
Akhirnya Sofie pun pergi untuk mandi. Shane memperhatikan seluruh keadaan kamar Sofie.
Ia melihat ponsel Sofie. Ia pun mengambilnya. Ia melihat ada pesan masuk. Ia membukanya dan mendengarkan isi pesan tersebut.
Shane juga membaca pesan dari Dion. Ada sedikit rasa cemburu karena Dion mengirimkan pesan yang sangat romantis.
Shane kembali fokus ke pesan dari Jason.
Ternyata sebuah rekaman. Rekaman suara Paman dan Bibinya. Shane mendengarkan semua isi rekaman tersebut.
Shane pun kaget akan isi rekaman tersebut. Ia tak menyangka kematian kedua orang tua Sofie ternyata ulah dari Paman dan Bibinya.
Shane tidak mau Sofie mengetahui hal ini, Shane langsung menghapus isi rekaman tersebut. Ia takut kalau Sofie mengetahuinya, Sofie akan membalaskan dendamnya.
Shane masih tak percaya, sungguh sangat tega Paman dan Bibi nya. Shane pun berusaha ingin mencari tahu apa penyebab kematiannya, mengapa sampai harus meninggal ditangan Paman dan bibinya.
Tak berapa lama Sofie pun selesai mandi. Sofie tak sadar kalau Shane ada dikamar itu. Ia keluar dengan menggunakan handuk.
Shane melihatnya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Ternyata Sofie juga sangat menarik perhatian Shane.
" Sofie...." Panggil Shane.
Sontak saja Sofie kaget. Shane mendekatinya, ia memeluk tubuh Sofie dari belakang.
" Maaf..." Sofie berlari ke kamar mandi.
" Sofie, kamu kenapa? "
" Saya mau pakai baju tolong keluar."
Shane mendatanginya dan ia masuk ke kamar mandi itu.
" Kamu lupa kalau kita suami istri?" Tanya Shane sambil menutup pintu kamar mandi itu.
" Ta..ta..tapiii?"
" Kamu ga usah malu, kamu ga ingat kejadian dulu?"
Sofie menganggukkan kepalanya.
" Diluar hujan sangat deras, kita ga bisa pergi." Kata Shane sambil merapikan rambut basah Sofie.
" Ohh..begitu..."
Detak jantung Sofie sangat cepat sekali. Ia jadi salah tingkah karena Shane menatapnya.
Ia tak tahan dengan tatapan pria tampan itu.
" Kamu mau?" Tanya Shane
" Mau apa?" Tanya Sofie sambil mundur pelan - pelan.
Shane tersenyum..Sofie seperti ketakutan.
Shane mencoba membuka handuk milik Sofie.
" Ga usah takut. Kita uda sama - sama dewasa. " Ucap Shane sambil mendekatkan wajahnya.
Sofie semakin gugup, lagi - lagi ia tak tahan melihat tatapan Shane.
" Kamu mau kan?" Ucap Shane.
Sofie pun menganggukkan kepalanya. Shane mulai menciuminya. Shane membawanya ke tempat tidur. mereka pun melakukannya.
Sofie merasakan ada yang lain dari Shane, kenapa ia seperti ini. Kenapa tiba - tiba ia memintanya pada Sofie.
****
Agnes turun dari kamarnya. Ia berjalan sendirian menuju ruang sarapan.
Pagi ini Agnes sangat kesal. Karena Shane tidak bisa dihubungi. Ia mencoba mengetuk pintu kamarnya tapi tak ada jawaban.
Ia jadi khawatir, kemana perginya Shane. Sama sekali ia tak memberi kabar.
__ADS_1
Diruang sarapan, Agnes bertemu dengan Dion. Agnes langsung memalingkan wajahnya.
" Ketepatan kamu disini, saya mau bicara sama kamu." Kata Dion.
" Ga ada lagi yang mau dibicarakan , semua uda jelaskan..!"
" Kamu pernah mikir ga sih, kamu itu mencintai pria yang salah."
" Maksud kamu?"
" Shane itu sayang sama Sofie. Dia ga akan pernah mau ninggalinnya."
" Kamu jangan ngada - ngada. Shane itu benci sama Sofie. "
" Oh ya? yang saya tahu Shane itu ga mau kehilangan Sofie."
" Itu hanya perasaan mu aja. Nyatanya Shane itu lebih sayang sama saya."
" Oh ya? kita akan buktikan siapa yang akan dipilih Shane."
" Terserah."
Agnes pun membatalkan sarapannya lalu ia pun pergi.
****
Nafas yang terengah - engah..membuat Sofie dan Shane kelelahan.
" Makasih ya. Selama kita nikah, baru ini saya bisa menyentuh mu. Saya minta maaf." Kata Shane sambil memeluk Sofie dan mencium keningnya.
Sofie hanya bisa menganggukkan kepalanya. Ia hanya bisa tersenyum karena Shane hari ini memperlakukannya dengan baik.
" Oh ya, ada yang mau saya tanya sama kamu." Tanya Shane.
" Apa itu." Jawab Sofie sambil merapikan pakaiannya.
" Kamu pernah ga kepikiran kenapa orang tua mu meninggal?"
" Hhmmm..ga. Karena kata Paman, mereka sakit. Tapi saya ga tahu dimana makam mereka. Emang kenapa? kenapa juga kamu tiba - tiba menanyakan mereka."
" Ohh begitu. Kamu mau minum?"
" Ya, boleh. "
Sofie memberikan segelas air putih.
" Sofie...!"
" Ya, kamu perlu tambah air minum lagi?"
" Ga..cukup." Shane mendekatinya lalu memeluk Sofie sangat erat sekali.
" Kamu kenapa?" Tanya Sofie.
" Selama ini waktu untuk kita berdua itu ga ada. Saya selalu cuek, ga perduli sama kamu. Hari ini, ntah kenapa saya ingin sekali bersama kamu."
" Kamu baik - baik aja kan?"
" Ia, saya baik - baik aja."
Shane merasa kasihan pada Sofie. Ternyata hidupnya sangatlah menderita. Selama ini Paman dan Bibinya merawatnya dari kecil ternyata penuh dengan penderitaan , siksaan.
Ditambah lagi perlakuan Shane padanya. Sofie benar - benar wanita yang malang. Shane merasa sedih, merasa bersalah karena sudah memperlakukan Sofie tidak baik.
" Saya mau kamu bisa memberikan saya Shane junior." Pinta Shane.
" Shane junior?" Tanya Sofie.
" Ya, kamu ga mau?"
" Ya...saya mau. Tapi?"
" Tapi kenapa?"
__ADS_1
" Bagaimana hubungan mu dengan Agnes?"
" Agnes? hahahahaha..."
" Kenapa tertawa?"
" Kamu cemburu sama Agnes ya?"
" Ga.."
" Yakin? Agnes itu cantik lho..."
" Ia Agnes memang cantik."
" Saya pernah mendengarkan percakapan kamu dengan Bibi, katanya kamu lah wanita tercantik sesungguhnya."
" Hahahaha..."
Sofie tertawa lepas.
" Ternyata kamu suka nguping ya?" Ejek Sofie.
" Suka nguping? ga juga. Karena kebetulan aja saya mendengarnya. "
" Oh begitu..."
" Kamu laper ga?"
" Ia.."
" Kita pesan makanan aja."
" Oh ya, kita kapan pulang?" tanya Sofie
" Kenapa nanya pulang?"
" Saya kan kerja. Ga enak juga sama Pak Kepala Sekolah. "
" Saya yang akan ngomong atau kamu ga usah lagi kerja. Saya mau bawa kamu ke keliling Eropa. "
" Keliling Eropa?"
" Ya, saya mau kita menikmati waktu ini hanya kita berdua. Saya belum puas. Saya akan ajak kamu kemana pun kamu mau."
" Tapi?"
" Kamu ga usah takut, saya akan suru Agnes pulang duluan. "
" Kamu yakin?"
" Ya. Kenapa tidak?"
" Kamu tidak akan menyakiti saya lagi kan?" Tanya Sofie
" Tergantung..."
Sofie langsung memukul pundak Shane. Shane langsung memeluk Sofie dan menciumi bibir miliknya.
Sofie sangat heran, kenapa Shane bersikap aneh. Ia tak mau keluar dari kamar.
Ntah sudah berapa kali Shane memintanya pada Sofie. Sofie pun tetap melayaninya. Karena ia tahu Shane juga mengharapkan anak dari rahimnya.
Perasaan Sofie pun bahagia, Shane bisa memberikan cinta padanya.
****
Dion, mencoba menghubungi ponsel Sofie. Tapi ponselnya di nonaktifkan. Shane sengaja mematikan ponsel mereka berdua.
Dion mencoba mendatangi kamar Sofie. Sofie ingin membukanya tapi Shane melarangnya.
" Jangan dibuka. Ini waktu kita berdua. Saya ga mau ada yang menganggu kita." Titah Shane.
Sofie pun menuruti apa kata Shane. Seharian mereka berdua dikamar. Sofie harus memesan makanan untuk mereka berdua.
__ADS_1
Shane tertidur , ia sangat kelelahan. Sofie mencoba merapikan kamar itu.