
Sofie merapikan isi koper milik Shane. Ia melihat sebuah kotak kecil. Sofie mengambil kotak itu dari dalam koper tersebut.
" Ini apa ya?" Tanya Sofie, ia penasaran dengan kotak kecil itu.
Shane melihatnya.
" Kamu mau?" Tanya Shane
" Emangnya ini apa'an?" Tanya Sofie
" Buka aja. Semoga kamu suka."
Sofie membuka isi kotak itu. Semakin besar rasa penasarannya.
" Apakah ini punya Agnes?" Gumam Sofie.
Sofie membuka perlahan - lahan kotak kecil itu dan ia melihat sebuah lingerie seksi, benar - benar seksi sekali. Bahan kainnya sangat tipis sekali. Sofie sangat terkejut, mengapa ada barang itu di koper Shane.
Shane sedang bermain ponselnya. Sofie mendadak sedih. Dalam benaknya ini pasti punya Agnes.
" Jadi kamu dan Agnes?"
" Kenapa? kenapa saya dengan Agnes?"
Sofie menyerahkan lingerie itu.
" Ini punya Agnes yang tertinggal di koper kamu ya?"
" Kalau itu punya Agnes, emang kenapa?" Canda Shane.
" Jadi kalian?" Sofie mendadak sedih, matanya mulai berkaca - kaca.
Shane tersenyum melihat Sofie.
" Saya tahu batasan saya. Walaupun saya dekat dengan Agnes, tapi saya masih bisa menghormatinya. Saya ga pernah tidur dengannya. Saya masih bisa menghormatinya.."
" Menghormatinya ?"
" Ya."
" Jadi kenapa sama saya kamu ga bisa berbuat seperti itu?"
" Saya ga mau ribut. Uda ahh...!"
Shane langsung menutup wajahnya dengan selimut.
" Shane, dengarkan saya dulu...jangan tidur..!"
Shane tak perduli. Sofie merasa kecewa. Shane ga adil. Ia bisa memperlakukan Agnes dengan baik , tak mau menyentuhnya sama sekali.
Malam itu awalnya Sofie dan Shane saling diam.
Tapi Shane tak tahan akan keheningan itu.
" Ehh..nyanyi dong..biar ga bosan." Pinta Shane.
Sofie hanya diam. Ternyata Sofie menangis.
" Kamu kenapa?"
Shane perlahan mengangkat dagu Sofie.
" Kamu nangis?"
" Ga..saya ga nangis."
" Lah..itu air mata apa dong? air mata buaya atau air mata apa?"
Sofie menghapus air matanya.
" Kamu cemburu ya?"
" Ga....!"
" Serius?"
" Hhmmm.."
__ADS_1
" Lagu lama ...saya tahu kamu itu gimana."
Shane mendekatkan wajahnya.
" Senakal - nakalnya saya, saya tetap punya kamu. Ngerti?"
Sofie mendorong tubuhnya dan beranjak pergi.
" Kamu mau kemana?"
" Tidur.."
" Ehh..boleh request ga?"
" Apa?"
" Pakai dong lingerie nya.." Titah Shane.
" Pakai ini? untuk apa?"
Shane kembali mendekatkan dirinya.
" Saya mau kamu pakai ini. Malam ini , pasti kamu cantik."
" Cantik? pakai ini saya cantik? " sambil mengangkat lingerie seksi itu.
" Ia. Coba aja."
" Gila kamu. Ga ah...!"
" Kamu menolaknya? kita besok uda pulang lho..hanya disini kita bisa seperti ini. Maksud saya? mumpung kita lagi honeymoon. Kalau uda kembali ke Indonesia, pasti kamu balik ke kontrakan, ia kan?"
" Ga ahh..saya malu. "
" Kamu malu sama siapa?"
" Sama kamu lah.."
" Hahahah...kamu itu tulalit banget ya..kita itu uda nikah. Jadi saya bebas dong mau lihat apa aja. Kalau kamu menolaknya, dosa lho. "
" Ia, tapi ga harus pakai ini kan?"
Wajah Sofie mendadak pucat. Ia harus memakai lingerie seksi itu. Shane terus memintanya .
" Saya mau mengabulkan permintaan mu, tapi tolong jangan suruh saya pakai ini, saya benar - benar malu. "
" Ga..saya mau kamu pakai lingerie itu. Saya uda beli mahal - mahal lho, saya ga mau tahu, malam ini kamu harus pakai."
Sofie mencari akal, ia pura - pura menangis. Mendadak sakit kepala.
" Sofie, saya ga suka bercanda. Kamu kenapa?"
" Kepala saya sakit banget."
" Hufff...sakit? kepala kamu sakit?"
Sofie menganggukkan kepalanya.
" Ya da, kalau kamu ga mau pakai ini, saya akan buang. Kamu payah".
" Eh...jangan..jangan..jangan...! jangan dibuang. Ia, saya akan pakai."
Ia langsung pergi ke kamar mandi. Ia pun mengenakan lingerie seksi itu.
Uhh..Sofie tidak percaya diri, ia sangat malu. Lingerie seksi itu begitu sangat tipis sekali.
Sofie keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk. Ia trus menundukkan kepalanya. Wajahnya sangat pucat. Ia merasa malu.
Padahal sebelumnya Shane telah melihat lekukan tubuhnya. Tapi ntah kenapa, dengan memakai lingerie, ia begitu malu.
Shane hanya bisa tertawa terbahak - bahak..
" Kenapa tertawa? lucu ya?"
" Wkwkwkw...kamu kayak anak kecil yang mau diterkam harimau..."
" Kamu jahat Shane." Sofie berbalik lagi ingin pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Shane langsung menarik tangannya.
Dan jleppp....
Shane langsung memeluk Sofie, ciuman lembut mendarat di bibirnya. Shane perlahan membuka handuk yang di kenakan Sofie.
Eng..i..eng...mereka pun bercinta..😅🤭
****
Suasana di Indonesia...
Sudah hampir seminggu, Dion menantikan kepulangan Sofie. Dion merasa kesepian, merasa galau tanpa Sofie.
Dion mencoba mengirimkan pesan, tapi selalu gagal. Ya, ponsel Sofie di nonaktifkan.
Dion merasa hari - harinya begitu tak berarti. Ia selalu uring - uringan. Banyak pekerjaan jadi terkendala karena memikirkan Sofie.
Pagi ini, Dion tak pergi ke kantor. Ia mendatangi kakaknya, Mama nya Sarah.
Ingin sekali Dion menceritakan tentang perasaannya. Tapi ia malu, karena selama ini ia selalu membanggakan Agnes.
Dion tampak diam , dalam benaknya selalu ada nama Sofie. Kakaknya pun menjadi kepikiran, apa sebenarnya yang terjadi. Tak biasanya adik kesayangannya itu seperti itu.
" Kamu kenapa? kok lemas gitu sih?"
" Ga papa kak, ga enak badan aja."
" Oh ya, gimana liburan kamu?"
" Ya gitulah..." Jawab Dion ketus.
" Ada masalah ya? apa yang terjadi? "
" Ada kak....masalahnya berat sekali, kak."
" Cerita dong, siapa tahu kakak bisa bantu."
" Agnes, kak."
" Kenapa dengan Agnes?"
" Ternyata dia selingkuh dengan suaminya Sofie. "
" Apa? selingkuh? selingkuh sama suami Sofie? Sofie guru nya Sarah?"
" Ia kk. Ternyata selama ini Agnes uda menghianati cinta ku kk."
" Astaga...!"
" Kakak benar, Agnes itu bukan wanita yang tepat untuk saya."
" Dion, kakak yakin kamu akan mendapatkan yang terbaik. Kamu sabar ya..!"
" Ia, kak. Yang terbaik itu uda didepan mata saya. Tapi sayangnya, saya ga bisa memilikinya."
" Maksud kamu?"
" Saya mencintai Sofie, kak."
" Dion ??? kamu mencintai Sofie? tapi kan Sofie sudah menikah."
" Itu masalahnya. Saya ga bisa membohongi perasaan saya kak, saya uda mencoba mengabaikannya tapi ga bisa kak."
" Ya ampun, Dion. Kamu mencintai orang yang salah."
" Itu masalahnya kak. Ntah kenapa kalau dekat dengan Sofie, perasaan ini lain kak."
" Sofie tahu kalau suaminya selingkuh?"
" Ya. Tapi Sofie itu tipe wanita pemaaf kak. Dia bisa menerima suaminya seperti itu. "
Mendengarkan perkataan Dion, kakaknya tidak bisa berbuat apa - apa, karena ini masalah perasaan.
Mama Sarah tahu, Dion pasti bisa menyelesaikan masalah ini. Karena ia tahu betul sifat adiknya itu, bijak dalam mengatasi masalah.
Tidak akan pernah bisa bermain dengan perasaan. Sekali pun Sofie sudah menikah , tapi perasaan Dion tak bisa ia pungkiri.
__ADS_1
Dion tipe orang yang susah untuk jatuh cinta, ntah kenapa setelah mengenal Sofie, ia begitu tak berdaya, menjadi bodoh.
Mencintai tapi tidak bisa memiliki. Ya, itulah yang di rasakan Dion..