalkan Dion. Dion segera menyusul Agnes.
" Agnes, dengarkan penjelasan saya dulu, kamu jangan ngambek gitu dong !"
" Ga ada yang perlu di jelaskan. "
Brakkkk...
Agnes membanting pintu kamar itu dengan sangat kuat. Dion tidak bisa berbuat apa - apa, kenyataannya memang benar, banyak pekerjaan kantor yang terbengkalai, dan Dion pun sangat kesulitan membagi waktunya.
Didalam kamar, Agnes menangis. Hanya karena tidak jadi honeymoon, Agnes membanting semua barang - barang yang ada di dalam kamar.
Dion mendengar kegaduhan Agnes, tapi Dion menahan amarahnya, ia tidak mau terjadi pertengkaran. Apalagi mereka baru saja selesai pesta pernikahan.
Dion menyebut nama Sofie. Ia jadi teringat akan ke sabaran wanita itu. Dion pun menjadi kepikiran. Ternyata Dion tidak bisa juga move on dari wanita cantik itu.
Dalam benaknya, Dion sangat berharap Agnes bisa seperti Sofie, sabar, lemah lembut. Agnes adalah tipe wanita tempramen, mau menang sendiri, egois dan tidak pernah mau mengalah.
Keputusan yang diambil Dion menikahi Agnes adalah keputusan yang bulat. Keputusan yang sudah dipikirkan matang - matang. Mencintai wanita yang tidak pernah sama sekali memberi rasa cinta itu, sangatlah menyakitkan.
Dan itulah yang di alami Dion. Terpaksa menikah dengan Agnes, tapi bathinnya masih mencintai Sofie, dan akan selalu ada nama itu dalam hatinya, dan tak akan pernah hilang, sekali pun ia telah menikah.
Dion sangat khawatir akan Shane. Ia takut kalau Shane tidak bisa membahagiakan Sofie. Karena ia tahu, Shane pria dingin, tidak pernah ada kata romantis dalam kamusnya, tidak bisa membuat pasangannya nyaman.
Sekarang, Dion akan hidup menua dengan Agnes. Dion mencoba bisa mencintai nya lagi seperti dahulu kala, sebelum mereka mengenal Sofie dan Shane. Dion dan Agnes adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.
10 tahun pernah menjalin kisah cinta, putus karena Agnes bermain api. Dan sekarang Dion harus bisa lebih hati - hati pada istrinya itu. Dion harus bisa menjaga Agnes agar tidak terjadi lagi kejadian yang pernah menimpa hubungan mereka.
****
Akhirnya pakaian yang di pesan Sofie pun tiba. Shane pun dapat bernafas lega. Hampir 1 jam ia tidak memakai baju, dan perut pun semakin kelaparan.
Makanan yang dipesan juga datang, mereka berdua menikmati makan malam itu. Mereka benar - benar sangat kelaparan.
" Saya ga tahu sama sekali keadaan kota ini. Gimana kalau besok kita kembali ke kota J?" pinta Shane.
Sofie menghentikan makannya.
" Kamu ga usah khawatir, begitu kita tiba, saya langsung akan menikahi mu !" ucap Shane sambil tersenyum.
Sofie pun tersenyum.
" Karena saya uda ga sabar..!" ucap Shane.
" Ga sabar apa?"
Shane meletakkan tangan kanannya ke perut Sofie.
" Saya ingin kita cepat - cepat punya Shane junior. Kamu mau kan?"
Sofie tersenyum manis pada Shane. Ia hanya menganggukan kepalanya.
" Kamu ga usah sedih lagi. Dion dan Agnes sekarang uda bahagia, sekarang giliran kita yang akan bahagia !" ucap Shane meyakinkan.
" Makasih ya !"
" Kamu gimana sih ? tadi kan uda saya bilang, kamu itu harus panggil saya sayang !"
__ADS_1
" Hahaha, ia maaf, saya lupa. Ia sayang...!"
Sofie dan Shane pun tertawa bersama.