
Petugas hotel itu pun membantu Shane untuk mencari Sofie. Malam semakin larut. Shane tidak bisa tidur. Ia tidak tenang karena memikirkan istrinya itu.
Petugas hotel melihat keadaan pantai disore hari dari CCTV. Samar - samar petugas hotel itu melihatnya. Dan mereka melihat kegiatan Sofie sebelum menghilang.
Akhirnya mereka tahu dimana Sofie sebenarnya. Mereka melihat ombak besar menyeret tubuh Sofie. Melihat itu , Shane pun menjadi lemas tak berdaya. Ia tahu kalau istrinya itu tidaklah bisa berenang.
Karena hari sudah malam, dan hujan deras masih saja turun, pencarian Sofie tidak bisa dilakukan. Shane marah pada dirinya sendiri. Karena keegoisannya, ia harus membiarkan Sofie pergi sendirian.
Dan inilah akibatnya, Sofie tenggelam. Dan sampai malam ini belum diketahui keberadaannya.
Diam - diam Shane menangis. Hujan deras tidak diperdulikannya. Ia pergi ke pantai seorang diri mencari Sofie.
Ia berharap, Sofie terbawa arus ke tepian pantai. Shane terus memanggilnya. Petugas hotel melarang Shane untuk berada di tepi pantai. Karena mereka takut, kalau ombak besar akan datang dan menyeretnya.
Shane tidak perduli dengan omongan mereka semua.
Malam semakin larut. Hujan pun reda. Shane mencari Sofie menggunakan Speedboat. Ia dibantu salah satu pegawai hotel itu.
Mencari orang yang tenggelam di malam hari sangat mustahil bisa menemukannya. Shane terus berdoa, agar Sofie dalam keadaan baik - baik saja.
" Tuan, angin semakin kencang, sepertinya kita tidak bisa lagi mencari Nyonya Sofie !"
Shane pun bersedih. Diam - diam, ia kembali menangis. Ia tak mau kehilangan Sofie. Pikirannya pun kacau balau. Melihat laut dengan ombak yang sangat besar, apakah mungkin Sofie bisa selamat? itulah yang selalu ada dalam pikirannya.
Shane hanya percaya mujizat dari Tuhan. Ia hanya berserah untuk keselamatan istrinya itu. Mereka pun kembali ke tepi pantai. Tapi Shane tidak mau kembali ke kamar hotel. Ia akan setia menunggu Sofie pagi hari.
Shane duduk di tepi pantai. Ia terus memanggil nama istrinya itu. Ia sangat menyesal, karena tidak bisa menemani istrinya itu untuk berlibur.
Ia sadar kalau ia egois. Ia lebih mementingkan dirinya sendiri. Padahal liburan kali ini, karena keinginannya. Tapi nyatanya Shane tidak bisa membuat Sofie bahagia.
Angin laut semakin kencang. Ombak pun berlalu lalang menyapanya. Ia berharap, ombak besar itu membawa Sofie ketepian pantai.
Karena semakin dingin, akhirnya Shane pun kembali ke kamar hotel. Ia tidak bisa tidur dengan tenang.
****
__ADS_1
Pagi hari pun tiba, Shane langsung pergi ke tepi pantai. Disana sudah ada petugas hotel dan penyelam profesional , mereka akan melanjutkan pencarian Sofie. Shane tidak bisa tinggal diam.Ia pun ikut mencari istri nya itu. Mereka pun pergi.
Air laut pagi itu sangat tenang, ombak besar belum menampakkan dirinya. Pencarian Sofie pun dapat dilakukan dengan baik. Tapi sayangnya mereka tidak dapat menemukannya.
Speedboat itu telah pergi jauh. Ditengah lautan, mereka melihat ada sebuah kapal nelayan yang tidak begitu besar. Awalnya mereka mengabaikannya. Tapi karena salah satu dari nelayan itu melambaikan tangannya, speedboat itu pun mendekat.
" Apakah kalian mencari seseorang ?" tanya nelayan itu.
" Ya, kami sedang mencari seorang wanita, dia adalah tamu hotel kami. Dia tenggelam kemarin sore, dan sampai sekarang kami tidak tahu dimana keberadaannya, " jawab salah satu penyelam itu.
" Kami menemukan seorang wanita. Mungkin saja dia adalah wanita yang kalian cari, tapi dia belum sadarkan diri. "
Mendengar ucapan nelayan itu, Shane dan petugas hotel itu langsung masuk ke kapal nelayan itu.
Benar saja, Sofie adalah wanita yang di tolong oleh para nelayan itu. Wajahnya begitu sangat pucat. Mereka pun membawa Sofie kembali ke hotel.
" Sepertinya wanita ini tidak bisa berenang. Kami melihatnya , dia memegang sebuah botol plastik, tapi karena ombak kemarin sore sangat besar, botol yang dipegangnya terlepas," ucap nelayan itu.
" Ia Pak, istri saya tidak bisa berenang. Saya mengucapkan banyak terimakasih, karena Bapak semua uda nolongin istri saya. Saya ga tahu gimana keadaan istri saya, kalau ga ada Bapak - Bapak semua !"
" Nak, bersyukurlah, berarti dia masih ingin selalu bersama mu, Tuhan menyelamatkan nyawanya. Kalau di pikir - pikir, sangat mustahil bisa selamat dari ombak besar itu. Sedangkan kapal kami saja tidak bisa hidup sama sekali, dan kami juga uda pasrah akan hidup kami. Tapi Tuhan masih berbaik hati pada kami, pada istri mu juga. Banyak - banyak lah mengucap syukur, nak !"
" Kalau ada waktu, datanglah temui saya di alamat ini, saya akan membalas kebaikan Bapak - Bapak semua !" Shane memberikan kartu namanya, di dalam kartu itu tertera nama, alamat dan nomor telpon kantor dan rumah serta nomor ponsel juga.
" Terimakasih banyak, nak !"
Akhirnya Speedboat itu pergi meninggalkan kapal nelayan itu. Mereka langsung membawa Sofie ke rumah sakit terdekat.
Wajahnya masih tampak pucat. Tubuhnya begitu dingin. Ntah sudah berapa jam ia mengapung - apung di lautan itu. Shane mencoba memberikan nafas buatan, tapi sayangnya belum membuahkan hasil.
Sofie segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter dan perawat itu langsung menanganinya.
Shane terus saja berdoa. Di satu sisi ia senang karena Sofie telah ditemukan, di sisi lain, ia harus bersedih karena Sofie belum juga sadarkan diri.
Shane berjanji tidak akan lagi membawa Sofie berlibur ke daerah pantai. Ia sangat trauma. Ia tidak mau ada kejadian serupa.
__ADS_1
Sudah ada 2 jam Dokter dan Perawat itu memeriksa Sofie. Belum juga ada tanda - tanda kesembuhan. Shane semakin gelisah.
Apalagi setelah perawat masuk membawa tabung oksigen, semakin membuat Shane sangat khawatir.
Ponselnya berdering. Ternyata Sonya menghubunginya. Ada sesuatu hal yang sangat penting. Shane tidak menanggapinya. Ia mematikan ponselnya. Sonya pun kecewa pada atasan nya itu.
Sonya mencoba mengirim pesan, ia menanyakan masalah kerja sama dengan perusahaan lain, tapi lagi - lagi Shane mengabaikannya. Ia tidak membalas pesan tersebut.
Shane tidak ingin menceritakan kejadian yang menimpa pada Sofie. Ia tidak mau membuat semua orang cemas dan khawatir.
Akhirnya Dokter pun selesai memeriksa Sofie.
" Dok, gimana keadaan istri saya?"
Ekspresi wajah Dokter itu tidak bersahabat. Ia sangat sedih.
" Apa yang terjadi, Dok ?"
" Kita hanya menunggu mujizat dari Tuhan, Pak ! karena Sofie mengalami shock dan pernafasannya terhenti. Karena terjadi kebocoran pada alveolus, alveolus itu adalah kantung udara pada paru - parunya."
" Apa? trus, apakah itu bisa sembuh, Dok ?"
" Bisa, Pak ! serahkan saja semuanya pada Tuhan."
" Berikan yang terbaik untuk istri saya, Dok ! berapa pun biayanya, selamatkan istri saya ! saya mohon !"
" Baik, Pak ! kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk istri Bapak !"
" Dok, apakah saya bisa melihat istri saya ?"
" Ya Pak, silahkan !"
Shane masuk ke dalam ruangan itu. Disana ia melihat tubuh istrinya yang tidak berdaya. Wajah cantik itu masih saja terlihat pucat, pucat sekali seperti tidak ada darah sama sekali mengalir dalam tubuhnya.
Shane menangis. Ia memeluk tubuh dingin istrinya itu.
__ADS_1
" Sofieeee ...bangunlah ! bangun Sofieee....jangan tinggalkan saya !"
Shane terus menangis, ia merapikan rambut Sofie yang masih basah kuyub. Shane terus berdoa untuk keselamatan istrinya itu.