" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 106 " Pertama Kali Datang Kekantor "


__ADS_3

Setelah berpamitan pada Kris dan istrinya, akhirnya Shane membawa Sofie ke hunian mereka yang baru.


Kris merasa sedih karena mereka tidak bisa tinggal bersama. Tapi demi kebaikan Sofie, Shane harus pergi meninggalkan rumahnya yang lama.


Kris tetap menjadi orang kepercayaan Shane, maka dari itu, Kris juga di pekerjakan di kantor miliknya.


Shane juga tidak mengijinkan Sofie untuk bekerja lagi. Shane mau Sofie tetap tinggal di mansion. Dengan berat hati Sofie pun menerimanya.


Setiap pagi Shane harus pergi ke kantor, tinggallah Sofie seorang diri. Tidak ada kegiatan sama sekali membuat Sofie merasa bosan.


Sofie mencoba memasak, ia ingin mengantarkan makan siang untuk suaminya. Sofie memasak makanan kesukaan Shane.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, Sofie pun mengemas makanan yang akan ia antar ke kantor suaminya.


Tanpa menghubungi Shane terlebih dahulu, Sofie langsung pergi. Sebuah kantor yang sangat besar, dan memiliki banyak pegawai, Sofie pun memberanikan dirinya masuk.


" Selamat pagi, Pak ! saya mau bertemu dengan suami saya !" ucap Sofie pada security itu.


" Maaf, Nyonya siapa ya?"


" Hah? Bapak ga kenal sama saya?" tanya Sofie dengan seriusnya.


Security itu pun menggelengkan kepalanya.


" Astaga Pak ! saya istri Shane Denaro, pimpinan di perusahaan ini." ucap Sofie sedikit sedih.


" Maaf Nyonya, karena saya baru disini !"


" Oh begitu, ya uda ga papa, Pak. Oh ya, apakah saya bisa masuk ? trus dimana ruangannya ya?"


" Mari Nyonya, saya antar." tawar security itu.


Mereka berdua pun menuju ke lantai 12, dimana ruangan suaminya ada di sana.


" Nyonya, ini ruangan Pak Shane, kalau begitu saya tinggal dulu, permisi !"


" Ya, makasih ya !"


Sofie langsung mengetuk ruangan itu.


Tok..tok..tok...


Pintu kantor itu langsung dibuka seseorang, tak lain adalah Sonya. Sofie pun sangat kaget. Dalam benak Sofie, ia pun berpikiran negatif pada suaminya dan Sonya.


" Eh...Ibu Sofie !" ucap Sonya sambil memberikan senyumannya.


Sofie tidak membalas senyuman dan sapa'an Sonya.


" Ada suami saya?" tanya Sofie dengan mimik wajah murung.


" Ada Bu, silahkan masuk !"


Sofie langsung saja masuk. Dan ia melihat kalau Shane sedang serius bekerja. Ia berdiri di hadapan Shane.


" Pak, ada Ibu Sofie !" ucap Sonya.


Shane langsung menoleh dan menghentikan pekerjaannya.


" Sofie ? kapan kamu datang ?" tanya Shane.

__ADS_1


" Bu, Pak, saya pamit keluar dulu !" ucap Sonya. Sonya pun langsung meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.


Wajah Sofie masih saja tampak jutek. Tak ada senyum untuk suaminya itu. Ia pun langsung meletakkan bekal makan siang itu di atas meja kantornya.


" Sofie, kamu kenapa?" tanya Shane menghampiri istrinya itu.


" Ga papa !"


" Kamu serius? tapi kenapa wajah mu cemberut gitu ?"


" Ini bekal makan siang kamu, kalau suka di makan, kalau ga suka juga ga papa, saya permisi mau pulang !"


" Sofie kamu kenapa? kok datang - datang pake ngambek segala sih?"


" Ga papa kok !"


" Kamu cemburu sama Sonya ya? ayo jawab !" ucap Shane sambil tersenyum dan mengangkat dagu Sofie.


" Ga, "


" Saya tahu kalau kamu itu cemburu, kamu ga usah bohong. Kamu kan tipe wanita cemburuan, jadi mana bisa kamu menyembunyikan rasa itu !"


" Itu dulu ,"


" Hahaha, ya uda ga usah cemburu sama Sonya. Sonya itu ruangannya diluar kok ! kamu ga usah takut, saya ga akan macem - macem sama Sonya, kalau kamu ga percaya, kamu bisa tanya sama Kris, Kris ruangannya ada di sebelah. Sekarang kamu duduk disini, kamu temani saya kerja. Karena kerjaan saya tu banyak bangettttt."


Sofie pun tersenyum.


" Nah, itu kan...uda senyum. Gitu dong, ga usah ngambek, masa kamu ga kasihan sama saya, suaminya uda capek kerja, istrinya malah ngambek. Makasih ya kamu uda mau repot bawain bekal makan siang. Ntar kita makan siang bareng !"


Sofie hanya menganggukkan kepalanya.


Shane pun melanjutkan lagi pekerjaannya, sementara itu Sofie duduk termenung sesekali melihat suaminya bekerja. Sofie mulai bosan.


Rasa kantuk pun menghampirinya. Sofie pun tertidur di sofa. Shane melihat kalau Sofie sudah tertidur lelap.


Tibalah jam makan siang. Shane pun membangunkannya.


" Sofie, makan yuk !" ajak Shane .


Sofie pun langsung bangun dari tidurnya.


" Astaga, saya ketiduran disini, maaf ya !"


" Ga papa, ini uda waktunya jam makan, kita makan bareng ya !"


" Kamu makan aja !"


" Kalau begitu temani saya makan !"


Lagi - lagi Sofie menganggukan kepalanya. Ia pun menemani Shane untuk makan. Sofie membuka bekal makan siang itu, dan memberikannya pada Shane.


Expresi wajah Shane, begitu melihat masakan Sofie, seperti orang kelaparan. Inilah yang ditunggu - tunggu Shane, bisa kembali makan masakan Sofie.


Sofie emang paling jago masak, apalagi kalau sudah masak makanan kesukaannya, sop buntut. Ia banyak belajar dari Bibi Janet bagaimana cara membahagiakan Shane dengan perut tengahnya.


" Hhmmm..wanginya sangat menggoda, uda ga sabar pengen makan !" ucap Shane.


Sofie hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


" Ini, silahkan dimakan !" sahut Sofie memberikan makanan itu ke hadapan Shane.


Shane pun makan dengan lahapnya. Sofie hanya bisa melihatnya.


" Kamu tahu ga, sop ini jadi membuat saya kangen sama Bibi Janet, beliau itu emang paling top deh kalau masalah masak memasak," puji Shane


" Ia, Bibi Janet banyak mengajarkan tentang cara masak yang benar. Makanan kesukaan kamu apa aja, cemilan kesukaan mu, saya banyak belajar dari Bibi Janet. Kamu tahu ga,semua resep masakannya saya catat lho hehehe...!"


" Wah bagus dong, "


" Shane, gimana kalau nanti kita mampir di makam Bibi Janet, saya juga kangen,"


" Kalau hari ini mungkin ga bisa, kamu lihat tu...di meja kerja saya, banyak kerjaan. Ternyata gini jadi orang kantoran hehehe...!"


Sofie tersenyum


" Beda waktu kamu jadi bos mafia ya ? hehehe...! boleh saya bantu?" tawar Sofie


" Ga usah, nanti kamu capek !"


" Ga papa, lagian saya juga bosan, ga ada kegiatan. Di mansion saya sendirian, ga tahu mau ngapain," ucap Sofie mendadak sedih.


Shane melihat jika Sofie tampak bersedih.


" Kamu kasih ijin dong, saya ngajar les atau jadi guru lagi !" pinta Sofie.


Shane menghentikan makannya.


" Ngajar les? jadi guru lagi ?" tanya Shane


Sofie menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Bukan masalah uang Shane, saya ga tahu mau ngapain, kan ga mungkin tiap hari saya ikut kamu ke kantor, "


" Sofie, tapi kamu nanti ke cape'an, kamu tahu kan jadi guru itu repot, harus berangkat pagi - pagi juga, sementara suami kamu sendiri juga harus pergi pagi,"


" Tapi saya ga betah gini terus !"


" Ga papa deh, tiap hari kamu ikut saya ke kantor !"


" Hah? ikut ke kantor? tiap hari? trus saya mau ngapain? duduk disini, trus tidur, nemani kamu makan,"


" Ia, gitu juga ga papa, dari pada kamu jadi guru lagi, ngerjain tugas sampe malam, trus buat soal ujian , koreksi ujian , kamu pikir selama kamu jadi guru, saya ga lihat kamu itu gimana ?"


" Ngajar les aja deh, balik ke studio les dulu. Sayangkan suara saya yang merdu ini ga di pake? "


" Oh...kamu mau muji diri mu, pintar nyanyi, pintar main alat musik, gitu ?"


" Saya kangen bisa ikutan konser lagi, kangen sama anak - anak, canda tawa mereka,"


" Pokoknya kamu ga boleh lagi kerja. Kalau kamu bosan, saya akan tambahi uang jajan kamu, kamu bisa shopping !"


" Shopping? "


" Ya, shopping,"


" Ga Shane, saya ga suka shopping,"


" Ya Tuhan beruntung banget sih saya, punya istri yang ga suka shopping, hahaha...!"

__ADS_1


Merasa di ejek, wajah Sofie pun merah merona. Shane tertawa lepas melihat Sofie dengan wajahnya yang polos itu.


__ADS_2