" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "

" Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam "
Bab 13 " Cemburu "


__ADS_3

" Bibi Janet ? itu suara bibi Janet kan?" Tanya Sofie penasaran.


" Kayaknya ia, coba kamu lihat Bibi Janet dulu." Titah Shane.


Sofie langsung turun dan ia pun buru - buru pergi ke dapur.


" Bibi ???? apa yang terjadi???" Tanya Sofie sambil menolong Bibi Janet.


Sontak saja Sofie sangat kaget melihat Bibi Janet terjatuh di dapur.


" Sofie...tolong Bibi, nak...!"


" Ia, Bi."


Sofie langsung menolong bibi Janet dan membawanya ke kamarnya.


" Bi, biar saya aja yang ngerjai kerjaan rumah, Bibi istirahat aja ya..!"


" Jangan Sofie, nanti juga Bibi uda baikan, kasihan kamu nya, pasti nanti capek, nak."


" Ga, Bi. Bibi sudah tua, biar saya aja yang kerjai semua. Bibi sekarang istirahat ya..!"


" Makasih banyak ya nak.."


Sofie tersenyum


" Ia, bi. Sama - sama."


Sofie langsung pergi keluar dan membiarkan bibi Janet istirahat dengan tenang dikamarnya.


" Bibi kenapa?" Tanya Shane


" Bibi terjatuh didapur."


" Terjatuh? kasihan sekali Bibi Janet. "


" Ia. Gimana kalau kita bawa ke rumah sakit aja?"


" Bibi Janet paling ga mau kalau diajak ke rumah sakit. Kamu urus Bibi Janet ya, saya mau keluar."


" Kamu mau kemana?"


" Bukan urusan mu."


Tiba - tiba saja Agnes menelpon Shane.


" Itu siapa yang nelpon?"


" Agnes."


" Mau apa dia nelpon kamu?"


" Kamu bisa diam ga sih?"


" Maaf. Tapi cepat pulang ya?" Pinta Sofie


Shane langsung pergi meninggalkan rumah. Wajah Sofie mulai cemberut.

__ADS_1


Shane ingin menyelesaikan suatu pekerjaannya. Ia tidak tenang karena ada masalah dalam misinya, habis itu ia ingin menemui Agnes.


****


Malam hari pun tiba, Shane belum pulang juga. Sofie melihat keadaan Bibi Janet. Sofie pun mengambilkan makanan untuk Bibi Janet.


" Sofie, kamu kenapa?" Tanya Bibi Janet.


" Ga kenapa, Bi, saya baik - baik aja kok."


" Wajah mu sepertinya lagi sedih. Kamu mikirin Shane?"


" Ga. Saya ga mikirin dia Bi."


" Gimana reaksi Shane ketika kamu kasih cake ultah itu? dia senang?"


" Biasa aja Bi. Cuma bilang makasih ya...uda itu aja."


" Hahahaha...Sofie, kamu ga ingin jadi guru lagi?"


" Pengen banget Bi, tapi saya ga bisa lagi diterima di sekolah - sekolah, Bi."


" Kenapa?"


" Saya di fitnah Bibi saya. Walaupun saya ga jadi guru lagi, tapi saya senang kok tinggal disini bareng Bibi. Bibi itu sangat baik sekali. Uda seperti Ibu kandung saya."


" Sofie, kamu yang sabar ya..!"


" Ia, Bi. Saya selalu sabar kok."


Tiba - tiba suara klakson mobil Shane terdengar.


Sofie langsung pergi membukakan pintu rumah untuk Shane. Awalnya Sofie sangat senang sekali akan kepulangan Shane. Tapi kali ini Shane tidak sendirian, ia bersama Agnes.


" Kamu pulang bareng dia?" Tanya Sofie pada Shane.


" Kenapa?" Tanya Shane


" Kalian ? kalian kenapa bisa sama?"


" Saya mau makan malam disini. Kamu siapkan makan malam untuk kita berdua ya..!" Titah Agnes


" Makan malam?" Tanya Sofie dengan kesalnya.


" Sofie, ga usah banyak tanya, sekarang langsung pergi kedapur masak makanan untuk kita. " Titah Shane.


Shane dan Agnes pun pergi meninggalkan Sofie. Mereka berdua naik keatas menuju kamar Shane.


" Kalian ngapain naik keatas berdua? kalian kan ga pacaran, ehhm belum nikah juga, ngapain berdua - dua’an?" Tanya Sofie dengan lantangnya.


" Sayang, kasih tahu dong sama art kamu itu, kalau kita uda jadian..." Kata Agnes.


" Jadian? kalian uda jadian apa? " Tanya Sofie penasaran.


" Kamu aja yang kasih tahu." Sahut Shane.


" Eh...Sofie bawel, saya dan Shane uda resmi pacaran. Saya akan nikah dengan Shane. Kamu uda paham kan?" Kata Agnes.

__ADS_1


" Menikah? kalian akan menikah? kapan?"


" Ehh... kamu ga usah banyak pertanyaan, sekarang kamu masak makanan untuk kita. Kita uda lapar." Titah Agnes dengan kesalnya.


Agnes langsung naik keatas dan meninggalkan Sofie.


..." Mereka akan menikah? saya ga salah dengar? Shane, kamu??? tega kamu Shane..!...


...Ucap Agnes...


Sofie menangis. Mau tak mau, Sofie pun memasak makanan untuk mereka.


Sakit hati, cemburu dan ingin rasanya marah pada Shane, tapi itu tidak mungkin ia lakukan. Ia hanya pasrah.


Selama ini Sofie berharap, Shane dapat menyukainya, tapi Sofie salah menilai.


Perhatian dan kasih sayang yang selama ini Sofie berikan, tak ada artinya. Semua sia - sia dimata Shane.


Mendengar kata menikah, Sofie merasa sedih. Pria yang telah merenggut kehormatannya ternyata tidak pernah sama sekali menyukainya.


..." Semoga kalian berdua bahagia selalu...!...


...Ucap Sofie...


Sofie menghidangkan makanan itu di atas meja makan, dan menyuruh mereka berdua untuk makan.


Shane dan Agnes tampak mesra. Agnes selalu memuji Shane dan selalu memegang tangan Shane.


Sofie hanya mengintip kemesraan mereka dari dapur. Sofie pun menangis. Ia jadi ingat dengan Kevin. Pria baik hati yang pernah menyukainya tapi karena keluarga Kevin kurang setuju dengan Sofie, akhirnya Sofie mundur. Ya, karena Sofie bukan dari kalangan terpandang, sehingga Mama Kevin kurang menyetujuinya.


Selesai makan, mereka berdua bercerita dan tertawa bersama. Malam ini adalah malam kebahagian buat mereka berdua.


" Agnes, ini sudah larut malam, apa kamu ga mau pulang?" Tanya Sofie


" Kok jadi kamu sih yang atur hidup saya? suka - suka saya dong mau pulang jam brapa?" Jawab Agnes ketus.


" Sofie , ingat ya...kamu harus tahu batasan kamu. Kamu art disini jadi jangan pernah ikut campur urusan saya." Kata Shane dengan tegasnya.


" Ia, maaf. Tapi kan kalian belum menikah, jadi ga boleh lama - lama bersama. Itu haram hukumnya." Sahut Sofie sambil melirik Agnes.


" Cukup??? kamu mau menasehati saya? kamu mau saya buang dari sini? " Bentak Shane.


Malam itu Shane sangat marah pada Sofie.


" Kenapa sih kamu selalu kasar sama saya? sedangkan sama Agnes kamu selalu bersikap baik. Apa salah saya sama kamu Shane?


" Tanya Sofie


" Salah kamu? kamu mau tahu? karena kamu itu selalu ikut campur urusan saya. Kamu itu ga siapa - siapa saya, ngapain juga saya harus bersikap baik pada kamu. Kamu hanya gadis miskin, murahan. Kamu ngerti?" Jawab Shane dengan lantangnya.


" Apa ? murahan? murahan kamu bilang?" Tanya Sofie sambil menahan air matanya.


" Uda..uda..uda...sekarang kamu pergi kekamar kamu. Kamu ga usah urusin saya dan Shane. Kamu uda keterlaluan Sofie. Kalau kamu ga suka, kamu bisa kan pergi dari rumah Shane..."


Mata Sofie sudah mulai berkaca - kaca, ingin rasanya ia menangis. Tapi ia masih kuat, ia tak mau menangis didepan Agnes dan Shane.


Sofie pun langsung pergi kekamarnya. Di dalam kamar ia menangis sejadi - jadinya.

__ADS_1


..." Kamu tega Shane, kamu uda ngancurin masa depan saya, sekarang kamu perlakukan saya seperti ini, kamu jahat Shane..! hiks..hiks...hiks..hiks...


__ADS_2